
Tuk
Tuk
Tuk
Suara ketukan sepatu menggema seisi ruangan mansion Hana langsung pergi ke markas Costa Nostra ia tidak pergi ke rumah sakit biar Mika yang mengurusi semuanya disana.
"Selamat siang queen" sapa semua anggota Costa Nostra dengan memberikan tanda hormat sedikit membungkukkan badan mereka.
"Hm"
Hana melangkahkan kakinya menuju ruang penjara bawah tanah disana sudah ada Daddy Darren,daddy Brivan dan ayah Agler.
Krieet!
Hana membuka pintu salah satu ruangan penjara, disana Hana melihat daddy Brivan sedang menyiksa Algav tunangan Tiara yang tidak dianggapnya itu.
Tiga hot daddy menoleh bersamaan ketika Hana membuka pintunya.
"Kamu sudah datang menantu kesayangan daddy" ucap Darren.
"Hm,iya dad" senyum lebar Hana.
Hana melihat daddy Brivan menancapkan pisau ke paha Algav betapa sakitnya dan linunya sebuah benda tajam menusuk ke tubuh kita. Terdengar suara ringisan yang begitu nyari keluar dari mulut Algav.
"Duduklah" pinta ayah Agler. Ayah Agler sifatnya bertolak belakang dengan Kalandra, Agler memiliki sifat dingin dan tidak suka banyak berbicara sedangkan anaknya Kalandra sedikit somplak dan bawel sekali tapi otaknya mewarisi otak ayahnya jenius dalam hal meretas jaringan atau di sebut dengan hacker.
Hana pun duduk di sofa sambil menikmati permainan dari ketiga hot daddy, disini Hana berasa seperti sugar baby mereka di keliling oleh tiga hot daddy yang sangat tampan dan gagah padahal usia mereka sudah berkepala lima tapi masih kelihatan sangat muda dan kekar. Jangan tanya lagi pesona mereka wanita siapapun pasti berteriak dan ingin menggodanya langsung tapi sayangnya mereka tipe sangat bucin terhadap istrinya.
Darren memotong kulit Algav dengan potongan setipis mungkin seperti memotong daging sapi tanpa obat bius, seperti apa rasanya. Agler mengukir silet di kaki Algav dengan tulisan penjahat kelamin. Punya tunangan yang cantik tapi masih saja suka celap celup seperti teh ke sana kemari sama halnya seperti Tiara suka sekali tidur dengan pria paruh baya lainnya karena demi uang padahal ia sudah termasuk anak orang kaya.
"Aaaaaarrrrrghhhh.... b-bunuh gue , gue gak sanggup di siksa begini Aaaarrrrghhhhh" pekik Algav yang sekujur tubuhnya di penuhi dengan darah segar yang mengalir apalagi dia sudah tidak bisa berjalan lagi karena sebelum di bawa kesini Hana menyuntikkan obat pelumpuh tulang dan sendi ke dalam peluru.
"STOP". teriak Hana ketiga hot daddy langsung menghentikan aksi mereka.
"Ada apa nak?" tanya daddy Brivan sambil menyabut pisau yang tertancap di paha Algav, darah langsung keluar deras seperti air mancur betapa derasnya.
Algav terpekik keras merasakan ngilu dan perih menjadi satu rasanya ingin cepat mati saja. Lantai yang dingin kini sudah dibanjiri oleh darah kental dan segar berwarna merah milik Algav. Benar-benar psikopat mereka tidak punya hati nurani pikir Algav.
"Aku juga ingin ikut bermain dad, dengan tikus jelek itu" ucap Hana yang sudah mengeluarkan suntikan dari dalam sakunya ia menyeringai seperti joker.
Kali ini apa yang akan Hana lakukan dengan Algav, Hana berjalan menghampiri tiga hot daddy, Algav melihat Hana berjalan menghampiri dirinya dia langsung geleng-geleng dengan samar-samar apalagi yang mau wanita licik itu lakukan dengan tubuh gue Algav sudah sangat waspada dengan Hana.
"Silahkan sayang, kamu bisa bermain dengannya" balas Daddy Darren.
