Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
49


__ADS_3


"Pih" panggil Leon.


"Apa itu benar Leon? Yera telah hamil anak orang lain bukan anak mu? tapi kenapa tuan Dekkan bilang dia anakmu yon?"tanya Papi Ghani.


Leon sedang berada di kantor Papi Ghani, mereka sedang mengobrol mengenai hubungan Yera dengannya.


"Dia bukan cewek baik-baik pih, dia bahkan sering tidur dengan pria paruh baya dan sering ke club tiap malam, dia hanya memakai topeng polosnya agar dikenal sebagai cewek baik-baik." papar Leon.


"Papih sudah menduganya selama ini, papih dan mamihmu juga nggak suka dengan Yera sudah kelihatan dari fisiknya dia sudah bukan gadis perawan Yon,lalu apa rencana mu sekarang? papih dengar Yera meninggal gara-gara tertabrak mobil" ucap Papi Ghani


Dua hari berlalu Hana memanipulasi kematian Yera dengan kecelakaan tertabrak mobil agar semua orang tidak mencurigai atas kematian Yera.


"Itu karma buat Yera pih, dia udah membuat semua orang membenci Hana pih termasuk keluarganya,entahlah pih Leon masih berharap Hana kembali lagi kepada Leon" lirih Leon


"Apa tuan Dekkan masih membenci anaknya sendiri? Apa kamu ingin bantuan papih agar kamu bisa bersama Hana yon? dengan perjodohan bisnis lagi?" tanya Papi Ghani.


"Leon nggak tahu pih om Dekkan masih benci atau nggak tapi kemarin saat memakamkan Yera om Dekkan sepertinya bersikap dingin dan acuh terhadap Hana, buat apa pih perjodohan bisnis lagi percuma kalo Leon bisa memiliki Hana tapi hati Hana nggak bisa Leon miliki karena hati Hana telah menjadi milik orang lain" sahut Leon.


"Ini baru anak papih yang udah bener-bener menjadi lelaki dewasa, mencintai seseorang tak harus memiliki yang terpenting melihat dia bahagia udah cukup, papih juga heran sama tuan Dekkan kenapa malah bersikap gitu sama anak kandungnya sendiri padahal disini Hana itu korban dari kejahatan Yera,tetap saja masih bersikap kasar.Kamu mau kuliah dimana yon?" tanya Papi Ghani.


"Leon ingin membuka lembaran baru dan ingin melupakan semua kenangan buruk disini pih, Leon ingin kuliah di Belgia" balas Leon.


"Baiklah, ujian kelulusan mu sudah selesai nanti setelah prom night kamu berangkat ke Belgia" ucap Papi Ghani.


"Terimakasih pih"


...****************...


Sudah beberapa hari dan ujian kelulusan untuk kelas 12 telah usai Galang masih setia menutup matanya dalam keadaan koma.Galang terpaksa ikut ujian susulan nanti ketika dia sudah terbangun dari komanya.


Hana kini sedang berada di ruangan VVIP rumah sakit bersama Kivandra dan Raka.


"Sayang kamu jadi melanjutkan kuliah ke luar negeri?" tanya Hana sambil mengupas buah apel.


"Emang kenapa hm" ucap Kivandra sambil menyingkirkan anak rambut Hana.


"Kalo kamu kuliah di luar negeri aku kesepian dong, apalagi di sekolahan udah nggak asyik karena kamu udah lulus" sedih Hana.


Kivandra langsung tersenyum manis mendengar ucapan Hana, ia mengacak-acak rambut Hana karena terlalu gemas dengan kekasihnya itu.


"Nggak sayang aku akan tetap di sini menemanimu setelah kamu lulus kita tunangan okey?" suara berat Kivandra.


Cup!


Kivandra mencium bibir Hana sekilas tanpa memperdulikan tempat dan ada seseorang di samping Hana.


