Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
70


__ADS_3

Balkon kamar Kalandra malam hari



Disini Kalandra sedang berdiri di balkon kamarnya menikmati angin malam sambil mengepulkan asap rokoknya.


Ceklek!


"Kala lo dimana" panggil Kivandra clingak clinguk melihat sekeliling kamar Kalandra.


"Gue ada di balkon" suara Kalandra di balik jendela balkon.


Kivandra pun menganyunkan kakinya menuju balkon kamar Kalandra.


Tap


Tap


Tap


"Lo bukannya tidur malah rokok lo" sentak Kivandra melihat Kalandra sedang menikmati rokoknya.


"Hm"


"Ada masalah lo?" tanya Kivandra yang berdiri di samping Kalandra.


"Cuman kangen sama ortu di Australia bang, mungkin libur semesteran gue mau mengunjungi ortu kesana" mendapatkan anggukan dari Kivandra.


Kivandra tahu kalau Kalandra orangnya tertutup dia akan bercerita dengan sendirinya tanpa dimintai Kivandra akan diam saja sampai dia merasa butuh teman untuk bercerita.


"Kala lo suka sama Hana?" pertanyaan itu lolos saja dari mulut Kivandra entah feelingnya mengatakan kalau adek sepupunya itu menyukai Hana tapi Kalandra adalah orang yang sangat jago menyimpan perasaan terhadap seseorang tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Kivandra sendiri yang udah lama mengenal Kalandra dari bayi.


Deg!


Nafas Kalandra tercekat mendengar perkataan Kivandra bagaimana bisa dia tahu soal perasaan gue selama ini gue tutup rapat-rapat pikirnya.


"Kala" panggil Kivandra sambil menepuk bahu Kalandra.


Panggilan Kivandra menyadarkan kesadaran Kalandra.


"Eh, apa bang?"


"Ah,lupakan saja apa yang gue katakan barusan jangan tidur terlalu malam karena besok kita ada kuliah pagi" setelah mengucapkan Kivandra langsung pergi dari balkon kamar Kalandra menuju kamar Kivandra yang bersebelahan.


Kalandra menoleh sebentar ke belakang sampai benar-benar Kivandra sudah pergi dari kamarnya.


Kalandra menghembuskan nafas panjangnya dan mematikan bekas rokoknya yang masih ada sisa setengah.


"Maaf bang emang gue suka sama Belvia udah lama sebelum lo bertemu dengan Belvia tapi gue gak akan gila merebut Belvia dari lo bang, gue udah bahagia melihat Belvia memiliki pacar seperti lo bang karena gue tahu siapa lo bang lo orang yang tepat bagi Belvia bang, gue hanya bisa menyukai dalam diam biar saja gue yang sad boy semoga saja Tuhan memberikan wanita seperti Belvia dan Belvia mungkin dia lupa siapa gue." ucap Kalandra sambil memandangi langit tengah malam yang sedikit mendung.


🍅


🍅


🍅


Pagi itu Marina dan Ayu datang pagi-pagi ke kampus untuk menjalankan rencana busuknya.


"Lo yakin maba itu kalo pagi langsung sarapan ke kantin dulu?"ragu Ayu karena ia tidak pernah melihat Hana pagi-pagi sebelum matkul dia ke kantin kampus untuk sarapan.


"Ck, gue yakin gue tahu dari adek tingkat kita dia lihat setiap pagi cewek centil itu selalu ada di kantin sebelum matkul"


Ayu dan Marina melangkahkan kakinya ke kantin kampus mereka berjalan menuju stand makanan dan berhenti di depan stand jus buah.

__ADS_1


Ayu mengerutkan dahinya ia heran kenapa Marina berhenti disini.


"Ngapain malah berhenti di sini?katanya maba itu nyari sarapan ya seharusnya kita pergi ke bubur ayam dong bukan disini"


"Awsh..." Ayu meringis dan mengusap-usap akibat keningnya disentil Marina.


"Lo bego apa gak tahu sih, dia itu kalo pagi sarapannya jus apokat nah kita nanti suruh mbak yang jualan jus taruh obat ini dicampur dengan jus apokat pasti tuh cewek gak bakalan tahu tinggal kita kasih uang tutup mulut sama yang jualan jus" senyum licik Marina.


"Pinter juga lo Mar, gas lah kita kasih dia pelajaran tuh cewek miskin"ucap Ayu langsung diangguki oleh Marina.


