Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
68


__ADS_3


Hana menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota. Dia akan pergi ke tempat gedung tua dimana Cindy yang masih di kurung oleh Hana dan di jaga ketat oleh para bodyguard Hana.


Brummmmmm....🛴🛴🛴🛴


Saat di lampu merah Leon melihat sosok yang sangat familiar baginya.


"Hana" gumam Leon masih berdiri disamping mobil sport yang berada di pinggir jalan.Saat itu Leon sedang membeli kue untuk nyokapnya,dan tidak sengaja bertemu dengan Hana yang tidak jauh dari lampu merah.


"Mau kemana itu?" ucap Leon langsung masuk kedalam mobil sport dan ia mengikuti Hana dari belakang karena Leon penasaran mau pergi kemana Hana sore-sore begini.


Hana menghentikan motornya didepan halaman gedung tua begitu juga Leon berhenti dengan jarak yang agak jauh, Hana tahu ada mobil sport warna kuning yang selalu mengikutinya dari belakang tapi Hana mengabaikan mobil tersebut ia masa bodoh.


Saat Hana berjalan menuju gedung tua ia tersenyum miring tanpa melihat kebelakang ia tahu mobil sport berhenti di sana,lalu ia melanjutkan langkahnya kembali.


Tap


Tap


Tap


Disana banyak dua puluh enam bodyguard Hana yang memiliki tubuh kekar dan tinggi menjaga ketat gedung tua, Hana memiliki dua ratus ribu bodyguard di tempat markasnya ia dulu sebelum menjadi Hana cukup banyak memiliki musuh untuk menghancurkan keluarga Hawthorne dan dulu ia sempat kecolongan atas tindakan musuhnya mengakibatkan orang tuanya meninggal dunia gara-gara di sabotase musuhnya di kalangan bisnis,kali ini dia tidak akan lagi kecolongan agar semua orang yang dia sayangi tetap aman.


Leon yang masih didalam mobil dahinya berkerut melihat banyak pria bertubuh besar dan berotot di setiap sudut.


"Dia mafia kah?kok banyak pria bertubuh besar dan berotot dan juga mereka menghormati Hana selayaknya bos mereka, Hana lo sebenarnya siapa?" monolog Leon yang masih melihat Hana dari dalam mobil.


Saat Hana sudah berada didalam baru Leon keluar dari mobilnya ia berjalan menuju gedung tua, Leon masih penasaran apa yang dilakukan dengan Hana di tempat gedung yang sudah tidak terpakai itu.


Tap


Tap


Tap


Leon dicegah oleh kedua bodyguard Hana di depan pintu gedung tua.


"Anda siapa? ada keperluan apa disini" tanya salah satu bodyguard.


"Gue temennya Hana dan gue ingin bertemu dengan dia" jawab Leon dengan suara tegas.


Kedua bodyguard saling melirik setelah mendengar jawaban dari Leon.


"Apa anda sudah memiliki janji dengan bu bos?" tanya kembali salah satu bodyguard Hana.


"Bu bos?" beo batin Leon.


Kedua bodyguard melihat Leon terdiam dan tidak segera menjawabnya mereka langsung mengusirnya dari sini.


"Maaf, jika anda tidak ada janji dengan bos kami lebih baik anda pergi dari sini" pinta salah satu bodyguard.


Perkataan dari bodyguard Hana membuyarkan kesadaran Leon.


"Gue punya janji sama bos kalian, makanya saya disuruh kesini" bohong Leon, ia terpaksa berbohong ia bener-bener penasaran apa yang dilakukan oleh Hana ditempat ini.


"Apa anda sedang tidak berbohong? siapa nama anda?"

__ADS_1


"Nama gue Leon dan gue benar-benar sedang tidak berbohong" ucap Leon dengan penuh yakin untuk menyakinkan para bodyguard Hana.


Kedua bodyguard saling pandang satu sama lain dan memberikan kode kepada bodyguard yang satunya.


"Baiklah anda boleh masuk bos kami ada didalam" jawab singkat bodyguard Hana.


"Hm" Leon pun menganyunkan kakinya ke dalam gedung tua.


Leon melihat sekeliling bangunan yang udah rapuh dan usang disana banyak sekali bodyguard yang memandangi Leon dari kejauhan.


Leon menghampiri salah satu bodyguard Hana untuk menanyakan dimana Hana.


