
Ting!
Saat Galang turun dari lift ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan saat sampai tiba-tiba ia di suguhkan dengan pemandangan yang menyebalkan.
"Woi, di mohon buat bapak Brivan dan ibu Lika kalo mau skididap di kamar aja jangan di ruang makan, inget lo ada anak mu yang masih J-O-M-B-L-O" sindir Galang dengan penekanan diakhir kalimat.
Brivan dan Lika mendengar suara Galang, Lika langsung mendorong tubuh Brivan dan menoleh ke Galang dengan senyum kikuknya. Sedangkan Brivan sudah terkekeh kecil.
"Makanya cari pacar boy biar gak jomblo terus, emang kamu gak iri hm? soalnya di rumah ini hanya kamu yang masih jomblo boy" ejek Brivan.
"Ck, Cari pacar itu gampang dad tapi kalo cari istri itu susah, cewe jaman sekarang itu cuman mau duit nya saja dad, nanti kalo Galang udah punya istri Galang akan balas dendam bermesraan didepan kalian semua huh, emangnya aku gak bisa apa seperti kalian ini cuman pasangannya aja yang belum sampai" kesal Galang.
"Ini semua gara-gara daddy kamu, udah di bilangin jangan nyosor nanti di lihat sama anak-anak, tetep aja nyosor" balas Lika kesal.
"Pfftt...hahaha..apa daddy sekarang udah jadi soang yang hobinya tukang nyosor dad? karetin aja tuh mah, bibirnya daddy kalo daddy nyosor lagi" ejek Galang sambil memeletkan lidahnya.
Brivan melototkan matanya ."Hei, mau jadi anak durjana ya anda"
"Sudah-sudah masih pagi kalian udah bertengkar" Lika menghentikan keributan antara anaknya dan suaminya.
Hana dan Kivandra baru saja datang dari lantai 2 dan menyapa mama Lika dan Daddy Brivan.
"Pagi mah, dad" sapa mereka bersamaan.
"Pagi sayang" balas mereka bersamaan.
Galang menoleh ke arah adik lucknutnya, kenapa hanya dia saja yang tidak disapa, wah benar-benar minta di sleding nih.
"Hei, babi ngepet lo gak nyapa abang lo yang ganteng kayak Taehyung twice ini" sombong Galang dengan mengedipkan matanya.
Hana bergirik ngeri menatap aneh Galang. "Bang lo kena sawan dimana? atau obat lo udah habis, dan sejak kapan Taehyung pindah ke twice bang? abang yakin? kalo abang ganteng? tapi abang jelek kalo lagi duduk disamping Kivandra tuh bang"
"Bedebah, dasar adek lucknut rasanya pengen gue masukin lo lagi ke dalam perut mama, Taehyung baru tadi pagi pindahnya" dengus Galang.
Hana hanya Manggut-manggut saja biarlah orang waras ngalah daripada debat sama orang kayak Galang gak ada habisnya.
Hana menatap ke arah daddy Brivan. "Daddy hari ini mulai memimpin perusahaan lagi?" Hana melihat Brivan sudah berpakaian rapi dengan jas hitamnya.
Sementara Brivan yang akan memimpin perusahaan Hawthorne karena Hana di suruh bed rest oleh suaminya yang posesif itu apalagi Hana sedang hamil muda Kivandra sangat khawatir kalau Hana kelelahan jika mengurus perusahaannya setelah pulang kuliah. Sagara sudah tinggal bersama Mika di apartemen Mika, Mika sendiri yang meminta untuk mengurusi keponakannya sendiri karena Sagara adalah tanggungjawab nya mulai sekarang tadinya Hana tidak setuju dan belum siap berpisah dengan Sagara, tapi Mika janji kalau pagi sampai sore Sagara akan di titipkan di mansion Hawthorne nanti malamnya baru di jemput sama Mika, dengan begitu Hana pun setuju dia bisa bertemu dengan Sagara dan bermain dengannya. Rambut Hana masih putih belum kembali karena butuh waktu yang cukup lama.
