
Setelah Jordan sampai di ruangan vvip tempat Dekkan di rawat.
Jordan mendengar suara teriakan histeris dari dalam ruangan tersebut ia langsung membuka pintu kamar inap.
Ceklek!
Jordan membulatkan matanya melihat bosnya seperti kerasukan jin tomang tubuh sebelah kanan bosnya di pegang oleh beberapa suster dan petugas rumah sakit agar tidak memberontak.
"Suster ini ada apa?" tanya Jordan kepada suster yang berdiri disampingnya.
Walaupun suara Dekkan berubah menjadi pelo gara-gara terkena stroke suaranya tetap keras dan agak nyaring.
"Tuan Dekkan berteriak tidak jelas sepertinya tuan Dekkan mengalami depresi setelah dinyatakan terkena stroke" tutur suster cantik itu.
Jordan memandangi bosnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Jordan melihat dokter Lee yang sedang menyuntikkan obat penenang kedalam tubuh Dekkan.
Setelah di suntik tubuh Dekkan melemah dan tertidur dokter Lee memborgol kaki kanan dan tangan kanan Dekkan dengan pinggiran besi brankar agar tidak terjadi pemberontakan lagi.
Jordan menghampiri dokter Lee ia ingin mengetahui apa yang terjadi dengan bosnya itu.
"Apa yang terjadi dengan bos saya dokter Lee?" tanya Jordan
"Sepertinya tuan Dekkan mengalami depresi berat apakah tuan Dekkan sebelumnya banyak masalah yang menimpanya?" ucap dokter Lee menatap intens Jordan.
"Bos saya barusan dapat kiriman surat cerai dari istrinya dok, dan lagi kepemilikan perusahaan jatuh ke tangan istrinya apalagi bos saya baru menerima kenyataan kalo anaknya yang dianggap anak dari sahabatnya itu ternyata anak kandungnya sendiri yang selama ini bersikap kasar kepada anaknya sendiri" papar Jordan.
Dokter mengangguk kepalanya ia paham apa yang di jelaskan oleh Jordan mengenai tuan Dekkan yang berakhir terkena stroke intraserebral dan depresi berat.
"Mungkin gara-gara masalah itu memicu depresi berat dan stroke intraserebral, kalo tuan Dekkan belum bisa sembuh dari depresi berat atau bertindak lebih dari ini dengan kata lain gila kemungkinan nanti tuan Dekkan akan saya pindahkan ke rumah sakit jiwa sambil terapi stroke disana tuan" jelas dokter Lee.
Jordan menghembuskan nafas beratnya mendengar penjelasan dari dokter Lee betapa malangnya nasib bosnya itu.
"Apakah depresi berat bisa menjadi gila dok? kan bos saya juga terkena stroke dok" ucap Jordan.
"Bisa saja tuan, tidak hanya gangguan fisik, ternyata stroke juga dapat menyebabkan gangguan mental, salah satunya adalah depresi, apalagi tuan Dekkan saat ini sedang mengalami depresi berat kalo tidak segera di tangani bisa memicu gangguan jiwa atau gangguan mental maka dari itu saya sarankan untuk memindahkan tuan Dekkan ke rumah sakit jiwa agar segera di tangani" papar dokter Lee.
"Baiklah dokter kalo sampai besok bos saya masih saja mengalami depresi segerakan pindah ke rumah sakit jiwa dok, agar cepat sembuh" pinta Jordan.
"Baiklah tuan, kalo begitu saya permisi dulu kalo ada apa-apa hubungi saya langsung" pamit dokter Lee keluar dari ruangan vvip dan diikuti oleh ke empat susternya.
Jordan hanya menganggukkan kepalanya.
Jordan berjalan menghampiri bosnya yang sedang terbaring di atas brankar rumah sakit. Jordan menyelimuti bosnya sebatas dada.
"Apa ini karma untuk anda bos? saya sangat kasihan sekali apa yang telah terjadi dengan anda bos" gumam lirihnya.
...****************...
Di lorong kampus Hana sedang berjalan sendirian tiba-tiba dicegat Cindy, Cindy geram setelah pulang ke mansion melihat mansionnya di gembok dan tidak masuk ke dalam Cindy langsung kembali ke kampus dan mencari keberadaan Hana Cindy yakin pasti ini ulah Hana siapa lagi kalau bukan dia.
