
Kantin kampus
"Lang" teriak Alvaro lari ke arah meja Galang yang sedang makan siang bersama Galen dan David.
"Apa sih, teriak-teriak lo pikir ini hutan" bukan Galang yang menjawab melainkan David.
"Gawat Lang gawat" pekik Alvaro.
"Minum dulu baru ngomong" ucap Galang sambil memberikan minuman kepada Alvaro.
Alvaro pun mengambil minuman tersebut langsung meminumnya.
"Udah?" tanya Galang yang mendapat anggukan dari Alvaro.
"Gawat Hana di bawa ke ruangan konselor disana ada Kivandra anggota Ravestrack" ucap Alvaro.
Perkataan Alvaro membuat David dan Galen mengernyitkan dahinya. "Ada masalah apa dengan Hana? kenapa dia di bawa ke ruangan konselor?" tanya Galen.
"Hana abis membanting dan mematahkan tulang salah satu mahasiswi disini kalo gak salah namanya Cindy" jawab Alvaro.
Galang yang mendengar nama Cindy ia langsung tertawa terbahak-bahak rasanya puas sekali kalau adeknya itu memberikan pelajaran kepada uler kadut itu. Ketiga tuyul bingung melihat Galang tertawa tidak ada hujan badai angin topan kenapa nih anak tiba-tiba tertawa kencang pikir mereka.
"Lo kenapa malah ketawa Lang?" tanya David
"Karena gue puas mendengar Cindy di banting oleh Hana seharusnya gue disana dan lihat adegan kekerasan adek gue terhadap Cindy, sayangnya tadi ada matkul algoritma" balas Galang yang masih terdengar tawa kecilnya.
"Sepertinya lo kenal dan dendam kepada Cindy" tebak Galen.
Tebakan Galen tidak pernah meleset dan pasti benar.
"Iya gue kenal dia dan bukan hanya gue saja yang dendam tapi juga mama, bang Raka dan Hana karena dia dan mamanya berhasil merebut papa gue dan juga mereka itu licik bermuka dua" jawab Galang.
"Bukan hanya Cindy saja anaknya asal kalian tahu ada satu lagi dia laki-laki seumuran dengan kita coba kalian tebak siapa dia" lanjutnya.
"Emang siapa Lang? anggota Ravestrack bukan atau anggota Devils kita" tebak David.
"Salah semua bukan anggota Ravestrack apalagi anggota Devils kita"
"Terus siapa Lang?" tanya Alvaro bukan hanya Alvaro saja yang penasaran tapi David dan Galen mereka juga di bikin penasaran dengan ucapan Galang.
"Anggota inti Alaska musuh kita dan juga musuh Ravestrack, kalian ingat anggota Alaska yang namanya Luffy yang anaknya agak tinggi dan matanya agak sipit" sahut Galang
"Ah, iya gue ingat itu yang anaknya pendiam dan kalem sih menurut gue" tebak David yang mendapat anggukan dari Alvaro dan Galen.
"Nah, itu orangnya dia kakaknya Cindy tapi dia gak jadi numpang di mansion gue tapi malah tinggal di apartemennya sepertinya hanya dia yang bersikap normal diantara adeknya dan ibunya" sambung Galang.
"What the f*ck! jadi mereka menumpang di mansion lo dan mempengaruhi bokap lo agar bokap lo benci sama Hana gitu?" tebak Alvaro yang dijawab dengan anggukan dari Galang.
"Wah, baru kali ini gue lihat seorang ayah lebih percaya sama omongan orang asing dari keluarganya, gue kasihan sama Hana yang selalu mendapatkan perlakuan jahat dari ayah kandungnya sendiri dan lebih sedihnya kita juga ikutan jahat kepadanya" ujar Alvaro.
"Nah, jadi biarkan Hana bersenang-senang dengan mainannya,dan di pantau aja dari sini pasti Hana bisa menyelesaikan masalahnya sendiri apalagi ada Kivandra" sambung Galang yang mendapat anggukan dari tiga tuyul.
"Eh,denger-denger ketua Alaska sekarang adeknya Alister" celetuk David.
"Lo denger darimana?" tanya Alvaro.
"Dari anak-anak Ravestrack, Alaska masih dendam dengan mereka dan ketua Alaska lagi mau balas dendam sama yang bunuh abangnya, gimana kalo ketua Alaska tahu Hana yang bunuh Alister Lang? Lo harus melindungi Hana bang dia lebih licik dari Alister pasti dia menghalalkan segala cara untuk membalaskan dendam kematian Alister" balas David.
"Lo tahu orangnya kek apa vid?" tanya Galen.
