Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
43


__ADS_3


..."Tau nggak? BMG: Badan Meteorologi Geofisika,...


^^^berubah nama jadi OMG setelah melihat paras secerah kamu"^^^


...~Kivandra❤️Hana~...


...----------------...



Saat ini mereka berada di markas Ravestrack bersama Red.


Semua tidak seperti biasanya keadaan didalam markas seketika menegang karena di tengah-tengah mereka ada Red semua meneguk ludahnya terasa berat.


Sedangkan Abercio di letakkan di atas sofa berada di ruangan khusus anggota inti Ravestrack, ia pingsan setelah ngompol dan melihat darah.Anggota inti dan Kalandra sedang berada di ruangan khusus anggota inti Ravestrack, sedangkan Red dan Kivandra sedang berada di penjara ruang bawah tanah.


"Nih anak ngebo juga nggak bangun-bangun" ucap Adrian.


"Bentar, lo minggir biar gue yang bangunin" celetuk Kalandra menggeser posisi Adrian.


"Emang lo bisa?"tanya Adrian sambil menggeser posisi duduknya.


"Lihat saja nanti" sahut Kalandra.


Kalandra berteriak ,"Woi,ada cewek bahenol sexy banget dah! eh dia kemari apa? katanya nyari Abercio? Abercio nya-


Ucapan Kalandra di potong oleh Abercio yang sudah terpekik bangun dari pingsannya.


"Mana-mana cewek bahenol nya ? mana?" Abercio seketika bangun langsung.


Tiga tuyul langsung ketawa melihat Abercio langsung bangun dari pingsannya.


"Hahaha anjir gampang banget bangunin Abercio" celetuk Adrian yang sudah menabok bahu Kalandra.


"Ketawa si ketawa tapi jangan pake nabok gue kencang begini dong, lama-lama bahu gue remuk" dengus Kalandra.


"Hahaha anjir komuk Abercio kek orang linglung bangun-bangun nyari cewek bahenol" tawa Agam.


"Bedebah sialan kalian ngeprank gue hah!" ucap Abercio berkacak pinggang ala emak-emak berdaster.


"Abisnya lo nggak bangun-bangun jangan bilang lo sekalian tidur ya?" tanya Agam


"Hehe iya gue tadi tidur sekalian" Abercio nyengir sambil garuk-garuk tengkuknya yang nggak gatal.


"Bangsul, gue capek-capek gendong lo malah lo keasyikan molor, kalo gitu gue buang saja lo ke sungai Ciliwung" kesal Adrian


"Kambing lo" umpat Abercio


Abercio clingak-clinguk seperti mencari sesuatu, Adrian yang melihat tingkah aneh Abercio langsung mengerutkan keningnya. Dia nyari apa sih? batin Adrian.


"Muka lo kenapa? kek nahan boker lo" celetuk Kalandra sambil memegang toples isi keripik pisang.


"Sembarangan jamet, gue lagi was-was takut kalo ada Red disini" balas Abercio.


"Ck,gue bukan jamet dodol gue Kalandra.Lo takut pingsan lagi huh? Red lagi sama bang Vandra ada di ruang bawah tanah" dengus Kalandra.


"Mereka ngapain ke sono?" tanya kembali Abercio mengernyitkan dahinya.


"Lagi mau bikin sop tulang bakso, makanya mereka lagi sibuk motong daging sama tulang" balas santai Adrian yang sedang nonton cocomelon.


"Lah kenapa kita nggak bantu si bos dan bu bos sih malah kalian enak-enakan disini, kasihan kan mereka capek-capek bikin sop tulang bakso buat kita" polos Abercio ia belum paham sama ucapan Adrian.


Kalandra dan Agam sudah terkekeh kecil melihat kepolosan Abercio.


"Kalian kenapa dah malah ketawa nggak jelas" ucap Abercio melihat kedua tuyul yang sedang terkekeh kecil.


