Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
65


__ADS_3


Mobil Hana dan mobil Alula memasuki tempat parkir kampus.


Hana dan Tania keluar dari mobilnya Hana, Alula dan Tiara keluar dari mobilnya Alula.


Keempat cewek cantik yang baru saja menyandang status sebagai maba kini sudah mendapatkan julukan primadona kampus yang berhasil mengalahkan Ayu dan Marina.


Semua para mahasiswa laki-laki kagum melihat kecantikan geng Hana tersebut. Banyak yang ingin sekedar dekat atau mengenal dengan Hana tapi mereka takut kepada pawangnya Hana siapa lagi kalau bukan Kivandra, mereka tidak mau mempunyai masalah dengan Kivandra bisa-bisanya nanti mereka akan di keluarkan dari kampus karena Kivandra adalah cucu dari pemilik kampus tersebut.



Marina dan Ayu berdiri tak jauh dari tempat parkir kampus, Marina geram melihat Kivandra semakin dekat dengan cewek miskin itu.


"Setelah kita pulang dari swiss kenapa mereka semakin lengket" geram Marina mengepalkan tangannya buku-buku jarinya memutih.


"Gimana rencana kita yang sempat kita pending itu kita lakukan sekarang juga agar Kivandra jijik sama Hana" hasut Ayu yang sama-sama memiliki otak licik dengan Marina.


"Besok aja tunggu Lexi pulang, dia besok pulang dari Singapure.Gue jamin pasti Kivandra akan menjauhi cewek miskin itu" seringai tipis Marina.


"Aish, kenapa Lexi mendadak ke Singapure sih! kalo dia gak pergi jadi kita bisa lakukan sekarang juga" Ayu mencebik bibirnya.


"Nanti kita pulang kampus beli obat pera*ngsa*ng agar besok tinggal meluncurkan aksi kita" senyum tipis Marina.


"Oke, dia dapat darimana mobil mewah itu" Ayu menatap heran Hana datang dengan mobil sport mewah.


"Ck, mungkin hasil dari jual tubuhnya kan dia setiap hari di kelilingi cowok tampan apalagi dia kadang dekat dengan Galang,kak Raka, Kivandra,sepupunya dan temen-temennya Kivandra, Dasar cewek sasimi" ejek Marina, ia benar-benar muak dengan Hana yang selalu saja di kelilingi cowok tampan populer di kampusnya.


"Modal cantik sama body doang dia tuh, coba aja kalo dia jelek dan kurus pasti gak ada yang mau sama dia. Lo jauh lebih cantik daripada cewek miskin Mar" Ayu menyakinkan sahabatnya agar tidak terlalu emosi.


"Hm, kelas daripada disini mata gue sepet lihatin tuh maba centil" Marina langsung pergi ke kelas mereka dan diikuti oleh Ayu.


🐾


🐾


🐾


"Sayang, nanti malam jadi kan kita ke pasar malam?" tanya Hana sambil bergelayutan di lengan kekar Kivandra.


Abercio dan tuyul lainnya mendengar perkataan Hana seketika ingin ikut pergi ke pasar malam.


"Ikut dong bos ke pasar malam, gue ingin naik bianglala seumur hidup gue gak pernah naik itu" ucap Adrian sambil memasang wajah sedihnya.


Kivandra dan Hana menoleh ke Adrian.


"Kasihani Adrian bos, masa kecil kurang bahagia dia soalnya masa kecil dia di kolong jembatan" Agam mendapatkan tonyoran dari Adrian.


"Sembarangan lo, gue anak sultan gimane cerita nya anak sultan di kolong jembatan" dengus Adrian.


"Ada tuh, di culik wewe gombel terus di umpetin di kolong jembatan"


"Lo pernah di culik itu kak?" pertanyaan lolos dari bibir Alula yang polos langsung diketawain oleh para tuyul-tuyul.


Sedangkan Agam membulatkan matanya mendengar ucapan Alula, nih anak polos atau kelewatan polos pikirnya.


"Bukan tuh anaknya paijo" dengus kesal Agam.


"Emang kak Adrian nama bapaknya paijo kak?" tanya Alula kembali lagi-lagi mereka tertawa akibat kepolosan Alula apalagi Adrian ketawa sambil memukul bahu Kalandra.

