Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
129


__ADS_3


Tiara berbinar-binar menatap tubuh atletis Bian betapa hot dan sexy tubuhnya, ia sudah membayangkan betapa nikmatnya ia berada di bawah kungkungan Bian. Tiara berjalan dengan pelan menghampiri Bian dengan gaya lenggak-lenggok nya.


"Sayang badan kamu kenapa menggoda sekali, rasanya aku ingin merasakan semua tubuh kekar mu ini" raba Tiara dada bidang Bian.


Bian memejamkan matanya betapa agresif wanita liar ini sungguh tidak malu.


"Kamu tunggu di ranjang ya baby, aku mau mengambil sesuatu buat kamu" Bian berbisik di telinga Tiara membuat badan Tiara merem*ng.


"Baiklah sayang, cepatlah datang karena aku gak sabar untuk menikmati surga dunia" goda Tiara dengan sedikit mencium bibir Bian.


Cup!


Shitt! Bian mengumpat,setiap menyewa wanita murahan Bian tidak pernah mencium bibir wanita teman ranjangnya itu, berani juga Tiara mencium bibir Bian sekilas membuat ia semakin ingin menyiksanya.


Tiara berjalan menuju ranjang yang akan dijadikan tempat adu lahar dingin. Ia duduk di pinggir ranjang dengan gaya seksi nya sembari menunggu Bian datang.


Tak butuh lama Bian datang dengan membawa borgol dan tali tambang yang ada di tangannya, ia menghampiri Tiara.


"Empecemos puta(mari kita mulai wanita murahan)" ucap Bian dengan menggunakan bahasa Spanyol agar Tiara tidak tahu artinya.


"Kamu bawa apa Bian?" tanya Tiara melihat benda yang ada di tangan Bian.


"Ah, ini hanya borgol dan tali tambang baby"


"B-buat apa kamu membawa borgol dan tali tambang, bukannya kita hanya mau having se*?" bingung Tiara.


"Benar sayang kita akan melakukannya tapi lebih nikmat lagi kalo kamu pake ini, dijamin kamu akan merasakan sensasi yang beda dari biasanya, kamu harus mau ya? nanti aku akan memberikan rasa nikmat yang luar biasa, gimana baby girl?" suara serak Bian.


Glek!


Kenapa suara serak Bian membuat gue semakin inginkan tubuhnya batin Tiara.


"Aku mau banget sayang, buruan sentuh aku Bian aku sudah tidak sanggup lagi, bagian bawah aku sudah sangat gatal" untung Tiara hanya meneteskan obat itu se tetes saja jadi tidak terlalu buruk efeknya.


Ck, dasar wanita murahan!


"Baiklah, silahkan kamu rebahan sayang" pinta Bian.


Tiara langsung menuruti perintah Bian seperti ia terkena di hipnotis. Tiara pun merebahkan tubuhnya di ranjang, Bian mulai merangkak untuk memasangkan borgol ke dua tangan Tiara ke besi pinggiran ranjang dan tali untuk mengikat kedua kaki Tiara.


Bian langsung merobek seluruh pakaian Tiara hanya tersisa br* dan celana dal*mnya saja. Bian bermain lidah di dalam mulutnya menatap lapar tubuh Tiara benar-benar sempurna dan cocok untuk dijadikan santapan sore hari.


Bian memakaikan penutup mata kepada Tiara.


"Kenapa harus di tutup sayang" ucap Tiara yang matanya sudah tertutup oleh kain penutup mata.


Ck. Kenapa wanita ini sangat bawel sekali rasanya aku ingin mencincang mulut wanita murahan ini.


"Akan lebih enak kalo mata kamu di tutup baby, ini permainan dariku tolong nikmati saja ya baby" bisik Bian.


"Baiklah sayang, aku tidak sabar lagi" celoteh Tiara.


Bian sudah meloloskan kain pembungkus dua melon hingga memperlihatkan buah melon yang agak kendor itu tertampang jelas di depan mata Bian.

__ADS_1


Ck. udah kendor ternyata.


