Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
103


__ADS_3

Dor...Dor...Dor...


Mobil Brivan tengah di kejutkan oleh suara tembakan dari arah belakang rupanya mereka adalah suruhan Sam untuk membunuh Hana, Sam belum tahu kalau Brivan masih hidup.


Suruhan Sam hanya melihat Hana tengah masuk kedalam mobil setelah keluar dari gedung tua tanpa melihat sosok Brivan.


Dorrrr...dorrrr...dorrr...


"Daddy siapa mereka, kenapa mereka mengincar kita" ucap Hana sambil menoleh ke belakang.


"Dia suruhan Sam ayahnya Delvin untuk membunuh kamu nak, tenang aja ini mobil anti peluru jadi tetap aman, Belvia kamu lemparin belati ini ke ban mobil mereka ingat kamu harus berhati-hati jangan sampai kena peluru" sambung Brivan memberikan belati khusus rancangan dari Brivan yang ujungnya sangat tajam bisa merobek ban mobil yang tebal.


"Baiklah dad" Hana menerima belati tersebut ia membuka jendela dengan pelan dan melihat situasi sebelum menembakkan belati ke arah ban mobil musuh.


"Setir mobil secara zig zag jack, hitungan mundur pelanin mobil agar mobil di belakang lebih mendekat, Belvia kalo daddy bilang shoot langsung shoot oke?ingat fokus nak" perintah Brivan kepada Jack dan Hana.


Dor...dor....dorrr...


Suara tembakan masih terdengar di telinga mereka, semua pengendara lainnya menyingkir dari jalanan mereka tidak ingin terlibat dalam aksi kejar-kejaran. Brivan sudah menghubungi anak buah lainnya dan Darren untuk menghadang mereka di pertigaan jalan sana. Brivan membuka jendela sebelah kanan ia mengambil pistol untuk menembak kaca depan mobil musuh.


3


2


1


Brivan menghitung langkah mobil untuk menembak ban mobil musuh yang ada di belakang mobil Brivan. Setelah Jack mengendarai mobilnya secara pelan dan sedikit memundurkan agar lebih dekat dengan mobil musuh tapi Jack dengan gaya zig zag nya agar tidak terkena tembakan di ban mobil Brivan.


"Shoot sayang" pekik Brivan.


Hana langsung menembak belati runcing tepat di ban depan mobil milik musuh.


Ctak!


Mobil musuh kelihatan oleng ke kanan dan ke kiri gara-gara ban mobil bagian depan terkena belati runcing. Kini giliran Brivan menembak kaca mobil malah yang terkena ban mobil yang satunya.


Dooor....dooor ....


"Ops! sengaja meleset,maaf" teriak Brivan setelah itu menutup jendelanya.


Masih ada lagi mobil yang mengejar mereka, Brivan mengintruksikan kepada Jack untuk menancapkan gas dengan kecepatan tinggi karena didepan sudah ada pertigaan. Lampu lalu lintas sudah di atur oleh Ayah Agler ayahnya Kalandra ahli meretas sama halnya dengan Kalandra.


Disana sudah ada pasukan anggota Costa Nostra yang tengah menunggu musuh datang dan satu truk peti kemas yang siap menerjang mobil para musuh dan sniper untuk menembaki mobil musuh dari jauh. Dareen sudah mengamankan jalan di sekitar sana dengan bantuan polisi.


"Hitungan ke tiga langsung tabrak mereka pake truk, truk siap!" ucap Brivan memberikan kode kepada Darren melalui earphone yang di pasang di telinga mereka masing-masing.


Hana hanya menatap kagum melihat aksi daddynya sangat keren sekali, Hana tidak takut sama sekali dengan apa yang barusan terjadi dia malah menikmati seperti sedang ikut balapan mobil. Setelah mobil Brivan melewati pertigaan jalan, Brivan dan Darren menghitung mundur.


3


2


1


Truk peti kemas tanpa adanya sopir hanya saja gas nya di ganjal oleh batu besar untungnya jalanan temurun jadi bisa melancarkan aksinya untuk menabrak mobil musuh.


Brakkkkk!!!!


