
"DOKTER"teriak Kalandra sembari berlari menggendong Dasha ala bridal style membawanya ke rumah sakit.
Tap
Tap
Tap
Dokter dan perawat langsung berlarian menghampiri Kalandra.
"Tuan muda ada apa?" tanya dokter Karla menatap Kalandra.
"Tolong kekasih saya, kekasih saya pingsan tolong dokter"pekik Kalandra, dokter Karla paham dan langsung sigap menyuruh perawat untuk membawakan brankar segera.
"Suster bawa brankar kemari" teriak dokter Karla.
Perawat langsung membawa brankar ke arah Kalandra dan meletakkan tubuh Dasha di atas brankar rumah sakit.
"Bawa langsung ke ruang IGD, sus" perintah dokter Karla kepada perawat, perawat segera membawa brankar kedalam ruangan IGD.
Dokter Karla menahan Kalandra agar tidak ikut masuk kedalam ruangan.
"Maaf, tuan Kalandra tidak boleh masuk, mohon tunggu disini tuan" ucap dokter Karla.
"Akh...b-baik dok" balas Kalandra.
Setelah itu dokter Karla menutup pintunya, Kalandra langsung meraup wajahnya dengan kasar ia sangat panik dan khawatir dengan keadaan Dasha. Kalandra sangat tidak tenang ia terus saja mondar-mandir didepan ruangan IGD. Tiba-tiba dokter Azka lari tergopoh-gopoh ke arah ruangan IGD. Kalandra tersentak melihat seorang dokter lari menuju ruang IGD, Kalandra sangat bingung apa yang terjadi didalam ruangan sampai ada dokter yang berlari tergopoh-gopoh ke arah ruangan IGD.
Brak!
Dokter Azka menutup pintu ruangan tersebut, membuat Kalandra tersentak. Selang beberapa menit terlihat ada seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan ke arah ruangan IGD dengan tergesa-gesa.
Kalandra hanya diam dan memandangi kedua paruh baya tersebut tanpa bertanya.
"Sayang semoga anak kita baik-baik saja,hm" ucap papi Dasha sembari mengusap punggung mami Dasha.
Kalandra langsung paham mereka adalah orang tuanya Dasha setelah mendengar ucapan dari pria paruh baya itu.
__ADS_1
3600 detik kemudian....
Ceklek!
Dokter Azka membuka pintu ruangan IGD dan melepaskan masker sembari menghembuskan nafas dengan berat. Dokter Azka lah yang menghubungi orang tua Dasha, walaupun Dasha belum memberitahu soal penyakitnya kepada orang tuanya tapi menurut dokter Azka mereka harus segera tahu tentang penyakit keponakannya itu. Makanya dokter Azka menghubungi mereka untuk segera datang ke rumah sakit.
"Kak Azka, gimana keadaan Dasha?" tanya papi Dasha menatap lekat wajah dokter Azka.
Dokter Azka cuman hanya geleng-geleng saja dan menghela nafas dengan berat.
"Kak Azka?" panggil mamih Dasha.
"Maaf Jendry keadaan anak kamu kritis dia terkena penyakit kanker darah" jawab dokter Azka.
Deg!
Jeder!
Bak seperti tersambar petir mamih Dasha langsung shock hampir jatuh untungnya dokter Azka sigap menahan tubuh adik iparnya. Jendry hanya mematung diam dan menatap kosong ,betapa terkejutnya mendengar kabar keadaan putri satu-satunya itu. Sedangkan Kalandra tanpa disadari air matanya lolos membasahi pipinya.
"I-ini gara-gara kita mas, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai tidak memperhatikan kesehatan Dasha mas" tangisan mamih Dasha menatap sendu Jendry.
"PUAS KALIAN HAH! INI SEMUA GARA-GARA KALIAN YANG TERLALU MEMENTINGKAN PEKERJAAN BUKANNYA MEMPERHATIKAN ANAK KALIAN SENDIRI, DASHA HANYA BUTUH WAKTU KALIAN UNTUK MENEMANINYA BUKAN UANG KARENA UANG TIDAK BISA MEMBUAT DASHA BAHAGIA" teriak Kalandra, membuat dokter Azka dan orang tua Dasha menoleh kearah Kalandra yang menahan emosi.
Deg!
Perkataan Kalandra membuat orang tua Dasha tersadar akan kelalaian mereka, mereka sangat menyesal sekali andai saja mereka tidak terlalu fokus terhadap pekerjaannya pasti Dasha tak akan terkena penyakit mematikan.