"Belum tahu dia misterius eh,tapi katanya tunangannya kuliah disini tapi siapa ya?" tebak David.
"Anjir, seorang player punya tunangan? apa gak sakit hati mulu tuh cewek kasihan gue sama tunangannya ketua Alaska cowoknya player mantan kriminal lagi" Alvaro geleng-geleng kepala.
"Mungkin di jodohkan kali, mana ada cewek mau hidup sama dia" ucap Galen sambil menyeruput secangkir kopi.
"Tapi lo harus tetap jagain Hana Lang, orang kampus belum tahu kalo kalian ini sodara kandung kan?" sambung Alvaro.
"Emang kenapa?" tanya Galang memicingkan matanya.
"Gue denger banyak yang gibahin Hana seluruh mahasiswi disini mencibir Hana mereka ngatain cewek sok cantik sok centil sasimi lah cewek murahan gitu gara-gara Hana deket sama Kivandra,anak-anak Ravestrack dan kita" balas Alvaro.
"Biarin nanti juga mereka capek sendiri yang penting mereka gak main fisik Hana, kalo main fisik sama Hana gue gak kasihan sama Hana tapi yang udah berani melawan Hana yang udah bosen hidup ajudan malaikat maut di lawan" terkekeh kecil Galang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Duduk dulu kita tunggu pak Marco Simoncelli datang dan kalian kenapa ikut kesini" suara tegas Pak Sopo sambil menunjuk kearah anggota inti Ravestrack.
"Kita hanya mengikuti bos kita pak bukan anda pak Sopo ya kan bro?" tanya Adrian kepada empat tuyul dan diangguki oleh empat tuyul langsung.
"Keluar" pekik Pak Sopo mengusir anggota inti Ravestrack untuk keluar dari ruangan konselor.
"Tapi pak Sopo-
"Biarkan mereka ikut duduk disini pak Sopo" suara berat barington Kivandra.
"Tuh,bos kita aja gak larang malah pak Sopo ngusir kita" ejek Abercio.
Winter terkekeh kecil mendengar tingkah lucu para anggota inti Ravestrack.
"Baiklah kalian boleh ikut masuk dan duduk disini" Pak Sopo terpaksa menyuruh mereka masuk.
"Nah, gitu kek daritadi dasar dosen batu" gerutu lirih Kalandra mendaratkan bokongnya di atas sofa.
Tap
Tap
Tap
Pak Marco Simoncelli masuk ke ruangan konselor, pak Marco terkejut kenapa banyak orang se RT ada di ruangannya ini mau demo apa gimana pikirnya.
"Ekhm" Pak Marco berdehem semua menoleh ke sumber suara.
"Ada apa ini pak Sopo?" tanya pak Marco melihat mahasiswanya berkumpul di ruangannya.
"Ini pak Marco ada mahasiswi telah melakukan pembullyan dan tindakan kekerasan terhadap mahasiswi yang bernama Cindy" jawab Pak Sopo dengan suara tegas sedikit melirik sinis ke Hana yang sedang santuy tidak mendengar omongan mereka.
"Siapa mahasiswi yang udah melakukan tindakan kekerasan dan melanggar peraturan kampus" ucap pak Marco.
Pak Marco belum sadar kalau di sana ada Kivandra dan Kalandra.
"Hana Ayunindya pak, dia udah membanting dan mematahkan tulang jari dan tulang kaki Cindy"
Pak Marco shock mendengar perkataan pak Sopo,emang bisa wanita punya tenaga hulk bisa membanting tubuh orang dan mematahkan tulang saya kok jadi ngeri membayangkannya batin pak Marco.
"Dimana mahasiswi yang bernama Hana"
Pak Sopo menunjukkan dengan jari telunjuknya ke arah Hana."Itu dia pak yang bernama Hana"
"Hana" panggil pak Marco.
Hana tidak menjawab ia bahkan asyik bermain game yang ada di ponselnya, Kalandra menyenggol lengan Hana agar dia berhenti.
"Anjing! ganggu aja" Winter ngegas saat Kalandra menyenggol lengannya.
"HANA" Maki Pak Sopo yang gemas dengan kelakuan mahasiswi itu.
Kivandra hanya terkekeh kecil melihat sikap kekasihnya itu.
"Sayang ada pak Marco manggil kamu tuh" bisik lembut Kivandra.
"Hah?" Winter menoleh ke arah Kivandra yang ada disampingnya.
__ADS_1
Kivandra langsung memutarkan kepala Hana ke arah pak Marco.
"Ada apa panggil saya? ganggu main game saja" pekik Winter yang masih kesal.
