
Markas Ravestrack
Abercio membukakan pintu mobil milik Agam.
Ceklek!
"Bebek lo disini dulu ya nanti gue jemput lagi" ucap Abercio sambil meletakkan bebeknya di dalam mobil Agam.
Flashback on
Tadi saat pulang kuliah Abercio menemukan seekor bebek yang hampir saja ditabrak olehnya,tak pake lama bebek langsung diangkut dibawa sama Abercio menggunakan motor sportnya.
Dalam perjalanan bebek terus saja bersuara 'Kwek kwek kwek' membuat para pengendara motor lainnya menoleh ke motor Abercio.
"Hehe maaf suara klakson terbaru" ucap Abercio sambil menyengir dibalik helm full facenya.
Abercio membawa bebek tersebut ke markas Ravestrack, ia tidak mungkin membawa bebek ke mansionnya.
Flashback off
Setelah memasukkan bebek ke dalam mobil Agam yang untungnya tidak di kunci entah Agam lupa atau sengaja tidak menguncinya,Abercio langsung masuk kedalam markas.
Disana udah ada anggota Ravestrack lainnya dan Kalandra biasa dia kalau ada makanan gratis ia selalu datang padahal dia sendiri orang kaya tapi malah suka sama barang gratisan apalagi soal makanan gratis langsung datang duluan.
"Lo dari mana saja lama banget" ucap Adrian yang melihat Abercio baru datang.
Abercio mendaratkan bokongnya di sofa."Sorry,tadi ada si komo lewat jadi lama" Abercio sambil mencomot sepotong pizza yang ada di meja.
"Si komo siapa lagi? cewek baru lo lagi yo?" tanya Agam membuat dirinya penasaran.
"Ck, bukan cewek gue bastard!" decak Abercio kesal.
Pasalnya ia masih betah dengan kejombloannya ,kenapa agam berpikir kalo dirinya seorang playboy sama seperti Adrian dan Agam yang setiap bulannya gonta-ganti.
"Terus siapa kalo bukan cewek lo" ucap Kalandra yang juga ikut penasaran.
"Adalah nanti juga kalian tahu sendiri,dimana pak bos?" ujar Abercio daritadi ia tidak melihat Kivandra.
"Bang Vandra lagi nganterin Hana ke kantornya" jawab Kalandra sambil mulutnya sibuk mengunyah berbagai makanan.
Abercio memandangi Agam yang sedang mengambil kunci mobil sepertinya dia akan pergi,Abercio takut Agam akan marah kalau dia lihat ada bebek di dalam mobilnya semoga saja bebek itu tidak dijadikan bebek goreng sama Agam.
Abercio sudah berkeringat dingin ia takut disembur oleh Agam,ia menghitung mundur melihat Agam sudah membuka pintu mobilnya.
Tiga...dua...sa...
Abercio belum juga selesai menghitung tiba-tiba dikejutkan oleh suara teriakan Agam memanggil namanya Abercio langsung lari tunggang langgang ke kamarnya.
Part Agam
'kwek kwek kwek'
"Kok di mobil gue ada suara bebek" ucap Agam belum menyadarinya kalau disebelahnya ada bebek.
__ADS_1
'Kwek kwek kwek'
"Eh, lagi?bukan dari suara ponsel gue deh" ucap Agam ia menoleh ke arah kursi penumpang disebelahnya.
Mata Agam langsung melotot melihat bebek kuning imut berada di dalam mobilnya.
'Kwek kwek kwek'
Ini pasti kerjaannya Abercio siapa lagi kalo bukan si perusuh satu itu batin Agam yang amarahnya udah diujung kepala.
"ABERCIO" teriak Agam keluar dari mobilnya sambil membawa bebek kuning imut.
"Astaga lo habis nyolong bebek dimana bang?" sahut Kalandra melihat Agam menggendong bebek kuning imut.
"Lo sekarang beralih ke bebek gam? udah gak doyan sama cewek gam?" ujar Adrian terkejut melihat Agam menggendong bebek ala bridal style.
"Dimana Abercio?" tanya Agam yang seluruh wajahnya udah merah menahan kesal.
"Kamar" jawab Delvin singkat.
Agam berjalan menuju kamar Abercio sambil menggendong bebek kuning imut.
"Kenapa Agam nyari Abercio sambil bawa bebek? mana bebek pake rambut palsu" celetuk Adrian.
"Mungkin buat nemenin bang Abercio biar gak kesepian" asal jawab Kalandra
Back to Agam...
Agam menggedor-gedor pintu kamar Abercio berkali-kali.
Brak!
Brak!
Brak!
"Abercio nya lagi main gak ada di kamar" Abercio keceplosan ngomong ia langsung merutui kebodohannya sendiri.
Agam yang mendengar langsung tersenyum miring 'bodoh' gumam lirih.
"Keluar atau gue panggang nih bebek lumayan gue belum makan malam" ucap Agam sambil menggedor-gedor pintu kamar Abercio.
"Shitt, gue keluar" umpat Abercio berjalan ke arah pintu
Ceklek!
"Keluar juga lo" Agam melihat Abercio keluar dari kamarnya.
Abercio hanya memamerkan rentetan giginya saja sambil menggaruk kepalanya.
