
Pasar malam part 2
...----------------...
Semua berjalan menuju rumah hantu sedangkan Galang, Kalandra, Abercio, Agam dan Adrian mereka was-was kalau nanti mereka bertemu dengan hantu.
Kivandra baru saja membeli tiket untuk semua teman-temannya masuk ke rumah hantu.
"Kalian didepan kalo dibelakang pasti kalian akan kabur"ancam Hana menatap tajam ke arah mereka.
Dengan lunglai mereka berjalan di depan Hana mereka terpaksa menuruti perkataan Hana daripada nyawa mereka hilang.
Kivandra hanya terkekeh kecil melihat kelakuan kekasihnya jahil terhadap teman-temannya dan abangnya sendiri.
Mereka yang didepan saling berpegangan seperti orang yang akan menyeberang.
Mika, Alula dan Tiara sudah menahan ketawa mereka melihat kelakuan lima tuyul itu.
Tiba-tiba ada hantu wanita muncul di depan mereka, Kalandra langsung melompat ke pelukan Adrian, Agam langsung berteriak sambil kedua tangannya memegang pipinya, Galang langsung reflek memukul hantu wanita sedangkan Abercio dia malah salah baca doa tidur.
Mika,Tiara, Alula dan Hana sudah tidak tahan lagi mereka ketawa ngakak melihat kelakuan lima tuyul.
Sedangkan Kivandra dan Delvin hanya geleng-geleng dan terkekeh kecil.
"Lo ngapain meluk gue, nyaman ya peluk-pelukan sama gue" Adrian melirik sinis Kalandra yang masih betah memeluk Adrian dengan kakinya melingkar di pinggang Adrian.
Kalandra langsung sadar ternyata dirinya baru saja melompat ke tubuh Adrian Kalandra langsung turun dari badannya Adrian.
"Kalian mesra sekali pake acara pelukan, Tuhan itu menciptakan Adam dan Hawa bukan paijo dan sukirman" ucap Hana yang masih ketawa.
Mereka secara bersamaan langsung membantah perkataan dari Hana."Gue masih normal" pekik mereka bersamaan.
Agam menabok pundak Abercio." Lo ngapain baca doa tidur lo mau nyuruh tuh setan tidur hah?"
Semua ketawa ngakak mendengar perkataan Agam bisa-bisanya Abercio salah baca doa.
Abercio hanya menyengir kuda sambil menggaruk kepalanya tanpa bersalah.
"Heh, kasihan tuh setan mukanya babak belur gara-gara bang Galang mana tuh setannya wanita lagi" ucap Alula sambil meringis melihat pipi setan kena bogem mentah dari Galang.
"Abisnya dia tiba-tiba datang gitu aja kan orang jadi kaget" bela diri Galang.
"Mana ada setan yang datangnya punten kang mau numpang lewat sopan kali tuh setan" tawa Hana dan diikuti yang lainnya.
"Dah, ayo kita lanjut jalannya" perintah Kivandra mereka pun langsung lanjut jalan menelusuri wahana rumah hantu.
Tiba-tiba ada pocong yang nongol dari samping Abercio.
'Hua' 👻
Saat pocong loncat kainnya tidak sengaja ke injak sepatu Abercio yang ikutan loncat gara-gara terkejut melihat pocong yang nongol.
"Emakkk tolong ada pocong jelekkkk" pekik Adrian yang kakinya udah bergetar.
Sedangkan Kalandra, Agam dan Galang udah saling berpelukan.
Hana,Mika, Alula dan Tiara tak habis-habisnya mereka menertawakan ke lima tuyul itu.
"Kalian bertiga udah kek Teletubbies ya berpelukan anjir" pekik Tiara.Mereka saling bertatapan dan langsung melepaskan pelukannya.
Saat pocong hendak melompat kembali tiba-tiba tersungkur gara-gara kainnya masih ke injak sepatu Abercio.
Bugh!
__ADS_1
"Hua gini amat nyari recehan" gumam lirih pocong yang udah tersungkur di atas lantai.
Semua melongo melihat pocong tersungkur."Baru kali ini gue lihat pocong jatuh" Mika geleng-geleng.
"Setan didepan mereka udah kek gak ada harga dirinya"sambung Alula.
Adrian menoel-noel badan pocong dengan kakinya."Bang kok malah rebahan disini" ucapnya tanpa berdosa.
Akhirnya tuh pocong dibantu oleh Delvin untuk berdiri saat berdiri tali pocongnya terlepas dan kelihatan kepala mas pocong.
"Gue resign deh jadi pocong" lirihnya langsung pergi meninggalkan mereka semua.
"Tuh, pocong kenapa? kok kek ngambek gitu" Kalandra heran melihat pocong langsung pergi gitu aja.
"Gara-gara kainnya keinjak sepatunya Abercio pfft.." sambung Hana.
"Emang badak buluk tuh sumber masalah jadi ngambek kan tuh pocong" ujar Mika menatap sengit Abercio.
"Lo lebih baik diem deh kaleng rombeng" dengus Abercio mencebikkan bibirnya.
Ada orang dewasa yang memiliki tubuh kecil tidak seperti manusia pada umumnya,dia hanya memakai popok celana tanpa atasan kaos.
"Eh, tuh anak siapa malah nyasar kesini mana gak pake baju cuman pake popok doang" ucapan yang lolos dari bibir Adrian sambil menunjuk kearah orang itu.
"Itu tuyul pe'ak" Agam menggeplak kepala Adrian.
Adrian menggaruk rambutnya."Lah, gue pikir anak kecil nyasar".
"Anak kecil masak punya kumis hadeh" Kalandra geleng-geleng.
"Heh, jangan gitu kasihan sama tuh tuyul biarin dia pergi nyari duit,nih buat lo cuman permen kaki yang gue punya" ucap Hana sambil memberikan permen kaki kepada tuyul tersebut.