"Hei,kaum bucin kalo mau nyosor lihat sekeliling lo nggak ingat tempat apa? dan disini masih ada abangnya lo main nyosor aja"dengus Raka melihat kelakuan pacar adeknya itu.


"Situ iri? jomblo sih, makanya cari pacar biar nggak ganggu kita" ejek Kivandra.


"Yee siapa yang ganggu lo paijo! orang gue udah dari tadi duduk disini lo yang tiba-tiba datang kek jaelangkung langsung nyosor adek gue, nggak lihat orang segede gini disebelah Hana hah?" kesal Raka.


"Gue kira setan bang makanya nggak kelihatan hehe" nyengir Kivandra.


"Kambing emang lo, kalo gue setan berarti lo pacaran sama adeknya setan huh"


"Kok gue dikatain adeknya setan bang" rengek Hana


"Bukan gue tapi noh pacar lo yang ngatain lo adeknya setan" Raka menjulurkan lidahnya ke arah Kivandra.


Hana menoleh kearah Kivandra, Kivandra udah cengengesan nggak jelas saat Hana menatap tajam kepadanya.


"Bu-bukan gue baby, tapi abang lo ciyus deh sayang" ucap Kivandra sambil memamerkan rentetan giginya.


Ceklek!


Tiga tuyul menoleh ke arah pintu ternyata para kurcaci yang datang siapa lagi kalo bukan Abercio,Adrian, Kalandra,Agam dan Delvin mereka membawa pizza dan minuman.


"Bu bos kita bawain pizza sama minuman" Abercio memperlihatkan kardus pizza yang berada di tangannya.


"Kok buat Hana doang buat gue mana yo?" tanya Raka.


"Eh, maaf bang gue lupa kalo ada bang Raka" nyengir Abercio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kamvret emang gak ketuanya gak anggotanya sama saja, nggak gue restuin hubungan lo sama adek gue"sentak Raka.


"Eh, jangan gitu dong bang nanti deh gue beliin pizza khusus buat lo bang" panik Kivandra, bisa berabe gue kalo nggak jadi nikah sama Hana batin Kivandra.


"Yaelah bang gitu aja ngambek, nih pizza kita makan rame-rame bang" celetuk Adrian yang udah mengambil potongan pizza.


"Siap-


Ucapan Raka terpotong oleh pekikan suara Agam yang melihat jari Galang bergerak pelan.


"Bang, Galang" pekik Agam.


Semua tuyul berjalan menghampiri brankar Galang dan memandanginya.


"Eugh" Galang mulai membukakan kedua matanya.


Semua tuyul terkejut melihat Galang terbangun dari komanya,dan semua orang tidak lupa berucap syukur karena Galang sudah bangun dari tidur panjangnya.Raka langsung memencet bel untuk memanggil dokter datang ke ruangan vvip.

__ADS_1


"A-air" ucap Galang dengan suara lirih.


Hana langsung mengambil air yang berada diatas nakas, lalu ia memberikan air minum kepada Galang.


Ceklek!


"Permisi saya akan periksa tuan Galang dulu" ucap dokter Karla yang baru saja datang bersama kedua suster.


Dokter Karla pun memeriksa keadaan Galang,semua tuyul menjauh dari brankar Galang.


Hening 600 detik.


"Bagaimana dok keadaan adek saya?" tanya Raka setelah dokter Karla selesai memeriksa keadaan Galang.


"Keadaan tuan Galang saat ini semakin membaik tuan, saya sudah menyuntikkan vitamin agar badan tuan Galang cepat pulih dan fit kembali, dan biarkan tuan Galang tertidur sebentar" balas dokter Karla.


"Terimakasih dok" ucap Raka menatap kagum kecantikan dokter Karla.


"Kalo gitu saya permisi"pamit dokter Karla yang di angguki oleh Raka.


"Ekhm.. sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih" goda Abercio daritadi dia memicingkan matanya ke arah Raka yang menatap kagum ke dokter Karla.


