
...🛴🛴🛴🛴🛴🛴...
Saat Hana ingin berangkat ke kampus melihat mamanya keluar dari mobil dengan wajah sendu seperti habis menangis tanpa menegur sapa Hana yang barusan di lewatinya mama Lika langsung pergi ke kamarnya.
"Bang" panggil Hana melihat Raka keluar dari mobil.
"Kenapa Hana? lo mau ke kampus?"
"Hm, mama kenapa bang?" ucap Hana pura-pura tidak tahu apa-apa padahal ia sudah mengetahuinya di balik layar.
"Mama akan bercerai dengan papa Hana, lo gak apa-apa kan?" tanya Raka ia takut kalau adeknya itu tidak terima.
"Iya gak apa-apa bang, nanti setelah pulang ke kampus Hana ada berita penting untuk semuanya Hana harap nanti bisa berkumpul di ruang keluarga bang Hana ingin berbicara penting mengenai kita semua" ucap Hana dengan serius.
Raka mengernyitkan dahinya."Ada apa Hana? apa ada seseorang yang telah mengganggu lo di kampus?".
"Bukan nanti saja tunggu Hana pulang dari kampus"
"Yaudah kalo begitu nanti abang tuku lo pulang Hana, Galang udah berangkat?"
"Udah katanya ada kuis pagi jadi dia buru-buru berangkat bang" jawab Hana sambil memasangkan helm full face.
"Yaudah hati-hati ya jangan ngebut di jalan, kalo ada bebek tolong di seberangin kasihan bebeknya entar metong jadi bebek geprek" celetuk Raka di iringi dengan ketawa kecil.
"Bangsul lo bang, bye bang!" tawa Hana lalu ia pergi dari pekarangan mansion dengan motor sportnya.
Selepas Hana pergi Raka langsung masuk kedalam mansion ia akan membujuk mamanya untuk tidak berlarut menangisi lelaki semacam papanya yang bastard itu.
🍂
🍂
🍂
Hari ini keadaan Dekkan terlihat sedang tidak baik-baik saja dengan penampilan acak-acakan dan ia lupa untuk mencukur kumis tipisnya, kantong mata terlihat menghitam sepertinya semalaman Dekkan tidak bisa tidur nyenyak ia masih saja memikirkan hal yang terjadi kemarin.
Dekkan sangat takut kalau Lika benar-benar menceraikan dirinya.
"Aaaarrrrghhhhh" teriak Dekkan di ruangan Ceo sambil mengacak-acak mejanya sendiri.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"
Ceklek!
Jordan berjalan masuk kedalam ruangan Ceo ia membawakan beberapa berkas dokumen penting untuk bosnya itu. Jordan terkejut melihat keadaan dan penampilan bos nya saat ini sepertinya bosnya sedang ada masalah berat yang menimpanya.
"Ada apa Jordan" ucap Dekkan dengan suara sedikit purau.
"Ada berkas dokumen penting untuk anda tuan" Jordan menyerahkan beberapa dokumen di atas meja.
"Hm, nanti saya akan baca dokumen itu" balas singkat Dekkan.
"Apa ingin teh hijau tuan untuk menenangkan pikiran anda tuan" tawar Jordan.
"Tidak perlu Jordan, lebih baik kau segera pergi dari sini saya butuh waktu untuk sendiri"
"Baiklah tuan, saya pergi dulu" pamit Jordan berjalan keluar dari ruangan Ceo.
Di ruangan tersebut hanya ada suara dentingan jarum jam dinding sangat sunyi sekali, Dekkan mengambil empat dokumen yang barusan Jordan antarkan.
Dokumen pertama membuat Dekkan sangat terkejut yang isinya surat perceraian dirinya dengan Lika.
"Lika benar-benar menceraikan ku, aarghhh ini semua salahku aku benar-benar pria bastard" gerutu lirihnya.
"Hati Lika pasti sakit sekali melihat kejadian kemarin aku harus gimana lagi aku gak mau Lika pergi jauh dariku apalagi anak-anak jadi membenciku" Dekkan frustasi dengan kelakuannya sendiri mengakibatkan Lika menceraikan Dekkan.
Dekkan belum juga memberi tanda tangan di surat cerai tersebut, ia malah menutup kembali surat cerainya dan membuka dokumen selanjutnya.
Brakk!!
