
...Happy Reading...
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Anggota inti Devils tengah berkumpul di markas Ravestrack untuk membahas perang antara geng motor Alaska.
"Suruh bos sama Kalandra datang ke markas Yan, Alvaro dan lainnya udah datang ke markas" suruh Agam kepada Adrian.
Abercio yang masih sibuk dengan cemilannya ia berdecak."Emang kemana tuh pak bos sama Kalandra kok belum datang kesini".
Alvaro ikutan mendaratkan bokongnya di sebelah Abercio."Gue kira mereka ada disini"
Adrian bolak-balik menghubungi nomor Kivandra dan Kalandra tidak ada yang aktif satu pun. Adrian pun kesal kemana tuh mereka kenapa susah sekali di hubungi.
"Gimana Yan?" tanya Delvin menunggu jawaban dari Adrian.
Adrian menoleh ke Delvin."Nomer mereka gak aktif,cok".
"Lah kemana tuh anak, kok tumben nomer mereka gak aktif, coba lo pergi ke rumahnya pak bos siapa tahu mereka belum pada bangun" sambung Abercio.
Mereka heran tidak seperti biasanya nomor Kivandra tidak aktif apalagi nomor Kalandra juga ikutan tidak aktif, biasanya Kivandra akan menghubungi anggotanya terlebih dahulu kalau ada urusan penting.
"Kalo gak ada Kivandra kita gak bisa bahas tentang Alaska" ujar David sedari tadi diam saja hanya menyimak.
"Yaudah gue sama Agam ke rumahnya pak bos dulu, nanti gue kesini lagi abis nyeret pak bos ke sini" ucap Adrian yang udah beranjak dari tempat duduknya.
Agam dan Adrian pun melangkahkan kakinya keluar markas dan pergi menuju mansion Lexander, sedangkan mereka menunggu di dalam markas ada yang ngemil ada yang mabar ada juga yang nonton doraemon.
"Eh, apa kita yakin bisa ngalahin Alaska kalian pada tahu kalo geng mereka itu sangat licik gue takutnya mereka merencanakan sesuatu yang di luar pikiran kita semua" celetuk Abercio yang memecahkan keheningan suasana markas.
"Eh,iya kita harus berhati-hati menghadapi kelicikan Alaska siapa tahu mereka bawa sesuatu untuk menang dari kita" sambung David sambil main ML.
"Bener tuh, gimana soal mata-mata kita yang ada di Alaska?" tanya Alvaro.
"Aman, belum ada yang curiga" sahut Abercio.
"Tapi kita perlu berhati-hati siapa tahu Algav tahu tentang kita mengirim mata-mata ke geng motornya, kalian lupa kalo Algav tuh selain licik dia sangat peka daripada Alister yang masih bisa kita bodohi" papar Galen.
"Semoga aja gak ketahuan sama Algav, kalo ketahuan bisa berabe" ujar David yang diangguki oleh semua para tuyul.
"Kita mau perang tapi Galang masih aja koma, sedih gue dia gak ikutan perang" sendu Alvaro.
"Leon kapan pulang? btw dia ikut perang gak?" tanya Abercio ia sangat penasaran sekali sama ketua Devils yang tidak ada kabarnya itu.
"Dia nanti ikutan kita melawan Alaska, besok keknya dia udah pulang dari Belgia" jawab David sambil meletakkan ponselnya diatas meja.
Apa Leon masih berharap sama Hana terakhir kalinya Galang pernah bilang kalau Leon sangat terobsesi dengan Hana dan dia bakal rebut Hana dari Kivandra, gue takutnya Leon berakhir tragis dan besoknya ada nasi kotak pikir Abercio.
"Mending kita joke aja dulu sambil nungguin Adrian sama yang lainnya" usul Abercio menatap ke semua para tuyul.
Para tuyul pun menganggukkan kepala mereka yang artinya setuju.
"Tadi handphone gue jatuh dari lantai 3" bohong Abercio dengan wajah santai.
Semua menatap Abercio dengan mulut menganga lebar bisa-bisanya dia santai saja gitu padahal ponselnya jatuh dari lantai 3.
