Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
120


__ADS_3


"Apa kabarnya kamu Belvia sayang, apa kamu lupa sama om mu ini hm?" suara deep seorang pria paruh baya yang memiliki paras wajah seperti orang British.


"Om Lorenzo? jadi ini orang di balik layar adalah om Lorenzo?" Hana benar-benar tidak percaya kalau om nya adalah dalang dibalik kejadian 10 tahun yang lalu, tapi untuk apa om nya melakukan semuanya ini?


"Yes, it's me om kira kamu lupa dengan om hm? pasti kamu kaget kan kalo om tahu siapa sebenarnya kamu" kata Lorenzo mengangkat sudut bibirnya ke atas.


Lorenzo adalah adik tiri Brivan yang diangkat oleh kedua orang tuanya, sebenarnya dia adalah anak dari kaki tangan orang tua Brivan. Lorenzo selalu saja iri apa yang dimiliki oleh Brivan hingga ia gelap mata menghalalkan segala macam cara untuk merebut kekuasaan dan harta Hawthorne.


"Bagaimana bisa om tahu, om kenapa jahat sama daddy, daddy punya salah apa sama om?om sungguh jahat sekali"


"Kamu lupa kalo om ini bisa saja mencari informasi dengan membayar seseorang dengan harga tinggi meskipun om berada di Sisilia Italia, om kira kamu udah mati setelah kecelakaan yang om buat hahaha ternyata malah pindah jiwa ke tubuh anak ingusan, daddy kamu gak punya salah tapi kenapa daddy kamu selalu beruntung hah! kamu tahu tidak, perusahaan Hawthorne semakin maju itu semuanya berkat kerja keras om bukan daddy kamu tapi kenapa daddy kamu yang menjadi pemimpin Hawthorne group dan Elena seharusnya jadi istri om bukan daddy kamu, dan seharusnya kamu mati ikut dengan kedua orang tua mu itu" maki Lorenzo.


"Cih, seharusnya om itu ngaca, om disini tuh hanya anak angkat bukan anak kandung yang berhak itu daddy bukan om, om itu hanya anak dari kaki tangan kakek untung saja kakek baik hati mengangkat om sebagai anaknya bukannya berterima kasih malah ingin merebut kekuasaan yang bukan milik om, inget om itu udah tua sebentar lagi tubuh om akan di bungkus sama kain putih"


Lorenzo sudah sangat geram sekali dengan Hana, Lorenzo berjalan mendekati Hana dan mencengkram kuat dagu Hana.


"Cepat katakan dimana dokumen asli Hawthorne group, pasti kamu tahu soal daddy kamu menyimpan dokumen asli" desis Lorenzo.


Ceklek!


Tap


Tap


Tap


"Om" panggil seorang laki-laki yang baru saja masuk kedalam ruangan.


Lorenzo menoleh ke arah pintu dan melepaskan cengkeraman nya.


"Apa?" jawab singkat Lorenzo.


"Jangan sakiti Hana sesuai perjanjian di awal om, om hanya meminta menanyakan soal dokumen saja" ucapnya sedikit melirik ke Hana.


"Ck, ganggu aja" decak Lorenzo.


Hana mendengar suara yang tak asing di telinganya ia menoleh dan wow, tidak menyangka kalau dia juga bekerjasama dengan bedebah rubah ini.


"Leon" lirih Hana.



"Wow, ternyata keponakan aku ini di sukai dua pria yang sangat tampan dan kaya, hebat juga kamu Hana hahaha" tawa sinis Lorenzo.


"Dasar pengkhianat lo Leon gue gak nyangka gue kira lo akan tobat, malah lo bersekutu dengan setan" maki Hana menatap sengit Leon.


"Gue bukan pengkhianat tapi gue disini untuk membawa kembali seseorang kedalam pelukan gue" jawab Leon dengan gaya cool nya.


"Ck, jangan halu lo gue ini Belvia bukan Hana asal lo tahu" sentak Hana.