Anggota inti Ravestrack menepuk jidat mereka melihat kelakuan bu bosnya yang kelewat batas itu.
"Kamu yang namanya Hana?" tanya pak Marco menatap tajam Hana.
"Bukan, saya tukiyem udah tahu nama saya ngapain masih tanya" mencebik bibirnya.
"Hana jaga sopan santun mu kepada pak Marco" bentak Pak Sopo.
Hana geram dan tidak suka dengan sikap arogan dosen ini selalu saja ia di bentak-bentak di depan orang rasanya ingin sekali mendorongnya ke jembatan neraka.
"Pak Sopo tolong jangan bentak teman saya ini" sahut Kalandra.
Pak Marco langsung menoleh ke Kalandra ia langsung terkejut disana ada kedua cucu dari keluarga Lexander.
"Tu-tuan muda Kalandra dan tuan muda Kivandra kenapa kalian ada disini" suara gagap pak Marco.
"Saya kesini-
"Permisi" Daddy Darren baru saja datang dan menyela kalimat Kivandra.
Daddy Darren datang dengan penampilan kemeja panjang hitam yang lengannya di tekuk ke atas dan celana hitam terkesan hot daddy.
Bukan hanya pak Marco dan pak Sopo saja yang terkejut tapi juga anggota inti Ravestrack melihat tuan Darren datang.
Winter hanya memasang wajah datarnya saja, dan tidak peduli siapa yang datang.
Sebelum itu Kalandra emang menghubungi pamannya agar datang dan menyelamatkan calon menantunya tanpa sepengetahuan Kivandra. Kivandra langsung menatap tajam ke arah Kalandra yang udah nyengir memamerkan rentetan gigi putihnya.
"A-ada apa tuan Darren datang ke kampus?" tanya Pak Marco terlihat gugup.
"Saya kesini karena ponakan saya menghubungi saya untuk segera datang ke kampus karena ada hal penting" suara barington daddy Darren.
"Ada hal penting apa ya tuan Darren? silahkan duduk dulu" tanya Pak Sopo sambil mengusir Adrian untuk berdiri dari duduknya.
Adrian mendengus kesal di usir oleh Pak Sopo.
"Tidak perlu Pak Sopo saya kesini datang untuk menantu saya, katanya anda akan mengeluarkan menantu saya dari kampus apa itu benar pak?" tanya daddy Darren melirik sedikit ke Hana yang sedang kepalanya bersandar di bahu Kivandra.
Deg!
Pak Sopo dan Pak Marco menegang rasanya ada yang tercekat di tenggorokan mereka berdua saling melirik.
Pak Sopo beraninya mengeluarkan menantu Lexander dari kampus ini apa dia tidak tahu gumam pak Marco dalam hatinya.
Siapa yang dimaksud oleh tuan Darren? Tidak mungkin Hana kan? dia hanya mahasiswi biasa bukan dari kalangan orang kaya monolog batin Pak Sopo.
Winter hanya menyeringai tipis sekali tanpa ada mereka tahu.
"Maaf menantu tuan Darren siapa karena saya tidak tahu menantu tuan Darren berkuliah di kampus ini" ucap pak Marco.
"Itu yang sedang bermanja-manja dengan anak saya Kivandra" balas daddy Darren sambil menunjuk kearah Hana dan Kivandra semua orang mengikuti arah pandang tuan Darren.
Pak Marco dan Pak Sopo terperanjat dan tidak percaya kalau Hana adalah menantu keluarga Lexander, Pak Sopo sudah berkeringat dingin ia salah mencari lawan nasib Pak Sopo pasti sedang berada di ujung tanduk sekarang.
"Shitt, kenapa aku tidak mencari informasi terlebih dahulu kalo Hana adalah menantu keluarga Lexander" batin Pak Sopo yang sudah gemetaran.
"Ini Pak Sopo yang bego atau benar-benar tidak tahu, jangan sampai Pak Sopo menyeretku dalam masalah ini aku juga tidak tahu kenapa Pak Sopo tiba-tiba menghubungi ku" gumam dalam hati pak Marco.
"Anjay, bisa-bisanya mereka bermesraan di sini gak ingat tempat tuh pak bos sama bu bos" bisik lirih Adrian.
"Namanya juga bulol ya gitu gak mandang tempat" balas lirih Agam.
"J-jadi Hana adalah menantu anda tuan Darren?" tanya Pak Sopo untuk memastikan.
"Hm, ada masalah apa Pak Sopo ingin mengeluarkan Hana dari kampus?" suara dingin daddy Darren.
"Kata Pak Sopo Hana telah melakukan pembullyan dan tindakan kekerasan terhadap Cindy tuan Darren" sambung pak Marco ia terlebih dahulu menyela sebelum Pak Sopo menjawab.
