Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
111


__ADS_3

Winter sekarang berada di ruang bawah tanah untuk melihat keadaan Luffy anak dari Melisa yang dulunya membuat masalah dengan mama Lika.


"Winter?" cicit Luffy yang sedang di duduk di lantai sana.


"Ya, gue Winter alter ego Hana" desis Winter.


"Alter ego" beo Luffy


Hana duduk di kursi dengan menyilangkan kakinya Winter menyalakan sebatang rokok ia merokok didepan Luffy menghembuskan asap rokoknya tepat di wajah Luffy, membuat Luffy terbatuk.



"Uhuk...uhuk...lo ngapain disini? mau bunuh gue kayak nyokap dan sodara gue hah?" bentak Luffy.


Winter tersenyum miring lihat betapa bodohnya Luffy sekarang.


"Bodoh, lo masih saja percaya sama omongan Algav" ucap Winter sambil melemparkan bukti Melisa dan Cindy ke arah Luffy.


"Ini apa?" tanya Luffy menatap barang yang ada di depannya.


"Menurut lo apa? kalo lo ingin tahu yang sebenarnya buka saja" sambung Winter.


Akhirnya Luffy membuka barang tersebut yang baru saja Winter melemparkan ke arahnya. Luffy mencolokkan flashdisk kedalam laptop dan menonton semua isi yang ada di dalam flashdisk. Luffy membelalakkan matanya ketika melihat semuanya dari video,foto dan history chat Melisa dan Cindy. Luffy sungguh malu dengan kelakuan nyokapnya dan sodaranya betapa bodohnya Luffy disini benar-benar bodoh tidak tahu apa-apa yang terjadi di keluarganya.


"Winter, maafkan gue yang udah berani menyalahkan Hana dan hampir saja gue mencelakai dia demi dendam atas kematian nyokap dan sodara gue ternyata ini semua atas kesalahan mereka, apa pun yang lo minta akan gue lakukan demi lo maafkan kesalahan gue kepada Hana" ucap Luffy sambil menundukkan kepalanya.


"Lo kalo jadi orang jangan terlalu bodoh, gampang di manfaatkan sama orang lain. Yakin apapun yang gue mau lo akan mengabulkannya?" ujar Winter naik turunkan kedua alisnya.


"Apapun itu gue pasti akan melakukannya demi mendapatkan maaf dari lo, gue menyesal atas tindakan gue Winter"


"Baiklah, gue punya tugas buat lo tapi setelah tugas lo selesai lo pergi jauh dari Indonesia mulailah hidup baru lo di luar negeri jangan pernah menginjakkan kaki lo ke Indonesia, apa lo sanggup?"


Luffy mengernyitkan dahi ia bingung sebenarnya Luffy sangat berat sekali untuk pergi jauh dari Indonesia tapi mau tak mau ia harus pergi juga dari Indonesia demi mendapatkan kata maaf dari Hana, mungkin ini baik untuk melupakan semua kelakuan nyokap dan adiknya itu dan mulai menata kehidupan baru di luar negeri sana.


"Baiklah, apa tugas gue?" tanya Luffy


"Gampang,tugas pertama bunuh Algav didepan gue dan ambil semua organ tubuhnya, dan tugas kedua jebak Tiara dan rekam dia dengan kamera lo pasti udah lama gak memanjakan senjata lo kan? ck, gue tahu lo sering main di club dengan wanita yang lo bayar"


Deg!

__ADS_1


Tubuh Luffy seketika menegang ,bagaimana bisa dia tahu semuanya tentang gue, dan apa gue harus bunuh Algav dan mencabik-cabik tubuhnya seperti psikopat? Luffy pun dengan tidak sadar ia menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Bagaimana? apa lo bersedia? kalo tidak mau yaudah tapi lo sebagai gantinya, gimana deal?" tawar Winter.


Luffy menghela nafas dengan pelan. "Baiklah akan gue lakukan" terpaksa ia lakukan demi nyawanya dia tidak mau mati konyol.


"Baiklah, ikut gue sekarang ke ruangan Algav" pinta Winter.


Luffy pun mengikuti langkah kaki Winter dari belakang menuju ruangan Algav.


Tuk.


Tuk.


Tuk.


Krieeet!


Winter membuka pintu penjara dengan minim pencahayaan apalagi semerbak bau anyir darah berasal dari tubuh Algav, betapa mengenaskan kondisi Algav sekarang ini dia hanya pasrah atas nasibnya sekarang ini. Luffy terkejut melihat penampilan dan keadaan Algav mantan ketua Alaska tersebut. Kurus kering dan banyak bekas luka yang belum lama mengering ada yang masih basah rambut acak-acakan, seperti bukan Algav yang Luffy kenal.


"Algav lo gak mau menyapa sahabat lo ini hm?" ucap Winter. Algav langsung menoleh ke arah pintu mata Algav yang agak buram penglihatannya ia tidak jelas melihat dua orang yang masih berdiri di dekat pintu.


"S-siapa?" suara gagap Algav.


