
"Sayang" bisik Kivandra ia menghampiri istrinya yang sedang memakai skincare dan memeluk dari belakang.
"Hm, ada apa" jawab singkat Hana.
"Butuh tenaga buat besok, boleh minta di cas gak biar full tenaga" goda Kivandra tangannya sudah merangkak ke dalam kaos istrinya.
"Aish...masih jam delapan beb, masih sore"
Kivandra justru menciumi leher Hana dan menghirup aroma tubuh Hana bagi Kivandra aroma tubuh Hana sangat candu dan bikin ketagihan.
"Ssshhh...geli sayang" Hana menggeliat kesana kemari.
"Aku suka aroma tubuhmu honey,udah gak sabar buat nyetak Kivandra junior, let's go honey" suara berat Kivandra membuat tubuh Hana merem*ang.
"Tapi aku belum selesai memakai skincare sayang hmmmpph-
Hana belum selesai berbicara tiba-tiba Kivandra melu*mat bibir sexy Hana mereka saling menukar saliva. Dan tidak ketinggalan tangan Kivandra bergerak nakal melepaskan br*a Hana.
Brak!!!
Di tengah adegan dewasa tiba-tiba Sagara membuka pintu kamar Hana dengan keras membuat dua pasangan suami istri terperanjat seolah ketahuan selingkuh dengan pacarnya.
"Kak Hana Gaya minta cucu" teriak Sagara sambil lari ke arah Hana.
Hana gugup ia takut kalau Sagara melihat apa yang seharusnya tidak boleh di lihat oleh Sagara sedangkan Kivandra sudah meraup seluruh wajahnya dengan kasar ia mengumpat segala macam binatang di dalam hatinya.
"Shitt, gara-gara anaknya Abercio jadi gagal kan nyetak gol, gak anak gak bapaknya sama saja ganggu" gerutu lirih Kivandra.
Hana sempat melirik ke Kivandra ia melihat wajah kesal Kivandra, Hana pun terkekeh kecil ia juga lupa kalau pintu kamarnya belum sempat di kunci.
"Kak Hana Gaya minta cucu" ucap Sagara sambil menarik-narik ujung kaos Hana. Hana pun menunduk kebawah menatap Sagara yang sedang memanyunkan bibirnya meminta cucu sebelum tidur.
Akhirnya Hana mengangkat tubuh Sagara dan menggendong Sagara membawanya ke lantai bawah untuk membuatkan susu untuk Sagara.
Saat melewati Kivandra, Sagara meledek dengan menjulurkan lidahnya ke arah Kivandra 😝. Kivandra yang melihat ia langsung kesal dan mengumpat. "Ck, dasar setan cilik awas ya lo gue buang ke Antartika"
Tap
Tap
Tap
Hana menuruni anak tangga menuju arah dapur, disana Hana melihat Galang sedang duduk di sofa sambil menonton film dengan di temani beberapa cemilan. Kenapa Sagara tidak meminta sama Galang buat bikinin susu malah lari ke kamar Hana.
"Lo belum tidur Han? gue kira udah main kuda-kudaan lagi sama Kivandra" celetuk santuy Galang tanpa menoleh ke arah Hana.
"Hm, Sagara minta bikinin susu tadi dia lari ke kamar gue" jawabnya sambil menaruh Sagara di kursi meja makan lalu Hana pergi ke arah dapur meninggalkan Sagara bersama Galang.
"Lah, kenapa Sagara gak bilang sama gue, ck. dasar bocil ganggu orang yang lagi berkembang biak lo" decak Galang.
"Siapa yang belkembang biak om? Gaya gak ganggu olang om" bantah Sagara.
Galang berdecak. "Mana pake ngejawab lagi, tuh kak Hana sama kak Kivandra lagi mau berkembang biak malah lo gangguin dasar bocil kematian lo, pulang aja sono ke habitat lo, mana Abercio gak bawa pulang nih bocil"
"Kak Hana bukan lagi belkembang biak om, kak Hana kan manusia om bukan hewan om, tadi Gaya lihat kak Kivandra nyosol kak Hana mana tangannya ilang om ndak tahu kemana" wajah polos Sagara.
Galang langsung menyemburkan tawanya mendengar celotehan Sagara, ia tidak bisa membayangkan betapa kesalnya Kivandra lagi enak-enak kegep sama bocil.
"Anjir, mata lo udah gak suci lagi dong cil. Di paksa dewasa sebelum waktunya haha, kenapa juga mereka gak pake kunci tuh pintu hahaha pasti wajah Kivandra udah kek nahan boker" tawa Galang
Sagara menatap aneh Galang yang sedang ketawa ngakak entah Sagara berpikir Galang aneh tidak ada hal yang lucu kenapa ketawa ngakak. "Om Lang sinting ketawa sendilian udah kek olang gila" mulut pedas Sagara.
Tuk
Tuk
Tuk
__ADS_1
Hana berjalan dari arah dapur sambil memegang botol susu untuk Sagara, ia berjalan menghampiri Sagara yang masih berceloteh dengan Galang.
