
Red Barusan selesai menelpon Alan untuk datang ke markas Ravestrack.
"Lo barusan nelpon siapa?" tanya Kivandra yang baru saja datang membawa minuman.
"Asisten" singkat Red.
Tak lama Alan pun sudah datang ke markas Ravestrack,dengan penampilan kemeja abu-abu dengan balutan jas hitam.
"Bos,didepan ada om-om" ucap Abercio datang menghampiri Kivandra.
"Om-om?" beo Kivandra.
"Mungkin asisten Belvia" ucap Red berjalan menuju depan markas.
"Emangnya asisten Belvia udah om-om?" monolog Kivandra.
"Kok tanya saya, saya kan ikan bos" balas Abercio
Tap
Tap
Tap
"Alan,sudah datang?" suara dingin Red berjalan menghampiri Alan.
Deg!
"R-red" cicit Alan terkejut melihat bukan Belvia yang datang.
"Hm, it's me" balas Red.
"Ada apa hingga nona Red keluar?" tanya Alan
"Ada dua kutu yang sudah mengganggu Belvia" balas Red.
"Bukannya mereka sudah diberi pelajaran sama nona Winter" ucap Alan mengernyitkan dahinya.
"Mungkin mereka sudah bosan hidup makanya mereka ingin cepat mati" balas Red yang diangguki oleh Alan.
"Ada apa nona Red memanggil saya?" tanya Alan kembali
"Kirim dua kepala mereka ke keluarga mereka dan buat perusahaan orang tuanya kolaps" Red menyeringai, Alan bergirik ngeri melihat ekspresi Red.
"Siap nona"
"Mereka salah mencari lawan hihihi" tawa iblis Red.
"Itu om-om nya bos, ganteng ya bos om nya" ucap Abercio kepada Kivandra yang melihat percakapan antara Red dengan Alan asistennya.
"Burik"singkat Kivandra.
Abercio yang mendengar perkataan Kivandra langsung menjatuhkan rahangnya apa bos bilang burik?OMG sepertinya mata bos katarak perlu di bawa ke mbah dukun batin Abercio.
Ayolah saat ini Kivandra sedang mode cemburu melihat kekasihnya sedang mengobrol walaupun dia masih Red alter egonya tetap saja dia tidak terima.
Alan mengirim kedua kepala Kartika dan Anis ke alamat mansion mereka masing-masing dan membuat perusahaan mereka kolaps sesuai perintah nona mudanya.
......................
"Dari mana saja kamu baru pulang jam segini hah! jangan-jangan kamu habis menjual diri" sinis papa Dekkan melihat anaknya baru saja pulang.
"Sepertinya dia ini ayahnya Hana yang minus akhlak" monolog batin Red.
"Yera tadi lihat kakak lagi bersama bapak tua di mall pah"ucap Yera yang baru saja datang bersama Galang.
__ADS_1
"Ck,mainan baru nih" batin Red dengan seringai tipis sekali
"Jadi selama ini kamu menjual diri ke pria paruh baya HANA! anak macam apa kamu ini hah! kurang uang bulanan dari papa?" tanya papa Dekkan.
"Ck, anda rupanya ayah yang buruk sekali ya atau bego uhm... sepertinya anda cocok disebut ayah terbego di dunia, katanya seorang tuan Hareklees yang pintar tapi ternyata bego juga segitunya percaya dan menelan mentah-mentah ucapan orang lain tanpa di selidiki terlebih dahulu.Apalagi Hana itu anak kandung anda tuan Hareklees apa anda lebih percaya sama anak yang bukan dari darah daging anda sendiri." balas Red dengan suara dingin dan wajah datarnya.