"Iya sayang, daddy akan memimpin perusahaan lagi, dan Kivandra juga katanya dia mulai hari ini jadi direktur di perusahaan Lexander?" Brivan menatap menantunya.
"Hm iya dad, daddy Darren udah menyuruh Kivandra dari kemarin buat belajar dulu sebelum mengambil posisi daddy Darren sebagai Ceo" balas Kivandra dengan wajah datarnya.
"Baguslah, belajar yang rajin Kivandra biar bisa seperti daddy kamu itu, untung kamu tidak mengikuti jejak daddy mu itu mantan Casanova" tutur Brivan.
"Njir, jadi bokap lo mantan cassanova? hebat dong, tapi kok lo gak seperti daddy lo" celetuk Galang.
"Buat apa jadi Casanova bikin ribet, punya satu aja gak habis" balas santai Kivandra ia belum menyadari ada seseorang yang tengah menatap tajam kearahnya.
"Oh gitu, kamu berharapnya habis gitu hm? kalo udah habis bisa nyari lagi gitu maksud kamu" tatapan tajam Hana.
Glek!
__ADS_1
Kivandra menelan salivanya dengan berat betapa seramnya kalau ibu hamil marah seperti ini pikir Kivandra. Galang yang melihatnya sudah menahan tawanya lihat saja hidungnya sudah kembang kempis memerah. Lika dan Brivan hanya terkekeh kecil saja.
"Bu-bukan -
"Apa? bukan apa? ingat gak ada jatah dua minggu" ancam Hana dengan menatap nyalang.
Deg!
Seketika Kivandra menatap ke arah senjatanya. "Bisa-bisa karatan pisang tanduk gue" meringis menatap kasihan.
"Njir..hahaha gue udah gak tahan lagi buat nahan ketawa, aman bang megalondon lo itu gak dapat jatah seminggu?" ejek Galang.
Kivandra langsung menatap tajam Galang seperti ingin menerkam. "Punya nyawa berapa lo?" desis Kivandra.
Glek!
"Dad mah, sepertinya aku berangkat dulu ke bengkel" Galang langsung bangkit dan berdiri ia lebih baik kabur sekarang daripada nanti kena amukan Kivandra.
"Hm hati-hati bang" balas mama Lika.
Dengan gerakan secepat kilat Galang langsung ngacir kabur dari sana.
Wusss!!
"Dasar bedebah" gerutu lirih Kivandra.
Hana pun ikut bangkit dan berdiri tapi di tangan Hana di tahan oleh Kivandra. "Sayang" rengek Kivandra dengan merucutkan bibirnya.
"Apa?" ketus Hana.
"Cih, udah sana berangkat kerja cari uang yang banyak buat beli telor gulung" setelah itu pergi ke kamarnya dan meninggalkan Kivandra yang masih menatapnya.
Kivandra meraup wajahnya dengan kasar. "Suami mu ini belum bangkrut sayang, bahkan aku bisa membeli gerobaknya sekalian" teriak Kivandra.
Brivan dan Lika hanya geleng-geleng melihat drama pasutri muda pagi ini.
"Ayo, Kivandra kita berangkat sekarang nanti keburu siang daddy ada meeting dengan klien. Biarkan saja Hana mood ibu hamil emang seperti itu,banyakin stock sabar aja" Brivan menepuk pundak Kivandra.
Terdengar hembusan nafas panjang dari Kivandra. "Mah, Kivandra berangkat dulu ya" pamit Kivandra kepada mama Lika.
"Aku juga sayang" sambung Brivan memberikan kecupan di kening Lika, Kivandra yang melihatnya sangat iri sekali hanya bisa mendengus saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brak!
Rajendra menggebrak meja kerjanya setelah mendengar saham milik perusahaannya turun dratis.
"Bastard" umpat Rajendra.