"Bang lo suka sama doker Karla? kalo suka nggak apa-apa gue setuju kok kalo lo sama dokter Karla ya walaupun umur dia lebih tua dia daripada lo tapi dokter Karla orangnya baik apalagi dia orangnya lembut keibuan banyak yang suka sama dia bang, gaskeun lah bang kalo suka jangan sampai di tikung sama dokter-dokter muda disini" ucap Hana menyenggol lengan Raka.


"Shitt! apaan sih, kata siapa gue suka sama dokter Karla gue cuman kagum saja kok nggak lebih iya nggak lebih sekedar kagum" elak Raka yang sedari tadi jantungnya bergoyang dumang.


"Gengsi kok digedein" pekik Kalandra,Agam,Adrian dan Abercio bersamaan.


Pletak!


Hana memukul empat kepala tuyul yang udah berteriak mengganggu istirahatnya Galang.


"Nggak usah pake teriak juga kali, bang Galang lagi tidur dodol" sentak Hana.


Keempat tuyul meringis kesakitan akibat pukulan Hana, tenaga Hana emang bukan tenaga cewek melainkan hulk.Sedangkan Raka dan Kivandra hanya terkekeh-kekeh melihat keempat tuyul mendapatkan pukulan dari Hana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan kemudian Galang sudah keluar dari rumah sakit dan pulih kembali,Galang juga udah selesai ikut ujian sekolah susulan dan malam ini adalah malam prom night untuk kelas 12.


Anggota inti Ravestrack dan ketuanya secara kompak mereka masuk ke Universitas Lexander internasional milik yayasan keluarga Lexander.Sedangkan Hana,Kalandra, Tania,Tiara dan Alula naik ke kelas 12.


"Bang lo datang ke acara prom night?" tanya Hana.


"Datanglah, kan terakhir gue jadi kelas 12 sebelum gue jadi mahasiswa dong besok" sombong Galang.


"Dih, iya yang paling mahasiswa sekarang" dengus Hana.


"Han, selama gue koma gue bertemu dengan Hana asli adek gue,gue bahagia banget bisa bertemu terus ngobrol sama dia dan dia juga udah maafin gue dan kata dia gue harus melindungi lo dan mama untuk menebus kesalahan gue di masa lalu" jelas Galang.


"Iya sekarang geng kita udah nggak bermusuhan lagi" balas Galang yang udah siap dengan penampilan kemeja putih dan jas hitamnya.



"Baguslah kalo udah damai kalian, kita makan dulu yuk bang udah pada nunggu di meja makan" Hana menarik tangan Galang.


Tap


Tap


Tap


Mereka berjalan menuju ruang makan


"Malam mah,bang Raka" ucap keduanya menyapa Mama Lika dan Raka tanpa menyapa papa Dekkan, Galang udah di ceritain oleh Raka tentang papa Dekkan yang menampar Hana saat Galang tertembak,Galang pun marah kenapa papanya masih bersikap kasar dengan Hana.


"Kenapa kalian nggak menyapa papa?" tanya papa Dekkan.


"Emang situ papa kita" bukan Galang maupun Hana melainkan Raka yang menjawab dengan menatap tajam entah pandangan Raka ke papa Dekkan kali ini berbeda ada apa dengannya.


"RAKA" bentak papa Dekkan.


"Sudah mas ini bukan waktunya debat, waktunya makan malam" ucap Mama Lika dengan penekanan diakhir kalimat.


Mereka pun melanjutkan makan malamnya tanpa ada yang berbicara, Sejujurnya Raka malas untuk makan satu meja dengan papa Dekkan tapi ini demi adek-adeknya dan mama Lika ia berusaha seperti biasa. Entah ada apa dengan sikap Raka kali ini.


...****************...



"Woi, Galang lo datang sama Hana?" tanya Alvaro yang duduk bersama David.