"Gue tahu lo itu Belvia tapi tubuh lo itu masih milik Hana setiap kali gue lihat lo itu gue merasa melihat Hana kembali hidup meskipun jiwanya berbeda, gue gak peduli lo itu Belvia atau Hana yang gue mau lo harus jadi milik gue, gue akan bawa lo pergi dari sini dan hidup bersama"


"Cuih, jangan berharap gue akan pergi sama lo, gue yakin Kivandra akan datang ke sini" pekik Hana benar-benar obsesi Leon terhadap Hana.


"Sayang berjuang bersama mommy ya nak, jangan rewel ya sayang" ucap Hana dalam hatinya.


"Hana dimana dokumen asli itu, kalo kamu tidak memberitahu kepada om, om akan membuat orang-orang terdekat mu celaka atau mati" ancam Lorenzo.


"Silahkan kalo om bisa membuat mereka celaka gue gak akan takut sama lo om, kelakuan om lebih dari dajjal om benar-benar tega memisahkan seorang anak kecil dengan orang tuanya" geram Hana menatap tajam Lorenzo.


Plak!


Lorenzo menampar pipi Hana dengan keras hingga darah keluar di sudut bibirnya.


"Om Lorenzo" desis Leon melihat Hana di tampar.


"Ck,ingat setelah om kembali om harap kamu mau memberitahu dimana dokumen itu, jaga dia Leon jangan sampai kabur" kata Lorenzo ia mengangkat kakinya dengan lebar pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Leon berjalan menghampiri Hana yang tangannya masih terikat dengan tali tambang.


"Lebih baik lo milih gue Hana kalo lo gak milih gue, gue pastikan akan melenyapkan Kivandra lo gak akan pernah melihatnya lagi, bagi gue bisa sekarang juga melenyapkan Kivandra, dan lo seharusnya milik gue bukan Kivandra" desis Leon ,obsesi Leon sudah stadium semester akhir.


"Tapi sayangnya lo terlambat Leon, gue dan Kivandra sudah menikah hahaha dan asal lo tahu gue sedang mengandung anaknya Kivandra coba saja lo bisa membunuh Kivandra, pasti lo gak akan mudah membunuhnya" tatapan tajam Hana.


Deg!


Seketika Leon membulatkan matanya mendengar perkataan dari Hana, Leon langsung geleng-geleng tidak mungkin Hana sudah menikah apalagi Hana sedang mengandung anaknya Kivandra, ini pasti Hana sedang bercanda dengannya.


"Hahaha lo pasti sedang bercanda kan lo lagi mengarang cerita kan? biar gue gak jadi menikahi lo, gue gak akan percaya sama lo, lo akan tetap menjadi milik gue bukan cowo lain" Leon menekankan setiap kalimatnya.


"Buat apa gue mengarang cerita Leon, sungguh otak lo bodoh gak lihat gue pakai cincin kawin huh? dan jangan berharap gue akan jadi istri lo" sambung Hana sambil menunjukkan cincinnya yang ada di tangannya.


Leon melirik ke arah tangan Hana benar apa yang dikatakan oleh Hana, Sial! ternyata dia kalah cepat dari Kivandra tapi ini bukan akhir baginya.


"Gue bisa saja membunuh calon anak lo dan suami lo itu, setelah itu kita menikah dan gue pastikan lo akan mengandung calon anak gue Hana"

__ADS_1


"Ck, sinting! Lo berani melukai mereka jangan harap lo bisa melihat hari esok" ancam Hana.


"Coba aja lo bunuh gue sekarang dengan tubuh lemah lo ini, haha gue udah menyuntikkan obat di tubuh lo waktu lo pingsan,agar lo tidak mempunyai tenaga dengan itu anak lo akan segera mati" bisik Leon.


"BASTARD" pekik keras Hana menatap tajam Leon.


"Hahaha bye sayang, gue mau ngurusin suami bego lo itu dulu setelah ini kita akan pergi ke Sisilia dan hidup bersama disana" bisik kembali Leon setelah itu dia pergi dari sana.


"Anjing, semoga Kivandra baik-baik saja gue harus bisa memulihkan tenaga gue dulu, ayo sayang bantu mommy mu ini beri mommy mu tenaga jangan rewel ya, Red gue butuh bantuan lo" gumam lirih Hana sambil memejamkan matanya.


