
"Kivandra, Tiara kabur" lapor Kalandra kepada Kivandra.
"Shiit, biarin dia kabur dia tidak akan pergi jauh" balas Kivandra.
"Alihkan semua para tamu ke tempat yang aman, anggota Costa Nostra udah pada datang lo instruksi mereka semuanya jangan sampai ada korban" lanjutnya.
"Baiklah" Kalandra segera pergi untuk menggiring para tamu ke tempat yang aman.
"Sayang bentar lagi ada bodyguard yang akan menjaga mu ke tempat yang aman, aku akan bantu daddy dan yang lainnya" pinta Kivandra menarik tangan Hana ketempat yang aman.
"Tapi aku ingin membantu mereka juga sayang" Kivandra geleng-geleng ia tidak mau istrinya dan anaknya terluka, apalagi Hana sedang hamil muda takut terjadi sesuatu padanya.
"Tolong nurut suami mu ini ya sayang, demi anak kita huh" suara rendah Kivandra.
"Baiklah sayang, aku akan pergi ke tempat aman sesuai perintah suamiku , kamu harus hati-hati ya jangan lengah tetap fokus"
Cup!
Kivandra mencium kening Hana. "Oke sayang, jagoan daddy tolong jaga mommy mu ya jangan sampai terluka kalian kesayangan daddy" ucap Kivandra berjongkok didepan perut Hana yang masih kelihatan rata itu.
Hana tersenyum lebar betapa pedulinya Kivandra terhadap dirinya dan calon anaknya, andai dia belum hamil pasti Hana akan membantu membabat abis musuh.
Kivandra bangkit dan berdiri. "Aku pergi dulu ya" pamit Kivandra ia langsung berjalan menghampiri daddy Darren dan yang lainnya.
Hana menatap punggung kekar Kivandra yang sudah berjalan menjauh darinya. "Hati-hati daddy" gumam Hana.
"Ayo nyonya ikut saya" ucap bodyguard yang baru saja datang.
"Hm"
🔥
🔥
🔥
"Anjir gue kayak lagi di tengah-tengah film action cok, tapi bedanya ini nyata mana pelurunya juga nyata" ungkap Abercio ia masih tidak percaya sedang menghadiri pesta tiba-tiba terdengar suara tembakan dan semua orang berhamburan keluar.
"Ege, malah bengong nih anak" tepok jidat David melihat Abercio masih bengong di tempat.
David menepuk bahu Abercio. "Woi, bantuin mereka gak usah bengong lo"
Abercio menoleh ke David. "Hah? bantuin apa coba mereka bawa senjata ogeb, yang ada gue di dor sama mereka"
"Gue heran deh Kivandra bisa rekrut anggota bego kek lo, ya lo ambil pistol punya musuh yang udah tewas berjatuhan kek gue nih barusan gue ambil tuh senjata musuh" memperlihatkan pistol di tangan David.
"Anjay, itu pistol beneran?"
"Bukan, pistol air" David menghela nafas sebentar ."Ya, pistol beneran lah lo mau nyoba hm?" senyum smirk David.
Abercio langsung bergirik ngeri. "Ogah gue ntar malah nembak orang sembarangan"
"Udah sana bantuin yang lainnya" setelah itu David pergi dari sana.
"Njir...gue malah di tinggal, yaudah deh gue bawa apa aja yang bisa di buat sebagai senjata" Abercio mengedarkan pandangannya untuk mencari benda untuk melawan musuh.
Hingga pandangan Abercio terhenti pada pisau dan garpu diatas meja. Abercio langsung mengambil pisau dan garpu. "Bismillah gue pake ini aja nanti kalo ada pistol nganggur baru gue ambil" setelah mengambil ia langsung bergabung dengan yang lainnya.
Door...dorrr...dorrr.
suara tembakan menggema di seluruh ruangan tersebut.
Mika dan anggota bayangan lainnya sudah standby dengan snipernya dan jarum racun untuk melayangkan kepada musuh mereka.
Pats..pats..pats..