Papa Dekkan sudah tersulut emosi mendengar perkataan dari Red, papa Dekkan sudah mengangkat tangan kanannya untuk menampar pipi Hana langsung di hentikan oleh Red sebelum mendarat ke pipinya, Red nggak suka ada yang menyentuh tubuhnya.Red memelintir tangan papa Dekkan dengan kuat, sehingga papa Dekkan terpekik tenaga Red tidak main-main ia bisa saja mematahkan tulang tangan papa Dekkan sekarang ini juga. Tapi dia tidak mau mematahkannya sekarang, ia ingin bermain-main dulu dengan calon mangsanya.
"Aaaarghhh.... le-lepasin H-hana ja-ngan kurang ajar kamu" pekik papa Dekkan.
"Lo gila Hana,lepasin papa Hana" teriak Galang.
"Kak hiks lepasin papa kak hiks tangan papa bisa patah hiks" tangis Yera.
"Hihihi anda sudah menyakiti tubuh ini dan selamat anda akan menjadi target saya selanjutnya tuan Hareklees, tunggu saja giliran anda" desis Red menghempaskan tangan papa Dekkan.
"Sekali lagi kalo kalian masih saja menyakiti tubuh ini jangan coba-coba membangunkan jiwa iblis gue kalo kalian ingin aman, tapi kecuali lo yang udah berusaha membunuh Hana" desis Red sambil menunjuk kearah Yera yang langsung ketakutan.
"Maksud lo apa HAH! jangan macam-macam sama adek gue" bentak Galang.
"Ck, ck, abang yang bego nggak bisa membedakan mana yang polos dan mana yang pura-pura polos" ucap Red langsung berjalan menuju kamarnya meninggalkan mereka yang ada di ruang tamu.
Mama Lika sedang tidak ada di rumah karena mama Lika sedang pergi ke luar kota, sedangkan Raka sedang menginap di rumah temannya ada tugas kelompok dari dosen.
"Benar-benar keluarga toxic,tenang Hana gue akan membalaskan kematian lo" batin Red ia merebahkan
diri ke atas kasur.
Red menutup kedua matanya dan setelahnya ia membuka matanya kembali dengan jiwa Belvia.
...****************...
"Kapan kita melakukannya?" tanya Davira.
"Besok sepulang sekolah kita cegat dia, Yera lo bekap mulutnya dari belakang" pinta Alister yang sedang duduk sambil menyalakan rokoknya.
"Mungkin akan jijik terus di buang deh, kasihan amat nasib dia" terkekeh-kekeh Davira
"Hidup Hana akan menderita setelah ini di buang oleh kekasihnya dan juga di buang oleh keluarganya, sungguh miris sekali.Dan kita akan merebut semuanya dari Hana termasuk Hawthorne group hahaha" tawa Yera semakin ingin menghancurkan hidup Hana.
"Gara-gara dia Kivandra sudah tak ingin kembali ke gue, Kivandra dari dulu milik gue nggak akan gue biarkan orang lain merebutnya" senyum smirk Davira.
"Ck, apa mungkin gue harus rebut kak Kivandra dari Davira, kak Kivandra kan jauh lebih kayak dari kak Leon.Apalagi sekarang kak Leon sepertinya nggak punya uang nggak seperti dulu lagi" monolog batin Yera.
"Dasar wanita yang terlalu terobsesi dengan pria lain, gue juga nggak kalah tampan dengannya tapi kenapa kalian nggak merebut gue saja daripada kalian merebut laki-laki yang jelas nggak mau bersama kalian, kalo gue kan bisa menerima kalian berdua apalagi kalo kalian ada di bawah gue ah bikin tegang" ucap Alister yang udah meraba paha kedua wanita yang ada di sebelah kiri dan kanan.
"Ck,dasar otak 1821" dengus Davira menepis tangan Alister dari pahanya.
Plak!
"Ayolah para baby gue kita bermain bersama mumpung gue on nih, sepertinya lebih menyenangkan kalo bermain bertiga" balas Alister.
"Al" cicit Yera
"Yes,babyhh" sedikit d*sah Alister
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo ini penting banget" balas Yera, Davira mengerutkan dahinya.
"Apa yang ingin lo katakan sama Alister ra?" tanya Davira.