...****************...


Plak!


Rajendra menampar keras pipi Tiara, sedangkan Tiara sudah menangis sesenggukan dan memohon ampun kepada ayahnya.


"Pah, tolong maafkan Tiara pah dia anakmu pah ingat pah ini semua bukan salah Tiara pasti Sam yang mencoba mempengaruhi Tiara pah" Ratna memohon kepada Rajendra agar tidak menyakiti anaknya.


Delvin? dia hanya menatap tajam Tiara benar-benar tidak menyangka Tiara bermain dengan ayahnya sendiri, Delvin mengira Tiara anaknya polos dan lugu ternyata dia lebih suhu darinya sudah terlalu jauh bermainnya.


"Kamu udah membuat malu keluarga besar kita Tiara, apa uang dari papah kurang hah? sampai kamu menjual tubuh kamu sendiri ke om-om? bahkan kamu tidur dengan paman mu sendiri, papah udah gagal ngedidik kamu supaya jadi anak yang baik tapi kenyataannya sikap kamu lebih dari wanita murahan, udah berapa lama kamu seperti ini hah? jual tubuh kamu kepada pria hidung belang? dan tidur dengan paman mu sendiri" Rajendra sungguh nafasnya terasa sesak sekali dan kepalanya seperti di hantam batu yang besar akibat ulah Tiara dan mempermalukan keluarga besarnya di depan para kolega bisnis Rajendra.


"M-maaf pah, Tiara khilaf pah maafkan Tiara pah, Tiara hanya baru saja mencoba sekali pah beneran pah" dusta Tiara ia berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.


"BOHONG" bentak Delvin yang sedari tadi menyimak pertengkaran Tiara dengan ayahnya.


Semuanya menoleh ke Tiara. "Beneran gue gak bohong Delvin, gue baru mencoba sekali"


"Lo bisa membohongi semua orang terutama orang tua lo Tiara tapi lo gak bisa membohongi gue, Lo bekerja di club malam dengan madam Choo lo disana sudah sangat terkenal banyak pelanggan om-om yang tidur dengan lo sekitar satu tahun lo kerja di club malam demi uang ratusan juta dan demi hasrat lo yang selalu membuat lo ketagihan, sejak pertama kalinya lo melakukan dengan ayah gue sejak itu lo ingin terus melakukannya lagi hingga berakhir di club malam sebagai kupu-kupu malam, gue gak nyangka ya Ra demi duit lo rela jual tubuh ke pria hidung belang bahkan ayah gue sendiri lo rayu, gue juga gak yakin kalo lo anaknya om Rajendra karena kelakukan lo sama dengan nyokap lo" jelas Delvin menatap sengit Tiara.


Tiara mendelik dan mere*mas-re*mas tangannya di bawah sana, bagaimana bisa Delvin tahu semuanya tentang ini.


"Delvin jangan ngomong sembarangan ya kamu, mentang-mentang kamu keponakan saya berani berbicara seperti itu, Tiara jelas anaknya mas Rajendra" bantah Ratna dengan sedikit gugup.


Delvin memiringkan kepalanya dan tertawa sinis. "Tante yakin kalo Tiara anaknya om Rajendra? tapi kenapa gak ada mirip-miripnya hm? gimana dong tante"


"Maksud kamu apa Delvin? kenapa kamu berbicara seperti itu Delvin?" tanya Rajendra.


"Om coba tanya saja sama istri om itu, pasti istri mu gak akan jawab" senyum smirk Delvin.


Rajendra langsung menatap tajam ke Ratna membuat Ratna menelan salivanya dengan berat.


Glek!


Tap


Tap


Tap


"Ada apa panggil gue Rajendra?" tanya Sam yang udah duduk di sofa.


Tatapan Rajendra beralih ke arah Sam."Lo bener sering tidur dengan Tiara?"


