Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
98


__ADS_3

Mereka sedang berada di tempat parkir kampus, mereka semua sudah tidak ada lagi kuliah dan para tuyul Ravestrack dan para tuyul Devils akan pergi ke markas Ravestrack langsung untuk membahas tentang tawuran dengan Alaska besok minggu. Hana hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba di hentikan oleh Tiara.


"Kivandra, boleh gue nebeng kalian gak?" ucap Tiara suaranya sengaja di buat lembut.


Kivandra menoleh kearah Hana yang ada di sampingnya,dia paham kalau Hana setuju atau tidak Tiara di perbolehkan nebeng sama kita.


"Tapi kita mau ke markas Ra" jawab Kivandra siapa tahu dengan jawaban seperti ini dia tidak jadi ikut.


"Gue ikut ke sana sekalian deh, Vandra. Daripada gue di rumah sendirian" Tiara tetep kekeuh ikut dengan mereka.


Kivandra langsung mende*sah pelan benar-benar batu nih anak. "Lo kenapa gak ikut nebeng Adrian atau Agam kan rumah kalian searah"


Hana sedari tadi kesal dengan sikap Tiara yang mulai terang-terangan mendekati Kivandra, Hana akan ikuti permainan Tiara saat ini dia juga udah memberitahu kepada Kivandra saatnya dia mendekati Tiara sekarang ini mumpung Tiara yang duluan mendekati Kivandra daripada Kivandra sendiri yang mulai.


"Yaudah yank, kamu bareng Tiara aja nganterin dia ke rumah" ucap Hana kepada suaminya itu.


Kivandra langsung melotot ia mungkin lupa apa yang dikatakan Hana saat di rooftop kampus.


Hana gila apa? harus semobil dengan rubah ini bisa-bisanya mobil gue kena virus, gue jual langsung aja tuh mobil kalo sampai dia masuk ke mobil dengus dalam hati Kivandra.


"Sayang" rengek Kivandra dengan mencebikkan bibirnya.


"Udah jangan bantah, kamu anterin Tiara sahabat aku sampai rumah lalu tunggu aku di markas, aku mau ke kantor dulu tadi aku udah menghubungi Alan untuk menjemput ku ke kampus" ucap Hana sambil mengedipkan matanya sebagai kode.


Kivandra yang melihat kode dari istrinya ia langsung mengerti tapi ia sangat berat sekali ya kali satu mobil dengan rubah rabies ini. Sedangkan Tiara sudah menarik sudut bibirnya ke atas mendengar Hana akan pergi sendiri tidak jadi semobil dengan Kivandra yang artinya dia mempunyai waktu berdua dengan Kivandra di dalam mobil itu sangat menyenangkan untuk merebut Kivandra dari Hana.


"Hana lo gak jadi bareng kita? nanti kalo gue bareng Kivandra dikira nantinya gue selingkuh sama pacar lo" pura pura polos Tiara.


"Gak Ra, semua anak-anak udah tahu lo dan Kivandra gak bakalan ada yang berkomentar kalo kalian sedang berselingkuh ,tenang aja Ra lo sahabat gue, gue ada perlu kalo ikut kalian nanti malah putar baliknya kejauhan gak searah dengan arah rumah lo keburu makan waktu banyak Ra, soalnya gue buru-buru" jelas Hana terpaksa iya ikutan berakting seperti Tiara.


"Hm balik lah, gue bareng pacar lo Han, maaf ya" Tiara berpura-pura memasang wajah sedih padahal di dalam hatinya ia bersorak gembira.


"Ok, sayang kamu hati-hati ya jangan ngebut nyetir mobilnya tunggu aku di markas" ucap Hana sambil mencium pipi Kivandra didepan Tiara, Hana emang sengaja mencium pipi Kivandra didepan rubah licik itu.


Tiara yang melihat tindakan Hana langsung mengepal kuat tangan di bawah sana ia sangat geram sekali dengan Hana beraninya mencium pacar gue.


"Berpura-pura lah ramah dan dekat dengan Tiara sampai dia mengatakan informasi tentang bokapnya, bersabarlah dikit sayang" bisik lembut di telinga Kivandra.


"Hm,baiklah sayang" jawab Kivandra ia juga terpaksa melakukan ini kalau saja tidak karena misi dipastikan Kivandra tidak mau melakukannya.


"Kalo begitu gue tinggal dulu ya Ra, Alan udah sampai didepan kampus, yank kamu hati-hati ya" ucap Hana setelah itu menoleh ke Kivandra untuk pamit pergi ke perusahaan.


Hana pun berjalan menuju gerbang kampus disana sudah ada Alan yang menunggunya. Kivandra menatap punggung Hana yang sedang berjalan ke arah gerbang, Kivandra tersentak oleh tepukan pundak dari Tiara.


"Yuk, Kivandra kita pulang" ucapnya yang udah membuka pintu mobil bagian depan tanpa ijin Kivandra.