__ADS_1
Mika mengejar musuh dari atas gedung yang hampir ingin mencelakai Kivandra dari belakang saat Kivandra sedang melawan musuh satunya.
Ctak!
Mika melempari jarum beracun tepat di leher musuh tersebut, tak butuh waktu lama musuh tersebut tumbang dengan mulut berbusa.
Doorr...dooor.... dorrr...
Kalandra bersembunyi menghindari tembakan dari berbagai arah,dan menembaki beberapa musuh,dibantu oleh Dasha.
Dooor...dorrrr...
"Clear" suara bodyguard memberitahu keadaan bagian depan sudah bersih melalui earphone yang ada di telinga mereka masing-masing.
Sedangkan Darren masih sengit melawan Bara di sisi barat.
"Haha long time no see Darren, setelah kematian sahabat lo itu kita tidak pernah bertemu" tawa sini Bara.
"Cuih, tujuan lo apa hah membuat kekacauan di pesta orang lain?" tatap tajam Darren.
"Tujuan gue hm?" tanya Bara pada dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetuk dagunya setelah itu menyeringai.
"Calon menantu lo" seringai Bara.
"Hana? yang lo maksud itu Hana?"
"Bener sekali Darren, Hana calon menantu lo"
"Hahaha lo gak akan bisa menyentuh Hana, dan gue penasaran siapa orang dibalik layar" tawa sinis Darren.
"Apa lo yakin kalo gue gak bisa menyentuh calon menantu lo itu hm? lo ingin tahu siapa dia? sepertinya sebentar lagi orang itu akan menampakkan dirinya"
"Bagaimana reaksi anak lo kalo Hana mati hm?" lanjutnya Bara tersenyum licik.
Bugh!
"B4NGSAT" umpat Bara sambil menyeka darahnya.
"Jangan pernah menyentuh Hana seujung kuku pun, kalo lo gak mau menerima akibatnya" desis Darren.
"Sepertinya lo dan yang lainnya terlambat menyadarinya,Gue cabut dulu bro see you next time Darren" menyeringai Bara setelah itu ia pergi dari sana dan menarik semua anggotanya.
Seketika Darren baru menyadarinya bahwa ini semua jebakan.
"BASTARD"
"Dad" panggil Kivandra membuat Darren menoleh ke Kivandra.
"Hana hilang dad, kita kecolongan ternyata dia bukan bodyguard dari kita, dia penyusup dan membawa pergi Hana dad" ucap Kivandra ia sungguh menyesal sekali, kali ini kecolongan ada penyusup masuk kedalam markas.
Darren memejamkan matanya kenapa bisa hal seperti ini terjadi dan dengan mudahnya ada penyusup, berarti masih ada lagi pengkhianat di Costa Nostra yang berani memasukkan penyusup.
"Kita balik ke markas, suruh teman mu pulang semua ini udah malam, dan suruh Kalandra meretas cctv jalanan dan suruh semua anggota Costa Nostra berkumpul, kamu jangan cemas Kivandra daddy yakin Hana akan baik-baik saja dan calon anakmu juga, Red dan Winter akan menjaga mereka" Darren menepuk pundak Kivandra.
Kivandra menghembuskan nafas dengan berat ia benar-benar khawatir dengan Hana dan calon anaknya. "Baik dad".
Kivandra berjalan menghampiri teman-temannya termasuk kakak iparnya Galang.
"Kalian pulang ini sudah malam" suara dingin Kivandra.
Mereka belum tahu kalau Hana hilang karena saat mereka sedang berkelahi Kivandra menitipkan Hana kepada bodyguard Brivan dan ternyata bodyguard yang di perintah oleh Kivandra bukan dari markas Costa Nostra melainkan anak buah Bara yang menyamar dan menyusup ke markas Costa Nostra, Hana tidak merasa ada yang janggal dia biasa saja karena dia pernah melihat wajah bodyguard itu di markas sehingga tidak menaruh curiga ditambah Hana merasa sangat lelah sekali tubuhnya mungkin efek hamil muda dan baru saja keluar dari rumah sakit apalagi luka di lengannya belum sembuh.