"Iya gue sering tidur dengannya, tapi bukan gue yang ajak duluan tapi Tiara yang udah menggoda gue padahal gue udah berkali-kali menolaknya tapi Tiara terus mendesak gue Jend, katanya butuh duit buat gaya hidupnya dan siapa sih yang menolak santapan lezat di depannya semua kucing juga mau" jawab Sam dengan santai.


Rajendra yang mendengarkan langsung memejamkan matanya, sungguh di luar pluto kenapa hal seperti ini terjadi di keluarganya skandal macam apa ini.


"Heh, tidak mungkin anak gue menggoda lo Sam, anak gue anak baik-baik pasti lo mencemari otak anak gue Sam ngaku lo" lagi-lagi Ratna membela anaknya.


"Cih, buat apa gue mencemari Tiara huh? gue masih punya video panas awal dia menggoda gue mau lihat huh? udah tahu anak lo itu j4l@ng kecil masih saja di bela" celetuk santai Sam.


"Lo kan bisa menyewa wanita murahan di club malam kenapa harus Tiara yang lo tidurin Sam" desis Rajendra.


"Gue gak sembarangan nidurin wanita Jend, lagian dia yang menyodorkan tubuhnya sendiri mana tubuh anak lo sexy dan masih bersegel laki-laki bodoh yang menolak wanita seperti Tiara, Dan emang anak lo itu bukan anak yang polos di belakang lo Tiara sering skididap dengan om-om di luar sana tanya saja sama madam Choo, Tiara terkenal j*lang kecil dan tubuh anak lo bikin gue ketagihan candu buat gue" seringai tipis Sam.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Rajendra memukul Sam bertubi-tubi hingga mengeluarkan darah. Sam tidak terima dengan Rajendra yang tiba-tiba memukul dirinya.


"Anjing, lo kenapa pukul gue hah! emang ada yang salah? anak lo itu emang b*tch bukan anak yang polos dan baik hati" pekik Sam.


Bugh!


Bugh!


Rajendra kembali melayangkan pukulan keras mengenai perut Sam hingga ia terbatuk-batuk.


Uhuk...uhuk...


"Tiara keponakan lo Sam lo sadar gak sih, itu hubungan terlarang" maki Rajendra.


"Hahaha tapi gue gak anggap dia keponakan gue tapi gue anggap dia itu j@l@ng kecil,cuih" Sam membuang darah yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Bugh!


Bugh!


Sam membalas pukulan Rajendra dengan keras bertubi-tubi mereka saling menyerang, sehingga membuat Tiara dan Ratna terpekik histeris melihat perkelahian mereka.


Delvin hanya memandangi perkelahian mereka tanpa ada niatan untuk melerai mereka.


"Delvin tolongin mereka, mereka bisa mati kalo terus-terusan berkelahi begini" teriak histeris Tiara.


"Biarkan dua manusia bodoh itu mati" suara dingin Delvin.


"Tapi dia ayah kandung lo Delvin" pekik Tiara.


"Mulai detik ini dia bukan lagi ayah gue dan lo bukan lagi sepupu gue hubungan kita sampai disini" tatapan tajam menghunus ke arah Tiara membuat Tiara menegang.


Hingga suara teriakan mengalihkan perhatian mereka.


"STOP RAJENDRA SAM KALIAN JANGAN BERKELAHI LAGI, DAN LO SAM SEHARUSNYA LO GAK BOLEH NGELAKUIN HUBUNGAN BADAN DENGAN TIARA SAM KARENA TIARA ADALAH ANAK KANDUNG LO" teriak Ratna seketika menutup mulutnya ia sadar seharusnya ia tidak membeberkan fakta mengenai Tiara.


Sam dan Rajendra langsung menghentikan perkelahian mereka dan menoleh ke Ratna, sama seperti mereka Delvin dan Tiara mematung beberapa detik dan menoleh ke arah Ratna secara bersamaan. Ratna mati kutu ia bingung harus bagaimana ia benar-benar keceplosan.


"Apa maksudnya Ratna" desis Rajendra.


Deg!


"Ah, itu-


"JAWAB" bentak Rajendra.


