Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
39


__ADS_3

...Apartemen Belvia...



"Sepertinya nanti sore saja gue kembali ke mansion" ucap Winter sambil menuangkan wine kedalam gelas lalu ia tersenyum miring mendengar chat dari Raka dia memberitahu kalo Leon sudah menikahi Yera.


Ting!


Raka : Leon sudah menikah dengan Yera tadi pagi , kamu kapan pulang dek?


Winter langsung menutup ponselnya tanpa membalas chat dari Raka, Winter melangkahkan kakinya menuju kolam renang ia sudah lama tidak menikmati waktunya sebagai manusia semenjak terpisah dari Belvia saat kecelakaan mobil tersebut.


Byur!



Winter menceburkan diri ke kolam renang yang ada di apartemennya.


Tap


Tap


Tap


Alan berjalan menghampiri nona nya, dengan membawa berita untuknya.


"Nona" panggil Alan


Winter keluar dari permukaan air, lalu ia berenang ke tepi kolam.Alan masih setia menunggu Winter selesai berenang.


Winter beranjak dari kolam renang,Alan menghampirinya dengan membawa handuk kimono untuk Winter,Winter menerima handuk kimono dari Alan dan langsung memakainya.


"Ada apa?" to the point Winter mendaratkan bokongnya di kursi kayu.


"Tuan Leon di usir dari keluarga Bratajaya dan dicoret dari daftar pewaris keluarga Bratajaya" ucap Alan asisten pribadi Belvia.


Winter ketawa mendengar Leon di usir dan di coret dari daftar pewaris keluarga Bratajaya rasanya ini terlalu menggelikan melihat nasib Leon yang sekarang.


"Hm, apa gue memperkerjakan Leon sebagai OB di kantor gue? ah, rasanya pasti menyenangkan kalo dia bekerja sebagai OB, bagaimana pendapat mu Alan?" tanya Winter.


"Terserah nona Winter saja" balas Alan menundukkan kepalanya.


"Apa ada berita lagi Alan?" tanya Winter kembali.


"Sepertinya malam ini tuan Leon akan mengajak nona Yera pindah ke rumah barunya,nona" jawab Alan


"Dimana itu?" Winter mengernyitkan dahinya.


"Di perkampungan blok G" singkat Alan.


Winter membulatkan matanya,"Bukannya blok G itu bukan kawasan elit hanya perkampungan biasa jadi dia akan tinggal disana?"

__ADS_1


"Iya nona, rumah sederhana itu hadiah pernikahan dari orang tua tuan Leon" balas Alan


Winter hanya ber'oh' saja.


"Sepertinya gue harus cepat-cepat pulang ingin melihat mereka pindah dari mansion" monolog Winter


"Siapkan hadiah untuk mereka" lanjutnya lalu ia berjalan menuju kamar nya .


"Baik nona" jawab Alan sambil membungkuk.


......................


"Yera nanti malam bersiap-siaplah masukkan semua bajumu kedalam koper bawa barang yang menurutmu itu penting" ucap Leon berada di dalam kamar Yera.


"Untuk apa kakak menyuruh Yera untuk berkemas-kemas, apa kita akan pergi honeymoon? kemana? ke Paris atau London?" sumringah wajah Yera ia mengira Leon mengajaknya untuk pergi honeymoon.


"Lupakan soal honeymoon gue nggak akan pernah ngajak lo untuk honeymoon. Kita akan segera pindah dari sini ke rumah baru karena kita sudah menikah tak semestinya kita tinggal serumah dengan orang tua lo, gue suami lo dan lo harus ikut gue" ucap Leon dengan suara dingin.


"Hah, pindah rumah? pindah kemana kak? tapi Yera masih ingin disini nggak mau pindah, masa harus pindah sih kak Leon" tolak Yera


"Ck, lo lupa siapa gue? gue sekarang suami lo dan lo harus menuruti perkataan suami lo kalo nggak mau yaudah kita pisah saja"


"Apa papah tahu soal ini kak?" tanya Yera


"Hm, dan papa lo udah ijinin gue untuk membawa lo pindah ke rumah baru.Jadi lo harus berkemas-kemas" balas Leon berjalan menuju pintu kamar.


