
"Astaga lo ngapain disini sendirian cok" tanya Adrian yang baru saja mencari Abercio kata Galang Abercio sedang berada di taman yang tak jauh dari mansion Hawthorne.
Adrian dan Agam pergi ke taman yang berada di kawasan perumahan elit untuk menghampiri Abercio, sedangkan yang lainnya menunggu di mansion Hawthorne.
Abercio menoleh ke Adrian. "Gue gak sendirian, gue bareng Sagara"
"Sagara?" beo Adrian
Abercio clingak-clinguk mencari keberadaan Sagara, alamat kalau dia hilang bisa berabe dah Abercio.
Plak!
Agam menggeplak kepala Abercio. "Lo ngajakin Sagara main ke taman tapi lo yang main bukan Sagara, noh lihat anak lo lagi godain ciwi-ciwi sebelah sono" tunjuk Agam dengan jari telunjuknya.
Adrian dan Abercio sama-sama tepok jidat apalagi Adrian sudah ketawa. "Hahaha anjir kelakuannya sama kek Abercio suka godain ciwi-ciwi tebar pesona kemana-mana, fix Sagara anak lo tuh gak jauh beda sama lo, buah jatuh tak jauh dari batangnya"
Pletak!
Agam menyentil dahi Adrian. "Dari pohonnya bego bukan batangnya"
"Aish...tuh anak masih bocil aja udah main godain anak orang dia ngikutin siapa sih" ucap Abercio matanya udah melotot melihat Sagara memegang tangan para ciwi-ciwi.
"Yasalam gue kalah ama bocil cok, gercep bener tuh anak lo hahaha" gelak tawa Agam dan Adrian.
"Ck,bukan anak gue nikah aja belum. Dah lah gue harus menyelamatkan Sagara agar tidak bertindak lebih, gue malu cok" Abercio langsung melangkahkan seribu kakinya menuju Sagara yang tengah mengobrol dengan para ciwi-ciwi. Adrian dan Agam hanya mengikuti dari belakang.
"Sagara" panggil Abercio menatap nyalang Sagara.
Sagara menoleh dan mendongakkan kepalanya ke atas menatap Abercio.
"Papah" balas Sagara mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Abercio para ciwi-ciwi terpekik merasa gemas dengan Sagara apalagi mereka berbisik-bisik melihat ada tiga cogan didepan mereka.
Abercio mengabaikan bisikan para ciwi-ciwi ia fokus menatap Sagara seperti ayah memarahi anaknya.
"Lo ngapain hah masih kecil udah belajar ngegoda cewe-cewe cantik belum saat nya lo cil, pipis saja masih ngompol lo gaya nya tebar pesona sama cewe cantik" decak Abercio.
"Gaya ndak tebal pesona pah, Gaya lagi nyali mamah buat papah kata om Lang nyalinya yang hot sama secy gitu bial papah betah di lumah gak main sama janda sebelah" kata Sagara dengan tampang polosnya.
Agam dan Adrian sudah menganga lebar mendengar perkataan dari Sagara apalagi Abercio dia sudah mencebikkan bibirnya lagi-lagi Galang meracuni otak polos Sagara.
"Anjir, ide dari anak lo gak buruk juga cok bener-bener anak sayang papah nya nyari mamah tiri yang montok dan hot hahaha" tawa Adrian sambil memukul bahu Agam.
"Sagara versi kemasan sachet mini Abercio bener-bener mirip hahaha kelakuannya nyari cewe yang sexy dan hot" gelak tawa Agam.
__ADS_1
Abercio geram dengan Sagara apalagi sama duo curut sedari tadi menertawakan dirinya. Abercio langsung memegang dengan dua belah tangan lalu diangkat ke atas.
"Papah, tuyunin Gaya pah tuyun pah Sagaya malu sama ciwi-ciwi pah tuyun pah" Sagara berusaha memberontak kakinya menendang-nendang udara.
Abercio membawa Sagara pulang ke mansion Hawthorne.
"Diem atau gue masukin ke tong sampah" desis Abercio sambil menjinjing Sagara ke atas.
"Ish.. papah ndak asyik deh, makanya papah jombyo teyus benel kata om Lang" protes Sagara ia memanyunkan bibirnya ke depan.
Adrian dan Agam yang mengikuti mereka dari belakang tak henti-hentinya ketawa mendengar perdebatan antara Abercio dengan Sagara.
"Jangan percaya sama omongan om Galang dia sesat, Sagara jauhi om Galang ya" dengus Abercio lagi-lagi Galang yang meracuni otak polos Sagara.
Sagara geleng-geleng. "No, yang sesat bukan om Lang tapi papah Abelcio"
"Anj- gue mimpi apa ya Allah bisa-bisanya gue dapet bocil kek gini" gumam Abercio menatap aneh ke arah Sagara yang berada di gendongannya.
"Jangan panggil gue papah, gue bukan papah lo asal lo tahu Sagara" ucap Abercio menurunkan Sagara di depan pintu mansion Hawthorne.
Sagara memanyunkan bibirnya. "Huft, papah natal Gaya bilangin kak Hana bial papah di hukum sama kak Hana" Sagara berkacak pinggang seperti emak-emak menatap tajam ke Abercio.
Abercio meraup seluruh wajahnya dengan kasar benar-benar Sagara membuat Abercio sangat frustrasi tingkat provinsi.
