Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
93


__ADS_3

Hari ini keluarga Lexander dan keluarga Hareklees akan bertemu di rumah sakit dan juga Brivan dia akan datang memenuhi permintaan dari sang putri. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Hana duduk didepan cermin ia memoleskan make up tipis di wajahnya dan tak lupa ia menyatok rambutnya dengan cara curly.


"Semoga lo cepat bangun bang" Hana berharap Galang cepat sadar dan bisa berkumpul kembali.


Setelah selesai dengan semuanya Hana keluar dari kamar ia melangkahkan kakinya menuju anak tangga, ia turun ke lantai bawah disana ada mama Lika yang sudah menunggunya. Sedangkan Raka ia sudah tidak lagi tinggal di situ dia tinggal di mansion Hareklees kadang Raka seminggu dua kali menginap di mansion Hawthorne, Raka terlebih dahulu sudah berangkat ke rumah sakit.


"Mama" panggil Hana, mama Lika menoleh ke sumber suara.


"Sudah selesai sayang?" Hana pun menjawab dengan anggukan kepala.


Mereka pun berjalan keluar dari mansion dan melangkahkan kakinya ke depan gerbang dimana sudah ada sopir pribadi mama Lika yang sudah menunggu mereka. Mereka masuk kedalam mobil, mereka langsung pergi ke rumah sakit. Dalam perjalanan Hana menoleh ke samping mama Lika.


"Nanti ada seseorang yang akan Hana kenalkan kepada mama dan bang Raka,ma" ucapnya ,mama Lika langsung menoleh ke Hana. "Siapa Hana?teman kamu?" tanya mama Lika


Hana hanya menggelengkan kepalanya,"Bukan mah, nanti mama akan tahu sendiri kalo kita sudah sampai di rumah sakit".


"Baiklah sayang" jawab mama Lika.


 Hana memutuskan untuk memberitahu soal daddynya kalau daddy Brivan masih hidup dan ia akan memperkenalkan kepada mereka siapa tahu mama Lika dan daddy Brivan saling tertarik. Eh? ..


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ



Setelah sampai di rumah sakit Hana dan mama Lika langsung berjalan ke ruangan ICU.


Tap


Tap


Tap


Ceklek!


Saat Hana membuka pintu ia kaget di sana ada seorang penghulu dan dua orang paruh baya yang berbeda jenis kelamin dan masih kelihatan tampan dan cantik mereka berdiri diantara daddy Darren dan mommy Anara, sedangkan Kivandra sedang asyik fokus dengan ponselnya tanpa menyadari Hana sudah datang. Kalandra lagi memejamkan matanya sambil tubuhnya menyender di sofa.


Daddy Brivan sudah berada disana dia sedang mengobrol dengan Darren.

__ADS_1


Hana menoleh ke arah Raka ia mengernyitkan dahinya ia butuh penjelasan atas semua ini apa yang terjadi? kenapa ada penghulu disini dan dua orang asing, siapa mereka? Raka paham dengan wajah bingung Hana pasti Hana butuh penjelasan darinya.


Ia pikir Raka akan menikah dengan dokter Karla di depan Galang makanya disana ada penghulu.Tapi Hana tidak melihat dokter Karla di sini terus kenapa ada penghulu disini bahkan disini tidak ada calon pengantin yang akan menikah disini, lalu siapa? gak mungkin Brivan dia saja masih setia dengan status duda hot mana mungkin secepat itu menikah calonnya saja belum ada.


Raka hendak menjelaskan kepada Hana, mommy Kivandra langsung memanggil Hana untuk mendekatinya.


"Hana sayang" panggil mommy Kivandra, Hana menoleh ke mommy Kivandra dengan kedua sudut bibirnya melengkung ke atas.


"Iya mom?"


"Kesini sayang, ada yang harus mommy kenalkan sama kamu" mommy Kivandra menyuruh untuk mendekat, Hana pun langsung berjalan menuju mommy Kivandra.


"Siapa mom?" tanya Hana melirik ke samping mommy Kivandra.


Mommy Kivandra pun tersenyum dan berkata. "Kenalkan dia adalah bundanya Kalandra, panggil saja bunda Jasmine dan dia orang yang ada di samping daddy kamu itu suaminya bunda Jasmine namanya Ayah Agler" mommy Kivandra memperkenalkan adek kandungnya kepada Hana.


"Halo sayang, panggil bunda Jasmine ya mulai sekarang kamu bagian dari keluarga Lexander" ucap bunda Jasmine dengan suara ramah dan lembut.


Hana semakin bingung ini ada apa sih sebenarnya kok perasaan gue gak enak ya.


"I-iya tan eh bunda Jasmine" balas Hana dengan wajah gugupnya pertama kali bertemu dengan orang tua Kalandra, wajah Kalandra sangat mirip dengan bundanya pantas saja produk keluarga Lexander tidak ada yang gagal semuanya memiliki wajah yang sempurna apalagi daddy Darren dan ayah Agler mereka sangat tampan sekali.


Mommy Kivandra dan bunda Kalandra saling tatap-tatapan dan mereka tersenyum menatap Hana secara bersamaan membuat Hana semakin penasaran.