"Sumpah deh, anak Cio pengen gue cubit ginjalnya daritadi nistain gue mulu tuh bocil" adu Galang kepada Hana.
"Lo nya aja emang pantes di nistain haha" Hana bukannya membela Galang malah ikutan nistain abangnya.
"Ck, jahat banget lo jadi adek" cemberut Galang bersedekap dada menatap tajam Hana.
Hana malah mengabaikan perkataan Galang dan memilih menyodorkan botol susu kepada Sagara. "Ajak noh Sagara tidur bang, udah malam nanti dia keluyuran lagi" pinta Hana menoleh ke arah Galang.
"Ck. Iya habis gue selesai nonton film 365 days"
Hana menggeplak kepala Galang hingga berbunyi sangat renyah sekali.
Plak!
"Lo nonton begituan di sini mana ada Sagara lo mau ngajarin bocil sesat lo, matiin gak bang kalo gak gue teriak nih biar mamah keluar dari kamar" ancam Hana membuat Galang udah ketar ketir ia langsung mematikan televisinya dan segera mengangkat tubuh Sagara dan lari ke kamarnya, bisa berabe kalau Hana teriak memanggil mamah Lika bisa-bisanya nanti ada ceramah dadakan 7 hari 7 malam kuping berasa panas nantinya.
Hana hanya tertawa kecil melihat Galang langsung lari secepat kilat menuju kamarnya sambil mengangkat tubuh Sagara yang sedang menikmati minum dot susu.
Hana pun langsung pergi menuju kamarnya pasti suaminya sedang ngambek gara-gara ke ganggu oleh Sagara. Sebagai gantinya Hana akan memberi pelayanan yang extra buat Kivandra biar bayi besar tidak jadi ngambek.
...****************...
Siang harinya Hana sedang mengendarai motor sport ia berencana untuk pergi ke kantor Hawthorne group karena ada urusan penting. Namun di perjalanan menuju Hawthorne group tiba-tiba dari arah belakang ada beberapa mobil hitam yang mengikutinya, Hana melirik ke arah spion motor. Sepertinya mereka musuh yang kemarin mengincar nyawa dirinya. Hana tersenyum miring di balik helm full face, ia akan bermain dengan mereka lumayan olahraga siang hari.
"Shitt, kenapa mereka gak ada kapoknya ngejar gue" ucap Hana ia mengendarai motor sport dengan lincah menghindari dari kejaran para musuh.
Bruuummmm....
Hana menyalip beberapa kendaraan di depan nya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota sambil melirik ke kaca spion ternyata para musuh masih gigih sekali mengejar Hana. Jangan pernah meremehkan Hana dalam mengendarai motor sport karena dia adalah mantan queen of racing. Dengan gerakan cepat dia memutarkan motornya dan kini posisi Hana saling berhadapan dengan mobil para musuh, Hana dengan satu tangannya mengambil pisau lipat yang berada di kakinya,ia selalu membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga dan selalu ia sembunyikan di balik celana panjangnya.
Para musuh langsung bergerak di posisi mereka kepala mereka keluar dari jendela dengan mengarahkan pistol ke arah Hana. Hana tersenyum miring di balik helm full face ia siap-siap untuk melemparkan pisau lipat tepat ke arah ban mobil. Hana mengendarai motor dengan cara zig zag agar tak terkena tembakan.
Dooor...dooor...dorrr
Dooorrr...doorr....
Setelah mendekat Hana melakukan aksi jumping motor yang udah lama tidak ia lakukan dengan tangan nya memegang pisau lipat dan mengarahkan ke ban mobil para musuh hitungan ke tiga Hana melemparkan pisau lipat ke arah ban mobil.
Ctak!
Lemparan Hana berhasil mengenai ban mobil mereka dan mereka langsung oleng dan menabrak pembatas jalan masih ada dua mobil lagi yang masih mengejarnya. Hana memutarkan motornya kembali ia akan membawa mereka ketempat jalanan yang sepi.
Bruuummmmm.....
Mereka pun langsung mengejar dan berakhir saling kejar-kejaran di tengah keramaian pengendara lainnya.
Hana langsung membelokkan ke arah jalanan yang sepi Hana melirik ke spionnya ternyata mereka masih mengikutinya.
Ckiiiitttt!!
Hana mendadak menghentikan motornya dengan sedikit terangkat bagian belakang motor. Mobil para musuh juga berhenti dan mereka ber enam keluar dari mobil mereka.
Hana menyeringai di balik helm full face.
"Ck, enam lawan satu mainnya keroyokan" desis lirih Hana ia melepaskan helmnya dan berjalan menghampiri mereka.
Hana langsung merenggangkan ototnya agar tidak kaku saat melawan habis mereka sudah lama Hana tidak menonjok orang belakangan ini.
"Nona, lebih baik menyerah saja dan ikut kami" pinta salah satu musuh Hana.