"Ampun deh, perut gue sakit daritadi gue ketawa mulu gara-gara dengerin debat antara bapak dan anak coy" ucap Adrian masih ketawa ngakak sampai ngik ngok memegang perutnya.
Abercio mencebikkan bibirnya benar-benar deh punya temen gak ada akhlak semua selalu saja dia di nistain gak Sagara gak temannya sama saja.
...****************...
Di markas Costa Nostra Mika sedang frustasi mencari keberadaan keponakannya itu dia sudah mencarinya kemana-mana tapi nihil tidak mendapatkan hasil.
"Aaarrgh...dimana kamu Sagara onty udah cari kamu kemana-mana tapi gak menemukan mu" Mika meraup seluruh wajahnya dengan kasar.
"Apa dia di culik dan di jual sama orang jahat?" tebak Mika seketika Mika langsung geleng-geleng menepis pikiran negatifnya.
"Please, Mika jangan berpikir negatif dulu mungkin Sagara di temukan sama orang baik bukan orang jahat, iya mudah-mudahan bukan orang jahat" Mika meyakinkan dirinya sendiri agar tidak memiliki pikiran negatif tentang Sagara.
Hingga suara bass barington membuyarkan lamunan Mika, Ya Brivan memanggil namanya. Mika langsung menghampiri Brivan dengan buru-buru.
"Mika" panggil Brivan
"Ya tuan, ada apa?" tanya Mika
Brivan memicingkan matanya menatap wajah Mika sepertinya dia sedang ada masalah terlihat dengan tatapannya seperti tidak konsen dengan lainnya.
"Apa kamu ada masalah? sehingga kamu tidak fokus Mika?" suara tegas Brivan.
__ADS_1
"Ah, T-tidak tuan hanya saja sedang tidak enak badan" dusta Mika ia bingung mau jawab apa.
"Yaudah kamu istirahat saja, besok saja lanjutkan tugas mu" pinta Brivan .
"Ah, tidak tuan saya bisa menjalani tugas saya sekarang saya tidak mau di tunda sampai besok" jawab tegas Mika mungkin dengan begini dia bisa sambil mencari Sagara.
"Tidak,lebih baik kamu istirahat saja biar anggota lainnya yang melakukan tugas itu, saya tidak menerima penolakan" tegas Brivan setelah itu dia pergi dari sana.
Mika hanya menghela nafasnya kalau Brivan sudah bilang seperti itu tidak bisa di bantah lagi, terpaksa Mika beristirahat dan besok dia akan mencari Sagara lagi.
...****************...
Di kafetaria seorang wanita sedang duduk menunggu seseorang datang. Dia memiliki janji dengan seseorang di kafetaria.
Tap
Tap
Tap
Seorang laki-laki datang menghampirinya dan duduk didepannya.
"Akhirnya lo datang juga, gue kira lo gak bakalan datang tapi dengan gue menyebutkan nama Hana lo langsung gercep datang menemui gue" ucap seorang wanita tersebut.
"Gak usah basa basi Tiara langsung saja apa mau lo" to the point seorang laki-laki itu menatap nyalang Tiara.
"Ck ck..Leon Leon ternyata lo gak suka basa basi" Tiara terkekeh kecil.
Ya, Tiara mengirim chat kepada Leon agar menemuinya di kafetaria dekat dengan sekolah SMA mereka dulu. Tiara ingin mengajak bekerja sama dengan Leon, Leon mendapatkan Hana sedangkan Tiara akan mendapatkan Kivandra saling menguntungkan bukan?. kalau rencananya berhasil kalau tidak ya palingan foto kalian tercetak di buku yasin dan yang lainnya dapet nasi kotak.
"Lo pasti masih suka kan sama Hana dan ingin Hana menjadi milik lo seutuhnya? gue akan bantu lo gimana? lo mau bekerjasama dengan gue? kalo lo mau lo bisa dapat Hana dan gue dapat Kivandra,gimana deal?" seringai tipis Tiara benar-benar cewe sinting.
"Lo suka sama Kivandra Ra? sejak kapan lo suka sama dia?" wajah datar Leon.
"Udah lama sebelum Hana kenal dengan Kivandra, selama itu gue harus pura-pura baik dengan Hana dan gue udah muak dengannya dan saatnya gue merebut kembali Kivandra yang seharusnya menjadi milik gue bukan Hana"
"Apa rencana lo?" tanya Leon
Tiara mengkode untuk lebih dekat dengan nya, Leon paham dan ia langsung menyeret kursinya untuk lebih dekat dengan Tiara. Tiara langsung membisikkan rencananya kepada Leon.
Leon memundurkan tubuhnya dan menatap Tiara. "Apa lo yakin dengan rencana lo ini Ra? gimana kalo gagal?"
Tiara pun geleng-geleng kepala ia yakin rencananya akan berhasil. "Gue yakin rencana gue akan berhasil dan lo akan menikmatinya, dengan itu Kivandra pasti menjauh dari Hana dengan itu gue akan datang saat keadaan Kivandra kacau"
"Oke deal, gue mau bekerjasama dengan lo Ra karena gue ingin Hana menjadi milik gue seutuhnya karena dari awal Hana milik Leon bukan Kivandra" jawab singkat Leon.
Mereka pun sama-sama menyeringai tipis.
__ADS_1