Kivandra langsung mendengus melihat sikap Tiara yang sangat tidak sopan,fix besok gue buang nih mobil batin Kivandra.


Semua anak-anak Ravestrack dan anak-anak Devils sudah berangkat duluan ke markas, sedangkan Alula dan Tania mereka berdua sudah pulang sejam yang lalu. Tinggal Tiara dan Kivandra yang masih di tempat parkir kampus.


"Kivandra" panggil Tiara dengan suara mendayu-dayu dia sengaja suaranya dilembutkan.


"Hm" jawab singkat Kivandra ia langsung memutari mobil dan membuka pintu mobil.


Kivandra langsung menyalakan mobilnya dan melesat meninggalkan kampus elit milik keluarga Lexander. Sedangkan Tiara tanpa diketahui oleh Kivandra dia diam-diam memfoto Kivandra yang sedang fokus menyetir. Lalu ia memposting foto tersebut di sosmednya.



"Eh, Kivandra kita mampir ke kafe dulu yuk, gue laper lagi nih" modus Tiara agar dia lebih lama dengan Kivandra.


Kivandra seketika menoleh ke Tiara yang berada di samping jok pengemudi. "Gue gak bisa, mereka udah nunggu gue di markas" suara dingin Kivandra.


Tiara kesal dan geram mendengar jawaban dari Kivandra kenapa sangat susah didekati.


"Ah, yaudah kalo gitu"


Setelah itu mereka tidak ada lagi pembicaraan lainnya di dalam mobil, hanya suara musik saja yang ada di tengah-tengah keheningan mereka.

__ADS_1


Mobil Kivandra berhenti di depan mansion Tiara, Kivandra menoleh ke arah Tiara."Turun" pinta Kivandra.


"Hah? udah sampai? kok cepat sekali, lo gak mau mampir dulu?" tanya Tiara sambil melepaskan seat belt.


"Lain kali" jawab singkat Kivandra.


"O-oke gue turun ya" Tiara pun turun dari mobil Kivandra, dan Kivandra langsung pergi dari sana.


Tiara yang melihatnya pun merasa emosi, kenapa sih susah banget buat lo beralih ke gue Kivandra gumam Tiara menatap mobil Kivandra yang udah berjalan jauh dari mansionnya.


Tapi Tiara tidak akan menyerah untuk merebut Kivandra dari Hana, semua yang berhubungan dengan Hana akan dia rebut termasuk perusahaannya.


...****************...


Brukk!


Mobil Hana berhenti secara mendadak membuat dahi Hana terpentok kepala jok pengemudi.


"Kau mau bunuh saya , Alan?" geram Hana.


Alan menatap nona nya dari kaca."Maaf nona, saya tidak sengaja karena didepan ada gadis SMA di cegat sama begal nona"


Hana langsung melihat ke depan ternyata benar yang dibilang sama Alan kalau di luar sana ada gadis SMA yang sedang di cegat sama preman lingkungan disini.


"Kau tunggu di mobil,Lan. Biar saya yang nolong dia"


Saat Alan ingin menjawab tapi sialnya Hana sudah keluar dari mobil. Alan bingung bagaimana kalau nona nya kenapa-kenapa sama tuh para begal apalagi badan begal dua kalipat dari badan Hana. Apa dia harus menghubungi tuan Kivandra untuk menolong nona Hana tapi takutnya tuan Kivandra marah membiarkan nona Hana menghadapi para begal sendirian. Alan benar-benar frustasi sebagai asisten pribadi Hana.


Sedangkan di luar sana Hana berjalan menghampiri gadis SMA tersebut.


"Woi, beraninya sama anak sekolah malu om sama otot kalian" teriak Hana ia sudah menggulung kedua lengan kemejanya ke atas dan mencepol rambut panjangnya,apalagi tato di leher Hana terlihat terkesan sangat sexy.


Gadis SMA itu menoleh ke Hana yang ada di sampingnya,Hana merasa di tatap ia pun menoleh ke sampingnya.


"Lo gak apa-apa?" gadis tersebut hanya geleng-geleng kepala saja.


"Woi, cewek cantik ngapain lo ikut campur sama urusan kita hah! atau lo mau ikutan bergabung dengan kita" teriak begal yang berkepala botak.


Hana seketika menatap para om-om botak yang sangat jelek di matanya.


"Wah, boleh dong gue ikutan om botak, lumayan pemanasan siang bolong begini" celetuk asal Hana.


"Wah, dia nantangin bos" bisik salah satu begal botak.


Hana melirik ke gadis SMA yang sedikit takut, "Lo bisa bela diri?"


"Bisa,kak" jawab gadis SMA itu.


Hana tersenyum tipis ternyata gadis SMA itu cukup tangguh juga dan tidak menye-menye jadi gak bikin Hana beban dalam menghadapi para om botak.