Tiga mobil tertabrak dan hancur meledak akibat tabrakan keras dari truk.


Booom!!!


Terdengar suara ledakan hebat dari truk dan ketiga mobil tersebut, tinggal dua mobil lagi sang sniper sudah siap dari gedung tinggi yang siap menembak dua mobil milik musuh.



Mobil Brivan masuk ke dalam basement gedung yang tidak jauh dari sana. Brivan dan Hana keluar dari mobil mereka.


Mika? Mika sudah duduk manis di atas gedung sambil memegang sniper, keren bukan calon pacar Abercio? 🤭


Dooor...doooor...dooor...


Doooor...dooor...dooor...


Brivan tetap memakai masker dan topi agar tidak ada yang mengenalinya belum saatnya dia mengpublikkan dirinya sendiri.


Suara tembakan bersautan di jalanan membuat para pemilik toko di pinggir jalan semuanya takut hanya bisa mengintip dari dalam toko.


Dua mobil langsung oleng terkena sniper bagian ban mobil langsung menabrak tiang listrik dan satunya terbalik mobilnya. Darren memerintahkan untuk segera mengepung mereka dan membawanya ke markas Costa Nostra.


"Hana, kamu segera ke lapangan nanti daddy Darren akan segera menyusul tenang saja di sana sudah ada anggota Costa Nostra dan Mika akan pergi menemani kamu, pergi lah Kivandra dan lainnya butuh bantuan mu" pinta Darren menghampiri Hana.


"Baiklah daddy Darren" balas Hana.


Mika dan Hana langsung pergi ke lapangan dengan mobil milik Costa Nostra dan di kawal beberapa bodyguard di belakang mobil mereka.


"Are you ready, Mrs. Mika?" ucap Hana sambil menyeringai.

__ADS_1


"I'm always ready for that" timpalnya sambil menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.


Bruuuummmmmmm.........


...****************...


Ckiiiitttt!!!!


Mika membelokkan mobilnya dengan mengepotkan mobilnya dengan tajam.Bukannya Hana takut malah berteriak kesenangan.


Brakkk!!!


"Ops! sorry sedikit menabrak mungkin penyok bagian depan" suara kekehan kecil Mika.


Mobil seharga 8,9 miliyar menabrak pembatas dinding dan penyok tidak berbentuk di bagian depan.


"Ah, sudahlah biarlah daddy Brivan beli mobil lagi dia kan kaya raya pasti tidak akan sungkan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu" celetuk santai Hana benar-benar anak durhaka.


Hana dan Mika dengan penampilan serba hitam dengan topi hitam mereka berjalan menuju lapangan dua gadis badas dengan dilengkapi senjata tajam di balik tubuh mereka.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Terdengar suara pukulan dan samsak di telinga dua gadis badas tersebut.


"Sepertinya kita ketinggalan jauh, lihatlah sebagian anggota Alaska sudah ada yang tebang" tunjuk Mika dengan dagunya.


"Sok keras mau lawan dua geng motor besar,ck." decak Hana melihat betapa bodohnya Alaska.


Hana memicingkan matanya melihat suaminya tengah melawan Algav mereka sama-sama memiliki kemampuan yang cukup seimbang.


Algav dan Kivandra belum ada satupun luka di wajah mereka masing-masing,hebat sekali mereka masih bertahan.


Sedangkan Abercio, Mika hanya geleng-geleng saja melihat gaya berkelahi Abercio sungguh sangat tidak berkompeten.


"Heh, lo belum ngerasain gimana aroma khas ketek gue kan, nih biar lo gak penasaran terus susah tidur mikirin aroma ketek gue , gue kasih gratis buat lo" ucap Abercio yang tangan kirinya sudah mengusap-usap keteknya yang penuh dengan keringat.


Musuh yang sedang melawan Abercio seketika bengong dia bingung apa maksudnya dia.


"Hm, kok agak puyeng gue bau ketek gue sendiri" mengendus sedikit bau keteknya sebelum memberikannya kepada musuh.


Grep!


"Segitunya ya bau ketek gue sampek lo pingsan, ternyata bau banget anjir ketek gue, hoek hoek" Abercio tidak sengaja mengusap bekas bau ketek ke hidungnya.