"Kita akan menikahkan kamu dengan Kivandra di sini Galang akan menjadi saksi atas pernikahan kamu sayang, kita sudah sepakat akan menikahkan kalian langsung tanpa adanya acara pertunangan katanya Kivandra acara seperti itu tidak penting ia ingin segera meresmikan hubungan kalian menjadi suami istri dan kami setuju dengan pendapat Kivandra dan keluarga mu juga setuju apalagi daddy Brivan sangat setuju" jelas mommy Anara.


Deg!


Apa nikah? gila,kenapa Kivandra malah ingin menikah secepat itu kita bahkan masih kuliah dan gue juga masih semester dua umur gue masih kepala satu malah di suruh nikah secepat ini. OMG! mimpi apa gue semalam,kenapa tidak ada yang memberitahu kepada gue, disini gue seperti orang bodoh yang gak tahu apa-apa batin kesal Hana.


"Sayang, apa kamu sudah siap untuk menjadi nyonya muda Lexander?" ucap Kivandra yang sudah merengkuh pinggang ramping Hana.


Hana tersentak merasakan ada tangan yang sudah melingkar di pinggangnya,Sejak kapan Kivandra sudah berada di sampingnya, ia mengernyit heran.


"Maksud kamu? kenapa kamu tidak memberitahu kepada ku tentang ini, kenapa mendadak sekali" Hana menatap kesal Kivandra.


"Maaf sayang semalam aku mau memberitahu kepada mu tapi ponsel kamu tidak aktif dan kata mama Lika kamu sedang pergi ada urusan penting terus daddy Brivan menelpon katanya kamu bersamanya,makanya aku gak mau mengganggu kamu sedang bersenang-senang dengan mainanmu" papar Kivandra.


Hana lupa kalau ponselnya itu emang sengaja di matikan agar tidak ada yang mengganggunya,tapi kenapa daddy Brivan dan mama Lika tidak memberitahu nya setelah selesai dengan mangsanya.


"Hana, maaf kan mama ya mama lupa mau beritahu kepadamu soalnya kamu langsung masuk ke kamar saat semalam kamu pulang sepertinya kamu kelelahan" ucap mama Lika berjalan menghampiri Hana, Hana pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Brivan dan Darren berjalan menghampiri Hana yang sedang bersama mama Lika.


"Kamu sudah siap nak?" tanya Brivan kepada putrinya.


Gimana mau siap,ini semua mendadak baginya seperti sedang bermimpi, Hana saja sekarang ini masih kelihatan shock sebentar lagi status dia sebagai gadis akan berganti sebagai istri orang apalagi istri dari tuan muda Kivandra keluarga Lexander.


Kalandra sedari tadi hanya diam menatap ke arah Hana dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, hatinya masih sakit sejak Hana berpacaran dengan Kivandra apalagi hari ini dia melihat Hana dan Kivandra akan melangsungkan ijab qobul, semakin hatinya sakit tapi ia menepis semua rasa sakit itu ia berusaha mengubur perasaan cinta terlarang ini kepada Hana ia akan belajar mengikhlaskannya. Kalandra berusaha menyembunyikan rasa sakit ini dengan senyumannya didepan semua orang.


Belvia semoga kamu bahagia dengan abang gue, semoga gue bisa melupakan mu cinta dalam diam selama enam tahun ini cukup membuat gue pengecut tidak berani mendekati mu gue malah diam-diam menatap mu dari kejauhan gue kenal lo sebelum lo berpindah jiwa Belvia dan lucunya lo gak kenal gue, mungkin lo lupa, tidak masalah mungkin ini takdir gue yang harus melanjutkan cinta dalam diam gue ini monolog hati Kalandra.


"Anda siapa?" tanya mama Lika menatap wajah tampan Brivan.


Mama Lika menatap kagum melihat ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.


Brivan menoleh ke Lika, iya juga menatap kaget melihat sosok wanita yang pernah ia temui saat di lobi rumah sakit itu, ah.. sepertinya dia lupa dengan ku batin Brivan.


"Saya daddynya Belvia" jawab singkat Brivan.


"Hah?" mama Lika melongo membuat Brivan terkekeh kecil merasa gemas dengan wanita yang ada di sampingnya itu.


"Nanti Hana jelasin ke mama dan bang Raka mah" mama Lika langsung beralih menatap ke Hana dengan wajah bingung nya.


"Benar apa kata Belvia eh Hana maksud saya, setelah ijab qobul akan saya jelaskan kepadamu nyonya" sambung Brivan.


"Nyonya?"beo mama Lika.


Sopan sekali dia ternyata tapi kenapa wajahnya seperti pernah aku lihat ya tapi dimana? tanya mama Lika dalam hatinya.


Ucapan dari penghulu menyadarkan lamunan mama Lika.


"Apa kedua calon sudah siap?" tanya penghulu.


"Siap tidak siap sama saja kan pada akhirnya gue akan segera menikah" gumam lirih Hana.


Mereka pun melangsungkan ijab qobul di depan Galang yang masih dalam keadaan koma, Galang menyaksikan pernikahan Hana dengan Kivandra walaupun dia masih tetap setia dengan tidur panjangnya.


SAH!


Semua orang yang ada di ruangan tersebut mengucapkan kata Sah, setelah Kivandra melakukan ijab qobul beberapa detik yang lalu. Kini mereka resmi telah menjadi pasangan suami istri, bagi mereka tidak menyangka akan menikah secepat ini, Kivandra berjanji akan melindungi Hana kapan pun itu.


__ADS_1


__ADS_2