"Permisi, gue mau tanya dimana Hana e- bos kalian" ucap Leon menatap pria berotot di depannya.


"Ada di ruangan eksekusi, anda siapa?"


Leon sempat terkejut mendengar ucapan dari bodyguard Hana tapi ia menyembunyikannya dengan wajah datarnya.


Sedang apa Hana ada di ruang eksekusi batin Leon.


"Gue Leon temennya Hana bos lo, bisa antarkan gue ke ruangan itu" pinta Leon.


Bodyguard tidak menjawab pertanyaan dari Leon dia langsung pergi membuat Leon mengernyitkan dahinya, baru lima langkah bodyguard menoleh ke belakang melihat Leon yang masih diam berdiri disana.


"Ayo, saya akan antarkan anda ketempat bos saya" setelah itu bodyguard melanjutkan langkahnya ke ruangan eksekusi.


Leon pun mengikuti bodyguard tersebut dari belakang,Leon tidak merasa takut karena dia ketua geng motor dan udah biasa menghadapi situasi seperti ini apalagi bertemu dengan banyak pria yang bertubuh besar dan berotot.


Ceklek!


"Masuk" pinta bodyguard Hana kepada Leon.


Kenapa Hana betah sekali didalam ruangan ini dan apa yang dia lakukan pikir Leon.


Leon terperanjat melihat Hana sedang menyayat paha seorang wanita yang sedang di rantai, sepertinya wanita itu sudah lama di sekap disini dilihat dari keadaannya dengan rambut acak-acakan baju lusuh penuh dengan bercak darah dan wajahnya ketutupan rambut wanita itu.


"Hana seorang psikopat?" gumam lirih Leon ia berdiri di belakang Hana yang tak jauh dari sana.


Penampilan Hana saat ini baju yang dikenakannya ada banyak noda darah milik Cindy.


Leon mendengar rintihan kesakitan yang keluar dari mulut wanita itu, Leon memejamkan matanya betapa kejamnya Hana melakukan tindakan menyayat kaki wanita itu dengan belatinya betapa lihainya Hana bermain dengan senjata tajamnya.


Hana menyeringai ia tahu di belakangnya ada orang yang sedang menatapnya.


"Jadi orang kenapa kepo sekali dengan urusan orang lain,sampai lo buntuti gue sampai kesini emang lo gak ada kerjaan atau udah bosen hidup makanya lo cari gue" suara dingin Winter.


Leon tersentak mendengar perkataan dari Hana ternyata Leon sudah ketahuan kalau dirinya tengah membuntuti Hana dari belakang waktu di jalan raya dan berakhir di ruangan gelap ini.


"Hana sedang apa yang lo lakukan dengan wanita itu dan siapa wanita itu" tanya Leon berusaha memberanikan diri untuk bertanya kepada Hana.


Hana berdiri dari jongkoknya lalu membalikkan badannya menghadap kearah Leon jadi mereka saling memandang satu sama lain. Ada rasa rindu dan rasa suka dalam diri Leon kepada Hana, Leon masih berharap jika Hana kembali kepadanya,ia tahu didepannya ini bukan Hana melainkan jiwa Belvia yang hidup di dalam raga Hana, Leon menyadarinya setelah ia pergi ke luar negeri untuk berkuliah disana ternyata setelah Hana berganti jiwa Leon menyukai jiwa baru Hana bukan Hana asli entah kenapa ini terjadi selama satu tahun lebih dia berusaha untuk melupakan Hana tapi Leon malah tersiksa batinnya ia benar-benar tidak bisa melupakan Hana begitu saja sungguh sulit baginya, ia tahu saat ini Hana sangat bahagia bersama Kivandra ketua Ravestrack jujur ia sempat berpikir untuk merebutnya kembali tapi ia takut kalau Hana kembali benci padanya, ia juga berusaha akan belajar menjadi teman dekat Hana tanpa memiliki hatinya.Mungkin Suka dalam diam akan lebih baik lagi walaupun itu agak menyakitkan, Leon percaya kalau jodoh pasti Hana akan kembali padanya.


"Leon" panggil Winter ternyata orang yang mengikutinya adalah Leon ketua Devils.


"Hana, apa yang lo lakukan dengan wanita itu?" sebuah pertanyaan yang lolos dari bibir Leon.


"Gue Winter bukan Hana" suara dingin Winter.