Mika yang melihat itu ia sudah ketawa ngikik, bisa-bisanya disaat seperti ini dia malah melawak pemirsah.


Hana melihat Algav akan bermain curang mau menusuk Kivandra saat Kivandra lengah. Hana berdecak kesal dengan Kivandra kenapa bisa dia lengah begitu kenapa dia tidak fokus.


Hana langsung menembak tangan Algav yang tengah memegang belati seketika belati jatuh dan semua orang terkejut mendengar suara tembakan yang begitu nyaring.


Doooor!!!


"Shiiitt" umpat Algav tangannya terkena goresan belati bukan peluru Hana emang sengaja membidik belatinya agar terjatuh.


Semua orang menoleh ke arah Hana, lagi-lagi mereka di kejutkan dengan kedatangan dua gadis badas yang sangat cantik sambil tersenyum miring Hana dan Mika.


"Wow! kaleng rombeng sejak kapan dia jadi cantik" kagum Abercio melihat penampilan Mika.


"Sayang" panggil Kivandra.


Algav melotot melihat Hana ada disini terus kemana perginya Luffy kenapa bisa gagal dimana dia?


Hana tahu isi pikiran Algav pasti dia sedang memikirkan dirinya kenapa Hana bisa ada disini, Hana menyeringai tipis.


"Hai, Algav sepertinya rencana lo buat nyulik gue gagal maning ya? kurang pro sih, makanya belajar tutorial di yutub bukan di situs dewasa" sindir Hana yang sudah berdiri di samping suaminya.


"Culik?" beo Kivandra ia heran kapan Hana di culik?


Sedangkan Algav rahangnya sudah mengetat,urat lehernya timbul dan tangan di bawahnya sudah mengepal erat mendengar ejekan dari Hana. Sepertinya wanita itu harus di beri pelajaran.


Algav hendak ingin mendekati Hana seketika Hana menodong pistol ke arah Algav.


"Melangkah sekali lagi ke depan gue tembak kaki lo tiga kali" ancam Hana dengan wajah datarnya.


Glek!


Adrian,Abercio, Kalandra, Agam ,Leon, David,Alvaro, Galen dan Delvin merasa bergirik ngeri melihat Hana menjadi kejam dan garang seperti bukan Hana.


Sedangkan Kivandra hanya memeluk pinggang ramping Hana dengan erat seperti tidak mau jauh darinya. Di situasi seperti ini bapak satu ini tidak tahu tempat kalau mau bucin sama istrinya.


Algav malah justru ketawa keras membuat semua mengerutkan kening mereka, sinting mungkin otak dia.


"Silahkan kalo lo mau menembak kaki gue setelah kalian lihat ini" ucap Algav memerintahkan kepada anggotanya untuk membawakan Agil ke tengah lapangan.

__ADS_1


Tap


Tap


Tap


Salah satu anggota Alaska membawa Agil ke tengah lapangan.


"BANGS*AT" umpat Delvin dan Kivandra secara bersamaan melihat keadaan Agil yang sudah babak belur.


"Hahahaha bagaimana mata-mata kalian sudah tertangkap sama gue hahaha" tawa menggelegar Algav sambil menarik tubuh Agil yang sudah lemas.


Hana mengkode Mika untuk naik ke rooftop gedung kosong yang deket dengan lapangan untuk menembak Algav kalau dia berani melakukan sesuatu kepada Agil.


Hana tetap tenang beda dengan dua geng motor Ravestrack dan Devils yang sudah sangat marah melihat anggotanya disandra oleh Alaska.


Hana hanya terkekeh kecil betapa bodohnya Algav tidak tahu saja yang tadi dia suruh itu yang sekarang ini sedang memegang tangan Agil adalah anak buah daddy Brivan yang sedang menyamar sebagai anggota Alaska.


Hanya Hana, Mika dan Brivan yang tahu rencana ini semua.


Hana malah duduk di atas rerumputan sambil menonton adegan yang ada didepannya sambil mengupil siapa tahu dapet harta karun dan bisa di jual buat beli seblak tulang ceker.


