Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
90


__ADS_3

Kivandra dan Hana menghentikan mobilnya didepan markas Ravestrack dan disusul oleh mobil milik Kalandra. Mereka sudah sampai di markas Ravestrack, untungnya anggota inti Ravestrack dan anggota inti Devils masih setia menunggu mereka bertiga. Hana dan Kivandra turun dari mobil mereka berdua menganyunkan kakinya ke dalam markas sedangkan Kalandra mendengus berjalan di belakang mereka udah seperti bodyguard mereka saja.



Tap


Tap


Tap


Galen dan Delvin melihat Kivandra sudah datang bersama Hana mereka mengernyitkan dahinya kenapa penampilan mereka sangat rapi dan formal sekali,mereka habis darimana?


"Kalian bertiga habis darimana?" tanya Galen menatap ke arah tiga tuyul tersebut.


"Habis pertemuan dengan kolega bisnis jadi langsung ke sini gak sempat ganti pakaian,makanya kita gak bisa di hubungi ponsel kita sengaja di matiin takut mengganggu" bohong Kalandra.


Galen menelisik wajah Kalandra mencari kebohongan disana, sialnya Galen tidak menemukan kebohongan di wajah Kalandra.


"Anak-anak mana?" tanya Kivandra seraya melonggarkan dasinya yang sedari tadi mengikat di leher.


"Tuh, ada di dalam lagi karaoke campursari dari tadi mereka ngereog mulu" tunjuk Galen ke arah tuyul-tuyul yang sedang sibuk karaoke.


Kivandra, Hana dan Kalandra langsung melihat ke arah para tuyul tersebut.



"Anjir,kenapa semua jadi kesurupan badarawuhi" pekik Kalandra melihat teman-temannya pada ngereog semua.


"Lo berdua gak ikut?" Galen dan Delvin hanya geleng-geleng kepala saja.


"Semua temenmu ganteng tapi sayang ya pada somplak otaknya" bisik lirih Hana kepada Kivandra.


Kivandra langsung menarik kedua sudut bibirnya ke atas betapa gemesnya pacarku ini,pacarnya baru tahu kalau semua teman-temannya itu tidak ada yang waras,entah dulu dia bisa mendapatkan teman seperti itu darimana, Kivandra saja tidak tahu.


"Woi, berhenti jangan ngereog lagi wahai para jamet semua" teriak Kalandra sambil mengambil kopi yang masih utuh di atas meja mumpung masih anget entah punya nya siapa,belum ada 5 menit mubazir gak ada yang minum ya gue minum aja ya nggak.



Srrruuupp!!!


Aahh,mantap!


"Kamvret, tuh anak kopi gue di minum" kesal Adrian melihat Kalandra meminum kopinya yang ada di atas meja.


Adrian emang sengaja meletakkan kopi diatas meja, ia akan meminumnya kalau sudah tidak terlalu panas tapi sialnya, Kalandra dengan santainya meminum kopi tersebut hingga habis.


Bugh!


Adrian memukul kepala Kalandra dari belakang hingga Kalandra terpekik.

__ADS_1


"Anjing, lo ngapain pukul kepala gue cok" ucapnya sambil usap-usap kepala belakang.


"Lo ngapain cok minum kopi gue hah, gue yang bikin malah orang lain yang minum sakit cok hati gue" dramatis Adrian seraya memegang dadanya.


Hah? Kalandra bingung ini anak kenapa masalah kopi kok jadi sakit hatinya curhat apa ya sambil garuk-garuk rambut.


"Lo curhat?, yaelah masalah kopi aja sampai sakit hati,tenang nanti gue ganti sama kopo setarbucek biar kelihatan mahal dikit, gimana?" tawar Kalandra.


"Mumpung gue baik hati nih, mau gantiin kopi lo yang barusan gue minum" lanjutnya.


Adrian mengerjap-ngerjapkan matanya ia juga seraya membersihkan telinganya takut salah dengar dan salah melihat apa yang Kalandra katakan hari ini, tumben tuh anak mau gantiin dan mana gantinya lebih mahal lagi, biasanya Kalandra kalo di suruh beli kopi malah dia beli kopi di warung yang harganya seribuan kopikap, betapa medit bin pelit sepupu Kivandra satu ini,makanya Adrian terkejut tidak ada angin tidak ada petir tiba-tiba Kalandra jadi baik dan tidak pelit lagi pemirsah. Tunggu pasti ada sesuatu yang patut di curigai tapi apa ya?


Kalandra menatap bingung ke Adrian,lah kenapa nih anak kok jadi bengong gini.


"Woi, lo ngapain diem? nahan boke*r lo?" sentak Kalandra.


"Lo serius mau beliin gue kopi setarbucek Kal?" tanya nya lagi agar ia tidak salah mendengar.


"Yaiyalah, kalo gak mau yaudah gue gak rugi kok" sambungnya dengan wajah tengil.


Adrian langsung mencebikkan bibirnya. "Yaudah,sekalian buat semua para tuyul beliin kopi agar nanti meetingnya biar fresh gitu"


"Boleh aja, kopi nya di samain semuanya kan?" Adrian langsung menganggukkan kepalanya.


"Lo kalo kek gini tambah cakep Kal, sering-sering lah biar makin cakep" gombal Adrian seraya menaik turunkan kedua alisnya.