__ADS_1
"Ck. Biasa aja kali awas tuh mulut nanti nyamuknya pada masuk" celetuk Abercio semua langsung menutup mulutnya.
"Kok bisa jatuh ponsel lo? pecah gak? terus gimana ponsel lo?" tanggap David dengan wajah khawatir.
Abercio rasanya ingin ketawa kencang melihat wajah panik semua para tuyul disini, padahal ia cuman berjanda eh bercandya doang sih!
"Enggak, untungnya gue pasang mode pesawat jadi bisa terbang ponsel gue" balas Abercio dengan wajah tengilnya.
Krik!
Krik!
Krik!
Seketika mengheningkan cipta dan otak mereka sedang berusaha mencerna semua ucapan Abercio.
"KAMVREEET, BANGSUL LO ABERCIO GUE KIRA PONSEL LO BENERAN JATUH BIKIN JATUNG GUE COPOT LO" teriak David mendapati pelototan dari Abercio.
Bugh!
Abercio melemparkan bantal ke wajah David. "Kambing, ini bukan hutan gak usah teriak, kuping gue gak budeg".
Semua memdengus kesal ternyata mereka di kerjain sama Abercio kurang ajar, mana dia ngomongnya pakai wajah serius ya mana mereka tahu.
"Kan gue tadi bilang yuk kita joke aja, ngapain kalian nanggapnya pake serius lagi, heran deh gue" sambung Abercio.
"Oke giliran gue yang mau cerita" ucap Alvaro semua menatap ke arah Alvaro.
"Apa itu?" ucap Abercio ia penasaran apa yang akan di ceritain sama Alvaro.
"Tadi gue habis ngerjain orang" ucap Alvaro sengaja menjeda perkataannya.
"Wah, parah lo malah ngerjain orang, emang siapa Al?" tanya David.
Semua para tuyul menepuk jidat mereka betapa bodohnya teman yang satu ini.
"GO*BLOK" pekik secara bersamaan.
Alvaro langsung nyengir kuda dan sedikit menggaruk rambutnya.
...****************...
Markas Costa Nostra
Mereka sedang berdiskusi tentang orang yang menyabotase kejadian 10 tahun yang lalu.
"Jadi kali ini kamu dapat informasi apa Mika?" tanya Brivan kepada Mika.
Mika menatap satu persatu orang yang ada diruangan tersebut.
"Delvin adalah anak dari Sam yang selama ini pergi ke Belanda setelah kejadian tersebut, dan lagi pasti membuat kalian bertiga akan tambah terkejut setelah mendengar ini"
Semua orang terkejut mendengar perkataan dari Mika ternyata Delvin adalah anak dari seseorang yang ikut andil menyelakai keluarga Belvia, Kivandra dan Kalandra juga tak kalah terkejutnya selama ini identitas Delvin di sembunyikan tanpa ada yang tahu dan juga selama ini Delvin hanya hidup sendirian mereka kira orang tuanya sudah tiada ternyata masih hidup dan orang tuanya adalah orang yang sudah melakukan kejahatan.
"Apa itu?" suara dingin Kivandra.
"Tiara dan Delvin adalah satu keluarga tepatnya mereka adalah sepupu mereka sengaja menyembunyikan status mereka dari kalian semua" jelas Mika.
__ADS_1
Lagi-lagi mereka bertiga shock mendengar penjelasan dari Mika, mereka tidak menyangka darimana Mika mendapatkan semua informasi itu dengan gampangnya Mika mengetahuinya.
"Lo dapat semua informasi ini darimana Mika?bukannya informasi mereka tidak bisa di akses sembarangan orang" tanya Hana tadinya ia ingin meretas data Delvin eh udah duluan Mika ya sudah.
"Gue menyamar dan memata-matai keluarga Delvin,gue disana sebagai maid dan merubah penampilan gue agar Delvin gak tahu siapa gue dan bener Delvin gak tahu gue siapa dan dia juga jarang tidur di mansion jadi gue bisa leluasa mencari informasi tentang semua keluarganya dengan meretas cctv mansion itu juga atas perintah dari bos Brivan" jelas Mika.
