Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
100


__ADS_3

Di mansion keluarga Delvin.



"Paman Sam" teriak Tiara tengah memasuki mansion keluarga Delvin.


Tap


Tap


Tap


Sam ayah dari Delvin berjalan menuruni anak tangga menghampiri Tiara yang tengah berteriak memanggil dirinya.


Tiara duduk di ruang keluarga sambil menunggu pamannya datang.


"Ada apa teriak-teriak panggil paman Tiara? ada hal penting apa hm" Sam duduk di sebelah Tiara.


Tiara langsung pindah tempat duduk dan ia duduk di pangkuan paman Sam sambil tangannya mengusap dada bidang paman Sam yang terdapat bulu halus di bagian dadanya.


"Paman Sam, aku punya info penting buat paman" ucap Tiara sambil menggoda paman Sam.


Sam memejamkan matanya menikmati belaian lembut dari Tiara keponakannya itu.


"Sshh ...apa itu sayang" desis Sam


Mahkota Tiara telah di renggut oleh paman Sam, paman Tiara sendiri saat Tiara kepepet butuh uang banyak untuk gaya hidupnya dia karena uang dari ayahnya sudah ia habiskan untuk bersenang-senang pergi ke luar negeri dan sebelum terjadi Tiara seperti terhipnotis dengan pesona duda anak satu siapa lagi kalau bukan pamannya itu. Terpaksa demi uang ia rela menjual mahkotanya kepada paman Sam dan membuat dia ketagihan hal yang berbau dewasa itu, setiap minggu dia pasti pergi dengan om-om atau dengan paman nya yang penting dapat uang bagi Tiara agar bisa berbelanja kebutuhan dia. Delvin tidak tahu kalau ayahnya sering bermain dengan Tiara sepupu nya itu di belakangnya. Apa yang terjadi jika Delvin tahu soal hubungan terlarang antara keponakan dengan pamannya.


"Tentang Hana paman, Hana teman aku paman tahu tidak tentang transmigrasi jiwa?" tanya Tiara.


"Transmigrasi jiwa bukannya itu hanya cerita fiksi di novel saja, emang kenapa sayang?" ucap Sam sambil tangannya menelusup kaos tipis Tiara.


"Aaahh... pamanhh enakhhh" desah Tiara tangan Sam mulai nakal memencet buah semangka di balik kaos tipis Tiara ternyata Tiara tidak memakai bra* .


"Lagi sayang hm?, sambil cerita ya tentang teman mu itu" Sam menghirup aroma leher Tiara.


"Dia bukanh hanahh pamaanhhh, tapih Belviahh dia bertransmigrasi jiwa ke tubuhhh Hanahh temanhh akuhh" desah Tiara dengan nafas memburu.


Sam menghentikan aksinya setelah mendengar ucapan Tiara, jadi Belvia anak dari Brivan benar-benar belum mati dia masih hidup Sam pun menyeringai dibalik itu. Ini benar-benar berita luar biasa dia harus segera memberitahu kepada Ghani dan Rajendra agar Rajendra yang melaporkan kepada si bos.


"Paman kenapa diam" kesal dengan paman Sam yang tiba-tiba menghentikan aksinya itu.


"Ah, maaf sayang kita lanjutkan ke kamar saja yuk" ucapnya setelah itu mengangkat tubuh Tiara dan menggendongnya ala koala menuju kamar pribadi Sam.


"Paman Sam harus bantu aku untuk menyingkirkan Hana paman" rengek Tiara dalam pelukan Sam.


"Baik sayang paman akan memenuhi semua permintaan kamu asal servis dari kamu beri paman dobel tiap hari nya,bagaimana sayang?" goda Sam yang udah meloloskan baju Tiara dari tubuhnya kini Tiara dalam keadaan setengah naked.


"Baiklah paman, asal Tiara dapat uang lebih dan Hana mati" senyum lebar Tiara.


Paman Sam merebahkan tubuh Tiara diatas ranjang. "Oke, mari kita berolahraga siang sayang"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Kalandra menyeret tangan mungil Dasha membawanya pergi ke taman belakang markas, ia ingin tahu alasannya kenapa dia tiba-tiba ingin bergabung dengan Ravestrack yang rata-rata anggotanya cowo semua tidak ada anggota cewe, gila saja cewe satu ini malah memberanikan diri untuk menjadi anggota Ravestrack.


"Eh, lo mau bawa kemana tuh ,bocil?" teriak Abercio


"Sudahlah biarlah mungkin sebagai om yang baik mau beliin Dasha jajan" celetuk asal David.


