Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
101


__ADS_3

Pagi harinya saat mereka sedang menikmati sarapan pagi tiba-tiba terdengar suara bel pintu.


"Siapa yang datang, apa kamu punya tamu Hana?" tanya mama Lika langsung meletakkan sendok nya di atas piring.


"Tamu? sepertinya bukan Hana mah, siapa juga yang mau datang sepagi ini" balas Hana sedikit melirik ke Kivandra yang berada di sampingnya.


Bibi maid datang dari arah depan menghampiri mereka yang sedang sarapan pagi, Galang masih menginap di rumah sakit belum boleh pulang dulu ke rumah sampai benar-benar dinyatakan sembuh.


"Nyonya, ada tuan Brivan katanya mau bertemu dengan nona Hana" kata bibi maid.


Mama Lika menatap ke Hana."Temuilah daddy kamu, nak". Langsung mendapatkan anggukan dari Hana.


"Vandra, aku temui daddy dulu ya" pamit Hana kepada Kivandra.


"Iya sayang"


Sedangkan di ruang tamu Brivan duduk di ruang tamu ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan betapa rindu dengan mansionnya ini banyak kenangan bersama Elena dan Belvia waktu dulu. Tanpa di sadari Brivan meneteskan air matanya, ia sangat rindu dengan suasana seperti dulu lagi andai waktu bisa di putar kembali, rindu berkumpul bersama dengan keluarga kecilnya.


"Elena sayang, putri kita sudah besar dan kini dia sudah menikah dengan pasangan yang dia pilih, tenang saja Elena suami Belvia sangat menyayangi Belvia dia orang yang sangat baik sekali dan tidak menyangka dia adalah anak dari sahabat aku Elena, andai kamu masih hidup pasti hidup kita akan lebih bahagia lagi melihat putri kita menikah dan kita akan segera mempunyai cucu kelak, dan kamu pasti sudah tahu kalo Belvia sekarang menempatkan tubuh orang lain Elena, pasti kamu di sana bertemu dengan Hana tolong ucapkan padanya terima kasih sudah menyelamatkan Belvia walaupun dia di tubuhnya, aku sangat bersyukur sekali masih bisa melihat putri kita dan di dunia ini aku tidak hidup sendirian masih ada putri kita" gumam lirih Brivan air matanya membasahi pipi Brivan.


Tes!


"Daddy" panggil Hana melihat daddynya meneteskan air mata.


Brivan melihat Hana sudah datang ia langsung menghapus air matanya agar dia tidak kelihatan sedih dan lemah di depan putri semata wayangnya.


"Daddy, are you okey?" tanya Hana menatap cemas Brivan.


Brivan tersenyum lebar."Daddy baik-baik saja sayang, hanya saja rindu dengan suasana mansion ini dulu masih ada mommy mu sekarang tidak ada lagi"


Hana menghembuskan nafas dengan pelan. "Daddy mau ya tinggal disini lagi bersama Belvia"


"Tapi daddy gak bisa tinggal disini sayang, ada Lika nanti apa kata tetangga duda satu rumah dengan janda anak tiga, hm?"


"Yaudah kalo gitu tinggal daddy nikahin mama Lika, jadi tidak ada lagi tetangga yang julid, syukur-syukur daddy memberikan adik baru buat Belvia" senyum misterius Hana.


"Adik? yakin kamu mau adik sayang,dengan umur mu yang sudah 20 tahun masih menginginkan adik? harusnya kamu memberikan daddy seorang cucu bukan kamu meminta adik baru, daddy sudah tua apalagi sudah berkepala lima udah gak cocok lagi memberikan kamu seorang adik baru"


Bibir hana mengerucut."Apa salahnya kalo minta adik baru, pokok nya daddy nikah sama mama Lika, Belvia ingin daddy tinggal disini bersama kita, mau kan menerima permintaan dari anak mu ini daddy" ucap Hana menampilkan puppy eyesnya.


Brivan menghembuskan nafas dengan kasar. "Baiklah, tapi apa Lika mau menikah dengan duda seperti daddy ini sayang"


"Emang kenapa dad? kan daddy kaya raya, ganteng , dan punya roti sobek siapa juga yang akan menolak pesona duda kaya raya seperti daddy ini. Pasti mama Lika mau banget sama daddy, coba daddy bilang ke mama Lika"


"Hm nanti daddy akan coba ajak bicara dengan Lika, Belvia daddy ingin berbicara penting dengan mu, bisa kita berbicara di ruang kerja" Brivan menatap serius ke arah Hana.


