Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
94


__ADS_3

Setelah selesai akad nikah Hana berjalan menuju brankar Galang ia menggenggam tangan Galang dan membisikkan sesuatu kepadanya.


"Bang, jangan iri ya gue udah gak single lagi tapi udah jadi istri orang mana suami gue tajir melintir 7 tanjakan 7 belokan 7 turunan 7 tingkungan tajam, lo iri gak bang? cepatan bangun ya bang biar gue bisa pamer suami baru gue ke lo bang" bisik Hana sambil terkekeh kecil.


Tiba-tiba jari tangan Galang bergerak Hana merasakannya mata Hana langsung membulatkan,Hana langsung berteriak membuat semua orang yang ada di ruangan itu terperanjat mendengar teriakkan Hana.


"Bang Galang gak jadi ketemu sama malaikat maut, dia udah sadar" teriak Hana melihat Galang membukakan matanya secara perlahan.


Semua orang mendekat ke brankar Galang semuanya tersenyum dan berucap syukur terimakasih sudah membuat Galang bangun dari koma.


"Eungh,a-air" suara serak Galang.


"Mau air bang?air apa bang? kopi? atau es teh? ah atau es jeruk pilih yang mana bang" Hana bukannya mengambilkan air buat Galang malah balik tanya.


Pletak!


Raka memukul kepala Hana bisa-bisanya Hana menawarkan kopi dan lainnya sama orang baru bangun dari koma. Benar-benar otak Hana udah konslet mungkin ini efek dari nikah dadakan.


"Anji- kenapa malah di pukul sih bang" Hana menatap kesal Raka.


"Lo bukannya ngambil air buat Galang malah balik nawar" ketus Raka sambil mengambilkan air minum buat Galang.


Mama Lika hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan dua anaknya itu yang jarang sekali akurnya.


Sedangkan Kivandra hanya mengelus rambut panjang Hana dan merengkuh pinggang Hana.


"Galang kamu sudah sadar nak?" tanya mama Lika menatap anak laki-lakinya yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.


Galang menoleh ke mama Lika dan menatapnya. "S-sudah mah" jawab singkat Galang dengan nada yang terbata-bata.


"Alhamdulillah, bang panggil dokter Karla" ucap mama Lika kepada Raka.


Raka mengernyitkan dahinya untuk apa panggil Karla kesini. "Buat apa mah?" tanya kembali Raka.


Plak!


Hana menabok lengan kekar Raka balas dendam tadi dia memukul kepalanya. "Ya buat periksa bang Galang lah, masa buat periksain lo bang" ngegas Hana.


Ck!


"Udah sana bang, panggil dokter Karla" Raka hendak menjawab ucapan Hana keburu mama Lika meminta Raka untuk memanggilkan dokter Karla.


Raka pun melangkahkan kakinya menuju ruangan dokter Karla.


"Bang, lo masih kenal gue kan?" tanya Hana kepada Galang.


Galang langsung menatap ke arah Hana dan menaikkan satu alisnya."Siapa ya?"


"Anji- gila lo gak kenal gue bang? gue adek lo yang paling cantik dan bahenol" ucapnya.

__ADS_1


"Sorry, adek gue bukan seperti lo yang jelek gini mana bawel lagi adek gue itu cantik dan gak bawel" ucap Galang dengan seringai tipis sekali tanpa ada yang tahu.


Hana membelalakkan matanya mendengar ucapan Galang what the f*ck! apa gue jelek? katarak nih matanya, Hana pun mengadu sama suami baru nya, ce'ileh mentang-mentang dapet suami baru langsung ngadu.


"Yank, lihatin tuh abang Galang masa dia bilang gue jelek yank mana bawel lagi" ngadu Hana ke Kivandra.


Galang yang melihat Hana mengadu kepada Kivandra ia berdecak.


Ck!


"Dasar bocil, tukang ngadu sama pacar" sentak Galang membuat Kivandra dan Hana menoleh ke Galang.


"Cih, pacar? udah gak lagi pacar bang" jawab Hana dengan wajah songong.