Dekkan menggebrak meja kerjanya ia sangat terkejut melihat kedua isi dokumen itu ternyata isinya pemilik perusahaan dan mansion Hareklees sudah berganti pemilik atas nama Lika Nurmala Brawijaya bukan lagi Dekkan Hareklees.
Leher Dekkan langsung sakit seperti di hantam benda keras dari atas kemudian Dekkan jatuh pingsan setelah membuka dokumen selanjutnya yang berisikan tentang tes DNA asli Hana.
Bruk!
600 detik kemudian Jordan mengetuk pintu ruangan Ceo tiga kali tanpa ada suara bosnya dari dalam Jordan merasa aneh kenapa bosnya tidak menyahuti suara ketukan pintu apa bosnya pergi tapi kalau bosnya pergi pasti bosnya akan memberikan pesan padanya.
Tak butuh waktu lama Jordan membuka pintu ruangan Ceo ia takut kalau bosnya terjadi sesuatu.
Ceklek!
Jordan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan bosnya. Jordan terperanjat melihat bosnya pingsan di lantai.
__ADS_1
"Bos" pekik Jordan langsung lari menghampiri bosnya yang pingsan.
Jordan langsung membawa bosnya ke rumah sakit terdekat.
Brummmm.....
Jordan sudah sampai di rumah sakit Hawthorne ia memakirkan mobilnya di depan rumah sakit. Jordan memanggil suster untuk segera membawa bosnya kedalam rumah sakit.
"Suster tolong suster bos saya pingsan ada didalam mobil" pekik Jordan lari ke dalam rumah sakit.
Suster dan petugas rumah sakit langsung membawa brankar dan lari ke arah mobil dan diikuti oleh Jordan.
Dekkan langsung dibawa ke ruangan IGD oleh beberapa petugas rumah sakit.
Suster hendak menutup pintu ruangan IGD tapi di tahan oleh Jordan.
"Maaf anda tidak boleh masuk selain petugas tuan" ucap suster yang hendak menutup pintu.
"Tapi suster saya ingin melihat keadaan bos saya" tolak Jordan.
"Mohon kerjasamanya tuan, mohon tunggu dan duduk tuan nanti setelah di periksa tuan akan saya panggil" ucap suster menghentikan langkah Jordan yang hendak masuk ke ruangan IGD.
"Baiklah suster" Jordan membalikkan badannya dan duduk di depan ruangan IGD.
Suster pun menutup pintu ruangan IGD setelah Jordan duduk didepan ruang IGD.
"Sepertinya aku harus segera menghubungi istri tuan Dekkan" Jordan merogoh ponselnya kedalam saku celananya.
Jordan mencari kontak nomor nyonya Lika untuk memberitahu soal tuan Dekkan masuk ke rumah sakit.
Setelah beberapa kali mencoba menghubunginya tapi panggilan nomor nyonya Lika tidak aktif.
Jordan bingung siapa lagi yang akan ia hubungi Jordan bahkan tidak mempunyai nomor anak-anaknya tuan Dekkan.
"Ah,nanti sajalah setelah tuan Dekkan selesai selesai aku akan pergi ke mansion Hareklees" gumam lirih Jordan.
Beberapa abad kemudian terdengar suara pintu IGD terbuka.
Ceklek!
Jordan langsung berdiri dan menghampiri dokter Lee.
"Bagaimana dokter keadaan bos saya"
"Maaf anda siapa?" tanya dokter Lee.
"Saya ingin berbicara dengan keluarganya ini sangat penting mengenai keadaan tuan Dekkan"
"Sepertinya keluarga tuan Dekkan sedang sibuk mungkin dokter bisa berbicara kepada saya nanti saya akan sampaikan kepada keluarga bos saya dok" pinta Jordan.
"Baiklah, tuan Dekkan mengalami Stroke hemoragik intraserebral terjadi secara tiba-tiba akibat pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak. Kondisi ini menyebabkan darah mengalir ke dalam rongga tengkorak kepala. Akibatnya, tekanan di dalam kepala meningkat dan jaringan otak pun mengalami kerusakan kemungkinan akan permanen tuan" papar dokter Lee.
Jordan terkejut mendengarnya ia sungguh kasihan dengan keadaan bosnya itu bos yang sangat baik selalu membantunya dalam keadaan susah.