"Gue Luffy" balas singkat Luffy.


"L-luffy? a-apa i-itu l-lo?" tanya Algav dengan suara tersengal-sengal.


"Iya ini gue Luffy, apa kabar lo Algav?" sambung Luffy ia berjongkok berhadapan dengan Algav yang duduk di lantai tanpa alas apapun.


"To-tolong b-u-n-u-h g-u-e l-langsung Luf" pinta Algav kepada Luffy dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hidupnya di dunia ini apalagi dia sudah tidak mempunyai keluarga buat apa dia hidup sebatang kara.


Winter melemparkan belati kearah Luffy yang masih berjongkok.


Sriiing!


"Bunuh dia pake belati sekarang, gue gak suka basa-basi lakukan segera!" desis Winter.


Glek!

__ADS_1


Seketika atmosfer di ruangan menjadi lebih mencekam dan lebih dingin membuat bulu kuduk Luffy berdiri. Sedangkan Algav kini hanya pasrah saja kedua matanya menutup di otaknya dia lagi mengingat kenangan selama ia hidup di bumi bersama keluarga saat keluarganya masih hidup dan teman-temannya, Algav rasa sudah cukup dia hidup di bumi saatnya berkumpul kembali bersama keluarganya dan Alister.


"L-lakukan Luffy, b-bunuh gue sekarang. G-gue akan sangat berterima kasih kepada lo karena lo udah menyelamatkan gue dan bertemu dengan keluarga gue" suara tertatih-tatih Algav dengan sisa nafasnya.


Luffy mengambil belati yang tergeletak di lantai yang dingin, ia menutup matanya dan di sudut matanya mengeluarkan air mata, ia benar-benar sangat tidak tega membunuh Algav tapi keadaan lah yang mendesaknya. "Maaf Algav, semoga lo bahagia berkumpul dengan keluarga lo diatas sana, sekali lagi maaf" ucap lirih Luffy.


Algav masih setia memejamkan matanya dan tersenyum lebar kepada Luffy. " Gue akan bahagia, maafkan semua atas kesalahan gue selama ini, maaf tolong sampaikan ke semua teman-teman, maaf"


Luffy menganyunkan belatinya ke arah Algav.


Blash!!!!!


Luffy menusukkan belati tepat di jantung Algav, darah langsung mengucur deras keluar dari dalam tubuhnya, Luffy mencabut belati dari tubuh Algav, Algav pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman lebar. Membuat Luffy meneteskan air matanya. "Maaf sekali lagi maaf" ucap Luffy lirih.


Sedari tadi Winter melihat drama antara dua orang didepannya itu, percakapan antara dua orang yang pernah menjalin hubungan persahabatan tersebut betapa terharunya drama mereka.


"Baguslah, sekarang lo ambil jantung dan lainnya setelah ini lo kembali ke ruangan lo" pinta Winter.


Luffy menoleh sebentar ke Winter betapa kejamnya sosok Hana ternyata dia lebih dari psycho girl. Luffy pun langsung membedah tubuh Algav dengan belati yang tadi buat menusuk tubuh Algav. Luffy mengeluarkan semua isi organ Algav dan memberikannya kepada Winter dengan kedua tangan Luffy penuh dengan darah.


"Besok gue akan jemput lo lagi sesuai janji kita" ucap Winter sambil menerima organ tubuh Algav.


"Baiklah, kalo begitu gue balik ke ruangan gue lagi" sambungnya Luffy melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kembali dan diikuti oleh bodyguard Brivan.


Winter menyuruh salah satu bodyguard Brivan untuk mengurus mayat Algav dan mengirimkan paket ginjal ke Tiara.


"Kuburkan mayatnya dan kirim ginjal ini ke alamat yang kemarin dan juga simpan jantung dan lainnya ke freezer"


"Baik nona muda"


Setelah itu Winter keluar dari ruangan yang mengerikan tersebut ia berjalan menuju kamarnya yang berada di markas Costa Nostra untuk membersihkan seluruh tubuhnya.


🌼


Brak!!!!


Sraakkkk!!!!


Tiara membanting barang dan melemparkan semua barangnya ke sembarang arah di dalam kamarnya, setelah pulang dari kampus.

__ADS_1


"Aaarrrrrghhhhh..... B*ngsat lo Hana ini semua gara-gara lo, lo udah rebut Kivandra dari gue bahkan lo udah rebut semua teman-teman gue, gue harus bunuh lo Hana dasar j*lang lo Hana lo harus mati ya mati hahahaha" teriak Tiara ia benar-benar terobsesi dengan Kivandra membuat ia semakin ingin memilikinya dan berbuat jahat menghalalkan segala macam cara untuk bisa mendapatkan Kivandra.


"Ya, kalo gue gak bisa memiliki Kivandra jangan harap ada yang bisa memiliki Kivandra terutama lo Hana , gue harus bunuh lo. Gue akan meminta bantuan sama paman Sam atau papah" senyum licik Tiara terpancar dari wajahnya.


__ADS_2