"Apa benar Tiara anak gue Ratna? jadi waktu itu lo gak minum pil kontrasepsi? aaarrrrrghhhhh gimana bisa terjadi bastard" teriak Sam yang udah mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Jadi benar Tiara bukan anak gue Ratna? Tiara anaknya Sam? jadi lo ngejebak gue gitu huh? wah, lo benar-benar membuat gue semakin murka, sekarang kalian angkat kaki dari mansion ini dan mulai sekarang gue Rajendra memberi talak tiga kepada Ratna Antika Sodiq , tunggu besok surat cerai dari pengadilan, KELUAR" bentak Rajendra.


"Mas tolong jangan usir kita mas aku mohon mas Rajendra" Ratna memohon kepada Rajendra di bawah kaki Rajendra.


"Pah, jangan usir Tiara dan mama pah" geleng-geleng Tiara ia tidak mau hidup susah di luar sana.


Rajendra menendang tubuh Ratna dan menarik paksa tangan Ratna dan juga tangan Tiara untuk pergi dari mansion.


"Jangan pernah lagi menginjakkan kaki di sini" sentak Rajendra menendang mereka keluar dari mansion setelah itu menutup pintu dengan keras.


Brak!!!!!


"Urusan kita belum selesai Sam" desis Rajendra menatap nyalang Sam.


Delvin segera pergi dari mansion Rajendra tanpa melirik ke Sam.


...****************...


"Gimana Kal? apa kamu udah menemukan posisi Hana?" tanya Darren kepada keponakannya.


"Udah om, bekas gudang pabrik gula satu jam dari sini" balas Kalandra.


Tap


Tap


Tap


"Brivan?" panggil Darren melihat Brivan sudah datang bersama Agler.


"Dimana?" suara dingin Brivan.


"Gudang bekas pabrik gula satu jam dari sini"


"Kita akan ke sana, kata Agler Leon akan membawa Hana ke Sisilia Leon bekerjasama dengan orang itu" sambung Brivan.


"Lo udah tahu siapa dia?" tanya Darren yang dijawab dengan anggukan kepala dari Brivan.


"Lorenzo adik tiri gue, dia seorang mafia di Sisilia Italia Leon terobsesi dengan Hana walaupun didalam tubuh Hana bukan Hana asli melainkan Belvia ia tetap saja ingin menjadikan miliknya,kemarin Agler memberikan jam tangan hasil rakitannya sendiri kepada Hana, jam tangan tersebut terdapat penyadap suara yang bisa terdengar dari sini, Agler mendengar semua pembicaraan mereka dan merekam pembicaraan itu di ponsel Agler kalian bisa mendengar percakapan mereka, apa semua mata-mata yang ada di anggota Costa Nostra sudah di singkirkan semua?" ucap Brivan sambil menyerahkan ponsel Agler ke arah Darren.


"Kivandra sedang menghabisi dan menyingkirkan para mata-mata yang bersembunyi di balik anggota Costa Nostra" balas singkat Darren sambil menyalakan hasil rekaman.


"Bagus, Mika dan lainnya sudah gue suruh untuk datang terlebih dahulu, biar gue yang akan menemui Lorenzo kalian harus berhati-hati ingat lindungi Hana, Kalandra lindungi Kivandra Leon mempunyai rencana untuk mencelakai Kivandra, anak itu kadang kurang fokus dan kurang peka terhadap gerak-gerik musuh sepertinya kalian harus berlatih kepekaan setelah ini selesai kalian harus benar-benar berlatih" kata Brivan.


"i-iya om nanti kita latihan" ucap Kalandra, emang kenyataannya mereka masih memiliki ilmu beladiri yang jauh di bawah Brivan dan Darren kecuali Hana.


Sedangkan Galang dan Raka di tempat latihan mereka berlatih mengasah kemampuan beladiri mereka, mereka ingin ikut menyelamatkan Hana adiknya ia tidak mau kembali kehilangan adiknya yang kedua kalinya. Galang dan Raka benar-benar tidak akan memaafkan Leon jika terjadi sesuatu pada Hana.


...----------------...


Next episode Red keluar. 😈


...~Visual Lorenzo~...


__ADS_1


__ADS_2