"B-baiklah dokter terima kasih atas penjelasannya berarti tuan Dekkan tidak bisa berbicara dengan lancar dan tidak bisa mengerti perkataan orang lain dan juga mati rasa pada satu sisi tubuhnya begitu dok?" tanya Jordan.
"Benar sekali tuan, dan satu lagi Wajahnya akan lumpuh sebelah sehingga senyum tampak tidak simetris tuan. Dan tuan Dekkan akan saya segera pindahkan ke ruangan vvip" balas dokter Lee.
"Terimakasih dokter"
"Sama-sama tuan" ucap dokter Lee setelah itu ia pergi dari sana.
"Sepertinya aku harus segera ke mansion Hareklees untuk memberitahu kepada nyonya Lika tentang kesehatan tuan Dekkan" Jordan langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju mansion Hareklees.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Melisa sedang menikmati santainya di halaman belakang sambil memasang masker pada wajahnya bak seperti nyonya besar, ia merasa senang sebentar lagi ia jadi nyonya Hareklees di mansion ini. Semua para maid membenci sikap arogan Melisa seenak jidatnya Melisa menyuruh dan membentak para maid di mansion Hareklees berasa paling berkuasa.
Tap
Tap
Tap
"Nyonya di depan ada tamu ingin bertemu dengan anda nyonya" ucap bibi Monah yang lari dari ruang tamu.
Melisa langsung melepaskan masker wajah dan menoleh menatap angkuh bibi Monah.
Bibi Monah rasanya ingin sekali menggetok kepala Melisa yang sangat angkuh dan sombong itu.
"Ck, siapa sih yang ganggu acara santai ku ini" Melisa berdecak kesal lalu ia beranjak dari kursi pantai berjalan menuju ruang tamu.
Tap
Tap
Tap
"Ada apa ya?dan anda siapa?" tanya Melisa yang baru saja datang dari halaman belakang, Melisa melihat dua pria berpakaian serba hitam dan membawa dua dokumen penting.
__ADS_1
"Kami adalah utusan dari Nona Belvia untuk mengambil ahli mansion Hareklees" ucap pria yang memakai kacamata.
Melisa mengerjap-ngerjapkan matanya ia bingung ini maksudnya apa nona Belvia siapa pikirnya.
"Maaf maksud anda apa ya?" tanya Melisa yang masih belum mengerti.
"Mansion dan perusahaan Hareklees sudah berganti kepemilikan atas nama Lika Nurmala Brawijaya dan sekarang ini kami disuruh oleh nona Belvia untuk segera mengosongkan isi mansion ini terutama anda segera angkat kaki dari mansion ini" ucap pria yang memiliki rahang yang tegas.
Melisa terkejut mendengar perkataan dari kedua pria asing ini.
"Ini tidak mungkin pasti kalian ini seorang penipu kan? kalian pergi dari sini saya tidak menerima tamu seperti kalian ini" bantah Melisa sambil mendorong tubuh kedua pria berbadan besar dan tegap tapi sayangnya tenaga Melisa tidak bisa mendorong tubuh mereka.
"Maaf kami tidak menipu anda nyonya dan ini buktinya kami membawakan dua dokumen yang sudah di tanda tangani oleh tuan Dekkan sendiri" ucap pria berkacamata menyerahkan dua dokumen kepada Melisa.
Hana sudah mempersiapkan ini semuanya dan juga ia berhasil meniru tanda tangan papanya sendiri seperti tanda tangan aslinya, ia tidak mungkin meminta tanda tangan kepada Dekkan langsung pasti papahnya akan menolak mentah-mentah.
Melisa membuka dua dokumen tersebut ia langsung shock melihat isi dokumen itu.
Bagaimana bisa mas Dekkan memberikan semua asetnya kepada Lika, berarti mas Dekkan sekarang ini sudah miskin? kenapa mas Dekkan tidak bilang padaku terlebih dahulu, bagaimana hidupku nanti aaarghhh gagal sudah aku menikah dengan Dekkan dan menjadi orang kaya monolog batin Melisa.
"Baiklah saya akan pergi dari sini tapi saya akan mengemasi barang-barang saya dulu" ucap Melisa hendak membalikkan badannya tapi langsung di cegah oleh kedua pria berbadan besar.
"Anda tidak boleh membawa barang-barang dari mansion ini" ucap pria berkacamata.