"Boleh dad"


Mereka pun beranjak berdiri dan langsung menganyunkan kakinya menuju ruang kerja, Mereka berpapasan dengan Kivandra dengan raut wajah seperti menahan emosi. Hana menghentikan langkahnya dan menahan tangan Kivandra yang hendak keluar dari mansion.


"Kenapa? mau pergi kemana? bentar lagi kita akan ke lapangan" tanya Hana tangannya masih menahan tangan Kivandra.

__ADS_1


Kivandra menoleh ke istrinya dengan raut wajah yang sangat datar dan dingin . "Ada sesuatu yang harus di selesaikan terlebih dahulu, aku mau pergi ke markas nanti aku akan jemput kamu".


Hana mendengar suara dingin Kivandra tidak lagi ada suara lembut baginya pasti ada masalah yang terjadi di markas, sebelum jam 10 an tawuran dengan Alaska di lapangan. sedangkan Brivan sudah jalan duluan menunggu Hana di ruang kerja.


"Baiklah, hati-hati sayang" ucap Hana sambil mengusap-usap lengan kekar Kivandra agar emosinya reda.


"Hm, makasih sayang. Aku pergi dulu" pamit Kivandra seraya mencium kening istrinya.


Cup!


🐾


🐾


Brak!!


Setelah sampai di markas Ravestrack Kivandra menggebrak meja sebelumnya ia dapat kabar dari Delvin bahwa mata-mata yang di kirim Kivandra telah ketahuan oleh Alaska, membuat Kivandra semakin emosi kenapa bisa ketahuan apa mata-mata yang dikirimnya bertindak ceroboh atau bagaimana, Kivandra membutuhkan penjelasan dari Delvin.


"Jelaskan" suara dingin dan datar Kivandra dengan sorotan mata yang tajam.


Semua anggota inti Ravestrack yang berada di dalam ruangan meeting meneguk berat ludah mereka seperti melihat singa yang ada di depannya siap menerkam.


"Agil ketahuan setelah dirinya menguping pembicaraan Antara Algav dengan Luffy dan satu lagi dia lupa menyimpan pin Ravestrack didalam laci meja yang ada di markas Alaska, ada yang melihat kalo Agil tengah menguping dan saat itu Algav menggeledah semua barang dari Agil, kini hidup dia diambang pintu Kivandra kita harus menyelamatkan nyawa dia dari Algav kita tahu bagaimana Algav dia pasti akan bertindak sesuka dia kalo ada yang mengkhianatinya" jelas Delvin wakil ketua Ravestrack itu.


Kivandra hanya diam dia sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan Agil bagaimana pun dia sudah membantu banyak untuk Ravestrack. Kivandra yakin setelah ketahuan Algav akan mengganti rencana mereka. Kivandra melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 08:00 WIB masih banyak waktu untuk menyelamatkan Agil dari jeratan Algav.


"Delvin lo bawa anggota lainnya dan ajak Galen dari Devils untuk menyelamatkan Agil mumpung kita memiliki banyak waktu sebelum Alaska menyerang kita, dan nanti Kalandra akan meretas cctv Alaska agar kalian bisa menerobos masuk ke dalam markas Alaska, hati-hati jangan sampai ketahuan. Dan gue yakin Algav akan mengganti rencana mereka bukan seperti rencana yang kemarin setelah mata-mata dari kita ketahuan,yang lainnya tetap disini kita juga harus merubah cara kita untuk menghadapi Alaska"


🌼🌼🌼🌼🌼🌼



Brivan duduk di sofa single yang ada di ruangan kerja sedangkan Hana duduk di depan Brivan.


"Apa yang daddy ingin bicarakan" tanya Hana to the point.


"Daddy akan membantu mu untuk meringkus Alaska, daddy sudah menyuruh beberapa anak buah untuk menyamar sebagai anggota Ravestrack dan Mika akan membantu mu untuk melenyapkan seseorang yang akan menembak kamu dari jarak jauh, Algav ketua Alaska menyewa seorang ahli sniper untuk menembak mu sayang, serahkan urusan itu kepada Mika, Mika bisa mengatasi seorang sniper tersebut dan anak buah daddy akan melindungi mu daddy juga mengirimkan bodyguard bayangan, mereka menargetkan kamu Belvia, daddy tahu kamu telah membunuh keluarga Luffy dan ketua Alaska terdahulu makanya mereka dendam dan ingin nyawa kamu hilang dari bumi ini"


"Tadi daddy lihat Kivandra buru-buru pergi ke markas pasti ada masalah serius hingga raut wajah Kivandra seperti menahan emosi dan amarah" lanjut Brivan.