Mereka duduk di atas karpet dengan melingkar mereka lagi membahas tentang tawuran besok pagi tiba-tiba Kalandra menyeret paksa Dasha, ia tidak ingin Dasha ikut dalam tawuran besok. Ce'ileh belum jadian aja udah sok posesif amat sih bambang!


Sebelum membahas masalah tawuran, Adrian, Abercio, Agam, David dan Alvaro sedikit kepo dengan Kalandra yang sedang menyeret tangan mungil Dasha, mereka mengintip dari atas jendela lantai 2.



"Bener-bener deh Kala kalo nyeret anak orang udah kek nyeret kambing aja, mau di bawa kemana tuh anak" ucap Adrian.


"Udah kek bapak nyeret anaknya yang mau beli kinderjoy di indomei pfffft...hahaha" sambung Abercio.


Semua ketawa ngakak mendengar ucapan Abercio.


"Kala kalo narik tangan cewe udah kek gue lagi narik tangannya oyen kalo di rumah" geleng-geleng Alvaro.


"Gue mau baikin om Kala siapa tahu ponakan yang cantik itu mau sama gue" ujar David.


"Ngaca lo butuh kaca gak? lo mau dapetin tuh bocil hah? dia MasyaAllah sedangkan lo astaghfirullah, gak ada cocok-cocoknya lo sama tuh bocil" ceplas ceplos Abercio.


"Gue penasaran dimana Kalandra bisa nemu bocil se gemes itu, mana panggilnya om lagi pffftt....kasihan gue kesan pertama kenal Kalandra malah di panggil om emang wajah dia udah kelihatan tua dari kita hahaha" tawa ngikik Agam.


"Woi, udah arisannya? malah ngintipin orang lagi pacaran gue sumpahin mata kalian bintitan segede gajah beranak,buruan kita atur strategi buat ngalahin Alaska" teriak Hana kepada lima tuyul yang setia mengintip di balik jendela.


Lima tuyul langsung mendelik mendengar sumpah serapah dari Hana sungguh sangat kejam Hana udah seperti ibu tiri bagi mereka. Mereka pun kembali duduk di atas karpet setelah di mendapatkan semprotan dari Hana benar-benar pasangan yang mengerikan Kivandra dengan Hana.


"Dan satu lagi jangan sampai lengah, dan lo Agam dan kumpulkan anggota lo buat ngungsi para warga yang dekat dengan lapangan terutama para penjual asongan pedagang kaki lima jangan sampai mereka terkena tawuran, dan latih semua para anggota Ravestrack agar mereka lebih kuat menghadapi Alaska" lanjutnya.


"Alvaro lo bantu Agam untuk membantu mengungsikan para warga dan pedagang lainnya agar tidak mendekat ke lokasi, dan lo Galen latih semua anggota Devils jangan sampai ada yang gak ikut berlatih agar kita semua menang melawan Alaska" titah dari Leon ketua Devils.


"Oh, ya bagaimana kabar tentang mata-mata kita?" tanya Galen kepada Kivandra.


Kivandra menghela nafas dengan kasar. "Hampir saja ketahuan oleh Algav, untung gue alihkan perhatian nya agar mata-mata yang gue kirim gak ketahuan, dan sepertinya Algav akan menyewa seorang sniper"


"Sniper" beo mereka bersamaan.


Kivandra menoleh sebentar ke arah Hana yang ada di sampingnya. "Hm sniper untuk menembak ke arah Hana, dan dia benar-benar menyewa ahli sniper dengan harga fantastis dan juga dari info mata-mata yang gue kirim peluru sniper nya sudah di lumuri dengan racun mematikan kalo terkena tembakan racun itu langsung tersebar ke seluruh tubuh dan dalam hitungan detik bisa meninggal" ini yang Kivandra khawatirkan dengan keadaan Hana kalo dia ikut, tapi kalo dia tidak ikut Algav memiliki rencana lain untuk itu jadi Kivandra semakin bingung dan cemas. Rencana lain Algav tidak menyebutkan secara rinci ke semua anggota Alaska sehingga mata-mata yang dikirim Kivandra tidak dapat mengetahuinya.


Semua membelalakkan matanya mendengar penjelasan dari Kivandra kenapa mereka mengincar Hana apa ini ada hal nya dengan kematian Alister dan mereka ingin membalaskan kematian Alister dengan nyawa Hana.


"Tolong semuanya prioritas utama kita adalah Hana lindungi dia dari Alaska dia adalah queen kita semua" teriak Kivandra sambil menggenggam tangan Hana.