"Heh, cewek centil" panggil Cindy mencengkram tangan Hana.
Sedangkan Hana hanya bersikap santai dan tidak merasa sakit cengkraman dari Cindy.
"Lo ngapain gembok mansion gue hah!" Cindy sengaja memperkeras suaranya agar semua mahasiswa yang lewat mendengar.
"Gue gak salah dengerkan? mansion lo? bukannya lo gak punya rumah ya" sindir Hana.
Skakmat Cindy langsung mendapatkan ulti dari Hana,Cindy geram dan emosi seharusnya dia yang di permalukan bukannya gue.
Mahasiswa yang mendengar langsung tertawa kecil membuat Cindy semakin emosi ia tidak terima di permalukan seperti ini.
"Itu mansion gue toh sebentar lagi mama gue akan menikah dengan om Dekkan dan lo hanya sekedar anak haram bukan anak kandung dari om Dekkan, mama lo ternyata wanita murahan suka sekali tidur dengan sahabat suaminya dan melahirkan anak sahabatnya untungnya om Dekkan menerima lo kalo gak lo udah jadi gelandangan di luar sana" sinis Cindy ia sengaja memperkeras suaranya.
Semua mahasiswa berbisik-bisik mencemooh Hana tentang anak haram dan mamanya berhubungan dengan sahabat suaminya. sedangkan Cindy sudah tersenyum miring ia merasa puas kali ini ia berhasil mempermalukan Hana.
Cindy belum tahu faktanya tentang Hana, kalau Hana benar-benar anak kandung dari Dekkan bukan anak dari Juan.
Hana geram mendengar perkataan Cindy ia sangat membenci orang yang menghina mama Lika walaupun mama Lika bukan ibu kandungnya tapi semenjak ia menetap di tubuh Hana ia sudah menganggap mama Lika seperti mama kandungnya sendiri. Hana memejamkan matanya se perdetik ia langsung membuka kedua matanya yang telah berganti warna amber siapa lagi kalau bukan Winter. Winter kali ini bangkit dari tidur panjangnya dan kali ini Winter akan memberikan sedikit pelajaran kepada Cindy sebelum di babat abis oleh Red nantinya.
Deg!
Cindy terkejut melihat perubahan warna mata Hana sejak kapan Hana ganti softlens perasaan tadi bukan itu deh warnanya pikir Cindy dalam hatinya.
"Hai b*tch!" sapa Winter mengangkat sudut bibirnya.
"L-lo ngatain gue b*tch? bukannya lo yang b*tch sama seperti mama lo itu. Ck, dasar anak haram" maki Cindy.
__ADS_1
Tak jauh berbeda di sana ada Adrian, Abercio , Agam dan Kalandra yang menyimak pertengkaran mereka bukannya melerainya malah asyik menikmati pertengkaran antara Hana dengan Cindy.
"Wah, cari mati tuh anak berani banget nyari masalah sama ajudan malaikat maut" celetuk Adrian sambil makan keripik kaca.
"Winter bukan sih? kalo Winter alamat patah tulang semua tuh badan untung bukan Red kalo Red mungkin dia langsung di tendang ke neraka" sahut Kalandra yang diangguki oleh ketiga tuyul.
Winter langsung menarik rambut Cindy dengan keras ia menyeretnya ke tengah lapangan basket yang berada di luar kampus.Di lorong kampus terdengar suara pekikan keras Cindy meminta melepaskan jambakan pedas dari Winter.
"Anjrit , tuh Winter nyeret Cindy udah kek nyeret kambing" heboh Abercio sambil memukul bahu Kalandra yang udah meringis merasakan sakitnya pukulan dari Abercio.
"Gak usah pake pukul bahu gue anjing! sakit ege" Kalandra mencebik kesal.
Abercio hanya memamerkan rentetan giginya alias nyengir.
"Yan, lo buruan kasih tahu Kivandra kalo bu bos kumat ngereog lagi di lapangan basket, hanya pak bos yang bisa menghentikan Winter" pinta Agam kepada Adrian.
"Yo temenin gue ke tempat pak bos" Adrian meminta Abercio untuk menemaninya.
"Ogah, gue mau lihat Winter menggembala kambing di lapangan basket, gak seru kalo gue gak nonton langsung" tolak Abercio.
"Yaudahlah gue sendiri aja ke tempat pak bos" ucap Adrian langsung lari mencari keberadaan Kivandra.