"Ah, enggak kok gue lagi ketawain bang Adrian dia pake kolor barbie hari ini ya kan bang Agam?" Kalandra mengedipkan matanya.


"Kok gue sih anjir, mana ada gue punya kolor barbie yang ada Boboiboy" Adrian tidak sengaja keceplosan.


"Pfft ....hahaha anjir serius lo pake kolor boboiboy?" tawa Kalandra bersama Agam dan Abercio.


"Kambing, ngapain gue pake keceplosan segala sih, nih mulut nggak diajak kompromi" Adrian memukul pelan mulutnya.


"Hahaha jangan-jangan tuh kolor punya adek lo yan" sahut Abercio.


"Ck, tahu ah punya temen nggak ada akhlak semua" Adrian keluar dari ruangan itu.


"Woi,bangsul lo mau kemana?" teriak Agam


"Gue mau ke bos" balas teriakan Adrian yang udah menjauh.


"Gue ikut Adrian siapa tahu tuh sop tulang bakso udah jadi" ujar Abercio beranjak dari tempat duduknya.


"Anjir tuh bang Abercio ciyus mau ke sana?" bisik Kalandra ke Agam, Agam pun menjawab dengan anggukan kepala.


"Nanti dia bisa pingsan lagi, kita susulin nggak nih?" tanya Kalandra yang udah berdiri sambil membawa toples isi keripik pisang.


"Gaskeun, nanti dia pingsan lagi bisa repot kita" balas Agam yang ikutan berdiri.


...----------------...



Di ruang bawah tanah ada dua manusia yang berbeda jenis siapa lagi kalo bukan Kivandra dan Red, mereka sedang menyiksa Kartika dan Anis.


"Lo mau bermain?" tanya Red


"Emang dibolehin Red?" Kivandra balik tanya


"Terserah kalo lo mau main, gue persilahkan lo" balas Red sambil memainkan belatinya.


"Baik lah, gue ikutan main sama lo" sahut Kivandra


Red berjalan menuju ruangan gelap berbau anyir dan lembab,Red membuka pintu ruangan tersebut.


Ceklek!


Tap


Tap


Tap


Red dan Kivandra berjalan menghampiri Kartika dan Anis yang sedang terbaring di atas lantai yang dingin.Red mengambil ember berisikan air untuk menyiram mereka.


Byur!


Mereka terpekik dan gelagapan ketika di siram air oleh Red.


"Aargh .. banjir" pekik Anis yang masih belum sadar kalo ada Red dan Kivandra di depannya.


"Anjing, siapa yang berani nyiram gue" sentak Kartika.


"Sudah bangun rupanya" ucap Red dengan suara dingin dan wajah datarnya.


"Ha-hana" ucapan mereka bersamaan

__ADS_1


"Yes, I came again witchcraft doll" desis Red.


"Kalian mau ngapain hah!" ucap Kartika menatap nyalang Red


"Kita hanya ingin bermain saja kok" santai Red


"Bermain?" beo Kartika


"Kivandra, tolong lepaskan kami dan penjara kan iblis seperti dia, dia sudah memotong jari gue dan menggores pipi Kartika" pinta Anis.


Namu Kivandra hanya diam saja tidak menanggapinya, kalian yang duluan yang nyari masalah jangan salahin Red yang akan menghabisi nyawa lo batin Kivandra.


"Kivandra gue mohon lepasin kita" ucap Anis.


"Ck, gue nggak sudi membantu wanita murahan seperti kalian" desis Kivandra.


"Kita bukan wanita murahan yang wanita murahan itu dia Hana disamping lo"bantah Kartika


Kivandra tidak suka ada orang yang menghina kekasihnya bahkan di tuding sebagai wanita murahan, jiwa pembunuh Kivandra bangkit mendengar perkataan dari Kartika.


Kivandra menjambak rambut Kartika dengan kuat hingga Kartika terpekik kencang.