"Iya sama Hana, lah mana tuh anak kok udah ilang" ucap Galang yang clingak clinguk mencari keberadaan Hana.


"Tuh, orangnya udah nempelin pacarnya" sahut David sambil menunjuk ke arah Hana dengan dagunya


"Duduk dulu lang, katanya Leon mau pamit sama kita dia mau pergi ke Belgia" ucap Galen yang udah mengisap vape sedari tadi.


"Lah berarti geng Devils bubar dong, hanya gue yang nggak kuliah" ucap David sambil meminum satu sloki wine.


"Devils nggak akan bubar vid kita masih bisa berkumpul di markas cuman waktu kita nggak seperti dulu lagi apalagi Leon dia akan pergi jauh dari kita" balas Galang.


"Lo ngapain gak kuliah sendirian vid, lo bisa kerja sambil kuliah vid kek Galen noh dia juga kuliah sambil kerja" sahut Alvaro.

__ADS_1


"Tahun depan deh, gue harus ngumpulin cuan dulu buat daftar kuliah. Tahun ini gue mau istirahatin kepala gue dulu sambil kerja" celetuk David.





"Hana"panggil Leon


Hana sedang bersama Kivandra dengan para kurcaci,Hana langsung menoleh saat dipanggil namanya oleh Leon.


"Boleh pinjam Hana sebentar Kivandra?" tanya Leon.


Hana dan Kivandra saling tatap-tatapan seolah memberikan izin.


"Hm, boleh tapi jangan pake lama" singkat Kivandra.


"Hana ikut gue, ada yang ingin gue bicarain sama lo" ucap Leon.


Hana pun mengiyakan ajakan Leon dan mengikuti langkah kaki Leon menuju ke suatu tempat.


"Ikuti mereka yo gue takut kalo Leon macam-macam sama Hana" pinta Kivandra.


"Ck,dadar bucin" dengus Abercio


"Dasar Abercio bukan dadar" ucap Agam dan Adrian bersamaan membenarkan ucapan Abercio.


Leon mengajak Hana ke belakang club ternyata disana ada taman cocok untuk tempat mengobrol berdua dengan Hana tanpa disadari oleh mereka Abercio bersembunyi di balik semak-semak.


"Penampilan gue udah ganteng gini malah disuruh jadi penguntit dasar pak bos gak ada akhlak, mana banyak nyamuk gede-gede lagi disini tuh orang gak bisa nyari tempat apa, aish..demen banget deh nih nyamuk sama orang ganteng kek gue" gerutu Abercio sibuk mengusir nyamuk.


"Hana gue minta maaf sama lo, gue bener-bener udah jahat sama lo ini semua gara-gara Yera yang udah meracuni otak bego gue ini dengan kepolosan dia, gue bener-bener minta maaf atas kesalahan gue selama ini dan gue ingin pamit sama lo gue mau melanjutkan kuliah gue di Belgia dan membuka lembaran baru gue disana" ucap Leon


"Kalo gue bilang bukan Hana apa lo percaya yon?" tanya Hana.


Leon mengernyitkan dahinya,"maksud lo apa Han? lo Hana kan? jangan bercanda deh"


Hana menggelengkan kepalanya,"Gue nggak bercanda yon gue serius kalo gue bukan Hana lebih tepatnya bukan jiwa Hana.Lo percaya sama transmigrasi jiwa?"


"Bukannya itu cerita fiksi di novel, mana ada di dunia nyata ngaco lo Han"bantah Leon.


"Ada yon buktinya gue yang mengalaminya, gue jiwa Belvia yang ditarik oleh Hana untuk membalaskan kematian Hana, jiwa Hana udah lama pergi yon dia udah menyerah karena dia udah nggak punya orang yang di percayainya bahkan teman kecilnya yang dulunya pernah berjanji untuk saling melindungi tapi nyatanya dia malah lebih memilih pergi meninggalkan Hana sendiri disaat dia terpuruk. Lo udah terlambat untuk meminta maaf kepada Hana yon." papar Hana.