Tiga tuyul langsung menatap ke arah Brivan yang sedang duduk bersandar di sofa single.
"Jadi gimana rencana kita?" tanya Kalandra menatap ke arah Darren dan juga Brivan.
"Kivandra apa kamu bersedia untuk mendekati Tiara?" tanya Brivan.
Tiga tuyul mengernyitkan dahinya dan Hana langsung kesal kenapa daddynya malah nyuruh kekasihnya untuk dekat dengan ulat bulu.
"Kenapa aku harus mendekati Tiara om?" bukannya menjawab pertanyaan Kivandra malah balek tanya.
"Iya dad, kenapa Kivandra malah disuruh untuk mendekati Tiara nanti kalo Kivandra pindah haluan gimana?" protes Hana
Brivan menghela nafas dengan pelan gak cowonya gak cewenya sama-sama bucin gak mau ngalah demi rencana agar sukses dan lancar.
"Buat mengorek informasi tentang keluarga Tiara,daddy yakin orang yang dibalik layar itu adalah ayahnya Tiara, sampai sekarang belum tahu identitas satu orang itu siapa dan bawa alat penyadap ini dan kamera kecil pasang semua di sudut rumahnya Tiara kalo rumahnya Delvin , Mika sudah pasang semuanya. Gimana kamu mau Kivandra?" ucap Brivan dengan suara tegas.
Kivandra menatap ke arah kekasihnya dan memegang tangan lembut Hana seolah memberikan kode gak apa-apa hanya sementara aja,Hana pun mengiyakan perintah dari daddynya.
"Baiklah om, Kivandra setuju" balas Kivandra.
Darren sedari tadi hanya diam saja dia yakin putranya pasti akan setuju dan menjalani misi kali ini untuk mengumpulkan semua bukti.
Kini Brivan menatap ke arah Hana."Besok Leon pulang bisakah kamu dekati lagi Leon Hana? dan pasang semua alat penyadap dan kamera kecil di rumah Leon jangan sampai ketahuan"
"Tapi-
Hana ingin protes kepada Brivan tapi Brivan langsung menyela kalimat putrinya, ia tahu pasti putrinya itu tidak mau lagi mendekati Leon tapi ini demi misi kita harus berhasil,gak mungkin Kalandra yang harus mendekati Leon karena mereka tidak pernah dekat nanti bisa menimbulkan kecurigaan.
"Daddy tidak menerima penolakan Belvia, dan berhati-hati lah dengan Leon" suara tegas Brivan.
"Sayang jangan khawatir ada aku yang selalu melindungi mu dari jarak jauh kalo Leon berani macam-macam sama kamu" bisik lirih Kivandra.
"Lalu aku apa om? masak aku gak ngapa-ngapain sih" dengus Kalandra merucutkan bibirnya.
Darren rasanya ingin ketawa melihat wajah ponakannya itu betapa ngenesnya.
"Kamu hanya perlu mengawasi teman-teman mu agar mereka tidak curiga dan bantu Hana atau Kivandra atau juga Mika kalo mereka butuh bantuan" balas Darren.
"Baiklah om" ucapnya dengan melengkungkan bibirnya ke bawah.
"Besok kamu ikut daddy Belvia, buat interogasi Dekkan sepertinya dia sudah bisa diajak berbicara" pinta Brivan kepada putrinya.
"Baik daddy"
"Dad, om? bisakah acara tunangan nya secara sederhana aja di rumah sakit didepan bang Galang, Hana ingin bang Galang melihatnya walaupun bang Galang masih koma" lanjutnya Hana dengan menampilkan puppy eyesnya.
Brivan dan Darren saling tatap-tatapan seolah saling menyetujui.
"Baiklah, om sama daddy kamu setuju Hana nanti om akan bilang ke mommy Anara" ucapnya.
"Terimakasih om,daddy" senyum manis Hana sambil punggungnya di usap oleh Kivandra.
...----------------...
__ADS_1
follow @Story_1403cute tik tok Transmigrasi Belvia.
Thanks for reading 🤗🥰😍