
...Happy Reading...
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
"Tuan" panggil anak buah Brivan.
"Apa dia sudah ada di penjara ruang bawah tanah" suara dingin Brivan.
Brivan melepaskan jas berwarna hitam lalu tiga kancing kemeja ia lepas dan lengan kemeja ia gulung sampai ke siku, membuat penampilan Brivan seperti hot daddy mungkin para kaum hawa yang melihatnya pasti akan menjerit. Apalagi bentuk tubuh Brivan sangat atletis sekali makin tua makin hot.
Butuh ibu tiri gak Hana? hehehe bercandyaβοΈ
"Sudah tuan"
Brivan pun melangkahkan kakinya menuju ruang bawah tanah disana ada Dekkan yang terkulai lemah dengan tangan diikat dan dijaga ketat oleh para bodyguard Brivan.
Tuk
Tuk
Tuk
Para bodyguard membukakan pintu penjara ruang bawah ketika melihat bosnya ada didepan mereka.
Ceklek!
Ruangan yang sedikit gelap,lembab dan bau anyir seperti itulah ruangan penjara di markas Costa Nostra.
"Dekkan apa kabar" suara dingin Brivan menatap nyalang Dekkan yang keadaannya dibilang seperti orang gila.
Dekkan mendongakkan kepalanya menatap kearah Brivan.
"Brivan" gumam lirihnya.
"Ya ini gue Brivan yang udah lo bunuh waktu itu" ucap Brivan dengan nada dingin.
Dekkan ketakutan melihat Brivan ada didepannya, Dekkan menjerit dengan keras dan sikapnya seperti melihat hantu.
"PERGI SETAN, TOLONG ADA SETAN"teriak Dekkan sambil menendang-nendang kaki Brivan yang tak jauh dari sana.
"Tolong beri dia obat penenang" pinta Brivan kepada bodyguardnya.
"Baik bos" ucapnya mereka langsung menyuntikkan obat penenang kepada Dekkan.
"Kalo dia udah tenang, beritahu saya" para bodyguard langsung menganggukkan kepalanya.
Brivan pergi meninggalkan ruangan tersebut ia akan pergi untuk menemui Alan Pardew.
...****************...
Saat Hana sedang berada di minimarket dekat rumah sakit tiba-tiba ada suara seseorang disampingnya.
"Weh,ada cewek cantik nih"goda Algav menaik turunkan kedua alisnya.
Hana menatap sinis ke arah Algav ia hanya tidak menanggapinya, Algav merasa geram gara-gara Hana cuek dengannya lalu Algav menahan tangan Hana, Hana tersentak dengan sikap agresif Algav benar-benar lancang ia tidak menyukainya.
"Lepas" desis Hana dengan suara dingin.
Algav justru tersenyum miring ia enggan melepaskan tangan Hana.
Dengan gerakan yang gesit dan tidak terbaca oleh musuh seketika Hana membanting tubuh Algav ke lantai.
Bugh!
Algav langsung terpekik meringis kesakitan di bagian punggungnya.
"Ssshhh.." ringisan Algav sambil memegang punggungnya.
Hana berjongkok dan membisikkan sesuatu kepada Algav.
__ADS_1
"You die" bisik lirih tepat di telinga Algav.
Algav langsung mendongakkan kepalanya dan menatap nyalang wajah cantik Hana. "Maksud lo apaan b*tch" desis Algav.
Bukannya menjawab Hana langsung berdiri dan membalikkan badannya sebelum Hana pergi ia memberikan jari tengah π kepada Algav yang masih rebahan di lantai minimarket.
Hana keluar dari minimarket meninggalkan pecundang yang masih ada di dalam minimarket.
Drrrttt....Drrrt...
Suara ponsel Hana berbunyi, Hana merogoh saku celananya ia mengambil ponsel ia melihat siapa yang telah menghubunginya,ternyata Alan Pardew asisten pribadi Belvia.
"Halo, ada apa?"
"....."