"Kita sering melakukannya dan terakhir kalinya lo nggak pakai pengaman dan nggak sengaja benih lo tumbuh di rahim gue Al" sahut Yera.
Mata Davira membulat mendengar perkataan Yera.
"Lo hamil?" beo Davira yang diangguki oleh Yera.
"Bastard! nggak mungkin itu anak gue, lo yang sering tidur dengan banyak laki-laki bukan hanya gue saja b*tch!"geram Alister.
__ADS_1
"Gue setiap main selalu aman Al, gue masih ingat saat kita melakukannya lo tanpa memakai pengaman dan berkali-kali lo mengeluarkannya di dalam bukan di luar, ini emang anak lo" balas Yera.
"Lo harus tanggung jawab Alister,gimana pun dia darah daging lo sendiri" celetuk Davira.
"Gue nggak mau tanggungjawab dan nggak sudi menikah dengan wanita yang hobinya tidur dengan banyak pria lain" emosi Alister menatap nyalang Yera.
"Lo jahat Al, ngaca dong lo juga sering gonta ganti wanita buat lo tidurin Al" sentak Davira.
"Laki-laki nggak akan ada bekasnya walaupun sering tidur dengan banyak wanita sedangkan wanita pasti akan meninggalkan bekas seorang pria pasti tau mana wanita sering di pakai atau nggak" ucap Alister.
"Gue nggak nyuruh lo tanggungjawab Al karena gue udah menikah dengan kak Leon dari keluarga Bratajaya. Gue menjebak dia seolah gue tidur dengannya, tapi dia belum tahu soal kehamilan gue ini" ucap Yera sambil mengelus perutnya.
"Baguslah, kalo ada yang mau nikahin lo jadi gue nggak usah tanggungjawab.Apalagi Leon itu orang kaya lo bisa dong manfaatin hartanya dan kuras sampai habis" sahut Alister.
"Tapi setidaknya lo beri tahu sama anak lo nanti kalo lo itu ayah biologis dari anak yang Yera kandung" ucap Davira.
"Iya itu masalah gampang, gue nggak ingin menjalin hubungan yang rumit apalagi rumah tangga ogah gue" balas Alister membuang puntung rokok.
"Dasar cowok maunya enaknya saja giliran minta tanggung jawab malah kabur" celetuk Davira.
"Udah biarin saja, yang penting gue udah jadi nyonya muda Bratajaya Dav" ujar Yera.
"Bener juga ya lo manfaatin bayi lo itu buat jerat Leon"sahut Davira
"Gue pulang dulu, takut kak Leon curiga sama gue" ucap Yera.
"Hm hati-hati Yera" teriak Davira.
•
•
•
"Tuan ada kiriman paket dari seseorang" ucap maid memberikan kotak kepada papa Kartika.
"Dari siapa ya kok malam begini ada kiriman paket" papa Kartika langsung membuka paketan tersebut.
Deg!
Saat membukanya papa Kartika terperanjat melihat potongan tubuh dan kepala Kartika yang ada di dalam kotak tersebut.
"Aaarghhh, kurang ajar siapa yang berani membunuh putri saya bastard!!" Geram papa Kartika.
"Akan saya bunuh dia yang sudah berani membunuh putri saya,rupanya dia tidak tahu siapa saya dan kalo begitu saya akan beritahu dia siapa saya dan saya akan memenggal kepalanya sebagai menebus dosa dia yang udah lancang membunuh anak saya" geram papa Kartika.
Kaki tangan papa Kartika berlari menghampiri papa Kartika untuk menyampaikan berita penting kepada tuannya.
"Tuan perusahaan anda mengalami pailit tuan" ucap Kaki tangan papa Kartika.
Deg!
"Apa?!" teriak papa Kartika.
Bugh!
Seketika jatuh pingsan setelah mendengar berita kebangkrutan perusahaan papa Kartika.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...~Kivandra~...
__ADS_1