Galang semakin bingung bukan lagi pacar terus apa? ya kali mereka putus, dilihat dari gaya pacarannya Kivandra sangatlah bucin selalu saja menempel dengan adeknya itu masa mereka putus, itu sangat tidak mungkin.


"Permisi, saya mau periksa pasien tuan Galang sebentar" ucap dokter Karla yang baru saja datang bersama Raka.


Apa dokter Karla sudah berpacaran dengan Raka? jawabannya adalah belum, Raka masih mengejar Karla hingga saat ini bagi Raka Karla itu cewe yang susah untuk di deketin apalagi di pacarin, Karla selalu menolak ajakan dari Raka alasannya dia tidak mau hidupnya di ganggu sama fans-fans fanatik Raka, banyak sekali wanita yang selalu ingin dekat-dekat dengan Raka,tapi Raka selalu saja menolak mereka tapi tetap saja mereka selalu mengejar Raka. Raka hanya cinta dan suka dengan satu wanita saja yaitu Karla, dia wanita yang sangat berbeda dengan wanita di luar sana yang selalu mencari cara untuk dekat dengan Raka.


Kivandra dan Hana langsung menyingkir dari sana, mereka duduk di sebelah daddy Brivan. Setelah selesai Galang di periksa oleh dokter Karla, dokter Karla mengatakan bahwa kondisi Galang sangat baik sekali padahal ia baru saja bangun dari koma,mungkin ini keajaiban dunia.


"Gimana dok?" tanya mama Lika


"Alhamdulillah tuan Galang kondisinya sangat baik,nyonya mungkin kalo kondisinya tetap stabil dan jauh lebih baik minggu depan bisa langsung pulang,tinggal pemulihan tulang kakinya saja dengan terapi, datang ke rumah sakit nanti saya akan jadwalkan untuk tuan Galang nyonya" jelas dokter Karla.


"Baiklah, terimakasih dok. Sekali lagi jangan panggil nyonya, dokter Karla panggil saja mama seperti bang Raka" ucap mama Lika sambil melirik ke Raka.


"Ehm, tapi nyonya -"


"Jangan nyonya lagi tapi mama ya dokter Karla" mama Lika memotong ucapan dokter Karla.


"B-baiklah ny-mama" ucapnya dengan menutupi rasa malunya didepan keluarga para sultan.


Sebenarnya Karla tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga para sultan ini, dia hanya anak yang sangat sederhana dan kehidupan dia sangat berbeda dengan Raka yang dari bayi sudah kaya sedangkan dia harus berjuang keras demi mengejar cita-citanya menjadi dokter yang sekarang ini, dulu sejak ibunya masih hidup dia berusaha membantu ibunya untuk berjualan cilok keliling kampung bahkan mangkal di sekolah-sekolah. Untungnya dia tidak perlu membayar biaya sekolah dari TK sampai SMA dia selalu mendapatkan beasiswa, dan biaya kuliahnya dari hasil tabungan jualan cilok dan kuliah ia juga sambil kerja part time, saat dia kuliah ibunya meninggal dunia gara-gara terkena kanker darah, dan dia harus hidup sebatang kara tanpa sodara. Karla benar-benar wanita tahan banting menghadapi ujian hidup sejak kecil hingga sukses menjadi dokter sekarang ini. Makanya Raka menyukai sosok Karla, saat pertama kali bertemu Raka langsung tertarik dan mencari informasi tentang dia.


"Kalo gitu saya permisi dulu ma" pamit Karla kepada mama Lika.


"Iya dok" jawab mama Lika.


"Mah, aku mau nganterin dokter Karla ke depan ya mah" ucap Raka yang udah memegang daun pintu.


Mama Lika menganggukan kepalanya."Bilang aja mau pdkt, dasar anak jaman now" gumam lirih mama Lika.


"Mama" panggil Hana ,mama Lika langsung menoleh ke Hana yang tadinya hendak menanyakan sesuatu kepada Galang.


"Ada apa Hana?" tanya mama Lika masih berdiri di samping brankar Galang.


"Aku mau kenalin mama sama hot daddy" ucap Hana sambil menyodorkan daddynya yang ada disebelah Hana.