"Aaarghh... s-a-k-i-t hiks" ringis Kartika


"Lo udah menghina pacar gue dengan mulut kotor lo itu, sepertinya gue harus memotong lidah lo itu agar nggak selalu menghina orang lain" desis Kivandra semakin menarik kencang rambut Kartika.


Red hanya menonton saja apa yang akan Kivandra lakukan dengan kedua boneka santet itu. Bagian Red nanti setelah Kivandra puas dengan mainannya.


"Am-ampun Kivandra lepasin" pekik Kartika menahan rasa pedas tarikan Kivandra.


"Red, ambilkan belati" perintah Kivandra.


Red pun langsung berjalan menuju lemari dan saat mengambil belati ia melihat ada samurai di sana, Red sekalian mengambil samurai siapa tahu butuh batinnya.


Red kembali menghampiri Kivandra yang sedang mencekik leher Kartika dengan kencang, sampai Kartika memukuli tangan Kivandra sedangkan Anis sudah ketakutan.


"Jangan bikin mati dulu, gue belum juga main" teriak Red menghentikan Kivandra.


Kivandra melepaskan tangannya dari leher Kartika ,Kartika menghirup udara dengan rakus.


"Haaah haaah haaah" Nafas lemah Kartika


"Maaf gue kelepasan" singkat Kivandra.


"Tahan dulu emosi lo" balas Red menyerahkan belati ke tangan Kivandra.


Anis membulatkan matanya melihat Kivandra memegang belati.


"Ka-kalian mau ngapain dengan belati itu" ucap Anis terbata-bata.


Kivandra melihat belati yang ada di tangannya ia terkekeh kecil. "Gue mau buat tato di tubuh lo dengan belati ini" ucap Kivandra tersenyum smirk.


"Kalian sudah gila, kalo kalian membunuh kami berdua, gue pastikan kalian nggak akan bisa bebas karena orang tua kami berdua akan segera memenjarakan kalian" ancam Anis


"Coba saja kalo orang tua kalian bisa memenjarakan kita hm, kita akan tunggu" balas Red.


"Sudah cukup, saatnya kita bermain" lanjutnya


Kivandra merobek seragam Kartika dengan kasar.


Sreek!


Kartika dan Anis melotot melihat Kivandra merobek seragam Kartika.


"Lo ngapain seragam gue di sobek hah!" pekik Kartika.


"Hen-hentikan" ucap Kartika


"Sepertinya belati gue nggak bisa berhenti, gimana dong?" balas Kivandra.


Srekkk!


Kivandra mengukir indah tulisan 'jerk' di perut mulus Kartika.


"Aaarghhh... Hen-hentikan sa-sakit hiks" pekik Kartika.


"Ini indah sekali karya gue coba lihat Red karya gue" celoteh Kivandra menunjukkan hasil karyanya.


"Gue bangga sama lo Vandra" balas Red senyum miring.


Darah mengalir deras dari perut mulus Kartika,Kartika sudah merasa lemas sekali, sedangkan Anis sudah berkeringat dingin melihat perut Kartika mengeluarkan darah segar.


"Vandra paha Kartika begitu mulus dan putih bagaimana kalo lo buat tato disana" ucap Red melirik paha Kartika


"Ah, lo benar Red pahanya benar-benar mulus dan putih tapi lebih indah kalo tercampur dengan cairan merah dan tato dari gue" sahut Kivandra.


Tanpa ba-bi-bu Kivandra langsung menyikap rok pendek Kartika ke atas untung Kartika memakai shorts.


Sreeeetttttt!


Kivandra menusuk-nusuk paha Kartika secara horizontal, Kartika sudah tidak berdaya lagi untuk menjerit dia sudah lelah dan pasrah dengan takdirnya sekarang ini, Anis meringis melihat temannya di tusuk-tusuk sama Kivandra.


Kini paha putih mulus Kartika di selimuti banyak cairan merah yang mengalir, Kivandra tertawa melihat hasil karyanya.Kivandra menatap kagum hasil coretannya, Red terkekeh-kekeh melihat aksi Kivandra ternyata dia sama gilanya dengan gue batin Red.