Abercio melotot melihat gaya santai Hana malah tengah asik menggali harta karun dengan duduk di atas rerumputan.


Abercio menghampiri Hana."Bu bos ngapain duduk disini, tuh lihat mereka sedang bersitegang dengan Algav"


"Mending lo ikutan duduk sini, kita tonton pertunjukan yang epik sambil makan kacang kulit kebetulan gue bawa, mau?" tawar Hana.


"Wah, bu bos emang pengertian deh, lebih baik ikut bu bos duduk disini aja capek ikut war daritadi" Abercio pun ikut duduk di samping Hana sambil ngemil kacang kulit.


Hana melihat Algav ingin menusuk pisau ke leher Agil, Hana langsung memberikan kode kepada Mika. "Shoot" ucap lirih lewat earphone agar tidak terdengar oleh Abercio.


Dooor!!!!!


Mika menembak kaki dan tangan Algav yang tadinya memegang pisau lipat. Semua orang terkejut darimana asalnya suara tembakan yang sudah mengenai Algav. Algav terpekik keras merasakan sakitnya kaki dan tangannya terkena tembakan sniper yang sudah di lumuri oleh cairan obat pelumpuhan tulang dan sendi. Itu semua ide jahat dari Hana betapa liciknya Hana bisa mempunyai ide seperti itu.


"Astaga bu bos suara tembakan lagi darimana tuh? sukurin kena kan tuh kaki" ucap sinis Abercio.


Hana juga memberi kode kepada anak buah daddy Brivan yang tengah memegang tangan Agil, mereka di suruh untuk menyerahkan Agil kepada Kivandra.


Setelah itu Hana berdiri dari tempat duduknya, enak juga duduk di rerumputan begini sambil ngemil mana anginnya sepoi-sepoi bikin ngantuk Hana berdecak kesal rasanya ingin berlama-lama duduk disini.


"Pertunjukan sudah selesai" ucap Hana membuat Abercio bingung.


"Emang udah selesai?" beo Abercio.


Hana berjalan menghampiri Kivandra dkk.


Kivandra dkk tengah bersama Agil, Agil yang melihat Hana berjalan ke arah langsung mengucapkan terima kasih telah menyelamatkan nyawanya. Membuat mereka semakin bingung ada apa dengan Hana? kenapa Agil mengucapkan terima kasih padanya? Hana hanya tersenyum lebar tanpa menjawab.


"Bawa dia ke rumah sakit sayang, biar Algav jadi urusan ku dan bawa sekalian teman-teman mu itu" ucap Hana kepada Kivandra.


"Baiklah beb, kamu harus hati-hati ya"


Cup!


Kivandra mencium kening istrinya, setelah itu membawa Agil ke rumah sakit beserta teman-temannya. Sebelum itu ada perdebatan terlebih dahulu antara Kivandra dengan teman-temannya itu kenapa harus ke rumah sakit semua dan meninggalkan Hana sendirian. Dengan terpaksa Kivandra sedikit memberi ancaman kepada mereka, akhirnya mereka nurut dengan perkataan Kivandra.


Setelah semuanya pergi di lapangan hanya tersisa Mika, Hana dan anak buah daddy Brivan.


Hana berjalan menghampiri Algav yang tengah kesakitan.


Plak!


"Ini buat lo yang udah berani menculik gue"


Plak!


"Ini buat lo yang tadi mau menusuk tubuh Kivandra"


Plak!


"Ini buat lo penjahat kelamin"


Hana menampar pipi Algav 3x secara bergantian membuat sudut bibir Algav bengkak dan mengeluarkan darah.


"Aarrrrghhh....anjing lo Hana" pekik Algav.


Deru nafas Algav terengah-engah merasakan rasa sakit sekujur tubuhnya dan tulangnya terasa ngilu sepertinya obat itu sudah bereaksi di dalam tubuhnya.


"Hahaha gue anjing? tapi lo lebih dari anjing" desis Hana.


"Bawa dia ke markas,ingat jangan satukan dengan Luffy" perintah Hana kepada anka buah daddy Brivan.


"Baik nona muda"


......................

__ADS_1


Komen yang mau update lagi 🤗......


__ADS_2