Ketiga tuyul mengikuti Winter dari belakang, semua mahasiswa terkejut melihat Winter menyeret Cindy ke tengah lapangan basket. Semua mahasiswa memandang ngeri betapa kejamnya Hana.
Setelah sampai di tengah lapangan basket semua mahasiswa berbondong-bondong menonton adegan kejam Winter mereka semua berdiri di pinggiran lapangan karena mereka takut kalau mereka terkena amukan Winter termasuk ketiga tuyul tersebut apalagi ketiga tuyul menonton sambil makan keripik kaca milik Adrian yang di titipkan pada Kalandra.
"Aaarrrrrghhhhh s-a-k-i-t hiks le-lepasin H-hana" suara terbata-bata Cindy betapa pedasnya jambakan dari Winter.
Bukannya di lepas justru Winter memperkuat jambakan rambut Cindy.
Setelah itu Winter membanting tubuh Cindy ke tengah lapangan.
Brak!
Semua mahasiswa terpekik keras melihat tubuh Cindy di banting oleh Winter. Cindy langsung mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
"Wow, suaranya renyah sekali pemirsah" takjub Kalandra mendengar suara tubuh Cindy yang dibanting.
"Ancur tuh tulang, enteng banget Winter banting tubuh orang kek banting boneka" celetuk Abercio.
"Gak bisa bayangin nantinya saat malam pertama bu bos sama pak bos kalo mereka menikah nantinya, yang ada ranjangnya bisa terbelah menjadi dua" tawa kecil Agam.
"Bukan hanya itu tapi gue kasihan sama pak bos bisa-bisanya nanti pak bos tiap harinya berlangganan ke tukang urut kalo mereka jadi menikah" Abercio tertawa membayangkan betapa menderitanya Kivandra lalu Kalandra dan Agam pun ikut tertawa.
Winter berjalan menghampiri Cindy yang sedang berusaha berdiri setelah di banting.
Cindy meringis kesakitan seluruh tubuhnya seperti patah tulang semua.
"Sssh... hen-hentikan Hana" ucap Cindy sambil ngesot mundur ia tidak bisa berdiri kakinya seperti mati rasa.
Winter hanya menyeringai tipis melihat Cindy kesakitan.
Winter menginjak kaki Cindy dengan keras sehingga menimbulkan bunyi krekk dan membuat Cindy berteriak dengan kencang.
Krekk!
"Aaaarrrrghhhhh" teriak Cindy.
Winter berjongkok dan mencengkram erat dagu Cindy dengan menancapkan kukunya sehingga mengeluarkan darah segar.
"Ssshhh..."
"Hihihi...ini akibatnya kalo lo mengganggu tidur panjangnya Winter" desis Winter.
"W-Winter" gagap Cindy.
"Yes, I'm Winter lo beruntung bertemu gue yang hanya sekedar bermain saja dengan lo tapi gue gak tahu selanjutnya kalo lo bertemu dengan Red nantinya mungkin Red akan mengirim lo untuk bertemu dengan penjaga neraka" bisik Winter.
Deg!
Cindy langsung menggelengkan kepalanya ia tidak mau mati muda dulu.
Winter meraih jari lentik Cindy yang menggunakan kutek berwarna merah darah, warna kesukaan Red. Winter menyeringai melihat jari lentik di pastikan Red akan memotong semua jari Cindy untuk di jadikan sovenir.
"Kutek lo indah sekali tapi sayang warna kutek lo warna kesukaan Red dan artinya lo akan kehilangan jari lentik lo ini" bisik Winter dengan suara dingin.
Kreeekkk!!
Winter mematahkan semua jari lentik Cindy dengan sekali gerakan, semua mahasiswa merasa ngilu mendengar suara renyah patahan tulang.
__ADS_1
"Aaaarrrrghhhhh"pekik Cindy
"Anjir, santai sekali tuh Winter seperti mematahkan ranting pohon" celetuk Kalandra sambil mengunyah keripik kaca.
"Pasti tukang urutnya nyerah kalo disuruh benerin tuh jari, sampek jarinya bengkok begitu" sambung Abercio yang diangguki oleh Agam dan Kalandra.
Winter mengeluarkan racun jarum seperti pena dari dalam sakunya.
Lalu ia menusukkan jarum tersebut ke pergelangan tangan Cindy.
Ctak!