Bian melepaskan kemeja hitamnya dan celana panjang hanya tersisa celana kolornya saja. Bian menciumi leher jenjang Tiara dan menghirup rakus aroma tubuh Tiara.


"Aahhh...kamu sungguh wangi baby, aku sudah gak sabar lagi..ahhh" desah Bian.


"Aahhkk..sentuhan dari kamu sungguh enak sayang" desah pelan Tiara hasrat dia sudah di ujung kepala.


Bian menampar pipi Tiara dengan keras hingga berulang kali kanan dan kiri membuat Tiara meringis.


Plak!


Plak!


"Ayo baby mendes*ah lah aku ingin mendengarkan suara merdu kamu" bisik Bian.


"Aassh ...kenapa kamu menampar aku Bian" Tiara sedikit kesal dengan Bian.


"Sudah aku katakan ini permainan dariku, kamu hanya perlu nikmati saja kamu akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa dariku" desis Bian ia tidak suka di bantah.


Bian langsung menyambar buah kembar semangka dengan rakus, ia memelintir ujung coklatnya dengan keras hingga tiara menjerit di sela-sela des*hannya


Bian mengeluarkan pisau lipat, Bian lebih suka melihat tubuh wanitanya mengeluarkan cairan merah saat berhubungan.


Bian menggores pipi Tiara dan leher jenjangnya, Bian melihat cairan itu keluar membuat semakin bergairah. Sedangkan Tiara sudah meringis menahan rasa perih ia tidak tahu apa yang di lakukan dengan Bian. Bian terus saja menggores tubuh Tiara sembari mencicipi tubuh Tiara.


"Ssshhh....aaah...kamu apakan tubuh ku Bian, kenapa perih semua dan sakit" ringisan Tiara.


"Aahhh ...f•ck! aahh ..enak sekali tubuhmu baby apalagi di penuhi dengan cairan merah favorit aku aaah...f•ck baby" Bian bukannya menjawab malah meracau berbicara tidak jelas.


"Aahh... s-a-k-i-t Bian" ringisan Tiara menahan rasa perih sekaligus nikmat.


Bian menatap kagum hasil karyanya betapa bergairahnya dia melihat tubuh Tiara semakin hot dan sexy dengan berlumuran darah. Nafas Tiara tersengal-sengal melemah rasa sakit dan nikmat bersamaan yang dirasa oleh Tiara. Bian memasuki lubang buaya dan memompa dengan cepat sembari mencambuk tubuh Tiara.


"Aakhh... hen-hentikan Bian, g-gue gak sanggup lagi" racau Tiara dengan nafas sedikit naik turun. Tubuhnya benar-benar sangat lemah apalagi darah dia mengalir deras dari tubuhnya.


Apa gue sedang bersama pria yang punya kelainan masokis dan psycho? shiitt,kenapa bisa gue terjebak dengan pria gila ini pikir Tiara didalam hatinya sembari memejamkan matanya.


Bian terus saja mencambuk tubuh Tiara sambil memompa senjatanya ke dalam lubang buaya dengan gerakan cepat.


Ctar!!


Ctar!!


Ctar!!!


"Hiks....hiks...m-mamah t-tolongin a-aku ma-mah hiks" suara lemah Tiara yang sudah tidak sanggup menahan rasa sakit ini.


"Shitt...baby kenapa tubuhmu enak sekali baby..f•ck shitt" racau Bian terus saja memompa senjatanya dan mencambuk tubuh Tiara.


"Y-ya tu-tuhan g-gue udah gak k-kuat lagi" ucap Tiara dengan nafas tersengal-sengal dan matanya terlihat sayup-sayup di balik penutup mata.


Tubuh Tiara penuh dengan luka cambukan dan luka sayatan.


Dibalik kegiatan mereka ada seseorang yang melihat dari kejauhan ya Bian merekam adegannya secara live ia menghubungkan adegan tersebut ke nomor telepon koleganya lewat video call.

__ADS_1


Hana menyeringai tipis dan tertawa licik menatap tubuh Tiara yang penuh dengan luka.