"Baiklah, kita pulang bos" balas Adrian yang diangguki oleh semua para tuyul kecuali Kalandra dan Dasha.
"Hm makasih udah bantu kita" sambung Kivandra kepada semua teman-temannya itu.
"Gak masalah bos, udah kewajiban kita semua wajib saling membantu kalo ada yang lagi susah, btw mereka siapa bos" Agam sedikit kepo penasaran banget daritadi tidak mungkin kalo mereka tadi itu geng motor soalnya mereka bersenjata lengkap dan berpakaian hitam.
__ADS_1
"Lebih baik kalian pulang ini udah jam 12 malam, keburu kemalaman kalian kalo gak pulang-pulang" Kivandra mengalihkan pembicaraan ia tidak menjawab pertanyaan dari Agam.
"Huft, baiklah bos kita pulang dulu ya" pamit semuanya kepada Kivandra, Kivandra pun langsung membalas dengan anggukan kepala.
"Hana dimana Kivandra?" tanya Galang dari tadi ia belum melihat Hana.
Kivandra menoleh ke arah Galang."Bang lo ikut gue" jawab singkat Kivandra.
"Kemana?" tanya Galang mengernyitkan dahinya.
Bukannya menjawab malah Kivandra langsung pergi dari sana membuat Galang semakin bingung.
"Udah sana ikut bang Kivandra,bang" ucap Kalandra menatap Galang.
"Emang dia mau pergi kemana?"
"Ck, bawel lo tinggal ikutin aja banyak tanya lo bang" decak Kalandra.
"Iya ya gue ikutin abang lo" dengus Galang ia pun menganyunkan kakinya mengikuti Kivandra yang udah berjalan jauh.
"Gue anterin lo pulang, gak baik perempuan pulang malam-malam sendirian nanti di culik" modus Kalandra kepada Dasha.
"Ck, ngomong aja kalo lo mau modus kan?" tebak Dasha.
Kalandra menyentil dahi Dasha.
Pletak!
"Gak usah kepedean lo, siapa juga yang modus ama lo hm? ogah gue mending gue modus sama kambing" celetuk asal Kalandra.
"Yakin om? mau modus sama kambing?" goda Dasha sambil senyum-senyum sendiri.
Kalandra sangat gemas dengan gadis yang didepannya itu rasanya ingin gigit bibirnya eh Pipinya maksud gue.
"Udahlah lo mau pulang gak? kalo gak gue tinggal lho" setelah mengatakan itu Kalandra langsung berjalan pergi meninggalkan Dasha yang masih berdiri disana.
"Woi, tutup panci main tinggal aja lo tungguin dong" lari Dasha mengejar Kalandra yang udah berjalan agak jauh.
......................
Hana duduk berada di ruangan yang agak remang-remang tangan Hana diikat dengan tali tambang, Hana bangun dan membuka matanya dengan perlahan. Hana mengitari pandangannya ke segala arah.
"Ini dimana?kok agak gelap"
"Shiitt, tangan gue di ikat" Hana menatap ke tangannya yang diikat dengan tali tambang.
Ceklek!
Seseorang membuka pintunya, dan ia pun berjalan menghampiri Hana. Hana mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang masuk kedalam ruangan tersebut.
"Hana long time no see sayang" suara berat barington seseorang di balik masker.
Hana mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang ada didepannya.
"Siapa lo? kenapa nyulik gue hah" maki Hana menatap tajam ke arah seseorang.
Orang itu langsung membuka maskernya dengan gaya slow motion, Hana masih memperhatikan setiap gerakannya.
Setelah orang itu membuka masker didepan Hana, Hana seketika melebarkan matanya ia benar-benar tidak percaya ternyata dia.
Deg!
Orang itu tersenyum miring menatap wajah cantik Hana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayo siapa? menurut kalian siapa? Hana udah bertemu dengan musuh utama bokapnya,ternyata dia kenal dengannya. Siapa ya kira-kira hm 🤔
__ADS_1