
Saat Mama Lika tengah berkumpul bersama ketiga anak-anaknya di ruang tv, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan datangnya papa Dekkan bersama wanita lain dan kedua anak remaja.
"Papah/mas" ucap mereka bersamaan apalagi hati mama Lika rasa sakit itu hadir kembali melihat datangnya Melisa ke mansionnya.
Siapa mereka? batin ketiga tuyul yang sedang menatap ke arah ketiga setan di belakang papa Dekkan.
Deg!
Bukannya dia anggota Alaska ya yang pernah mencari ribut didepan gerbang sekolah batin Hana menelisik cowok remaja yang ada disamping wanita paruh baya.
Kenapa ada anggota Alaska disini kok dia bisa kenal sama papah batin Galang memandang Luffy.
Sejak kapan Luffy mengenal papah lalu wanita ini siapa apa jangan-jangan yang pernah papah telepon waktu itu tapi gue lupa namanya kenapa papah malah bawa kesini batin Raka sedikit melirik ke mama Lika ia sangat khawatir dengan mamanya.
Kenapa Melisa ada disini dan kenapa mas Dekkan malah membawanya kesini lalu siapa kedua anak remaja itu apa mereka anaknya Melisa batin mama Lika yang saat ini hatinya terasa sesak melihat wajah Melisa.
"Anjir, anak-anaknya om sugar daddy ini gak kalah jauh dari bapaknya mereka sangat tampan dan sexy apalagi yang sedang duduk sepertinya dia tipe cowok dingin dan cuek" batin Cindy yang sedang memandang Raka.
"Jadi mereka anaknya om Dekkan? astaga kenapa gue malah ke kandang musuh gue sendiri kamvreet" batin Luffy mengenali mereka semua.
"Sepertinya dia shock melihat aku kembali apalagi datang bersama mas Dekkan"batin Melisa tersenyum sinis.
"Halo sahabatku ops! maksud aku mantan sahabatku yang tersayang, apa kabarnya hum?" ucap Melisa sedikit nada ejekan.
Tiga tuyul kebingungan mendengar perkataan wanita paruh baya tersebut. Mantan sahabat? jadi mama sama wanita tua itu pernah sahabatan batin ketiga tuyul bersamaan.
"B-baik gimana kabarmu Mel" ucap mama Lika dengan suara terbata.
"Baik juga kok bahkan jauh lebih baik" sombong Melisa.
"Siapa mereka pah?" tanya Galang yang sudah penasaran sedari tadi.
"Mereka temen sekolahnya papa dan mama, kenalkan dia tante Melisa dan mereka anaknya tante Melisa namanya Luffy dan Cindy" papa Dekkan memperkenalkan mereka kepada anak-anaknya.
Deg!
Jadi benar wanita itu yang bernama Melisa yang sering menelpon papah dan mengirim chat ke papah batin Raka dengan menatap sinis Melisa.
"Pah kenapa papa malah membawa dua ondel-ondel dan satu wibu ke mansion kita,emangnya mansion kita itu membuka acara event cosplay pah" sindir Hana menelisik penampilan mereka
"Kamu ini berani sekali ngatain kita ondel-ondel" maki melisa menatap tak suka dengan Hana apalagi Cindy sudah menatap sinis ke Hana dengan gaya angkuhnya sedangkan Luffy hanya melotot dikatain wibu sama Hana.Emang menurut Hana nama Luffy sama dengan anime favoritnya one piece.
"Lah emang kan bang mereka penampilannya kek ondel-ondel" ucap Hana yang mendapat anggukan dari kedua abangnya, apalagi Galang udah ingin ketawa dengan ucapan Hana itu.
"Hana jaga ucapanmu dan bersikaplah sopan kepada tante Melisa"bentak papa Dekkan.
"Ck, padahalkan gue udah bicara sangat sopan sama mereka" gumam lirih Hana tapi masih bisa didengar oleh Galang dan Raka, Galang rasanya ingin ketawa mendengar ucapan Hana.
__ADS_1
"Kenapa mereka ada disini mas?"mama Lika membuka suaranya karena daritadi dia hanya diam saja.
"Mereka nggak mempunyai tempat tinggal jadi sementara mereka akan tinggal disini bersama kita" jelas papa Dekkan.
Empat tuyul langsung membulatkan matanya.
"Apaaa?" pekik empat tuyul bersamaan.
"Ck, kenapa kalian berteriak seperti itu?" heran papa Dekkan.
"Apa papa sudah gila kenapa papa hobi banget menampung orang asing di mansion kita pah?" seru Galang
"Emangnya mereka gak mampu menginap di hotel atau menyewa apartemen?" sindir Hana menatap nyalang mereka.
"Heh, lo ngatain kita miskin apa? kita tuh mampu menginap di hotel bahkan di hotel bintang tujuh saja kita sanggup" sombong Cindy sambil mendongakkan wajahnya yang angkuh itu.
"Kalo mampu sana menginap di hotel jangan numpang di mansion orang disini juga gak menerima penampungan ondel-ondel" sinis Hana bersedekap dada.
Astaga kenapa jadi begini, sebenarnya gue juga gak sudi tinggal disini lebih baik gue tinggal di apartemen gue sendiri deh! batin Luffy ia tidak mau tinggal bersama tiga tuyul tersebut apa kata anggota Alaska lainnya kalo Luffy benar-benar tinggal bersama anggota Devils.
"Mah,ayo kita lebih baik tinggal di hotel saja daripada disini kita di anggap orang miskin" ajak Cindy sambil menggoyangkan lengan tangan Melisa sebenarnya ia tidak mau tinggal di hotel lebih baik tinggal di mansion mewah ini tapi ia gengsi dan gak mau di katain miskin oleh Hana,semoga om Dekkan memaksa untuk tinggal disini batinnya.