"Gue gak bisa balas dendam kepada bapaknya tapi gue bisa balas dendam ke anaknya, neraka menunggu lo Tiara" tawa sinis Hana.


Ceklek!


Kivandra membuka kamarnya dan melihat Hana duduk disofa tengah tertawa menatap layar laptop.


Tuk..


Tuk...


Tuk...


Kivandra berjalan menghampiri istrinya yang tengah tertawa tanpa menyadari kehadiran suaminya.


"Kamu sedang menonton apa?" tanya Kivandra.


Hana mendongakkan kepalanya menatap wajah Kivandra.


"Hanya adegan film kekerasan apa kamu mau ikutan menonton, ini film seru kamu pasti menyukainya" balas Hana sudut bibirnya terangkat ke atas.


"Kamu Winter kan bukan Hana, aku tahu saat di kampus dan di markas juga kamu bukan Hana tapi Winter" tebak Kivandra ia sedari tadi pagi hanya membatin menatap sikap istrinya, Kivandra tahu kalo dia bukan Hana tapi Winter ia pikir mudah untuk dibohongi.


Winter bukannya terkejut malah tertawa.


"Hahaha...ops! sepertinya gue ketahuan deh! padahal warna mata gue udah gue sembunyikan tetap saja ketahuan sama lo" tawa kecil Winter.


"Lo lupa siapa gue hm? gue suaminya Hana jadi udah hapal sama sikapnya Hana, Red dan lo itu sangatlah berbeda, ya walaupun lo berhasil mengelabui teman-teman gue dan Hana" balas Kivandra.


"Hm, ah gue melupakan hal itu" desah Winter.


"Apa yang lo rencanakan sekarang?" tanya Kivandra.


Winter menunjukkan ke layar laptop kepada Kivandra. "Lihatlah sendiri, lo pasti paham apa yang gue rencanakan untuk menghancurkan Tiara tanpa gue menyentuhnya"


Mata Kivandra membulat dan terkejut menatapi layar laptop yang di tunjuk oleh Winter.


"Dia Tiara? dan laki-laki itu siapa?" tanya Kivandra tunjuk ke layar laptop.


"Ya dia Tiara sedang melakukan hubungan badan, dia Bian laki-laki yang selalu berlangganan ke madam Choo, dan dia seorang psycho dan masokis, jadi gue manfaatkan dia untuk memusnahkan Tiara, dia juga bisa menyalurkan hasratnya" papar Winter.


Kivandra shock mendengar penjelasan dari Winter, dia tidak menyangka Winter bisa mendapatkan ide gila semacam itu dari mana coba.


"Tenang saja gue pastikan besok ada berita yang menghebohkan warga kampus dan seluruh dunia bisnis" senyum miring Winter yang masih menatap ke layar laptop.


"Heh, lo jangan pake matanya Hana untuk melihat adegan panas gue gak rela ya" decak Kivandra baru tersadar dari lamunannya dan menatap tajam Winter.


"Ck, posesif amat pak sama istri, ini tubuh hanya satu doang terus gue lihat pake mata siapa? mata kambing huh? gila aja, cuman nonton aja heran banget deh, kalian juga udah biasa begituan kan? asal lo tahu gue dan Red pernah ngintip malam pertama kalian"


Seketika Kivandra mendelik bisa-bisanya Winter berbicara dengan santai kalau dia dan Red pernah mengintipnya, dasar iblis minus akhlak!


"Apa? mau protes lagi? gue cincang juga otong lo, udah sana lebih baik lo nguras kolam renang aja daripada gangguin gue kamvret" celetuk Winter mendorong tubuh Kivandra.


Ck!

__ADS_1


"Kalo lo bukan alter egonya Hana udah gue tendang jauh-jauh ke pluto lo" kesal Kivandra setelah itu pergi dari kamarnya.


"Cih, dasar bapak posesif, bisa-bisanya Hana nikah sama cowo modelan kek Kivandra" gumam Winter setelah Kivandra keluar dari kamarnya.


__ADS_2