Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
127


__ADS_3


Kivandra sedang berada di dalam mobil sembari menunggu Hana yang masih ada di dalam mansion, Tiara tidak sengaja melihat mobil Kivandra berada di depan mansion Hawthorne saat Tiara sedang naik ojek, ia pun menepuk pundak kang ojek untuk segera berhenti. Tiara masih berpikir Kivandra sedang menjemput Hana untuk berangkat bersama ke kampus, ide licik terlintas di pikiran Tiara.


"Bang stop, berhenti disini saja" pekik Tiara sembari menepuk pundak kang ojek.


Ckiiitt!


Kang ojek pun berhenti sesuai permintaan penumpangnya.


Tak banyak waktu setelah membayar ojek Tiara langsung berjalan menghampiri Kivandra dengan sedikit membenarkan rambut yang agak berantakan.


Tok...Tok....Tok...


Tiara mengetuk jendela mobil dengan pelan sembari menyingkirkan anak rambut ke belakang telinganya.


Ceklek!


Kivandra menurunkan kaca mobil dan menautkan kedua alisnya."Kenapa dia ada disini?" batin Kivandra menatap kesal.


"Kamu sedang menunggu Hana ya Andra" tanya Tiara ia sengaja melembutkan suaranya.


"Sejak kapan dia pake aku kamu? mana suaranya di lembut-lembutin bikin gue merinding" monolog batin Kivandra.


Tanpa Tiara sadari Hana sudah berdiri di belakang Tiara ia pun berdehem agar Tiara tahu kalau ada dirinya dibelakangnya.


Ekhm!


Kivandra menyunggingkan sudut bibirnya ke atas setelah melihat istrinya sudah datang, Tiara langsung membalikkan badannya dan ia terkejut melihat Hana sudah berdiri dibelakangnya.


"Sejak kapan dia ada di situ, kok gue gak denger suara langkahnya" gumam Tiara.


"Ada apa pagi-pagi udah nyamperin cowo orang?jalan ini bukan jalan rumah lo kan? kenapa lo berada di sekitar sini? rumah lo bukannya searah dengan Delvin kan dan jarak rumah lo dengan kampus itu dekat ya? daripada rumah gue harus putar balik" sindir Hana.


"Ah, i-itu tadi gue menginap di rumah teman gue yang ada disekitar sini Hana, tadi juga gue naik ojek terus ban motor ojeknya kena paku gak bisa nganterin gue ke kampus" dusta Tiara dengan sedikit gagap.


Hana memiringkan kepalanya dan tersenyum smirk tipis hingga Tiara tidak menyadari itu. "Teman lo yang mana? sepertinya selain gue, Tania dan Alula lo masih punya teman ya Tiara pantas saja dengan santainya lo memutuskan hubungan persahabatan kita, tapi tak apalah gue juga gak mau berteman dengan cewek gatel kek lo itu"


Tiara geram mendengar ejekan dari Hana rasanya ingin sekali meninju Hana tapi ia sadar tidak melakukannya didepan Kivandra bisa-bisa nanti image baiknya tercoreng, apa kepala Tiara barusan kebentur helm kang ojek? kenapa dia lupa kalo image dia sudah lama tercireng eh tercoreng maksudnya hehe✌️😅.


"LO" Tiara meninggikan suaranya.


"Apa? gue berbicara sesuai fakta ya, bukan gosip yang ada di lambe dower" senyum sinis Hana.


"Dahlah gue mau pergi ke kampus, lo minggir mobil PACAR GUE mau lewat" Hana sengaja menekankan kata pacar di akhir kalimatnya dengan sedikit menyenggol bahu Tiara.


Bruk!


Tiara hampir oleng dan terjatuh gara-gara Hana sengaja menyenggol bahunya.


Tiara langsung menoleh ke Kivandra sebelum Kivandra menutup jendela mobil.


"Vandra boleh gak gue nebeng sampai kampus?" suara lembut Tiara.


Hana dan Kivandra yang mendengar suara lembut Tiara rasanya ingin muntah.

__ADS_1


Hoek!


"Bukannya lo anak orang kaya ya? kenapa gak naik taxi saja? lo tahu kan ini mobil sport, hanya ada dua jok, kalo lo ikut terus lo mau duduk dimana? duduk di belakang kap mobil?" ucap Kivandra.