__ADS_1


Mama langsung menatap wajah Brivan, sejujurnya mama Lika emang dari awal ia sudah terpesona melihat ketampanan Brivan manusia bule satu ini benar-benar pahatan yang sempurna padahal usianya udah tidak muda lagi tapi Brivan masih kelihatan tampan dan tubuhnya sangat kekar apalagi bahunya sangat lebar cocok untuk dijadikan tempat bersandar.


"Mama kenapa menatap daddy seperti itu? mama suka? kalo suka langsung gas saja dad, ajak mama ke KUA" Hana menyenggol lengan Brivan.


"Ah, kamu ini maksudnya apa sih Hana, mana mungkin daddy kamu mau sama remahan emping kayak mama ini" elak mama Lika sebenarnya ia juga sangat malu tiba-tiba Hana bilang seperti itu.


"Siapa bilang yang gak mau, kalo saya mau gimana?" goda daddy Brivan.


"Hah?" lagi-lagi mama Lika menganga dengan mata melotot mendengar perkataan Brivan barusan.


Semua orang disana terkekeh kecil melihat raut wajah Lika, benar-benar deh Brivan selalu saja menggoda wanita seperti itu, siapa yang tidak salting coba. Yaps,pipi Lika sekarang menjadi merah merona akibat perkataan dari Brivan.


"Udahlah tante,gas saja sama om Brivan biar tidurnya ada yang nemenin, lumayan tuh badan om Brivan buat di jadikan bantal guling" sahut Kalandra.


Sedangkan Galang ia masih bingung dengan semuanya ini, apa saja yang ia lewati kali ini sejak ia koma. Apa benar dia daddynya Belvia? jadi selama ini daddynya masih hidup? yang benar saja lelucon hidup macam apa ini pikir Galang sambil menatap ke semua orang yang ada diruangan itu.


...****************...


"Yah, bantu Tiara ayah" rengek Tiara kepada ayahnya.


Ayahnya yang sedang sibuk di ruangan kerja ia sedang membaca file penting yang harus ia persiapkan buat meeting besok di perusahaannya.


"Bantu apa Ra?ayah sedang sibuk, kamu gak lihat ayah sedang apa"


Tiara merucutkan bibirnya ia sangat kesal dengan ayahnya selalu saja fokus sama pekerjaan kantornya dan selalu tidak memperhatikan anaknya.


"Bantu Tiara mendapatkan Kivandra anak tunggal dari keluarga Lexander, Tiara menyukainya yah. Tapi dia malah menyukai sahabat Tiara, padahal Tiara yang udah lama banget suka Kivandra kenapa ini tidak adil sekali bagi Tiara yah. Tiara ingin Kivandra jadi milik Tiara selamanya. Jodohkan Tiara dengan Kivandra yah" rengekan Tiara seperti anak kecil.


Ayah Rajendra memijat pelipisnya mendengar rengekan anaknya membuat Rajendra semakin pusing.


"Kamu dengar sendiri kan kemarin mereka menolak perjodohan bisnis"


"Pokoknya Tiara mau Kivandra yah, bagaimana pun caranya buat Kivandra jadi milik Tiara, kalo perlu singkirkan Hana yah kekasih Kivandra"


"Hana?" beo ayah Rajendra.


"Iya Hana, anak dari keluarga Hareklees dan sekarang dia yang memiliki perusahaan Hawthorne"


Tanpa diketahui Tiara, ayah Rajendra tersenyum smirk tipis sekali. Ia tidak perlu capek-capek untuk menghancurkan Hawthorne. Ternyata Hana adalah sahabatnya Tiara, mungkin lewat Tiara ia akan menghancurkan Hawthorne. Tapi sayangnya Rajendra dan kawan-kawannya itu belum mengetahui bahwa Brivan masih hidup.


"Ayah akan bantu kamu untuk menjadi menantu keluarga Lexander"


Tiara bersorak kegirangan kalau ayahnya akan membantu mendapatkan Kivandra dari Hana.


...----------------...


Pilih yang mana ↘️


Kalandra Atau. Kivandra

__ADS_1



Thanks for reading 🤗❤️😘


__ADS_2