__ADS_1


Leon menatap dalam mata Hana, benar warna mata Hana berbeda bukan seperti biasanya apa ini semacam alter egonya dia pikir Leon.


"Ah, iya Winter dan siapa dia" tanya Leon sambil menunjuk kearah wanita yang keadaannya dibilang tidak baik-baik saja.


"Dia hanya sekedar sampah yang selalu mengganggu hidup orang lain"


"Sejak kapan lo jadi psikopat Winter?"


Winter tersenyum tipis sekali."Lo lupa siapa gue sebelum gue nyasar kedalam tubuh ini dan lo sejak kapan lo seperti tetangga yang selalu saja kepo dengan urusan orang lain hm?"


"Lo udah buntuti gue sampai kesini dan lo udah tahu apa yang sedang gue lakukan, udah kan? lo pulang gih!" lanjutnya.


"Jadi Belvia adalah seorang psycho? apa keluarga lo dan pacar lo tahu soal ini?" tanya kembali Leon sejujurnya ia tidak mau melihat orang yang dia sukai menjadi seperti ini.


"Lebih baik lo gak usah peduli dan ikut campur, emang siapa lo hah? gue mau jadi psycho kek jadi badut kek jadi ultraman kek itu bukan urusan lo dan keluarga gue pacar gue mereka fine-fine aja tuh" sentak Winter ia tidak suka dengan Leon yang mempunyai mulut seperti tetangga julid bisa-bisanya dulu Hana menyukai pria semacam Leon ini untung ganteng.


Leon hendak menjawab ucapan Hana, tapi Hana langsung saja mengeluarkan suaranya kembali.


"Lo pilih pulang sekarang atau lo jadi bahan gue selanjutnya dengan belati kesayangan gue ini" ancam Winter.


Glek!


Leon menatap belati yang penuh dengan darah Leon benar-benar takut jika Hana benar-benar menguliti dirinya.


"Baiklah, gue pulang tapi nanti kita akan bertemu lagi Winter"


"Ngapain? mau nagih utang? gue gak punya utang sama lo, jadi gak usah bertemu lagi gue juga udah bosen sama wajah lo mending wajah lo ganti aja biar gue gak bosan"


"Jadi menurut lo gue harus operasi plastik agar lo gak bosan lihatin wajah gue gitu"


"Ya tergantung kalo lo operasi plastik nya jadi jelek ya gue ogah kalo jadi ganteng gue juga ogah"


Leon mendengus kesal mendengar perkataan dari Hana.


"Jadi pulang gak? atau lo cepat-cepat ingin bertemu dengan malaikat maut hah!" sentak Winter dengan wajah datarnya.


"Yaudah gue pulang nanti malam gue main ke mansion lo"


"Gue udah pindah bukan lagi tinggal disana, kalo lo mau kesana ya gak apa-apa palingan lo bertemu dengan penghuni asli mansion Hareklees" ucap santuy Winter.


Leon baru saja mengetahui satu fakta kalau keluarga Hana sudah pindah rumah.


"Jadi dimana alamat baru mansion lo"


"Kamu nanyak? lo ngapain tanya alamat mansion gue? lo kurir paket jnt? tanya-tanya alamat segala"


"Yaudah kalo lo gak mau ngasih alamat mansion lo gue bisa nyari sendiri" ucap Leon lalu ia membalikkan badannya dan keluar dari ruangan eksekusi.


"Dih, gak jelas gampang ngambek udah kek cewek aja" Winter mengedikan bahunya melihat Leon sudah tidak nampak lagi dari ruangan itu. Leon benar-benar pulang dari bangunan tua menuju mansionnya.


Winter melanjutkan kegiatannya ia mengambil suntikan yang isinya racun mematikan apabila cairan itu masuk kedalam tubuh manusia lama kelamaan akan merasakan rasa nyeri yang luar biasa akan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung dalam hitungan menit orang itu akan mati.


Cindy pingsan setelah di siksa abis oleh Winter disela-sela pingsan Winter menyuntikkan cairan tersebut agar Cindy tidak merasakan rasa sakit di dalam tubuhnya akibat cairan itu.


Winter hanya membantu membebaskan Cindy dari kehidupan di bumi saja sangat baik bukan?.


...****************...

__ADS_1


......................


Thanks for reading 🤗❤️😘


__ADS_2