Tuyul itu langsung mencebik kesal gara-gara di kasih permen oleh pengunjung emangnya gue anak kecil pikirnya, setelah itu langsung pergi dari sana tanpa sepatah katapun.
"Lah, itu tuyul malah ngeloyor pergi aja gak bilang makasih kek" kesal Hana merucutkan bibirnya.
"Emang tuyul doyan permen kaki, baru tahu gue ada varian tuyul yang doyan permen kaki" celetuk tiba-tiba Abercio.
"Lo kata makanan yang banyak varian rasa" sambung Kalandra.
"Yuk, buruan jalan nanti keburu kemalaman disini" ucap Mika yang berada di samping Alula.
Mereka pun melanjutkan mencari jalan keluar dari rumah hantu,sebelum keluar mereka sempat bertemu dengan suster ngesot.
"Anjing, kamvret lo ngagetin gue aja untung gak gue gaplok pake sandalnya Agam" Adrian terperanjat melihat suster ngesot yang udah ada di bawah kakinya.
"Astaghfirullah, Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina" kaget Abercio merasakan kakinya disentuh oleh suster ngesot.
Pletak!
"Itu doa buka puasa oneng!" Hana menoyorkan kepala Abercio dari belakang.
"Pfftt...lo mau buka puasa sama suster ngesot lo" Kalandra menahan ketawanya.
"Ck, bodoh" Mika berdecak melihat kebodohan Abercio.
"Bener-bener deh setan disini gak ada harga dirinya bertemu dengan kalian semua" ujar Kivandra yang sedang geleng-geleng.
"Mas, gue bukan takjil gue ini suster ngesot dahlah gue pergi aja daripada disini nanti di jadiin takjil sama mas nya" ucap suster ngesot langsung pergi dari sana,Abercio melongo mendengar ucapan suster ngesot.
Mereka semua langsung ketawa ngakak mendengar perkataan suster ngesot.
"Anjir, suster ngesot rasa takjil hahaha" tawa Kalandra yang udah memegang perutnya kebanyakan ketawa daritadi.
"Lah, ngambek tuh setan bisa ya setan ngambek" gumam Abercio.
__ADS_1
Mereka pun sudah keluar dari rumah hantu kini mereka saling berpamitan satu sama lain dan mereka langsung pulang ke rumah masing-masing karena arah rumah mereka sangat berlawanan.
Kivandra menarik tangan Hana ia ingin foto bersama kekasihnya sebelum pulang ke rumah.
"Yank, kita foto dulu yuk, biar ada kenang-kenangannya" ajak Kivandra menggandeng tangan Hana.
"Boleh tuh" senyum merekah Hana.
Kivandra mengajak Hana foto bersama didepan pasar malam seperti pasangan romantis lainnya.
Cekrek!
"Kita upload di IG ya yank" pinta Hana.
"Iya sayang" balas Kivandra dengan mengusap pipi chubby Hana.
Kivandra langsung upload foto tersebut di sosmed Kivandra.
"Kita pulang yuk sayang" ucap Kivandra sambil memasukkan kembali ponselnya kedalam saku.
Tanpa ba-bi-bu Hana menggandeng lengan kekar Kivandra menuju tempat parkir motor mereka.
...----------------...
Di tempat club malam ada dua manusia yang berbeda jenis sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk seseorang.
"Apa lo akan bantu gue Lexi" tanya Marina sambil menggoda Lexi.
"Gue akan bantu lo tapi ada syaratnya" senyum miring Lexi ia tidak mau rugi.
"Apa itu syaratnya" Marina mengerutkan dahinya lagi-lagi dia pasti minta imbalan gak mungkin dia bantu secara ikhlas.
"Selama tiga hari lo cukup layani gue dengan tubuh lo itu" ucap Lexi sambil menjilati bibirnya sendiri.
Marina membulatkan matanya,"Lo gila tiga hari gue layani lo? lo pikir gue wanita j*l*ng hah" pekik Marina.
Lexi tertawa kecil mendengar perkataan dari Marina apa dia gak ngaca kalo dirinya juga j*l*ng.
"Yaudah kalo lo gak mau, gue juga gak mau bantu lo" ucap Lexi sambil meneguk satu sloki Vodka.
Marina menimbang-nimbang syarat dari Lexi ia ingin menolak tapi nanti dia tidak bisa mendapatkan Kivandra,tiga hari melayani Lexi badan gue lama-lama bisa remuk batinnya.
Saat Lexi ingin beranjak tiba-tiba Marina menahan lengan kekar Lexi. Terpaksa Marina mengiyakan syarat dari Lexi.
"G-gue setuju dengan syarat dari lo" gugup Marina tanpa memandang Lexi.
Lexi yang mendengar keputusan dari Marina ia langsung tersenyum miring.
Lexi menarik tangan Marina agar dia berdiri lalu ia merengkuh pinggang ramping Marina kedalam pelukannya semakin merapatkan tubuh Marina dengan tubuh Lexi.
"Nah, kalo nurut kan lo jadi tambah cantik baby" bisik Lexi di samping telinga Marina membuat tubuh Marina menegang.
Lexi langsung menarik tengkuk Marina dan mencium bibir Marina secara brutal. Membuat Marina mengeluarkan de*saha*n di sela-sela ciuman panas Lexi yang mendengar hanya senyum tipis.
"Ck,munafik" batin Lexi yang masih menikmati ciuman panas dengan Marina.
Lexi langsung menggendong Marina tanpa melepaskan ciumannya ke dalam kamar yang udah ia sewa di club malam.
......................
__ADS_1
Thanks for reading....🥰😍
Selamat malam mingguan bagi yang punya pasangan ya 😂...