"Bang" panggil Kalandra sambil toel-toel bahu Kivandra.


Kivandra pun menoleh ke Kalandra alis kanannya terangkat ke atas seolah berkata 'apa?'.


"Bagi blackcard lo bang" ucap Kalandra sambil tangannya mengadah.


"Buat apa?" balas singkat Kivandra


"Buat beli kopi setarbucek, kasihan mereka habis ngereog butuh kopi" sahut Kalandra bagi Kalandra sepupunya itu adalah ATM berjalannya, Kalandra jarang membawa dompet jadi jangan pernah meminta Kalandra buat mentraktir makanan atau minuman kepadanya pasti dia akan meminta blackcard kepada sepupunya itu.


Kivandra langsung mengeluarkan blackcard dari dompetnya dan memberikan kepada Kalandra. Adrian melihat Kivandra memberikan blackcard nya kepada Kalandra langsung melotot,tuh kan bener-bener deh gak modal katanya mau traktir kopi,eh ujung-ujungnya si bos yang bayar sama aja bohong.


"Bangsul lo ya Kal,gue kira pake duit lo tapi sama aja pak bos yang ngeluarin duit, lo sebenarnya anak sultan bukan sih? jadi curiga gue masak gak punya duit" ucap Adrian seraya melipatkan kedua tangannya di depan dada.


"Bukannya gue gak punya duit tapi males bawa dompet bikin ganjel di celana gue kalo mau duduk jadi dompet beserta isinya gue tinggal di rumah, kan masih ada abang tampan gue lebih baik di manfaatin dong duitnya" ucapnya sambil tawa kecil.


Kivandra sudah tahu otak licik Kalandra selalu saja dia dibuat seperti ATM berjalannya tapi tidak apa-apalah nanti kalau Kalandra nikah tinggal hitung semua totalan hutang dia.


"Lo gak keberatan bos?" tanya Adrian menoleh ke arah Kivandra. Kivandra menatap Adrian ia langsung gelengan kepala.


"Tuh, kan abang gue gak keberatan kok, dia malah baik banget rela ngeluarin blackcard nya ke gue" sombongnya sambil memesan kopi lewat aplikasi yang ada di ponsel.


"Kok gue sebagai pacarnya gak pernah ya" protes Hana sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Kamu nanti aja sayang setelah menikah semuanya akan aku berikan atas namamu,termasuk kartu-kartu ku" bisik Kivandra membuat pipi Hana menjadi tomat busuk.


Kivandra hanya terkekeh kecil melihat kekasihnya salting.


"Weh, pipi lo kenapa Hana? kok jadi merah, lo demam?" ucap Abercio yang baru saja datang bersama para tuyul lainnya.


Hana malu rasanya ia ingin menenggelamkan wajahnya ke laut ini semua gara-gara Kivandra kenapa ia selalu di bikin salting sama tuh anak.


Hana berdehem untuk menutupi rasa gugup dan salting.


Ekhm!


"Lo radang tenggorokan Hana? jangan-jangan lo mau pilek ya, pantas saja pipi lo merah, gue ada mixagrib tuh kalo lo mau" ucap Abercio sambil memberikan obat kepada Hana.


Bedebah! gue bukan lagi pilek atau radang tenggorokan, mana dikasih obat mixagrib lagi. Kamvret emang!


"Thanks ya" terpaksa Hana mengambil obat itu tapi ia gak akan meminumnya buat disimpan saja.


"Kalian habis darimana sih, daritadi kita menghubungi kalian susah bener udah kek menghubungi korea utara aja" celetuk Alvaro.


"Sorry, kita habis selesai pertemuan antara kolega bisnis" jawab Kivandra terpaksa ia berbohong.


Semua ber'oh' ria saja.


"Jadi kita harus gimana melawan Alaska minggu depan" tanya David.


"Gue mau ada yang jagain Hana dari Alaska, gue yakin mereka pasti menginginkan Hana apalagi Luffy tahu tentang keluarganya" suara dingin Kivandra dengan wajah datar.


Semua menoleh ke arah Hana, Kivandra benar pasti mereka menargetkan Hana kali ini, bagi mereka Hana adalah aset berharga sebelum Galang koma dia menitipkan Hana kepada kita semua, kita harus menjaga dan melindunginya dari godaan para setan yang terkutuk.


"Beb, gue bisa jaga diri ada Red dan Winter kamu tenang saja" ucap Hana sambil tersenyum tipis ke Kivandra.


"Tetap saja aku khawatir sayang, kamu itu cewe kamu tetap butuh penjaga di sekeliling mu agar lebih aman, nurut ya beb"sahut Kivandra mengusap pipi chubby Hana.


"Bener tuh kata Kivandra sebaiknya lo nurut aja" Alvaro membenarkan perkataan dari Kivandra.


Hana menghela nafas panjang ia terpaksa nurut kepada Kivandra. "Iya deh, aku nurut"


"Good girl" ucapnya sambil mengusap pucuk rambut Hana.


Entah kenapa perasaan gue tidak enak Hana makanya gue harus memberikan mu penjaga agar lo tetap aman walaupun ada Red maupun Winter tetap saja hati gue masih cemas monolog batin Kivandra sambil menatap wajah cantik Hana.


...----------------...


Thanks for reading 🤗🥰


Bonus ↘️


__ADS_1


__ADS_2