"Huft, baiklah kak.Kak Leon mau kemana?" Yera melihat Leon yang udah rapi itu berjalan menuju pintu kamarnya.


"Pindah kerumah baru?apa rumahnya akan jauh lebih besar dari rumah ini? gue kira akan tinggal di mansion Bratajaya, semoga kak Leon belum mengetahui kehamilan ini bisa gawat kalo dia tahu gue hamil bahkan bukan darah daging dia" gumam lirih Yera.


Yera menyembunyikan kehamilannya dari semua orang.





Leon saat ini sedang berada di markas Devils, ia ingin mengambil satu mobil untuk dipakai buat sehari-hari dan satu mobil lainnya beserta motor sport akan ia jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membuka usaha kecil-kecilan. Leon mendapatkan 2 mobil dan 1 motor hasil dari pertandingan balapan motor liar bukan dari papinya dia emang sengaja meletakkan ketiga kendaraannya di markas bukan di mansionnya.


"Bos" panggil David melihat Leon datang


"Yang lain kemana?" tanya Leon


"Alvaro lagi menemani bundanya, Galen sedang kerja part time dan Galang entah hilang kemana tanpa ada kabar" balas David.


"Vid, tolong jual mobil gue yang sama motor gue yang pajero dan motor ninja gue" pinta Leon


"Lah, kenapa di jual bos? lo bangkrut bos?" sahut David.


"Udah jangan banyak tanya, gue tunggu kabar secepatnya" balas Leon

__ADS_1


"Siap bos, oh ya bos kata Alvaro lo semalam di tampar sama bokap lo di acara ulang tahun Hawthorne group kenapa bokap lo nampar bos?" tanya David yang masih penasaran dengan cerita dari Alvaro


"Emang Alvaro ada di acara itu?" tanya kembali Leon


"Kalo lo lupa bos kan bokapnya Alvaro kolega bisnis Hawthorne group jadi dia dan bokapnya datang ke acara itu emangnya gue sama Galen yang bukan dari anak orang kaya" balas David


"Asal lo tahu vid, gue juga sekarang ini bukan lagi dari kalangan orang kaya malah gue lebih miskin dari kalian miris sekali hidup gue" batin Leon meratapi nasibnya.


"Bos, lo kenapa bengong" celetuk David


Ucapan David menyadarkan lamunan Leon.


"Hah?" beo Leon


"Bos gue laper, boleh dong order makanan yang enak" pinta David seperti anak meminta kepada daddynya.


"Ck, lo mau pesan apa?" tanya Leon dia masih belum sadar kalau semua kartunya sudah diambil dan di blokir oleh Papi Ghani.


"Burger King deh bos tapi tiga bungkus ya bos sama kentang goreng kalo boleh sih sekalian sama minumannya biar nggak seret kalo makan" nyengir David tanpa bersoda eh dosa.


"Lama-lama lo makin ngelunjak ya, ck" dengus Leon.


Hendak ingin membayar lewat aplikasi seketika Leon ingat kalo semua kartunya sudah di blokir dan diambil oleh papinya.


"Kambing, gue bayar pake apa nih" gumam lirih Leon


"Kenapa bos?" David melihat raut wajah Leon yang sedang kebingungan.


"Ah, itu gue lupa kata sandi kartu gue dan juga gue gak bawa kartu gue vid, sorry ya lain kali aja. Nih, gue kasih 50.000 buat lo beli ketoprak di seberang jalan sana" balas Leon memberikan duit ke David


"Ck, bilang dong daritadi ngapain juga tadi nawarin mau pesan apa jadi gue nggak jadi makan burger sama kentang goreng dah" kesal David kepada Leon.


"Maaf vid gue baru inget,yaudah gue pergi dulu" sahut Leon


"Mau kemana bos?" tanya David


"Nyari sesuatu" balas Leon.


Leon sebenarnya ingin pergi ketempat kerja Galen untuk menanyakan apa ada lowongan kerja untuknya.Leon berharap ada pekerjaan untuknya ya walaupun harus jadi pelayan kafe yang penting bisa menghasilkan duit.


...----------------...


Cerita ini hanya sekedar dunia fiksi dan fiktif belaka 😁


Thanks for reading 🤗❤️🤗


...----------------...


...~Visual Kivandra versi gepeng~...


__ADS_1


__ADS_2