"Mas lebih baik kita tinggal di hotel saja mas, sepertinya anak-anak mas Dekkan keberatan kalo kita tinggal disini" Melisa berusaha kelihatan sedih agar Dekkan merasa tidak tega melihat dirinya.
"Mas-
Mama Lika ingin berbicara tapi ia sudah di potong oleh ucapan papa Dekkan.
Bagaimana aku harus tinggal dengan mantan sahabatku sendiri yang dulu pernah merebut mas Juan dariku sekarang apa lagi yang dia rencanakan apa dia mau merebut mas Dekkan dariku batin sedih mama Lika rasanya ia dejavu dengan masa lalunya.
Gue gak bisa biarin boneka mampang tinggal disini dan berusaha merebut papa dari mama, gue yakin hati mama sangat begitu sakit apalagi tadi bilang kalo mama adalah mantan sahabatnya pasti ada sesuatu dibalik itu monolog batin Raka.
"Pah,kok sahabat mama sih, bukannya tadi boneka mampang itu bilang kalo mama mantan sahabatnya" sindir Hana sudut bibirnya terangkat sedikit.
Bastard! itu anak selalu mengataiku awas saja nanti aku akan balas semuanya batin Melisa geram melihat sikap Hana.
Awas lo akan gue rebut semuanya agar lo tahu rasanya jadi orang miskin batin menyeringai Cindy.
"Diam kamu Hana,sekali lagi kalo kamu gak berlaku sopan pada mereka papa akan menghukummu" maki papa Dekkan.
Ck, dasar tua bangka batin kesal Hana.
"Kalian bisa memilih kamar kalian sendiri disini ada enam lantai dimulai dari lantai dua dan sampai lantai lima,lantai enam berisi ruang gym dan taman kecil, lantai pertama kamar utama saya ,kamar mandi tamu dan kamar tamu.Nanti akan ada bibi yang akan mengantarkan kalian ke kamar kalian masing-masing" papar papa Dekkan kepada mereka.
"Sekali lagi terimakasih mas Dekkan udah mau menampung kita"
"Tidak-
"Mah, Luffy tinggal apartemen Luffy sendiri ya sayang apartemen Luffy kosong" ujar Luffy yang tiba-tiba memotong perkataan papa Dekkan. Melisa kesal terhadap anak sulungnya kenapa dia nggak bisa mengerti mamanya saat ini gimana kalo mas Dekkan malah menyuruh tinggal di apartemen Luffy,aish...tuh anak gak bisa diajak kerjasama batin melisa menatap tajam ke Luffy.
__ADS_1
Shitt kenapa bang Luffy malah ngomong punya apartemen awas saja kalo gagal kita tinggal disini batin Cindy kesal dengan Luffy.
"Lah Luffy punya apartemen? kenapa lo gak ajak mama lo dan sodara lo tinggal ke apartemen lo sendiri malah lo nyuruh mereka numpang di mansion orang" sahut Galang menaikkan satu alisnya.
"Itu-
"Apartemen Luffy kecil dan cuman ada satu kamar saja jadi gak muat untuk kita ya kan Fy?" tanya Melisa sambil melototin Luffy.
"Ah,i-iya b-bener" terbata Luffy.
Ck,kurang jago bohongnya tuh sindir Hana dalam hatinya.
"Sudah kalian jangan ribut, biarkan saja mereka tinggal disini"perintah papa Dekkan.
"Rasain tuh, awas saja kalian" batin Cindy yang sedang bahagia bisa tinggal di mansion gede ini .
"Akan kurebut semua milikku dari dulu Lika, akan aku bikin mas Dekkan meninggalkanmu dan pergi jauh darimu" batin Melisa tersenyum miring.
Aih, sepertinya gue akan sering tinggal di apartemen gue sendiri deh males di mansion banyak kutu loncat dengus kesal dalam batin Hana.
"Bibi monah" panggil papa Dekkan.
"Ya tuan" balas bibi Monah.
"Tolong anterin mereka ke kamar yang kosong masing-masing" perintah papa Dekkan.
Bibi Monah memandang ke mereka lalu mengerutkan keningnya, kenapa tuan Dekkan demen banget memasukan orang asing kedalam mansionnya batin bibi Monah.
"Baik tuan"
"Mari nyonya saya antarkan ke kamar" lanjut bibi Monah
"Bi, bawakan sekalian koper-koper ini karena saya gak kuat" pinta Cindy menatap rendah bibi Monah.
"Hey,kutu loncat lo punya kaki sehat tangan sehat kenapa gak lo gunain tuh kedua kaki lo dan kedua tangan lo" sindir Galang yang tak suka melihat bibi Monah disuruh-suruh.
"Kan dia hanya pembantu,tugas pembantu ya membantu majikannya dan tamunya dong udah seharusnya dia membantu membawakan koper-koper milik tamunya masak tamunya sendiri yang membawanya."
"Ck,dasar nggak tahu diri" gerutu lirih Hana .
"Sudah jangan berantem Galang, yang dibilang Cindy itu benar tugas pembantu ya harus membantu majikannya dan tamu kalo ada tamu yang menginap,jangan sampai pembantu makan gaji buta tanpa melakukan apapun" bela papa Dekkan.
"Bibi tolong bantu mereka"
"Baik tuan" sedikit sedih bibi Monah ketika di pandang rendah oleh Cindy. Tapi bibi Monah tidak bisa apa-apa dia sadar diri disini dia hanya pembantu biasa.
Mereka pun berjalan menuju lantai empat dan diikuti oleh bibi Monah.
...----------------...
__ADS_1