Tiara menggertakkan giginya dan menatap kesal Kivandra, lagi-lagi Kivandra mengejeknya dan gagal untuk mendekati Kivandra.


"Minggir" sentak Kivandra


Tiara langsung memundurkan langkahnya dan menatap mobil Kivandra yang baru saja pergi meninggalkan dirinya yang sedang kesal karena rencana untuk menumpangi mobil Kivandra gagal. Terpaksa dia naik ojek lagi ke kampus, nanti dia akan pikirkan caranya lagi buat mendapatkan Kivandra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rajendra saat menginjakkan kakinya didepan perusahaannya ia melihat Ratna berdiri didepan pintu perusahaan. Rajendra berdecak melihat ada pengganggu di pagi hari.


"Mas Rajendra" panggil Ratna melihat Rajendra sudah datang.


Rajendra menautkan kedua alisnya dan menatap nyalang Ratna. "Mau apa kesini?"


"Mas Ratna ingin minta maaf atas kesalahan Ratna mas, mas ayo kita kembali lagi Ratna janji gak akan membohongi mas Rajendra lagi, mas" ucap Ratna sembari memegang lengan Rajendra.


"Lepaskan tangan kotor lo dari lengan gue Ratna, dan hanya pria bodoh yang mau kembali kepada wanita macam lo Ratna, kurang baik apa Dina sama lo hah! sampai-sampai lo punya niat untuk membunuh Dina?lebih baik lo pergi dari sini sebelum gue panggilkan satpam" maki Rajendra yang sudah kepalang emosi.


Seketika Ratna melepaskan tangannya dari lengan Rajendra, mas Dina itu mati gara-gara depresi bukan gara-gara gue mas, Dina saja yang imannya lemah, ya bukan karena gue mas, mas gue mohon kita balikan lagi membuka lembaran baru dari awal lagi mas Rajendra" sahut Ratna yang tidak menyadari atas kesalahannya sendiri.


"Lo benar-benar wanita tidak memiliki hati, dia depresi itu gara-gara ulah lo Ratna, jangan pernah temui gue lagi" Rajendra menyentak Ratna setelah itu Rajendra masuk ke dalam gedung perusahaan meninggalkan Ratna di luar sana.


"Aaaarrghhh...gue harus bisa membuat mas Rajendra kembali lagi, gue gak mau hidup seperti ini lagi" teriak dalam hati Ratna dengan menghentakkan kakinya setelah itu pergi dari sana.


...****************...


Hana sedang berada di kafe mewah, ia ada janji dengan seseorang yang ingin Hana diajak kerjasama.


Tak berlama lama kemudian datang seorang pria tampan tinggi dan kekar menghampiri ruang vvip yang sudah Hana pesan. Pria tersebut membuka pintu ruangan itu dengan penampilan kaos oblong yang dilapisi jaket jeans dan celana jeans warna biru.


Ceklek!


"Maaf sudah lama menunggu" ucap suara berat seorang pria berumur sekitar 35 tahun, setelah itu ia menarik kursi dan duduk didepan Hana.


Hana tersenyum tipis menanggapi ucapan pria tersebut.


"Bisa kita bicara langsung ke intinya?" suara dingin Hana menatap lekat pria yang duduk didepannya.


"Tentu saja" senyum manis pria tersebut.


"Anda pelanggan vvip madam Choo yang ada di club night, benarkah?" tanya Hana ia hanya ingin memastikannya saja apa sesuai dengan informasi dari Alan Pardew.


Pria tersebut sedikit tersentak mendengar pertanyaan dari wanita cantik dan imut itu.


"Apa kamu wanitanya madam Choo?"


Hana tersenyum masam apa dia seperti wanita panggilan? dimana otak pria ini?


"Maaf, saya bukan wanitanya madam, saya kesini hanya ingin mengajak anda kerjasama"


"Kerjasama?" beo pria tersebut.

__ADS_1


"Iya kerjasama kalo anda mau bekerjasama dengan saya, saya pastikan akan membayar harga tinggi untuk anda, saya tahu kalo anda ini seorang Masokis dan sedikit psycho bukan?" seringai tipis Hana.


Deg!


Siapa wanita cantik ini? bagaimana bisa dia tahu soal gue? sepertinya dia bukan sembarang wanita pada umumnya batin Pria dengan mengernyitkan dahinya.