__ADS_1


"Lama-lama bahu gue remuk di dekat Adrian" gerutu lirih Kalandra sambil menggeserkan tubuhnya ke samping Tania.


"Han, lo dapet temen kek Alula darimana tuh" ucap Abercio sambil ketawa ngik ngok.


Alula yang mendengar langsung mencebikkan bibirnya.


"Gue dapet dari flash sale di toko oren 8.8 gratis ongkir lagi" canda Hana.


"Emangnya gue barang diskonan di toko oren" dengus kesal Alula.


Semua para tuyul tertawa bahkan sampai mahasiswa yang lewat pun mengerutkan keningnya ada apa dengan geng primadona kampus pada ketawa gak jelas pikir mereka.


"Kalo kalian mau ikut,ikut aja nanti jam 7 malam kumpul di mansion Hawthorne" pinta Kivandra yang tiba-tiba membuka suaranya di tengah gelak tawa mereka.


"Kok mansion Hawthorne bukan di mansion Hareklees ya" Abercio mengerutkan keningnya.


"Lo lupa kalo Hana itu Belvia, mereka tinggal disana sementara menunggu mansion Hareklees jadi di renovasi tante Lika gak mau tinggal disana terlalu banyak kenangannya,makanya Hana merenovasi tuh mansion agar tante Lika gak mengingat kejadian itu" papar Kivandra.


"Bilang dong bos, kan kita-kita gak tahu soal ini lo tahu Kal?"tanya Agam kepada Kalandra.


"Hm, baru aja kemarin tahu"


"Lah, kamvreet kenapa kita yang baru tahu soal ini" protes Adrian.


"Karena lo gak tanya ogeb" sentak Tiara.


"Han, yok kita masuk kelas" ajak Alula menarik tangan Hana karena pagi ini ada jam kuliah yang tidak boleh telat datang.


"Sayang aku ke kelas dulu ya sama Alula" ucap Hana sambil mengecup pipi Kivandra,membuat semua para tuyul memutar bola mata malasnya.


Cup!


"Tapi kalo dosen aku cowok gimana yank?" tanya Hana dengan mengerjap-ngerjapkan matanya di mata Kivandra Hana kelihatan gemas dan imut Kivandra mencubit pelan pipi chubby Hana.


"Aargh..sakit yank" Hana merucutkan bibirnya.


"Mana-mana yang sakitnya" Kivandra mengusap pipi lembut Hana dan...


Cup!


Kivandra langsung mencium pipi bekas cubitannya,membuat pipi Hana semakin merah seperti tomat 🍅.


"Gue lipet nih bumi terus gue jual ke toko ijo" kesal Abercio pagi-pagi udah ada adegan drakor secara live.


"Tiket pluto siapa mau nih,langsung kita berangkat" celetuk Adrian.


"Wahai suep dan suepi jangan melakukan adegan romantis nanti orang ketiganya itu setan" ujar Kalandra.


"Lah, berarti kita dong setannya" sambung Agam.


"Lo aja setannya jangan ngajak-ngajak yang lainnya" protes Kalandra yang mendapatkan gelengan dari Delvin melihat tingkah absurd teman-temannya.


Hana Langsung menarik tangan Alula dan meninggalkan para cecurut yang masih berdebat yang gak jelas itu.


Kivandra dan Delvin pun beranjak dari sana menuju kelas masing-masing.


"Lah,anying pada kemana tuh! kita di tinggal ogeb" pekik Adrian melihat para sahabat Hana, Hana, Kivandra dan Delvin sudah tidak ada lagi.


"Gara-gara lo sih ngajakin debat pemilu" sambung Agam.

__ADS_1


"Debat pemilu anjir udah kek bapak gue kalo lagi ngumpul di pos ronda" tawa kecil Abercio sambil menganyunkan kakinya menuju lorong kelas dan di ikuti tiga tuyul.


"Baru kali ini bapak-bapak sultan ikutan ngeronda pffft..." ujar Agam menahan tawanya.