Tiga hot daddy menyingkir dari sana tapi tetap melihat aksi dari Hana.
__ADS_1
"L-lo mau apa? jangan mendekat" Algav berusaha memundurkan tubuhnya tapi tidak bisa seolah tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
Hana berjongkok menyamai Algav yang tengah duduk di atas lantai yang dingin dan berbau anyir. Hana menarik lengan kekar Algav yang penuh dengan sayatan hasil karya ayah Agler patut di apresiasi sangat bagus sekali hasilnya.
"S-stop Hana singkirkan itu" Algav melebarkan matanya melihat Hana hendak menyuntikkan cairan kedalam tubuhnya lagi.
Bukannya berhenti tapi Hana tetap melanjutkan menyuntik tubuh Algav.
Sreeet!!!
Setelah selesai di suntik kedalam tubuh Algav, Hana menyuruh bodyguard untuk melepaskan celana panjang Algav dan ****** ***** hingga tertampang tongkat sakti Algav yang berdiri tegak lurus sayangnya Hana membalikkan tubuhnya agar tidak melihat benda lucknut itu. Sepertinya obat suntikan itu topcer langsung bekerja Hana memberikan dosis tinggi obat perangsa*ng ,Hana memberikan bubuk gatal kepada bodyguard untuk menaburkan kedalam tongkat sakti milik Algav.
Hana melemparkan pisau ke samping Algav, lalu ia duduk di samping ruangan hanya terdapat sekat ruangan jadi aman buat mata Hana. Hana mendengar erangan dari mulut setan Algav. Hana hanya tersenyum miring.
"Woi, kamu benar-benar licik dan jahat benar-benar menantu dari keluarga Lexander kamu seperti mommy Anara, Hana" Daddy Darren tidak menyangka memiliki menantu yang sifatnya sama dengan istrinya.
"Kamu beri obat apa ke dia dan bubuk apa itu?" tanya daddy Brivan.
"Hanya obat perangs*ang dengan dosis tinggi dan bubuk gatal nanti tongkat dia akan mengeluarkan bau tak sedap dan menghitam kalo di menggaruknya" tawa licik Hana.
Ketiga hot daddy hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Hana di luar benua.
"Aaaaaarrrrrghhhh....pa-panasss to-tolong g-gue, gue butuh wanita buat pelampiasan aaahhhhh....panassss tubuh gue bastard" pekik Algav sudah tidak tahan lagi menahan gejolak panas yang ada di dalam tubuhnya.
Algav mengambil pisau lipat dan menyayat kulit dia sendiri untuk melepaskan kepuasan hasratnya hingga darah terus saja mengalir deras. Hampir saja Algav menggaruk tongkat saktinya dengan pisau lipat.
"AAAAAARRRRRGHHHH PERIIIIHHH, LO APAKAN GUE HANA ANJING LO" teriak Algav.
Kini tubuh Algav penuh dengan sayatan dan bermandikan darahnya sendiri. Algav menggaruk otongnya dengan jarinya secara kasar. Hana tertawa mendengar ucapan dari bodyguard yang tengah melihatnya.
"Aaaaahh bastard periiiih...." pekik Algav
Tubuh Algav masih merasakan hawa panas sebelum tersalurkan hawa panas tersebut tidak akan pernah sembuh dan otongnya semakin berbau dan menghitam sesuai dengan pandangan Hana.
"Dad, biarkan dia semalam seperti itu, toh obat itu akan reda besok pagi, kita lihat apa dia masih sanggup untuk bertahan hidup atau tidak, besok ambil satu ginjal dia dan kirimkan ke tunangannya aku ingin membuat kejutan untuk sahabat ku paling aku cintai" seringai tipis Hana.
"Kamu benar-benar keturunan Hawthorne sangat licik dan jahat" ucap daddy Brivan.
"Itu pujian atau ejekan dad" dengus Hana yang udah keluar dari ruangan itu dan di ikuti oleh tiga hot daddy.