"Hm baiklah"
Setelah selesai Hana langsung mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ke dalam saku celananya. Hana langsung menaiki motor sportnya ia harus segera menemui Alan katanya ada sesuatu yang penting dan mendesak, setelah dari sana Hana akan kembali ke rumah sakit.
Bruummmmmm........
Sedangkan di rumah sakit ada Raka,mama Lika dan Kivandra mereka duduk didepan ruang ICU. Raka sudah pulang dari perjalanan bisnisnya ia benar-benar sibuk dengan pekerjaannya dan jarang ada waktu buat keluarga apalagi adik-adiknya, Raka sangat shock mendengar Galang kecelakaan dan koma ia langsung memesan tiket pesawat untuk kembali ke ibukota. Kali ini Raka harus menggantikan posisi papahnya untuk adik-adiknya karena dia anak yang paling tua dan juga ia harus menjadi garda terdepan untuk keluarganya.
"Kita perlu kasih pelajaran kepada Alaska" ucap Raka menoleh ke Kivandra.
Kivandra pun menoleh ke Raka."Gue dengar Galen datang ke markas Alaska dan membakar markas Alaska"
Raka menghela nafas panjang."Setelah ini pasti Alaska akan mengibarkan bendera perang untuk Devils"
Kivandra menepuk pundak Raka cukup keras."Tenang Ravestrack akan bantu Devils untuk menghadapi Alaska"
"Thanks Andra" ucap Raka dengan anggukan pelan.
"Raka" panggil mama Lika,Raka pun menoleh ke arah mamanya.
"Ajak Kivandra makan dulu ke kantin nanti Hana akan kesini katanya dia mau pergi ke Hawthorne group dulu" sambung mama Lika.
"Hm,boleh" balas singkat Kivandra.
Mereka berdua pun pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan. Hanya mama Lika yang masih setia duduk didepan ruang ICU, Galang masih nyaman dengan tidur panjangnya tanpa ada perkembangan apapun.
β’
β’
β’
Suara sepatu boots milik Hana menggema di lobby Hawthorne group semua karyawan menyapa Hana dengan sopan mereka sudah tahu siapa Hana walaupun Hana jarang datang ke perusahaan karena saat ini semua urusan kantor di serahkan kepada Alan, Hana hanya di bekerja di balik layar saja.
Tuk
Tuk
Tuk
Hana berdiri didepan pintu lift menunggu lift terbuka, Hana menganyunkan kakinya ke dalam lift dan memencet tombol lantai 12 ruangan Ceo berada.
Ting!
Pintu lift tertutup sempurna, entah ada apa Alan ingin bertemu dengannya dan ada sesuatu yang ingin dia bicarakan padanya.
Didalam lift Hana sambil mengirimkan chat kepada Kivandra kalau dia sedang berada di kantor.
Ting!
Lift terbuka saat sudah sampai dilantai 12, Hana keluar dari lift dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Ceo.
Tap
Tap
__ADS_1
Tap
Ceklek!
Saat membuka pintu Hana melihat punggung seseorang yang sedang menghadap ke arah jendela. Hana mengerutkan keningnya sepertinya ia tidak asing sangat familiar dengan punggung orang itu tapi siapa.
"Siapa" suara dingin Hana menatap punggung kekar seorang pria paruh baya.
Pria paruh baya mendengar suara seorang gadis ia langsung membalikkan badannya dan kini mereka saling berhadapan tatapan mereka saling mengunci.
Deg!
Tubuh Hana mematung jantung berdetak lebih kencang benar-benar shock apa yang ia lihat didepannya sekarang ini, apa ini mimpi? Gak mungkin ini nyata kan? Hana sibuk dengan pikirannya sendiri ia masih belum mengerti apa yang terjadi.
"Belvia" panggil seorang pria paruh baya dengan wajah yang berbinar-binar bertemu dengan seorang yang sudah lama ia rindukan.
Hana menatap kaku seseorang yang ada dihadapannya.
"D-daddy" ucap lirihnya ia meneteskan air matanya.