"Emang kenapa? bapak gue gabut coy kalo gak lembur di kantornya lebih baik ikutan ngumpul di pos ronda di kampung sebelah"


"Gue duluan ya bro" ucap Kalandra berbelok ke kanan arah kelasnya.


Mereka semua pergi ke kelas masing-masing untuk melakukan perkuliahan nanti mereka akan kumpul kembali saat istirahat di kantin.


...---------------...



Pukul 17:00 WIB kini mereka sedang berada di apartemen Kivandra, Kivandra rencananya hanya mengambil baju di apartemennya saja tapi tiba-tiba Hana bilang lapar dan kangen nasgor buatan Kivandra, akhirnya ia bikin nasgor untuk Hana.


"Sayang kamu mau ngapain hm? aku lagi masak nasgor katanya laper mau makan dulu sebelum pergi ke pasar malam" ucap Kivandra dengan suara lembut tiba-tiba Hana datang dan memeluk dirinya yang tengah memasak nasgor.


Hana menduselkan wajahnya ke dada bidang Kivandra, ia sangat menyukai dada bidang Kivandra yang membuatnya nyaman.


"Pengen peluk ayank" rengek Hana yang begitu manja seperti kucing kepada majikannya.


"Iya peluknya nanti ya selesai ini"


"No no no aku maunya sekarang ayankkk" Hana memanyunkan bibirnya rasanya Kivandra ingin mengurung Hana di dalam kamarnya dia terlalu gemas dan tidak mau ada yang melihat wajah gemasnya selain dirinya.


"Kita gak usah ke pasar malam ya kita ke kamar saja ya tiduran sambil pelukan mau?" pertanyaan itu lolos dari bibir Kivandra,ia tidak ingin pergi kesana ia malah justru ingin bermanja-manja dengan kekasihnya itu.


"Aish..kita udah janjian sama temen-temen juga gimana sih,kalo mau manja-manjaan di kamar nanti nunggu sah dulu"


Kivandra mendengus kesal, ia lupa tadi pagi ia sendiri yang mengajak teman-temannya ikut ke pasar malam, coba aja kalau Kivandra gak mengajak teman-temannya ia dan Hana pasti udah tiduran sambil pelukan.


"Kalo gitu kita nikah sekarang aja yuk"


Hana menyentil dahi Kivandra."Kamu ngajak nikah udah kek ngajak tawuran aja, minimal tunangan dulu baru nikah"


"Ngapain juga tunangan yank, kelamaan itunya" Hana mengerutkan keningnya ia tidak tahu apa yang di maksud Kivandra barusan.


"Kelamaan itunya apa sih?" lemot Hana yang masih loading lama.


"Itunya bikin kembaran aku yank yang versi gemoy yank" goda Kivandra yang alisnya udah naik turun.


Hana langsung menabok bokong Kivandra tanpa berdosa. "Dasar mesum, nih pasti gara-gara sering berkumpul sama Adrian dan Abercio jadi otakmu ikutan tercemar virus 1821"


Kivandra melototkan matanya bisa-bisanya Hana tahu soal itu tahu darimana coba pikirnya.


"Kok kamu tahu soal itu yank, jangan-jangan kamu pernah nonton ya yank" tebak Kivandra.


"Apa-apaan sih, mending aku nonton kembar kepala botak daripada itu kamu gak lupa yank dulu umur aku 19 tahun dan sering denger itu dari temen-temen kampusku dulu" jelas Hana mencebik bibirnya.


"Ah,aku kira kamu udah pernah nonton yank kalo gitu kita nonton bareng yuk" lagi-lagi otak omes Kivandra kumat.


"Kita ke dokter jiwa yuk yank, sepertinya otakmu udah benar-benar tercemar dan perlu di perbaiki" ajak Hana sambil menarik tangan Kivandra.


"Apaan sih yank, otak ku masih normal sayang kalo otak ku sengklek sebelah pasti aku udah ngereog di pinggir jalan"


"Ck, kalo bener-bener ngereog di pinggir jalan aku pura-pura gak kenal deh sama kamu" Hana melenggang pergi dari dapur.


Kivandra hanya bisa geleng-geleng kepala dan melanjutkan bikin nasgor untuk orang tersayang.

__ADS_1


......................


__ADS_2