"Tapi itu barang-barang saya bukan barang-barang milik mansion ini ya kali aku gak bawa baju-baju ku dan uang" maki Melisa.
"Sama saja nyonya mohon kerjasamanya nyonya" suara tegas pria berkacamata.
Melisa berusaha memberontak dari cekalan kedua pria berbadan besar itu, tapi sayangnya tenaga dia tidak sepadan dengan tenaga kedua pria tersebut.
Tubuh Melisa diangkut oleh kedua pria berbadan besar menuju mobil Van hitam.
Melisa meronta-ronta dan memberontak agar segera di lepaskan.
"Lepas kalo gak saya panggil polisi untuk menangkap kalian semua" pekik Melisa dengan suara cempreng.
Pria berkacamata tidak betah dengan suara cempreng Melisa membuat telinganya tidak nyaman ia langsung membekap mulut Melisa dengan sapu tangannya yang udah di beri obat bius atas perintah Hana.
Seketika Melisa pingsan setelah di bius lalu di masukkan kedalam mobil Van hitam.
Para bodyguard menyuruh semua maid yang bekerja di mansion Hareklees untuk pindah ke mansion Hawthorne karena mansion milik Belvia belum ada pembantu disana dulu hanya ada satu maid yang bekerja di mansion Hawthorne setelah Belvia di nyatakan meninggal maid tersebut pulang kampung dan tidak bekerja lagi.
Melisa akan di bawa ke gedung tua oleh bodyguard Hana.
Jordan menghentikan mobilnya didepan mansion Hareklees,ia turun dari mobil menganyunkan kakinya menuju gerbang mansion.
Jordan mengerutkan keningnya melihat para maid keluar dari mansion Hareklees membawa semua barang-barang mereka.
Lalu Jordan bertanya kepada satpam mansion Hareklees ia ingin tahu apa yang terjadi di mansion ini.
"Maaf ini ada apa ya pak?kenapa para maid keluar dan membawa barang-barang mereka" tanya Jordan
"Oh, pak Jordan Henderson ini tadi ada bodyguardnya nyonya Lika mereka disuruh untuk pindah bekerja di mansion Hawthorne dan mansion ini akan di kosongkan, pak Jordan mau bertemu dengan tuan Dekkan pak?" jawab pak asep satpam mansion Hareklees.
Deg!
Jordan mematung setelah mendengar perkataan dari pak Asep,kenapa mansion Hareklees akan dikosongkan dan semua para maid pindah bekerja di mansion Hawthorne pikirnya.
"Mansion Hawthorne seperti tidak asing kata Hawthorne kek aku pernah dengar kata itu tapi dimana ya" monolog dalam hati Jordan.
"Mansion Hawthorne maksudnya pak?" tanya Jordan yang masih belum paham.
"Mansion Hawthorne katanya itu milik nona Hana pak Jordan masak pak Jordan tidak tahu kalo nona Hana memiliki perusahaan sendiri" seru pak Asep.
Sepertinya aku telah melupakan hal itu batin Jordan.
"Oh, maaf pak Asep saya lupa, pak Asep tidak ikut pindah ke mansion Hawthorne?"
"Tidak pak Jordan saya di suruh untuk menjaga mansion ini"
"Oh begitu ya, pak kalo boleh tahu sekarang nyonya Lika ada dimana ya?" tanya Jordan.
"Nyonya Lika dan anak-anaknya tinggal di mansion Brawijaya pak" balas pak Asep .
"Ah, terimakasih ya pak Asep kalo begitu saya pamit pulang"pamit Jordan kepada pak Asep.
"Sama-sama pak Jordan" anggukan kecil dari pak Asep.
Didalam mobil Jordan sangat kasihan kepada tuan Dekkan ia tahu isi dalam dokumen tersebut tentang perceraian dan pemindahan kepemilikan perusahaan dan mansion atas nama istri tuan Dekkan.
"Coba saja kalo tuan Dekkan tidak bertindak bodoh dan mempercayai orang asing pasti hal seperti ini tidak mungkin terjadi, amat sangat disayangkan" geleng-geleng Jordan.
Jordan harus kembali lagi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan bosnya terlebih dahulu nanti ia akan pergi ke mansion Brawijaya.
......................
...~Visual Jordan~...
Episode selanjutnya akan ada adegan kekerasan harap jangan tegang ya hehe ✌️....
__ADS_1