"Lo mau bermain dengan gue gak?" senyum licik Hana kepada Gadis SMA.


"Mau banget, panggil gue Dasha" jawab Dasha ia juga ikut menyeringai.


Ya gadis SMA itu adalah Dasha yang baru saja pulang sekolah dan tiba-tiba saat dia sedang jalan kaki di hadang oleh para preman,dan tidak lama Hana pun datang saat Dasha di hadang,entah kebetulan atau emang takdir mereka untuk bertemu.


"Om, kita mau main sama om kalo om mau ayo lawan kita" teriak Hana.


Membuat para preman botak tertawa terbahak bahak anak kemarin sore malah nantangin para preman untuk berkelahi.


"Heh, bocah ingusan kalian berdua itu perempuan bagaimana mau berkelahi sama kita yang ada kalian berdua nangis kejer nanti kita di marahin sama emak kalian, lebih baik kalian layani kita saja lumayan dapet yang semok dan sexy ya walaupun penampilan kalian berdua seperti wanita tomboy" pekik bos preman botak.


Hana dan Dasha merasa geram telah di anggap sebagai wanita murahan. Dengan gerakan tidak terbaca oleh musuhnya Hana langsung menendang tubuh bos preman botak tersebut hingga terpental jauh.


Bugh!


"BOS" pekik mereka bersamaan melihat bosnya tersungkur diatas aspal.

__ADS_1


"BASTARD" teriak bos begal sambil terbatuk mengeluarkan darah.


Disisi lain Dasha bertepuk tangan melihat tendangan dari perempuan yang ada disampingnya.


"Hebat kak" senyum sumringah Dasha.


"Panggil Hana" balas Hana dengan senyuman.


"Kak Hana, mari kita habisi mereka" langsung diangguki oleh Hana.


"SERANG" pekik bos begal kepada anak buahnya.


Hana dan Dasha sama-sama menyeringai."Let's play" ucap mereka berdua secara bersamaan.


Bugh!


Hana menendang tulang kering salah satu begal botak,memberi bogem mentah rahang bawah begal botak tersebut.


Brak!


Hana sudah menghabiskan dua begal kepala botak, masih sisa empat begal lagi. Hana langsung bergerak menghajar habis para begal tersebut hingga tiga begal sudah terjatuh di atas aspal yang panas.


Bugh!


Sedangkan Dasha sedang sibuk menendang perut begal dan memukul wajah begal itu hingga berkali dan terakhir ia membanting tubuh begal hingga mengeluarkan bunyi.


Krek!


Dasha sudah menghabiskan dua begal tinggal bos mereka yang belum Dasha dan Hana hajar.


Dasha melihat bos begal mengeluarkan senjata tajam dari saku celananya, Dasha langsung teriak memanggil nama Hana.


"Kak Hana pisau" teriak Dasha.


Dengan gerakan cepat Hana menghindar dari tusukan bos begal. Dengan gerakan memutarkan badan, Hana menjegal kaki bos begal hingga terjatuh ke aspal.


Bugh!


Kaki Hana menginjak punggung bos begal tersebut dengan satu tangannya menarik rambut bos begal hingga mendongakkan kepalanya ke atas, wajah bos begal penuh dengan luka lebam.


"Kalo kalian lewat jalan ini lagi, gue gak segan untuk bunuh kalian semua, ingat itu" desis Hana.


"I-iya uhuk b-bos" jawab bos begal dengan batuk darah.


"Bagus" ucap Hana sambil memukul kepala bos begal dengan pukulan yang sangat keras mengakibatkan bos begal pingsan.


Hana berjalan menghampiri Dasha yang masih berdiri disana.


"Lo hebat Dasha, gue suka cara bela diri lo ini, gimana kalo kita berteman mulai sekarang" Hana mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Dasha.


"Senang berteman dengan kakak" senyum sumringah Dasha.


"Lo mau pulang? atau lo mau ikut gue ke markas Ravestrack?" tanya Hana.


Dasha membulatkan matanya mendengar kata Ravestrack, geng motor yang sangat terkenal di Ibukota ini Dasha ingin sekali bergabung dengan geng motor tersebut tapi ia bingung caranya untuk bergabung bagaimana dia juga baru saja pindah ke sini belum cukup tahu tentang jalanan ibukota apalagi geng motor yang terkenal itu.


"Gue boleh ikut ke markas Ravestrack gak kak? gue ngefans banget sama Ravestrack" mata berbinar-binar ia berharap Hana akan membawanya ke sana.


Hana melihat ekspresi wajah Dasha sangat menggemaskan sekali rasanya ingin gue karungin dah.


"Boleh, ayo! nanti gue akan kenalkan lo sama teman-teman gue disana" ucap Hana sambil menarik tangan Dasha ke arah mobilnya.


...****************...


Komen lebih dari 10 author kan double update langsung.


Thanks for reading 🤗🥰😍....

__ADS_1


__ADS_2