"Haha.. sepertinya tebakan anda itu benar, saya emang seorang masokis dan psycho, setiap berhubungan tidak akan nikmat dan puas kalo tidak melihat pasangan ranjang kita terluka dan berdarah" tawa psycho pria tersebut.


Hana yang melihat tawa pria itu rasanya ingin memuntahkan isi perutnya,betapa sinting pria itu.


"Jadi bagaimana apa anda menerima kerjasama ini? saya akan memberikan wanita cantik untuk anda, saya jamin anda pasti puas dan pastikan bawa pisau yang tajam" senyum licik terpancar di bibir Hana.


"Woah... apa wanita itu sesuai dengan kriteria ku, nona? tenang saja nona saya selalu membawa pisau yang bagus setiap berhubungan badan, oh ya nona panggil saja saya Bian" balas Bian.


"Iya sebelum saya mengundang anda ke sini saya sudah mencari kriteria wanita teman ranjang tuan Bian, tenang saja dia sangat cantik , sexy dan tentunya dia sangat ahli dalam urusan ranjang tuan, saya akan membayar anda dengan harga tinggi lakukan semau anda terhadap wanita itu tuan, saya juga sudah menyewa wanita itu untuk anda selama dua minggu" papar Hana.


Bian menatap Hana dengan mata yang berbinar-binar dan seperti singa jantan yang kelaparan.


"Wah, saya tidak sabar untuk mengeksekusi wanita yang anda sewa nona, apa nona ingin bergabung? haha saya hanya bercanda nona, saya tahu anda juga seorang psycho dari cara anda berbicara" .


Setelah Bian menyetujui kerjasama dengan Hana, Hana pun langsung berpamitan untuk segera pergi meninggalkan kafe mewah tersebut.


"Baiklah saya akan menunggu kabar baik dari anda tuan Bian, senang bekerja sama dengan anda, kalo begitu saya permisi karena tidak bisa berlama-lama disini" pamit Hana ia bangkit dan berdiri lalu pergi dari ruangan vvip.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiara berjalan menuju apotik ia ingin membeli sesuatu di sana.


"Obat perangs@ng yang dosis tinggi kak" ucap Tiara kepada karyawan apotik.


Setelah karyawan apotik mengambil obat pesanan Tiara, langsung memberikan kepadanya dan Tiara pun membayarnya. Tiara menganyunkan kakinya pergi dari apotik ia segera pulang ke kosannya. Sekarang Tiara dan Ratna tinggal di kosan yang hanya 3 petak saja di kawasan padat pemukiman.


"Semoga dengan obat ini Kivandra bisa jadi milik gue selamanya, dan gue jadi nyonya muda Lexander hahaha" tawa licik Tiara menatap obat yang ada di tangannya.


Tak jauh dari sana Adrian melihat Tiara sedang tertawa di pinggir jalan sambil membawa kantong kresek.


"Dia ngapain ketawa sendiri di pinggir jalan? bener-bener sarapnya kejepit tuh jadi sinting, kasihan mana masih muda" geleng-geleng Adrian yang duduk di atas motor sembari menunggu ibunya keluar dari toko roti.


"Yayan, ayo kita pulang ibu sudah selesai beli rotinya" ucap ibu Adrian yang baru saja keluar dari toko roti.


Adrian tersentak saat ibunya sudah duduk di belakang jok motor.


"Monyet pake bikini" latah Adrian langsung menutup mulut laknatnya itu.


Plak!


Sebuah pukulan kecil mendarat di punggung Adrian.


"Selalu saja latah, kamu itu cowo gak boleh latah mana latahnya gak estetik banget, kamu lihatin apa sih sampai latah" sentak ibu Adrian.


Adrian malah nyengir dan garuk-garuk pinggiran bokongnya.


"Tadi ada monyet lewat terus ketawa-ketawa sendiri bu, kan sinting tuh monyet 🐒" dusta Adrian.


"Ada-ada saja kamu ini Yan, ayo kita pulang ayah kamu sudah menunggu" geleng-geleng ibu Adrian.

__ADS_1


"Gas ngeung.." pekik Adrian menancapkan gas motor maticnya dengan kecepatan sedang meninggalkan toko roti.


__ADS_2