"Bang" panggil Kalandra yang baru saja datang bersama Agam.


Glek!


Kedua tuyul meneguk berat ludahnya melihat tangan Kivandra berlumuran darah.Dia abang gue kan? sepupu gue kan? mata gue nggak katarak kan? monolog batin Kalandra.


"Anjir, jiwa pembunuh si bos bangkit lagi pasti ada yang sudah memancingnya keluar" batin Agam


"Apa" suara dingin Kivandra.


"I-itu b-bang a-bercio belum kesini kan?" tanya Kalandra dengan terbata-bata.


"Belum" singkat Kivandra.


Deg!


Dua tuyul shock melihat tubuh lemah Kartika yang sudah berlumuran darah seluruh tubuhnya.


"Ini ulah abang gue atau Red?" batin Kalandra melirik ke dua orang yang berbeda jenis.


"Bener-bener sadis bos gue" batin Agam.


"Duduk kalo kalian mau nonton" pinta Red dengan suara dinginnya.


Dua tuyul saling melirik mereka berkomunikasi lewat tatapan mata mereka.


"Duduk aja, lumayan kita nonton film psikopat secara live" bisik Agam


"Tapi gimana sama bang Adrian dan bang Abercio" ucap Kalandra.


Dimana Delvin? kenapa dia nggak ada di markas? karena dia sedang kerja part time di kafe dekat sekolah SMA Hareklees,jadi dia sendiri yang nggak ikut ke markas Ravestrack.


"Nanti juga mereka akan kesini, udah tenang aja kita nonton sambil makan keripik pisang punya lo" Agam melirik ke toples yang dibawa oleh Kalandra.


"Enak aja ini punya gue" Kalandra menyembunyikan toples keripik pisang ke belakang.

__ADS_1


"Pelit lo" dengus kesal Agam.


"Yaudahlah kita duduk aja" Kalandra duduk di sofa yang ada didalam ruangan tersebut.


Back to Kivandra....


Kivandra mengambil samurai dari tangan Red tanpa meminta kepada Red.Red hanya melirik ke Kivandra sekilas, Kivandra menganyunkan samurainya ke arah kaki Kartika sekali ayunan kaki Kartika sudah terpotong sempurna. Anis terpekik melihat kaki Kartika di potong oleh Kivandra.


Kress!


Wajah Kivandra terkena cipratan darah dari kaki Kartika.


"Sssh... bu-bunuh G-gue Vandra, gu-gue nggak sanggup lagi" ucap Kartika dengan keadaan benar-benar udah lemah.


"Bang Vandra motong kaki Kartika udah kek motong ayam" monolog Kalandra.


"Enak tuh kaki di bikin sop" celetuk Agam.


Kalandra mendengar ucapan Agam ia langsung membayangkannya lalu ia bergirik ngeri, bisa-bisanya di bikin sop gimana rasanya batin Kalandra.


Kivandra memotong kaki Kartika yang sebelahnya lagi, sekarang Kartika tidak memiliki kaki. Kivandra menyerahkan samurai kepada Red,Red puas dengan karya Kivandra.


"Habisi semua nyawa mereka" pinta Kivandra.


"Of course , dengan senang hati" balas Red menyeringai


Red mendekati Anis, Anis sudah ketakutan dan berkeringat dingin Anis ingin melarikan diri tapi kakinya saat ini sedang sakit gara-gara Red mematahkan kakinya.


Red mengusap-usap pipi glowing Anis menggunakan belatinya.


"Pipi glowing lo ini kalo gue kasih pemanis gimana? sepertinya akan terlihat lebih cantik" ucap Red


Anis menggelengkan kepalanya, ia sangat takut dengan iblis cantik ini benar-benar jelmaan iblis.


Sreek!


Red menggores pipi Anis sebanyak tiga kali, darah mengalir di pipi glowing Anis.


"Manis sekali hihihi" ucap Red terkekeh kecil.