"Kamu siapa?" tanya dokter Azka yang masih memegang bahu adik iparnya.
Kalandra menoleh ke dokter Azka."Saya kekasih Dasha" jawab singkat Kalandra dengan suara dingin.
"Apa kamu selama ini yang menemani Dasha? apa Dasha memberitahu kepada kamu kalo Dasha memiliki penyakit kanker darah?" tanya kembali dokter Azka.
"Baru saja Dasha memberitahu ku setelah itu dia pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya, saya tidak tahu tentang kehidupan Dasha, saya juga tidak tahu kalo orang tuanya Dasha tidak pernah memperhatikan putrinya malah mementingkan pekerjaan" ucap Kalandra sedikit melirik ke arah orang tua Dasha.
"Hiks...kamu benar nak, kami sangat jahat sekali terhadap anak kami, ini semua gara-gara kesalahan kami nak, coba saja kalo kami tidak terlalu fokus dengan pekerjaan pasti Dasha akan baik-baik saja hiks...kami apa bisa menebus kesalahan kami?"ujar Jendry.
"Ada satu cara untuk menyembuhkan Dasha, kita harus melakukan transplantasi sumsum tulang" balas dokter Azka.
__ADS_1
"Apa bisa aku mendonorkan sumsum tulang ku, kak Azka?" tanya Jendry.
"Bisa saja tapi kita harus cek sumsum tulang kamu Jendry" sambung dokter Azka, Jendry pun menganggukkan kepalanya.
"Semoga saja cocok, dengan ini aku bisa menebus kesalahan ku" sahut Jendry.
"Dasha akan di pindahkan ke ruang ICU" ucap dokter Azka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Para mantan anggota Ravestrack sedang berkumpul di mansion Hawthorne kecuali Kalandra, mereka belum tahu dimana Kalandra tumben itu anak tidak ikutan kumpul.
Di mansion hanya ada Hana, Kivandra dan Casey sedangkan Galang berada di bengkelnya, Brivan masih ada di kantornya dan Lika sedang berada di butiknya yang baru saja beberapa bulan ini di buka.
"Kamvret anak lo kalo natap gue kayak sinis gitu nggak suka sama gue bos, masih piyik aja udah kayak gini apalagi nanti kalo udah gede dia" celetuk Abercio yang sedang menatap Casey.
"Berarti wajah lo wajah kriminal Yo, makanya Casey natap lo itu sinis" tawa Adrian dan Agam.
"Bedebah lo, emang wajah gue ini wajah maling apa" dengus Abercio.
"Hahaha maling k•utang emak lo hahaha.." tawa Adrian dan diikuti oleh Hana, Casey dan Agam. Sedangkan Kivandra dan Delvin hanya terkekeh kecil.
"Kamvret lo ngapain ikut ketawa, bener-bener deh anak lo ngeselin bos" Abercio mengadu kepada Kivandra.
Casey lebih suka melihat wajah sengsara Abercio,entah kenapa Casey suka sekali membuat Abercio kesal.
Tiba-tiba Sagara memencet hidung mancung Casey,bukannya nangis malah menatap tajam Sagara membuat Sagara menangis.
"Huaaaa.... asey papah huaaaa hiks" pekik Sagara,Semua kaget mendengar pekikan Sagara.
"Ini bocil satu lagi lo ngapain nangis hah?" sentak Abercio.
"Asey nakal papah, dia natap Gaya kayak gitu" tunjuk Sagara kearah Casey.
Semua menatap kearah wajah Casey, benar dia sedang menatap tajam Sagara karena dia tidak suka hidung nya di pencet emangnya tombol lampu?.
"Ya ampun deh anak kalian masih piyik udah kayak gitu, bagaimana nanti kalo sudah semakin besar, ya ampun deh gak bisa bayangin" celetuk Agam.
"Gue rasa ini karena emak dan bapaknya sama-sama galak jadi keluarnya ya seperti ini, apalagi di dalam tubuh nih bayi udah ada iblis, huh gue nggak bisa membayangkannya apa yang akan terjadi nanti di masa depan" sambung Adrian yang diangguki oleh semua para tuyul.
__ADS_1
"Gue rasa dia akan menjadi ketua Ravestrack yang kuat dan di takuti oleh semua orang" ucap Kivandra sembari menatap putranya.