"Ya mungkin semacam pujian dan ejekan sekaligus" jawab asal daddy Brivan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mika sudah membayar tagihan biaya rumah sakit atas nama daddy Brivan tanpa sepengetahuan mereka seperti biasanya.
"Woi kaleng rombeng" teriak Abercio melihat Mika berada di administrasi rumah sakit.
Bodoh! dia pikir ini hutan apa Mika benar-benar di buat malu sama kelakuan Abercio.
__ADS_1
"Lo ngapain ada disini? dimana Hana? nungguin Hana ya, mana dia?" clingak-clinguk Abercio mencari keberadaan Hana.
Pletak!
Mika menyentil dahi Abercio.
"Bisa tidak gak usah pake teriak ini rumah sakit, kalo lo teriak bisa-bisa semua pasien di sini mendadak punya sakit jantung mendengar suara cempreng lo itu"
"Ck, bilang saja kalo lo kagum sama suara gue ini ya kan? bilang aja gak usah gengsi lo" sombong Abercio.
"Kagum? siapa yang kagum sama suara kaleng rongsokan kek lo itu, mending gue kagum sama Jeno daripada lo"
"Jeni siapa? tukang bakso? atau tukang cilok? palingan masih tetap tampan gue di banding sama jeni lo itu" ejek Abercio.
"Jeno J - E- N- O Jeno belatung api bukan jeni, kuping lo kayak nya perlu di servis ke tukang laundry deh" Mika mengeja setiap hurufnya.
"Lo pikir kuping gue baju kiloan apa yang harus di cuci di laundry" kesal Abercio mencebikkan bibirnya.
"Dahlah , sama lo gak ada selesai nya selalu saja debat" Mika hendak pergi tapi Abercio menahan tangan Mika.
Mika menoleh ke Abercio dan memberikan tatapan tajam padanya. "Apa?" sentak Mika.
"Sejak kapan lo bisa bela diri, dan ahli senjata?" curiga Abercio dengan sosok misterius Mika.
Deg!
"Sebenarnya lo siapa sih? sepertinya lo bukan sembarang wanita yang pada umumnya, siapa lo?" tatapan wajah serius Abercio yang masih menahan tangan Mika.
"MIKA" teriak Hana menyelamatkan Mika dari cengkeraman Abercio sebelum mengintrogasi lebih jauh. Hana mendengar obrolan mereka dari earphone yang masih terpasang di telinga mereka.
Mika bernafas lega Hana telah menyelamatkannya dari tatapan penuh curiga Abercio.
"Lo dari mana saja Mika, gue nyariin lo tahu" dusta Hana ia berpura-pura tidak melihat Abercio yang sedang menahan tangan Mika.
"Ekhm" Abercio berdehem dan Hana menoleh ke Abercio.
"Woi, ada lo disini ngapain lo dan juga ngapain nahan tangan Mika? mau minta di seberangin sama Mika?" tanya Hana alisnya sudah terangkat satu ke atas.
"Ck, emangnya gue setan lo nggak lihat gue segede gini di samping temen lo ini, gue cuman mau minta anterin ke kantin rumah sakit laper gue" alibi Abercio.
Hana tahu Abercio berbohong padanya, tapi dia hanya tersenyum saja melihat kebohongan yang dibuat Abercio.
"Hayuk ke kantin kalo gitu, Kivandra juga udah nunggu kita di sana" ajak Hana menarik tangan Mika dan memberikan kode padanya, Mika pun paham dan langsung mengiyakan ajakan Hana.
"Lo gak mau ikut Yo? malah bengong lo" sentak Hana meluhat Abercio masih bengong.
"Ah, iya ayo" ucap Abercio ia masih kepikiran dengan identitas Mika sepertinya dia bukan wanita biasa terlalu misterius baginya, rasa penasaran semakin besar untuk mencari siapa Mika yang sebenarnya. Dia seperti jaelangkung datang secara tiba-tiba dan menghilang juga secara tiba-tiba. Aneh menurut Abercio.
Agil sudah di rawat di rumah sakit dan Hana memberikan perawatan intensif dan kamar vvip di rumah sakit milik Hawthorne.
__ADS_1
...----------------...