Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
40


__ADS_3


"Hana kenapa kamu baru pulang sekarang?" tanya papa Dekkan melihat Hana berjalan menuju anak tangga.


Hana tak menjawab pertanyaan dari papa Dekkan,ia terus saja berjalan melewati papa Dekkan yang sedang duduk bersama Yera dan Galang di ruang tv.


"HANA" panggil papa Dekkan.


"Apa urusannya dengan anda tuan Hareklees kalo saya baru pulang huh? biasanya anda tidak peduli dengan anak kandung mu ini ah lebih tepatnya rasa anak pungut" Winter memutar bola malasnya.


"Saya ini papa kamu orang tua kamu Hana, berlakulah yang sopan seperti Yera adik mu kamu bahkan tidak datang di akad nikahnya Yera" sentak papa Dekkan


"Winter,ini gue Hana gue ingin mengutarakan isi hati gue kepada papah gue, izinkan gue masuk ke raga gue hanya sebentar saja waktu gue juga sedikit nggak bisa berlama-lama karena alam gue sudah berbeda bukan lagi bersama mereka" ucap jiwa Hana yang menghampiri Winter


"Baiklah, gue juga males jawab omongan dari bokap lo" ucap Winter lewat batinnya.


Hana masuk kedalam tubuhnya, ia hanya diberi waktu sedikit tidak bisa berlama-lama di dunia.


"Apa anda tidak pernah berkaca?anda lucu sekali tuan Hareklees,anda menyuruh saya untuk sopan kepada anda orang tua saya sendiri? sedangkan anda selalu membentak saya menghina,saya selalu di pukul hingga dikunci di gudang, anda selalu bersikap kasar seolah saya anak pungut padahal anak kandung anda sendiri, apa anda tahu tentang perasaan saya tuan Hareklees? rasa sakit sejak kecil masih membekas di hati atas perlakuan Anda selama ini hanya demi anak pungut yang nggak tahu darimana asal usulnya,apa saya harus tetap sopan kepada anda walaupun hati saya terus sakit dan anda selalu menghina menyakiti saya, bukan hanya hati, tubuh saya yang sakit tapi juga mental saya selama ini.Bahkan saat saya jatuh dari rooftop dan koma apa anda peduli?Ck, nggak peduli sama sekali bahkan anda nggak pernah menjenguk saya di rumah sakit saat saya sedang koma, papah macam apa anda ini huh?Semoga papah mengerti isi perasaanku selama ini,jagalah diri anda tuan Hareklees"papar jiwa asli Hana dengan deru nafas yang terasa sesak sekali akhirnya ia bisa mengutarakan isi hatinya walaupun sudah terlambat baginya,ia hanya singgah sementara di tubuh aslinya.


"Terimakasih Winter, tolong sampaikan salam gue pada Belvia terimakasih udah mau menjaga tubuh gue dan mau membantu gue, gue pamit ya Winter tolong jangan bunuh papah gue boleh di hukum asal jangan dibunuh kasihan mamah gue sendirian" ucap jiwa Hana


Winter menghela nafasnya padahal ia ingin membunuh pria tua itu tapi Hana malah tidak mengijinkan yaudahlah.


"Iya nanti gue bilang ke Belvia mungkin nanti malam dia sudah kembali lagi, kamu tenang saja biar kami yang mengatasi masalah lo terutama dua boneka santet" batin Winter.


"Ingat hati-hati dengan laki-laki yang bernama Alister, gue pamit" ucap Hana seketika menghilang dari sana.

__ADS_1


Deg!


Hati papa Dekkan terasa berdenyut perih mendengar perkataan Hana, papa Dekkan memegang dadanya merasakan sakit sekali entah ada apa dengannya, apa dirinya selama ini sudah keterlaluan kepada putrinya sendiri, papa Dekkan yang masih berdiam diri pandangannya pun kosong.


Sedangkan Galang sedang berusaha mencerna semua ucapan dari Hana, apa gue sebagai abang nya sudah keterlaluan kenapa gue jadi sedih mendengar perkataan Hana batinnya.


Raka yang ingin turun ke bawah tidak sengaja mendengar semua perkataan Hana membuat Raka terjatuh lemas di lantai dengan air mata yang sudah menetesi pipinya, ia merasa tidak berguna sama sekali menjadi abangnya seharusnya dia membelanya dan melindunginya bukan malah ikutan menyakitinya.


Bukan hanya Raka saja yang mendengar bahkan Leon hendak masuk ke ruang tv langkah kakinya terhenti ketika mendengar ucapan Hana. "Teman kecil macam apa gue ini, gue udah menyakiti hati dia selama ini, sebaik Hana gak cocok dengan laki-laki macam gue ini.Ternyata selama ini hati dia tersiksa" batinnya


"Jangan sampai papah sama bang Galang menjadi baik terhadap Hana gara-gara perkataan Hana, gue nggak suka hidup Hana menjadi bahagia, akan gue rebut semuanya yang lo memiliki" batin Yera seringai tipis


Winter tidak memperdulikan mereka, bahkan Winter sudah berada dikamar.


"Bel,gantian gue mau istirahat gue capek" batin Winter.


Lalu Winter menutup matanya untuk pergantian jiwa Belvia antara alter egonya. Belvia membuka matanya menjadi warna coklat kembali ke semula, sekarang ia sudah berganti jiwa Belvia di dalam tubuh Hana sedangkan Winter alter egonya sedang beristirahat.


"Enak juga istirahat panjang, apa yang sudah gue lewatkan ya selama gue tidur" monolog Hana.


"Nantilah gue tanya sama Winter" lanjutnya.


...----------------...



Leon dan Yera turun dari mobil, Yera mengernyit heran ini rumah siapa katanya mau ke rumah baru kenapa malah kesini batinnya menatap rumah sederhana itu.

__ADS_1


"Ini rumah siapa kak Leon?" tanya Yera menarik pucuk kemeja hitam Leon


"Ck, ini rumah yang akan kita tinggali, lepas tangan lo dari baju gue" suara dingin Leon


Yera tersentak mendengar suara dingin Leon, Yera menelan salivanya berat dengan rasa takut mencoba memberanikan diri." Hah? kakak nggak salah pilih rumah kan? kenapa milih rumah yang sempit dan jelek begini"


"Gue suami lo, dan lo harus ngikutin gue kalo lo nggak mau dapat dosa dari suami lo sendiri, kalo nggak suka silahkan keluar dari rumah gue" dingin Leon.


"Ck, terpaksa gue daripada gue di pergi gak punya apa-apa. gue kira rumahnya lebih mewah dari mansion Bratajaya tapi malah rumahnya sangatlah jelek sekali"batinnya kesal.


"Hm, gue terima ya walaupun gue gak suka rumah kecil begini" ketus Yera.


"Ck, dasar kuyang" batin Leon


"Kita tidur terpisah kamar lo ada di samping kamar gue" singkat Leon lalu pergi ke kamarnya.


Yera menggelap matanya,"Apa tidur masing-masing, udah nikah dengannya tetap saja gue nggak bisa mendapatkan hatinya" batinnya


"Ck, masih bagus kamar gue daripada kamar ini udah jelek kotor lagi, aarrrghhh gue nggak betah tinggal disini. Apa gue harus kembali ke mansion lagi?" gerutu Yera di dalam kamarnya


"Awas lo Hana gara-gara lo gue harus tinggal di rumah yang jelek ini" Yera frustasi mengacak rambutnya


...----------------...


...----------------...


Cerita ini hanya sekedar dunia fiksi saja 😁

__ADS_1


Thanks for reading 🤗 ❤️ 🤗


__ADS_2