"sshh .. s-a-k-i-t" ringis Anis air mata menetes membasahi pipinya bercampur dengan darahnya sendiri.


Kedua tuyul melihat sambil mengunyah keripik pisang seolah sedang menonton film psikopat.


"Bener-bener pasangan gila" ucap kedua tuyul bersamaan.


"Ini tangan lo yang selalu di pakai buat ngebully siswa miskin dan cupu huh? gue potong aja ya, tangan lo jelek gue nggak suka" celetuk Red.


"J-jangan l-lakukan" lirih Anis geleng-geleng kepala.


Red seolah tuli tidak mendengar perkataan Anis,Red menganyunkan samurainya ke tangan Anis.


Kress!


Kedua tangan Anis terpotong oleh Red, kedua tuyul bertepuk tangan ketika tangan Anis sudah terpotong.


Prok


Prok


Prok


"Wow, tangannya udah terpotong cuy" ucap Kalandra.


"Lumayan tuh buat garukan punggung" sahut Agam.


Red menoleh ke arah kedua tuyul, kedua tuyul hanya meneguk berat ludahnya dan tanpa dosa mereka menyengir bersamaan.


"Monggo di lanjutkan Red" ucap Kalandra.


Red pun melanjutkan kegiatannya, Anis sudah tidak tahan lagi ia ingin segera di bunuh saja, ia sudah pasrah dengan takdirnya.


"Ah, gue bosen sama mainan gue Vandra" rengek Red


"Yaudah bunuh saja langsung kalo bosen" balas Kivandra.


"Yaudah deh gue bunuh saja langsung ya" ucap Red yang diangguki oleh Kivandra.


"Ternyata kalo Red bosen ngeri main bunuh langsung" bisik Kalandra ke Agam.


"Gue jadi takut kalo Red bosen sama kita, bisa-bisa kita langsung dikirim ke neraka sama Red" bisik kembali Agam.


"Beliin Red seblak biar dia nggak bosen sama kita" balas Kalandra.


Agam mengernyitkan dahinya,"Apa hubungannya seblak sama bosan?"


"Kan biasanya cewek suka sama seblak, kan Red cewek bang pasti dia doyan seblak lah" ucap Kalandra sambil mengunyah keripik pisang.


Puk!


Agam menggeplak kepala Kalandra.


"Nggak gitu konsepnya ujang!" dengus Agam.


"Gue Kalandra bukan ujang" kesal Kalandra.


Tanpa ba-bi-bu Red menganyunkan samurainya ke arah kepala Anis dan Kartika.


Blash!


Dua ayunan kepala Kartika dan Anis terputus dari tubuhnya.


Gludug-Gludug!


Kepala Anis menggelinding dan berhenti tepat di bawah kaki Abercio yang baru saja datang bersama Adrian.


Abercio mengernyitkan dahinya, melihat benda yang menggelinding di depan kakinya. Abercio langsung mengambil dan mengangkat kepala Anis dengan tangan kanannya.


"Oh, kepala" ucap Abercio yang belum menyadarinya.


Abercio memutarkan kepala Anis langsung terpekik dan melemparkan kepala Anis ke arah Kalandra.


"Huaaa emak ada kelapa eh kepala huaaaa emakkk tolong" teriak Abercio sambil lari menghampiri Kivandra.


Kepala Anis tidak sengaja masuk kedalam toples besar milik Kalandra, Kalandra seketika melotot sempurna dan langsung saja melemparkan toples tersebut sampai terpecah.


Pyar!


"Bedebah sialan, gue lagi enak-enak makan keripik pisang lo malah ngelemparin gue kepala manusia mana masuk kedalam toples gue,sini lo gue potong burung lo" teriak Kalandra sambil mengejar Abercio membawa belati milik Red.


"Huaaa emaakkk Cio nggak mau di sunat lagi" pekik Abercio lari dari kejaran Kalandra.


Sedangkan yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat mereka saling kejar-kejaran.


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2