Ayu dan Marina langsung menghampiri mbak penjaga jus buah.


"Mau beli jus apa neng?" tanya mbak penjaga jus buah.


"Mbak, mau duit sepuluh juta gak mbak?" ucap Marina menyodorkan duit segepok diatas gerobak jus buah.


Mbak penjaga jus buah mengernyitkan dahinya."Ini buat saya mbak? untuk apa mbak,kok tumben?"


"Iya ini buat mbak tapi ada syaratnya mbak,mbak mau gak? lumayan nih duit bisa buat bayar sekolah anaknya mbak"


Emang mbak penjaga jus buah sangat butuh itu duit buat bayar sekolah anaknya dia sudah berkeliling untuk mencari pinjaman tapi hasilnya nihil tidak ada yang mau meminjamkannya, dan tiba-tiba ada mahasiswi yang menyodorkan uang sebanyak itu di depan mata tanpa berpikir mbak penjaga jus buah langsung saja menerima duit tersebut sisanya bisa buat modal lagi.


"Mau banget neng, tapi syaratnya apa neng?" tanya kembali penjaga jus buah.


"Gampang kok mbak, tugasnya mbak campur obat ini kedalam jus apokat untuk mahasiswi yang bernama Hana mbak tahu kan mahasiswi yang bernama Hana? kalo tahu jangan sampai ketahuan" ucap Marina sambil memberikan obat pera*ngsa*ng.


"Ini obat apa neng?" tanya kembali mbak penjaga jus buah sambil membolak-balik bungkus obat transparan tersebut.


"Itu hanya vitamin biasa mbak, mbak tahu kan mahasiswi yang bernama Hana yang biasa beli jus apokat kalo pagi"


"Tahu kok neng, neng Hana yang mahasiswi baru yang sangat cantik putih dan tinggi kayak steger listrik itu neng" ucap jujur seorang wanita penjaga jus buah.


Marina dan Ayu langsung mendengus mendengar ucapan kagum dari wanita penjaga jus buah.


"Kalo udah tahu tolong campurkan obat ini kedalam jus apokat jangan sampai ketahuan ya mbak dan jangan bilang ke siapa-siapa" ancam Ayu kepada wanita penjaga jus buah.


"I-iya neng, mbak janji"


"Hm bagus dan ini uang untuk mbaknya"


Wanita penjaga jus buah langsung mengambil duit 10 juta dari mereka , setelah itu Ayu dan Marina langsung pergi meninggalkan kantin kampus menuju halaman kampus untuk menunggu kedatangan Hana. Marina langsung menghubungi Lexi agar cepat bergerak.


Brummmmm........


Setelah beberapa setengah jam kemudian Gerombolan Hana dkk baru sampai di kampus terlebih dahulu. Mereka memarkirkan mobilnya di tempat parkir kampus, Hana dan Alula keluar dari mobil Alula dan juga diikuti oleh Tania dan Tiara. Hana tidak membawa mobil maupun motor karena dia malas membawa mobil sedangkan motor masih ada di bengkel sedang proses di modifikasi kembali,jadi dia pagi ini hanya numpang mobilnya Alula.


Ceklek!


"Eh,tumben geng Ravestrack dan geng Devils belum pada datang" celetuk Tiara sambil bersandar di mobilnya.


"Bang Galang dia ada kuliah siang kalo yang lainnya gue gak tahu sih kecuali Kivandra katanya dia mau mampir dulu ke kantor daddynya" ucap Hana sambil memainkan benda berbentuk pipih.


"Enak ya kuliah siang jadi masih ada waktu buat bangun siang daripada pagi seperti ini gue masih ingin melanjutkan tidur gue woi, semalam gue mimpi ketemu ayank gue sebel deh! gara-gara di bangunin sama bunda gue jadi gagal kan" dengus Alula sambil merucutkan bibirnya.


"Emang ayank lo siapa La? lo kan jomblo" ejek Tiara dengan tatapan sinis.


"Kambing, gue gak jomblo ya gue punya ayank jauh lebih ganteng dari pacarnya Hana,pacar gue itu Taehyung ganteng kan dia" sombong Alula.


Hana langsung meraup kasar wajah Alula."Masih pagi gak usah halu mulu lo, bangun La jangan kebanyakan mimpi nanti jatuh lo mending nyari pacar yang nyata aja jangan Taehyung dia aja gak tahu lo hidup atau gak di bumi malah ngakuin jadi pacarnya gila lo"


Alula hanya mencebikkan bibirnya bisa-bisanya mereka tidak mendukung gue untuk melanjutkan dunia perhaluan sih pikir Alula.