"Ck, menyerah? it's in your dreams" Hana menyunggingkan sudut bibirnya ke atas.
Door...door....doorrr...
__ADS_1
Para musuh langsung menembaki Hana, Hana langsung menghindari tembakan dari para musuh agar tidak terkena peluru. Hana sedikit membungkukkan badannya ia melempar belati ke tubuh mereka.
Jleb!
Belati tertancap sempurna mengenai dada salah satu mereka. Seketika langsung jatuh ke bawah dan berlumuran darah.
"Yes, kena" senyum smirk Hana.
Tinggal sisa lima orang lagi yang harus Hana singkirkan,mungkin perlu ekstra tenaga. Hana menendang dagu salah satu musuhnya hingga musuh tersebut mundur ke belakang saat ia menodong pistol ke arah Hana dengan gerakan kilat Hana menendangnya.
Bugh!
Bugh!
Hana mengambil dua pistol yang tergeletak di tanah punya musuh, ia memutarkan badannya sambil menembaki para musuh dengan lihai.
Door...Door....Door.....
Door...dooor....
Tiga orang tumbang seketika peluru mengenai kepala dan dada mereka, tinggal sisa dua lagi. Hana merasa tenaganya melemah mungkin efek semalaman dia baru tidur jam tiga pagi gara-gara begadang bersama Kivandra. Hana mencoba fokus pada dua musuh yang masih hidup di depannya. Saat ingin menghindar peluru dari musuh tidak sengaja peluru tersebut meleset terkena lengan Hana. Seketika darah mengucur deras dan jaket kulit Hana robek. Hana meringis merasakan perihnya lengan terkena peluru.
Dooorr.....Sreekkk!!!
"Hahaha nyerah aja nona lebih baik ikut kami karena lengan anda sudah luka pasti tidak akan bisa melawan kami berdua"
Hana memegang lengan yang masih mengeluarkan darah segar mengalir deras, ia memejamkan kedua matanya rasanya ada yang mau keluar dari dalam Hana. Hana membukakan matanya kembali dan....
Deg!
Dua para musuh sepertinya gerakan mereka terkunci tidak bisa bergerak apalagi memegang pistol, pistol mereka terjatuh dari tangan mereka, saat Hana membuka matanya dan menatap tajam mereka. Seketika atmosfer di sana berubah menjadi hawa dingin dan mencekam. Dua musuh langsung bergirik ngeri menatap mata Hana.
"I'm back Red" desis Hana dengan mata berwarna merah darah sedikit menghitam.
Dengan gerakan cepat ia memutar kepala salah satu musuhnya hingga berbunyi renyah sekali putaran langsung merenggang nyawa.
Krekk!!!
Musuh yang di sampingnya langsung bergetar hebat dan menelan salivanya dengan berat betapa ngerinya wanita itu dengan gampangnya mematahkan kepala seseorang dengan gerakan memutar.
Red menoleh ke samping dengan senyuman devil membuat musuh yang tinggal satu itu bergirik ngeri. Red memisahkan kepala musuh yang barusan ia bunuh dengan cara menarik kepala itu dari tubuhnya dan menendang kepala tersebut ke arah lain. Musuh satunya rasanya ingin pipis di dalam celana melihat aksi dari Red secara live. Dia menatap tubuh temannya yang tanpa kepala hanya bisa merapalkan doa agar nasibnya tidak seperti temannya mati dengan kepalanya terpisah.
Hana mencabik-cabik daging musuhnya didepan musuh yang masih hidup. Dari memotong kaki, tangan hingga mengeluarkan isi perutnya. Setelah itu Red berdiri dan menghampiri musuhnya dengan memegang belati berlumuran darah di tangannya.
"Are you ready to die?" desis Red.
Orang tersebut hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Sungguh didepannya itu malaikat maut atau iblis benar-benar sangat menakutkan.
"Hihihihihi mati"
Red langsung menancapkan belatinya ke mata orang tersebut.
"Arrrrrghhhh.... aaarrrrrghhhhh s-a-k-i-t a-ampun" pekik orang itu.
"Hihihihi darah, gue suka darah" Red melihat darah keluar deras dari mata orang tersebut. Red mencabut belati yang tertancap di mata musuh, seketika darah mengucur deras keluar dari mata musuhnya.
"Aaarrrrrghhhhh.... b-u-n-u-h s-saja"
Red mengarahkan belatinya ke arah jakunnya.
"Gue suka jakun lo tapi gue lebih suka lo mati hihihihi" desis Red ia benar-benar lebih seram dari setan.
Sreeeekkkk!!!
Blash!!!
Tanpa ba-bi-bu Red langsung menebas kepala musuhnya dan akhirnya Red dan Hana berhasil mengalahkan semua musuh. Tubuh Red sedikit oleng sepertinya gara-gara luka tembak di bagian lengannya yang masih mengeluarkan darah. Pandangan Red sedikit merema*ng ia berusaha berjalan ke arah motornya dengan memegang lengan bekas luka tembakan.
__ADS_1
Brukk!
"HANA"