Glek!
Pak Sopo menelan salivanya dengan berat di tatapan oleh tuan Darren.
"Se-sepertinya tidak tuan, saya tidak jadi mengeluarkan Hana dari kampus ini" suara gagap Pak Sopo tangannya sudah gemetaran.
"Lihatlah Pak Sopo udah kek curut kecepit" bisik Abercio sambil tawa kecil.
"Baiklah, kalo Pak Sopo masih kekeh ingin mengeluarkan Hana dari kampus Pak Sopo yang akan saya keluarkan terlebih dahulu" ancam daddy Darren.
Glek!
Pak Sopo menelan ludahnya terasa berat sekali."Shitt, saya rasa tidak akan mencari masalah lagi yang berhubungan dengan Lexander group" batinnya.
"B-baiklah tuan Darren" ucap Pak Sopo.
"Dan pak Marco sebelum menyelesaikan masalah lebih baik mencari dulu kebenarannya jangan seperti Pak Sopo yang langsung menghakimi orang tanpa mencari informasi terlebih dahulu" saran daddy Darren.
"Baik tuan Darren" balas pak Marco yang di angguki oleh daddy Darren.
"Are you okey Hana sayang?" tanya daddy Darren menoleh ke arah Hana.
"Hm, aku baik dad" jawab singkat Winter.
"Baiklah daddy pergi dulu karena urusan disini udah selesai, Kivandra jaga menantu kesayangan Lexander jangan sampai dia terluka" sambung daddy Darren.
"Hm" singkat Kivandra.
Daddy Darren hanya menghela nafas ia benar-benar tidak tahu lagi dengan anaknya itu pelit sekali kalau berbicara.
"Kalian datanglah ke mansion karena tante Anara ingin bertemu dengan kalian" daddy Darren menoleh ke arah anggota inti Ravestrack.
"Yess, makan gratis!siap om" pekik Abercio yang mendapat tonyoran kepala dari Adrian.
"Lo sultan tapi demen banget kalo ada gratisan"
"Suka-suka gue ya, semua orang kalo di tawarin gratisan pasti mau lo juga mau kan?" ejek Abercio.
"Yee suka-suka lo deh" dengus Adrian.
Daddy Darren hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd temannya Kivandra.
Setelah daddy Darren pergi lalu mereka juga pergi dari ruangan konselor saat melewati Pak Sopo Winter berbisik tepat di telinga Pak Sopo.
"Jangan pernah membangunkan ajudan malaikat maut kalo anda masih ingin hidup dengan tenang dan panjang" bisik Winter tersenyum miring sambil menggoreskan pisau kecil tepat di tangan Pak Sopo sebagai tanda peringatan lalu ia keluar dari ruangan konselor.
...----------------...
Hana sekarang berada di gedung tua yang tidak terpakai dan tidak berpenghuni.
Hana di temani oleh Alan dan beberapa bodyguard, ia berjalan menuju ruang bawah tanah atau ruangan penjara yang berbau anyir, gelap dan lembab.
Tap
Tap
Tap
Ceklek!
Hana berjalan menghampiri dua manusia yang sedang tertidur dengan keadaan di rantai.
__ADS_1
Hana mengambil seember air dan mengguyurkan ke arah dua manusia tersebut.
Byur!
"Aaarrgh, Cindy kenapa kamu ada di sini" Melisa terkejut melihat Cindy ada disini
"Ssshhh, m-mama"
"Bangun juga kalian, nyenyak tidurnya hm?" ucap Hana berdiri di hadapan mereka.
Mereka menoleh ke sumber suara.
"H-hana tolong, kamu pasti ke sini mau menolong kita kan?"tanya Melisa ia pikir Hana pasti akan membebaskannya.
"Iya gue disini untuk membebaskan kalian dari sini dan gue akan memberikan kehidupan baru yang pastinya kalian akan betah disana" ucap Hana menyeringai.
"Ma-maksudnya apa Hana" maki Melisa.
"Hihihihihi" tawa kecil Hana menatap tajam kearah mereka.
Mereka langsung ketakutan dengan Hana yang tiba-tiba tertawa seperti kuntilanak.
"Bagaimana kalo dimulai dari ibunya yang udah menyakiti mama Lika hm? hihihihi" ucap Red memiringkan kepalanya.
Jiwa Red sudah muncul sejak dia tiba di gedung tua, mata Red seketika menggelap dan memasang senyuman ala joker.
Glek!
Mereka seketika bergirik ngeri melihat tatapan Hana yang sangat berbeda dari biasanya seolah bukan Hana.
