Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
126


__ADS_3



"Hei, bukannya dia Tiara ya?" tanya David seraya tunjuk ke arah sosok Tiara sedang bersama pria paruh baya dengan penampilan yang sangat hot.


Galang,Galen, Alvaro, Adrian, Delvin, Agam, Abercio dan Kalandra langsung mengedarkan pandangan mereka ke arah Tiara. Mereka malam ini sedang nongkrong di club night melepaskan rasa penat mereka. Sedangkan Kivandra dia tidak ikut karena tidak di perbolehkan sama Hana, karena takut nanti banyak yang mau jadi pelakor bisa bahaya.


"Njirr... gue kira cupu ternyata suhu" celetuk David.


"Chuaks" sambung Abercio.


Mereka tertawa mendengar sambungan kata dari Abercio. Sedangkan Delvin hanya diam saja ia sudah tidak lagi terkejut melihat kelakuan Tiara adiknya itu.


"Modelan kayak gitu mana demen Kivandra sama j@l@ng, sangat jauh berbeda everybadeh sama Hana, ibarat Hana itu berlian yang harus di jaga lah si onoh hanya seonggok buntelan sampah" sahut Agam.


" Anjay, dia main sama om-om kaya lihat noh pasti om-om itu udah punya istri dan anak, dilihat dari perut buncitnya mana kagak ganteng lagi, masih gantengan gue daripada tuh om-om buncit" celetuk Kalandra dengan gaya sombongnya.


Hoek...!


Semua teman-temannya memperagakan orang seperti ingin muntah mendengar ucapan Kalandra ternyata tingkat kepedean Kalandra sudah melebihi tingkat planet.


"Bukannya dia orang kaya ya kenapa harus jadi j@lang, apa ortunya udah bangkrut? serius deh gue ketinggalan berita atau gimana gue gak tahu" tanya Alvaro.


Semua teman-temannya langsung menoleh ke arah Alvaro, Alvaro yang ditatap sama teman-temannya seketika menggaruk kepalanya.


"Lo baru aja keluar dari goa hah?" sentak Adrian.


"Yee, siapa juga yang keluar dari goa njir" balas Alvaro kesal.


"Terus kenapa lo gak tahu?" kini giliran Galang yang tanya kepada Alvaro.


"Ya gue lagi males buka sosmed gue akhir-akhir ini, lo tahu sendiri kan gue di suruh kerja mumpung libur semesteran" jawab Alvaro yang angguki oleh Galang.


"Jadi Tiara sudah lama banget jadi j@lang di club ini, dia jadi wanita panggilan madam Choo buat memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Gue tahu dari Delvin dan Kalandra ,dan ternyata Tiara juga sering bermain gila dengan om Sam ayahnya Delvin dan lagi, ternyata dulunya dia Delvin dan Tiara adalah sepupu tapi setelah mengetahui fakta ternyata mereka satu ayah jadi mereka sodara, om Sam adalah ayah kandungnya Tiara. Kita aja sampai shock dan tidak percaya lo tahu sendiri kan gimana sifat dan sikapnya Delvin sangat bertolak belakang dengan Tiara" papar Galang.

__ADS_1


"Sungguh rumit ya keluarga lo Del" sahut Alvaro setelah mendengar penjelasan dari Galang.


"Biasa saja" ucap singkat Delvin dengan wajah datarnya.


Lagi-lagi mereka semua mendengus mendengar ucapan irit es batu itu siapa lagi kalau bukan Delvin.


"Tiara masih gangguin hubungan Hana dan Kivandra?" tanya Alvaro, ia benar-benar sedikit kepo gara-gara waktunya di habiskan untuk membantu ayahnya di kantor jadi Alvaro tidak sempat membuka sosmed apalagi chat dari teman-temannya pun jarang ia balas.