Brivan tersenyum manis mendengar suara putrinya yang selama ini ia rindukan. "Yes, ini daddy Belvia"
Hana langsung menghamburkan ke dalam pelukan Brivan , Brivan membalas pelukan hangat Hana. Mereka sama-sama meneteskan air matanya, mereka sangat berterimakasih kepada Tuhan telah mempertemukan kita kembali. Hana kira ia tidak akan pernah bertemu dengan daddy ternyata ia masih bisa bertemu dengannya.
Hana melepaskan pelukannya dan menatap rindu Brivan.
Brivan mengusap air mata Hana sambil terkekeh kecil.
Brivan menatap lekat wajah putrinya sungguh tidak menyangka kini putrinya berada di tubuh anak musuhnya.
"Daddy masih hidup, tapi mommy?" tanya Hana sambil meneteskan air matanya.
Brivan menunduk kebawah dan wajahnya meremang menahan air mata keluar ia tidak mau kelihatan lemah didepan putrinya.
"Maafkan daddy karena daddy mommy pergi meninggalkan kita sayang" ucap lirihnya.
"Hm bukan karena daddy tapi karena musuh yang menyebabkan kematian mommy" suara dingin Hana.
Deg!
Bagaimana Belvia tahu soal ini darimana? apa mungkin Alan bercerita kepada Belvia.
"Apa kamu mau membantu daddy sayang? daddy harap kamu bergabung dengan mafia daddy Costa Nostra, daddy sudah pernah melihat kemampuan kamu dalam mengalahkan musuh apalagi membunuh orang"
Hana membulatkan matanya kok bisa daddy tahu darimana?
Brivan tahu pasti Hana bingung kenapa ia tahu semuanya tentang putrinya.
"Alan lah yang menceritakan semua tentang kamu sayang, dan beberapa anak buah daddy untuk menjaga kamu dari jarak jauh,apa kamu bersedia Hana?" lanjutnya.
Hana diam dia sedang memikirkan sesuatu apa dia akan bergabung dengan daddy atau tidak, bagaimana nantinya Hana menjelaskan kepada Kivandra dan lainnya.
"Baiklah,dad Hana ikut bergabung dengan Costa Nostra" suara tegas Hana lalu Brivan tersenyum mendengar jawaban dari putrinya.
"Besok ikut daddy, ada sesuatu yang harus daddy tunjukkan dan bawa menantu daddy" Hana langsung tersipu malu pipi memerah mendengar godaan dari daddynya.
"Daddy tahu kok kalo Kivandra calon suami kamu kan anak dari Darren, Darren itu anggota Costa Nostra sama juga seperti daddy dia teman daddy waktu SMA dan kamu kenal Kalandra?" Hana mengangguk kepalanya.
"Ayahnya juga anggota Costa Nostra daddy bertemu ayahnya Kalandra waktu kuliah dulu jadi mereka akan membantu kita dalam memusnahkan musuh Hana, Kivandra dan Kalandra akan terlibat dalam misi kali ini kamu pasti belum tahu kan? besok daddy dan Darren akan menjelaskan semuanya Hana" papar Brivan.
Lagi-lagi Hana terkejut mendengar penjelasan dari daddy jadi ia sendiri yang belum tahu soal misi ini, berasa seperti orang bodoh atau gue terlalu sibuk dengan mama Lika dan Galang jadi tidak tahu apa-apa kenapa Alan tidak memberitahu gue, wah asisten kurang ajar belum pernah merasakan tendangan gue tuh Alan.
"Hm baiklah dad, besok Hana akan datang ke markas"
"Dan satu lagi tolong rahasiakan ini dengan semua teman-teman mu Hana" pinta Brivan kepada putrinya.
"Iya dad" jawab singkat Hana. Hana sudah tahu kenapa daddynya meminta untuk merahasiakan soal ini kepada teman-temannya karena diantara teman-temannya ada pengkhianat di balik topengnya.
...----------------...
Sorry telat update karena seharian sibuk habis pergi sama suami βοΈ.....
Thanks for reading π€β€οΈπ€
__ADS_1