Deg!


"I-itu be-beneran?" tanya Leon dengan suara terbata-bata dan dijawabi dengan anggukan kecil oleh Hana.


"Hiks ini semua gara-gara gue, coba saja gue nggak kemakan omongan Yera mungkin gue masih melindungi Hana dari kejahatan Yera hiks gue bener-bener jahat Bel gara-gara gue Hana pergi selamanya hiks,gue harus gimana hiks" isak tangis Leon.


Hana yang tidak tega melihat Leon yang udah sesenggukan Hana langsung menariknya kedalam pelukan Hana, Hana menepuk pelan punggung Leon setelah itu Hana melepaskan pelukannya.


"Untuk menebus kesalahan lo, gue harap lo berubah menjadi kepribadian yang lebih baik lagi yon nggak mudah mempercayai omongan orang lain apalagi sama orang yang belum sepenuhnya kita kenal,dan jangan pernah lagi lo bermain kasar terhadap wanita apalagi main tampar ingat ibu lo juga wanita yon betapa sakitnya kalo ibu lo di tampar oleh laki-laki lain sama seperti lo menampar wanita lain. Gue harap hidup lo yang baru ini lebih membuat lo sadar atas semua kesalahan lo selama ini,gue udah maafin lo tapi nggak buat hati gue yang masih sakit karena lo pernah nampar gue bahkan nyiram gue bahkan lo udah berkata kasar sama gue,semua itu masih membekas di hati gue" jelas Hana dengan suara tegasnya.


"Hiks akan gue coba Bel hiks terima kasih Bel udah bikin gue menyadari semua kesalahan gue" ucap Leon sambil mengusap air matanya.


"Panggil gue Hana yon karena gue udah hidup sebagai Hana bukan lagi sebagai Belvia" balas Hana.


"I-iya Bel- Hana hiks, gue pamit ya semoga lo bahagia bersama Kivandra Hana dia cowok yang baik untuk lo yang bisa melindungi lo nggak seperti gue yang gampang percaya sama orang lain tanpa mencari informasi terlebih dahulu, doain gue ya Han agar gue bisa melanjutkan hidup baru gue" sahut Leon yang masih meneteskan air matanya.


"Boleh gue peluk Hana untuk terakhir kalinya" lanjutnya.


"Hm"balas singkat Hana.


Leon menarik Hana kedalam pelukannya,Saat mereka saling berpelukan tiba-tiba ada suara benda jatuh mereka langsung melepaskan pelukannya dan menoleh ke sumber suara.


Gedubrak!


Byur!


Ternyata Abercio terjatuh ke kolam ikan koi saat ia menguping pembicaraan Antara Hana dengan Leon, membuat seluruh badan Abercio basah kuyup,membuat kedua tuyul melotot sempurna melihat Abercio terjatuh ke kolam.



"Abercio" teriak Hana


Abercio malah nyengir kuda memamerkan rentetan giginya,mati gue batinnya.


Hana pun membantu Abercio untuk naik ke atas saat naik ke atas di bawah celana Abercio seperti ada yang gerak-gerak di dalam sana,Hana pun melotot melihat kearah aset masa depan Abercio.


Abercio yang masih kebingungan dan mengerutkan keningnya ketika melihat ekspresi Hana.


"Lo kenapa Hana" tanya Abercio yang masih belum paham.


"Itu dicelana lo ada yang gerak-gerak yo" tunjuk Hana dengan jari telunjuknya.


Abercio mengikuti arah pandang Hana langsung berteriak dan melompat-lompat.


"Eemakkk Otong Cio dimakan ikan emakk tolong Cio emakk" teriak Abercio sambil melompat-lompat.


...----------------...


Thanks for reading 🤗❤️🤗

__ADS_1



...~Foto kelulusan geng Ravestrack~...


__ADS_2