"Besi panas" pinta Red kepada Alan.
Alan mengambil besi panas lalu ia memberikannya kepada Red.
Red berjalan menghampiri Melisa, Melisa berusaha untuk memundurkan langkahnya ke belakang tapi Melisa kesulitan karena kakinya terasa kebas dan berat karena di rantai.
Red mencengkram kuat dagu Melisa membuat Melisa meringis kesakitan.
"Ssshhh..."
"Gue suka suara merdu ini hihihihi" tawa Red.
Ctak!
Red menempelkan besi panas ke pipi Melisa, Melisa terpekik kesakitan merasakan panasnya pipi Melisa.
"Aaarghh"
"Hihihi gue suka menyiksa orang hihihi"
Cindy yang melihat hanya bisa menangis ia ingin membantu mamanya tapi tubuh dia penuh dengan rantai.
"Bagaimana Cindy wajah mamah mu apa dia kelihatan bertambah cantik dengan stempel dari besi panas ini huh?" tanya Red tersenyum miring.
"Bastard lepasin mamah gue Hana, lo jahat" teriak Cindy.
"Hihihi gue emang jahat suka darah apalagi darah mamah mu ini hihihihi"
"Sakit lo Hana"maki Cindy.
Blash!
Red menarik samurai dari dinding dan menganyunkan ke arah kaki Melisa sekali tebas langsung terlepas dari badan Melisa.
"Aaaarrrrghhhhh" pekik Melisa
Cindy langsung shock melihat kaki mamahnya terputus dari tubuhnya.
Darah langsung mengalir deras dan menetesi lantai yang dingin.
Red menjilati sisa darah yang ada di samurainya.
"Manis gue suka hihihihi"
"B-bunuh aku Hana" pinta Melisa yang sudah tidak sanggup lagi.
Red melemparkan potongan kaki Melisa ke arah kucingnya yang bernama Meow yang barusan di bawa oleh bodyguard Hana.
Meow langsung melahap potongan kaki Melisa, membuat Cindy ingin memuntahkan isi perutnya melihat singa sedang memakan daging manusia. Sungguh kejam dan jahat Hana pikir Cindy.
Red berjongkok menghadap sisa kaki Melisa,Red langsung memotong paha putih mulus Melisa sebanyak empat kali, Melisa sungguh tidak tahan lagi tubuhnya di siksa dan di potong-potong dalam keadaan sadar, rasanya ia ingin segera mati saja.
"Hentikan Hana hiks" pekik Cindy ia sungguh tidak sanggup melihat mamahnya di siksa sadis oleh Hana.
"Hihihi ini akibatnya mengusik kehidupan gue hihihi" Red masih asik memotong paha dengan samurainya hingga habis.
Nafas Melisa sudah terlihat lemah dan matanya terlihat sayup-sayup.
"Ck, gitu aja lemah jangan mati dulu" decak Red melihat nafas Melisa sudah tersengal-sengal.
Red melemparkan potongan paha Melisa yang di potong kecil-kecil ke arah singa putih.
Cindy rasanya ingin muntah melihat darah segar mengalir deras segitu banyaknya.
Red membelah perut Melisa dalam keadaan masih setengah hidup.
"Aaarrghhh" setelah berteriak Melisa langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Red mengeluarkan isi perut Melisa mulai dari usus hingga jantung, ia akan menyimpan ginjal dan akan menjualnya di pasar gelap.
"Ck, gitu aja langsung mati" ucap Red melihat Melisa sudah tidak bernyawa.
Red menebas kepala Melisa membuat Cindy jatuh pingsan melihat kematian mamahnya secara tragis.
Red akan membawa pulang kepala Melisa untuk cendramata.
Red mencincang kecil-kecil tubuh Melisa untuk santapan singa putih.
Kini tubuh Red di penuhi dengan bercak darah dari Melisa.
Red meminum darah segar Melisa lalu ia tertawa kecil ia merasa puas dengan mainannya kali ini.
Untuk Cindy Red akan membiarkan dia menghirup udara dulu sebelum pindah alam.
Setelah selesai ia menghampiri Meow dan membelainya.
"Makan yang banyak selamat berpesta anakku"
"Jaga meow kalo dia udah selesai dengan santapannya bawa dia ke kandangnya lagi, dan lagi jaga dia jangan beri wanita itu makanan" pinta Red kepada bodyguard.
"Siap nona"
Red pulang ke apartemennya untuk membersihkan seluruh tubuhnya sebelum pulang ke mansion agar mama Lika tidak curiga.
...----------------...
......................
...~Kivandra~...
__ADS_1
Thanks for reading....
Sorry baru update 🙏