Hana mengusap punggung tangan Kivandra agar tidak mencemaskannya. "Tenang saja sayang, ada Red yang akan bantu aku" senyum tipis Hana membuat Leon semakin panas dengan rasa cemburunya melihat kedekatan mereka semakin romantis.


"Tapi tetap saja aku khawatir banget sayang, aku takutnya Red lengah menjaga mu" ucapnya terdengar nafas helaan panjang dari Kivandra.


Gue benar-benar sangat khawatir dengan lo Hana,kita baru saja menikah dan gue gak mau jadi duda masak baru nikah tiga hari udah jadi duda mana belum merasakan malam pertama, semoga lo baik-baik saja Hana dalam hati Kivandra memandangi wajah cantik istrinya.


🐾

__ADS_1


🐾


🐾


"Om ngapain bawa gue kesini? om mau mesum ya" ucap Dasha dengan wajah polosnya.


Kalandra rasanya ingin menyentil otak Dasha udah berulang kali jangan panggil om lagi tapi malah dia panggil om lagi berasa gue lagi jalan sama sugar baby.


"Panggil gue kak atau abang jangan om, gue bukan om lo asal lo tahu" sentak Kalandra.


"Lo juga bukan abang gue kok om" Dasha malah membalikkan kalimat yang baru saja Kalandra lontarkan.


Aish!!! Arrrghhh!!! Kalandra mengacak-acak rambutnya betapa frustasi nya menghadapi bocil satu ini kenapa gak bisa diajak kompromi sih!


"Lo mau apa sih?" geram Kalandra.


Dasha mengerjap-ngerjapkan matanya dengan mata berbinar-binar apakah om ini mau mentraktir makanan?


"Gue mau es krim ,bakso,pizza, seblak dan boba om" ucap Dasha dengan memanyunkan bibirnya.


"Lo mau ngerampok duit gue heh! gue bukan nawarin lo soal makanan dodol! aaargh... lo bikin gue frustasi" teriak Kalandra.


"Emang ada yang salah ya sama gue om?"


"Tahu lah, gue setres lama-lama, dan sekali lagi jangan panggil gue om di depan semua orang entar gue disangka suka jalan sama keponakannya sendiri"


"Tapi ada syaratnya om"


Astaga dragon pake syarat aja nih bocil, licik juga otak dia hm batin kesal Kalandra.


"Baiklah, apa syaratnya" jawab Kalandra kepalanya sedikit menunduk ke bawah karena tinggi tubuh Dasha sekitar batas dada Kalandra yang tingginya 186 cm.


"Jadikan gue anggota Ravestrack dan ikut tawuran besok pagi melawan Alaska, gimana om?" tawar Dasha.


Astaga ini anak apa gak takut kena bacok kalo ikut tawuran nih cewe agak lain gue rasa, gue takut kalo kena bogem mentah dari musuh entar dia nangis terus ngadu sama emaknya repot dah gue, monolog batin Kalandra.


"Om...om...gimana?" ucap Dasha menarik sudut hoodie Kalandra.


"Lo cewek ya masak ikutan tawuran apa kata emak lo, dan kenapa lo demen banget pengen masuk Ravestrack gue aja gak terlalu demen sama yang namanya geng motor"


"Tapi kak Hana kok ikutan tawuran dia juga cewe om, masak gue gak boleh ikutan bantu. Gue sedari dulu ngefans sama Ravestrack om sebelum pindah ke ibukota dan gue ngefans banget sama ketua Ravestrack apalagi sama kak Hana cocok banget mereka gue pengen punya pasangan seperti mereka"


Kalandra meraup seluruh wajah Dasha dengan kasar."Gak usah kebanyakan halu lo, cewe jaman now kebanyakan halu lama-lama sinting lo, lo minta ijin dulu sama Hana dan bang Kivandra kalo mereka memperbolehkan ikut gue gak bisa berkata apa lagi, gue nyerah dah sama lo bocil" pasrah Kalandra.


"Beneran om? horeee...semoga kak Hana dan kak Kivandra setuju" ucap Dasha lalu berhamburan peluk Kalandra, membuat Kalandra tersentak dan mematung.


Deg!


Kenapa jantung gue kek goyang dumang begini apa gue punya penyakit jantung, rasanya aneh batinnya sambil menunduk kebawah melihat Dasha yang masih memeluk dirinya.



...----------------...

__ADS_1


Thanks for reading 🤗❤️😘


__ADS_2