"Tuh,anak kebanyakan halu mulu heran deh gue temen lo tuh Tan" ucap Tiara sambil menyenggol bahu Tania yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ah, iya" Tania terperanjat gara-gara disenggol oleh Tiara sangking fokusnya dengan benda berbentuk pipih.


"Lo kok fokus amat sama ponsel lo emang lo lagi chat sama siapa Tan?" kepo Tiara memandangi Tania yang menyembunyikan ponselnya.


Hana dan Alula juga langsung menatap ke arah Tania yang ada didepannya.


Tania yang merasa di intimidasi oleh teman-temannya langsung saja menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"G-gue gak menyembunyikan apapun kok gue hanya chat sama ortu gue yang ada di luar negeri"


Tiara memicingkan matanya."Yakin?lo gak bohong kan?"


"Beneran Ra gue gak bohong kok" ucap yakin Tania dan Tiara menatap jauh wajah Tania mencari kebohongan dari sahabatnya itu.Namun nihil,Tania mengucapkan itu semua secara jujur tanpa di tutupi satu pun.


Tiara cuman ber'oh' ria saja.


"Kalian langsung ke kelas saja gue mau ke kantin dulu mau beli jus apokat buat semangat pagi gue" ucap Hana ia langsung melangkahkan kakinya pergi ke kantin.


Mereka langsung menganggukkan kepalanya dan langsung berpisah ke kelas masing-masing.


Hana sekarang ini sudah ada di stand jus buah yang ada di kantin kampus.


"Mbak beli jus apokat satu" ucap Hana sambil memberikan uang kepada mbak penjaga jus buah.


Wanita penjaga jus buah memandangi wajah Hana dia takut kalau salah orang bisa-bisanya nanti duitnya diambil lagi sama Ayu dan Marina yang tadi pagi ke sini.


Hana menaikkan satu alisnya ia bingung ada apa dengan mbak ini."Ada apa ya mbak?"


"Ah, tidak apa-apa neng wajah neng cantik kayak keponakan saya yang ada dikampung" bohong mbak penjaga jus buah.


Hana hanya ber'oh' ria saja.


"Jus apokat satu ya neng" yang diangguki oleh Hana lalu Hana duduk sembari menunggu jus apokat jadi sambil memainkan ponselnya.


Wanita penjaga jus buah langsung menaburkan obat pera*ngsa*ng kedalam jus apokat tanpa sepengetahuan Hana yang sedang sibuk membalas chat dari Kivandra.


1 Abad kemudian ....


"Ini neng jus apokat udah jadi" mbak penjaga jus buah menyodorkan jus apokat kepada Hana.


"Terima kasih mbak" ucap Hana sambil menerima jus buah tersebut.


Hana berjalan menuju kelasnya sambil meminum jus apokat tersebut.


Lama kelamaan Hana merasakan ada sesuatu di dalam tubuhnya entah kenapa tubuhnya saat ini hawanya begitu panas padahal cuaca pagi ini dingin matahari nya belum juga muncul karena mendung. Hana melepaskan tiga kancing kemejanya ia duduk sebentar di taman kampus ia benar-benar sangat kepanasan dan gerah ada apa dengannya.


Sedangkan disana ada dua orang yang sedang memperhatikan Hana dan menyeringai.


"Anjing, ini badan gue kenapa sih!" umpat Hana sambil mengibaskan tangannya ia langsung mencepolkan rambutnya agar tidak kepanasan tapi tetap saja dia kepanasan.


Tanpa disadari dari belakang ada tiga orang lali sambil membawa sapu tangan yang udah ada obat biusnya.


Mereka berjalan pelan-pelan agar tidak ketahuan oleh Hana.


Tap


Tap


Tap


Mereka langsung membekap Hana dengan sapu tangan yang udah di beri obat bius seketika Hana langsung jatuh pingsan,mereka langsung membawanya ke dalam mobil yang udah siap daritadi. Dan mereka membawa Hana ke apartemen Lexi atas perintahnya.


Ayu dan Marina melihatnya langsung senyum miring.

__ADS_1


"Awal kehancuran lo Hana" ucap Marina sambil tos ria dengan Ayu.


...----------------...


__ADS_2