Hana membelalakkan matanya mendengar penjelasan dari daddynya jadi darimana daddy tahu soal ini semua. Betapa bodohnya Hana atau lupa kalau daddynya itu seorang mafia bagi Brivan untuk mencari informasi tentang seseorang itu sangat lah mudah sekali apalagi tentang informasi anak tunggal nya itu sendiri.


"Apa Mika bisa mengatasinya sendiri dad? dia pasti butuh partner untuk meringkus seorang sniper"


"Tenang saja dia sejak kecil daddy sudah melatih Mika dia benar-benar sangat jago dalam melakukan misi dari Costa Nostra , dia bukan sembarang wanita yang menye-menye Belvia, bahkan dia pernah tertembak berkali-kali dia tetap menjadi wanita yang kuat namun sayang dia masih tetap jomblo sampai sekarang ini"


"Jomblo? mungkin Abercio akan cocok dengannya" gumam lirih Hana sambil terkekeh pelan membayangkan Abercio dengan Mika pasti setiap harinya penuh dengan tawuran, dan Abercio seperti kucing yang gemoy tidak berani membantah perintah dari Mika dan akan jadi pria penurut.


"Baiklah, dad makasih udah mau membantu Belvia dad"


"Tidak perlu sungkan kamu itu anaknya daddy sudah wajib daddy melindungi anak kandung daddy sendiri dari semua bahaya apapun"

__ADS_1


Belvia pun memeluk daddy Brivan sebagai tanda terimakasih dan rasa kasih sayang seorang anak kepada ayahnya karena bisa di pertemukan kembali.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Markas Alaska....


Algav tengah mengintrogasi Agil mata-mata dari Ravestrack, dia benar-benar merutui kebodohannya dan sikap cerobohnya kenapa dia meletakkan pin Ravestrack ada di dalam laci dan siapa yang melaporkannya kalau dia mengintip pembicaraan Algav.



"Cuih, dasar pengkhianat!" ucap Algav sambil meludahi wajah Agil.


"B-bunuh gue Al, daripada lo nyiksa gue seperti ini" Agil tidak akan mengatakan semuanya kepada Algav dia akan tetap setia kepada Kivandra ketua Ravestrack, Agil rela mengorbankan nyawanya demi Ravestrack yang selama ini telah menolongnya dari kehidupan yang sangat keras di luar sana. Anggap saja ini sebagai balas budi.


Brak!!!!


Algav semakin geram,rahangnya mengetat dan urat lehernya timbul. "Lo tetap gak mau buka suara lo hm? baiklah kalo begitu gue akan memenuhi permintaan lo untuk segera membunuh lo"


"Sayat tubuh dia sekarang" pinta Algav kepada anggota Alaska.


Sreeeet!!!


Salah satu anggota Alaska menyayat tubuh Agil seperti memotong daging sapi.


"Aaaaaarrrrrghhhh, b-bunuh gue Al" ucap Agil menahan rasa sakit bagian pahanya.


"Hentikan , nanti bunuh dia di depan anak Ravestrack dan Devils, ikat tangan dan kaki dia jaga jangan sampai kabur dari sini" teriak Algav.


Algav pergi dari ruangan penyiksa Algav duduk di sofa ia memejamkan matanya sebentar, ia akan melancarkan aksinya untuk menculik Hana dengan bantuan Tiara.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Tiara saat ini sedang di mansion Alula dan Tania mereka berada di kamar Alula.


"La, lo hubungi Hana suruh kesini daritadi gue hubungi dia susah banget mana gak diangkat" celetuk Tania.


Tiara mengambil ponsel Alula tanpa sepengetahuan Alula, dia membuka ponsel Alula dan memilih menu WhatsApp untuk mengirim chat kepada Hana, setelah itu Tiara menghapus chatnya agar tidak ketahuan Alula.


Pesan chat :


Alula πŸ“¨


Han, lo bisa bantu gue gak gue di hadang preman please sekarang juga datang kesini gue mau di perko*sa. Di jalan merpati.


"Ponsel gue kemana sih! kok hilang, perasaan tadi ada disini deh" ucap Alula sambil mencari ponselnya yang tengah hilang entah kemana padahal di ambil oleh Tiara.


"Mungkin lo lupa meletakkan ponsel lo La, lo kan orangnya sering pelupa" sahut Tania daritadi dia asyik tengah menonton video vlive NCT.


"Mungkin kali ya, coba gue cari di ruangan bawah" ujar Alula ia langsung keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah.


Tiara langsung meletakkan ponsel Alula diatas nakas sebelumnya ia melihat Tania dulu agar dia tidak melihat kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2