"Hihihihi nikmatin racun dari gue ini yang akan mengalir ke dalam tubuh lo ini" tawa Winter.
"J-jangan l-lakukan" geleng-geleng Cindy.
Setelah di suntikan tiba-tiba badan Cindy melemah dan jatuh pingsan.
Winter mencebik kesal melihat Cindy langsung pingsan.
"Ah, gak seru lemah sekali baru sekali suntikan udah pingsan" Winter sambil menendang perut Cindy dengan kencang.
Setelah itu Winter mengambil benda berbentuk pipih dari dalam sakunya, ia menelpon salah satu anak buahnya untuk membawa Cindy ke gedung tua.
"Bawa gadis ini dan satukan dengan ibunya ingat jangan beri mereka makanan sampai saya datang kesana" Winter langsung menutup teleponnya.
"Winter" panggil Kivandra datang bersama Adrian dan salah satu dosen kampus.
"Yaelah pengganggu datang lagi untung udah selesai main nya" gumam lirih Winter menatap ke arah tiga orang yang berjalan menghampirinya.
"Lo-
"Hana kamu ngapain Cindy sampai dia pingsan dan itu jarinya kenapa bengkok?" ucap dosen kampus yang menyela kalimat Kivandra.
"Hanya main aja kok gak lebih, dan tadi gak sengaja gue bengkokin tuh jarinya" jawab santai Winter.
Kivandra dkk hanya menepuk jidatnya betapa santainya Winter menjawab pertanyaan dari dosen kampus.
"Kamu harus tanggung jawab atas kelakuan mu ini sekarang kamu harus ke ruangan konselor sekarang juga kalo tidak pihak kampus akan mengeluarkan kamu Hana" ucap dosen kampus, dia belum tahu kalau Hana adalah calon menantu keluarga Lexander kalau dosen tersebut tahu bahwa Hana adalah calon menantu keluarga Lexander pasti dia tidak akan mengucapkan yang tidak sepatutnya dia lontarkan.
"Pak Sopo tapi Hana ini-
"Sudah tuan Kivandra biarkan Hana menjalani dan menerima hukuman dari kampus dia sudah mencelakai salah satu mahasiswi disini" lagi-lagi pak Sopo menyela kalimat Kivandra yang membuat Kivandra geram dan gemas dengan dosen kampus itu.
"Baiklah pak, saya akan datang ke ruangan konselor sekarang" ucap Winter sambil mengedipkan matanya ke arah Kivandra.
Lima tuyul terkekeh-kekeh kecil melihat ketua Ravestrack di goda oleh Winter.
"Anjay, pak bos dapat kedipan mata dari Winter" bisik lirik Adrian.
"Ampela aman bos? abis di goda sama Winter" bisik Abercio
"Jantung bego bukan ampela emangnya masakan ampela goreng" Kalandra membenarkan ucapan Abercio.
"Ah, udah ganti ya namanya sejak kapan" ujar Abercio.
"Gini nih kalo dulu Abercio lahir gak langsung di bedong pake kain tapi di bedong pake daun ya begini jadinya" ejek Agam yang mendapatkan pukulan dari Abercio.
Pluk!
"Emangnya gue lontong di bedong pake daun" dengus kesal Abercio.
Tanpa berlama-lama mendengar ocehan yang gak bermutu dari mereka Winter dan dosen kampus langsung pergi ke ruangan konselor yang di ikuti oleh Kivandra dari belakang.
"Dahlah daripada debat gak jelas lebih baik kita ikutin mereka ke ruangan konselor" pinta Adrian.
Mereka langsung menyusul ke ruangan konselor meninggalkan Abercio yang masih kesal dengan Agam.
"Woi, kamvreet tungguin" pekik Abercio lari menyusul empat tuyul yang tak jauh dari sana.
Di antara para mahasiswa yang melihat aksi Winter disana ada Algav ketua baru Alaska. Sebetulnya Algav ke sana ingin menemui Hana tapi ia malah di perlihatkan aksi kejamnya Winter.
"Cocok untuk jadi ratu Alaska" ucap Algav menyeringai
sepertinya Algav menggantikan rencananya untuk membunuh Hana,Algav akan merebut Hana dari Kivandra rencana terbarunya kali ini.
...----------------...
Next episode akan ada drama darah dari Red ya... 🤡🤡...
__ADS_1
Thanks for reading.....