"Siapa yang udah berani melawan Rajendra hah!" geram Rajendra mengepalkan tangannya dibawah sana.
"Sepertinya gue harus mencari siapa dalang dibalik semua ini" gumam Rajendra.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Masuk"
Ceklek!
Asisten Rajendra masuk kedalam ruangannya. "Tuan ada nona Tiara yang ingin menemui anda, nona Tiara memaksa untuk masuk"
Rajendra memijat pelipisnya berasa berdenyut-denyut, masalah perusahaannya belum kelar ini datang lagi masalah. "Usir dia dan jangan pernah dia masuk ke perusahaan ini lagi karena dia bukan lagi anak saya" tegas Rajendra.
"B-baik tuan" setelah itu asistennya pergi keluar dari ruangan Rajendra.
Rajendra menghela nafas dengan berat dan menyandarkan tubuhnya di kursi Ceo. "Dimana Lorenzo dan Bara kenapa mereka tidak ada kabar, apa gue meminta bantuan sama Ghani? benar gue harus minta bantuan padanya".
Sedangkan di depan resepsionis ada seorang gadis yang memberontak kekeh ingin masuk kedalam ruangan Rajendra.
"Hei, kenapa kalian berani mengusir gue hah! kalian gak tahu siapa gue huh? denger ya kalian, gue ini anak tunggalnya pak Rajendra bos kalian, gue bakal mengadu ke pak Rajendra kalian pasti bakal di pecat" ancam Tiara dengan gaya angkuhnya.
Kedua resepsionis langsung mematung mereka bingung kata bosnya nona Tiara dilarang masuk, tapi Tiara mengancam akan mengadu ke bosnya. Semua karyawan menonton Tiara yang sedang mengamuk di sana.
Tuk
Tuk
Tuk
Asisten Rajendra datang dari arah belakang ia langsung membereskan keributan yang terjadi di depan lobi.
"Maaf nona Tiara lebih baik anda segera pergi dari sini karena tuan Rajendra sudah tidak lagi menganggap nona sebagai anaknya lagi" ucap asisten Rajendra.
Tiara membulatkan matanya apa benar papahnya bilang seperti itu? tapi ia sedikit tidak percaya masih menyangkal perkataan dari asisten Rajendra. Beda dengan kedua resepsionis saling berbisik-bisik mencemooh Tiara.
Tiara melirik ke dua resepsionis ia geram mendengar cemoohan dari mereka.
"Halah pasti lo bohong kan?mana mungkin papah gue ngusir anaknya sendiri" maki Tiara.
Asisten Rajendra langsung memanggil satpam untuk menyeret Tiara keluar dari perusahaan.
"Pak satpam tolong seret dia keluar dari sini dan jangan biarkan dia masuk lagi" pinta asisten Rajendra. Terpaksa dia memakai kekerasan karena pake cara sopan masih tetap saja ia tidak percaya dan kekeh ingin masuk.
"Baik pak"
Tiara diseret kasar oleh satpam perusahaan untuk keluar dari perusahan, semua orang yang berada disana langsung mencibirnya.
"Woi, lepasin lo gak berhak narik tangan gue, lo itu cuman orang rendahan, perawatan kulit gue sangat mahal bisa-bisa kulit gue gatal bersentuhan dengan kulit lo, lepasin" Tiara masih saja angkuh dan sombong.
Brug!
Satpam seketika melemparkan Tiara ke jalanan. Tiara meringis merasakan bokongnya telah mencium aspal.
"Asssh...bokong gue sialan! bastard, awas ya kalian gue pasti akan memecat kalian semua" pekik Tiara masih duduk di jalanan.
...****************...
__ADS_1
Segini dulu ya, besok lanjut lagi maaf telat karena badan aku demam seharian bed rest 🙏🙏... Oh ya, kalo ini udah tamat ada yang mau cerita anaknya Hana? kalo ada nanti setelah tamat akan dibikin season 2 tentang anaknya Hana & Elijah.