"Lo ngapain taruh bebek di mobil gue heh? lo dapat darimana nih bebek?" Agam memicingkan matanya ia curiga sama Abercio jangan-jangan ia nyolong nih bebek pikirnya.
"Hehe sorry Gam tadi gue lihat mobil lo gak di kunci jadi gue masukin aja tuh bebek, gue gak sengaja nabrak tuh bebek di jalan dia si komo jangan di goreng apalagi di panggang ya" ucap Abercio sambil menyatukan kedua telapak tangannya 🙏 .
"Jadi bebek nih namanya si komo? terus kalo gak di goreng atau di panggang mau lo apain nih bebek" ucap Agam menoleh ke bebek.
'Kwek kwek kwek'
__ADS_1
"Malah nyautin aja lo bebek, gue gak ngajak lo ngomong" dengus Agam
"Gue mau pelihara dia di markas" balas Abercio.
"Gila lo, kalo Kivandra tahu lo bisa di gantung di pohon toge. Nanti bebek bisa berak sembarangan markas jadi bau yo" sergah Agam membulatkan matanya.
"Nanti gue beli Pampers ukuran new born buat tuh bebek biar gak berak sembarangan,kalo masalah pak bos nanti gue ngomong sendiri"
"Ya terserah lo ajalah, nih bebek urusin gue mau jemput ayang gue mobil gue jadi bau bebek deh! gue harus semprot minyak wangi dulu biar tuh bau ilang"
"Shitt, gara-gara tuh bebek bangsul" lanjut Agam menjitak kepala bebek.
Pletak!
'Kwek kwek kwek'
"Diem lo, jawab mulu" kesal Agam.
"Udah sono katanya mau jemput ayang lo, ayang lo yang keberapa Gam?" sindir Abercio
"Entahlah gue aja bingung yang ke berapa bahkan namanya aja gue juga lupa" Abercio langsung menepuk jidatnya mendengar ucapan Agam dasar playboy karbitan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Hawthorne group ada wanita cantik dengan penampilan casual yang tengah duduk di kursi kebesarannya siapa lagi kalau bukan Hana.
Tok
Tok
"Masuk" ucap Hana
Ceklek!
Alan sekretarisnya masuk kedalam ruangan Ceo,ia ingin melaporkan tentang pencarian seseorang yang dimintai oleh Hana kemarin malam.
"Apa yang kamu dapatkan Lan?" tanya Hana tanpa basa-basi.
"Nyonya Melisa pernah menjadi sahabat nyonya Lika nona, dan mereka berdua berkenalan dengan kedua kakak kelas mereka tuan Dekkan dan tuan Juan ,dan tiba-tiba nyonya Melisa dengan sengaja mencium dan memeluk tuan Juan dengan kondisi mabok nyonya Melisa tahu kalo nyonya Lika akan menjemput kekasihnya ia sengaja melakukan itu didepan nyonya Lika dan akhirnya tali persahabatan mereka terputus. Dan nyonya Melisa sudah lama menyukai tuan Dekkan dan ia ingin menyingkirkan nyonya Lika dengan cara memanipulasi bukti agar tuan Dekkan percaya" papar Alan Pardew.
"Jadi dia itu uler kadut, bukti apa yang dia tunjukkan ke tua bangka itu?"tanya Hana
"Bukti foto dan video saat nyonya Lika tidak sengaja bertemu dengan tuan Juan di rumah sakit miliknya, saat itu nyonya Lika sedang mengandung nona Hana dan nyonya Melisa tidak sengaja melihatnya dan juga ia berasumsi kalo nyonya Lika tengah mengandung anaknya tuan Juan padahal mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit, dengan otak licik nyonya Melisa memanfaatkan situasi ini untuk memisahkan dan mendapatkan Dekkan kembali dari nyonya Lika" jelas Alan
"Jadi tua bangka itu main percaya saja sama uler kadut kalo gue bukan anak kandung dia tanpa tes DNA? emang bego tolol banget tuh tua bangka kenapa juga percaya sama tuh nenek gayung, tangan gue gatal deh rasanya ingin tendang tuh nenek gayung ke kutub selatan" geram Hana memukul meja kerjanya.
"Apa rencana nona selanjutnya untuk menyingkirkan seorang hama" ucap Alan.
"Kita ikuti saja drama mereka, tapi kita siapkan tes DNA yang resmi lalu setelah itu cabut semua orang yang menanam saham di Hareklees group dan pindahkan ke Hawthorne group gue ingin melihat apa reaksi tua bangka itu setelah perusahaannya di ambang kebangkrutan, akankah uler kadut masih mengejar-ngejar atau kabur sepertinya akan seru bikin tua bangka miskin" Hana menyeringai dan diikuti dengan tawa kecilnya membuat Alan bergirik ngeri melihat wajah joker Hana.
"Lakukan tes DNA secara resmi dan tarik semua orang yang udah menanam saham ke perusahaan Hareklees dan pindah ke perusahaan Hawthorne group" perintah Hana.
"B-baik nona" jawab singkat Alan dengan suara gagap.
"Lo akan lost to me tua bangka" ucap Hana terkekeh-kekeh kecil.
...----------------...
__ADS_1