"Masih, dia bahkan sempat ngaku di jodohkan dengan Kivandra, tapi saat pesta Tiara di permalukan dengan videonya sendiri,udah tahu lobangnya udah lebar selebar mulut kudanil tapi sok-sokan mau jadi istrinya Kivandra, gue aja kalo di suruh nikah sama Tiara ogah gue dapet bekas om-om yang ada gue dapet penyakit dari dia hihihi ...apalagi Kivandra pasti sama lah gak mau dia" balas Galang dengan menatap jijik Tiara yang berada di seberang meja sana yang lumayan jauh dengan meja mereka.


"Bener sih, hanya Hana yang bener-bener cewek berkelas dan gak murahan kayak Tiara udah kayak barang diskonan, kenapa Hana tidak memberi pelajaran sama tuh nyai ronggeng" celoteh Abercio.


"Katanya dia punya rencana sendiri dan tidak perlu mengotori tangannya sendiri" sambung Kalandra.


"Apa tuh?" kepo David.


"Katanya rahasia gue aja gak tahu" balas Kalandra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang terjadi?" tanya Rajendra menatap kaki dan tangan Ghani yang terbungkus perban.


"Ceritanya panjang, Lorenzo dan Bara juga sudah mati ini semua gara-gara anaknya Brivan, Brivan masih hidup.Dan anaknya membalas dendam atas kematian Elena, dia bukan manusia tapi iblis, Leon bahkan mati secara mengenaskan" lirih Ghani dengan wajah sendu.


Deg!


Rajendra mendelik mendengar Brivan masih hidup dan anaknya yang membunuh Lorenzo,Bara dan Leon, seberapa ngeri kah dia sampai-sampai Lorenzo dan lainnya kalah bahkan Ghani dibuat kehilangan kaki dan tangannya meskipun hanya sebelah saja.


"J-jadi dia masih hidup? apa lo yakin anaknya Brivan yang membunuh Lorenzo, Bara dan Leon? tidak mungkin dia membunuh mereka dalam sekejap, dia akan hanya anak perempuan saja" Rajendra masih belum percaya dengan omongan Ghani.


"Gue lihat sendiri pake mata gue sendiri, kalo lo lupa gue ada disana bareng Bara bahkan iblis itu memberikan gue jantung Leon yang masih berdenyut lemah, dan Brivan masih sehat dan bugar dia belum mati" tutur Ghani menatap kesal Rajendra.


"Ah, gue melupakan hal itu karena gue terlalu fokus kerja dan ada masalah di keluarga gue, terus apa lo mau balas dendam atas kematian Leon" Ghani langsung geleng-geleng kepala.


"Gue gak mau balas dendam mungkin ini karma gue ikut andil dalam kematian Elena, gue gak mau mati konyol dan meninggalkan istri gue sendirian di sini"

__ADS_1


"Tapi kan dia udah membunuh anak lo Ghan, masak lo gak mau balas bunuh anaknya Brivan Ghan, atau kita bunuh Brivan aja gimana?" tawar Rajendra.


Ghani sudah melotot mendengar ide gila dari temannya itu.


"Lo jangan gila Rajendra, dia iblis nyawa lo bisa terancam asal lo tahu dia bisa saja membunuh lo dia bukan sembarang anak-anak perempuan pada umumnya, gue gak mau menyetor nyawa padanya udah cukup gue kehilangan kaki kanan dan tangan kiri gue, gue masih bersyukur bisa menghirup udara dan menemani istri gue, lebih baik lo jangan usik mereka lagi ini juga gara-gara nafsu keserakahan Lorenzo" maki Ghani cukup sekali saja dia berhadapan dengan iblis.


"Ck, tapi gue masih setengah percaya Ghan, karena gue pernah bertemu dengan Hana menurut gue Hana hanya anak perempuan yang manis dan tidak seperti iblis dari segi mana lo melihat Hana seperti iblis" Rajendra masih belum percaya sepenuhnya.


Ghani berdecak kesal menatap Rajendra yang keras kepala itu. "Baiklah, kalo lo gak percaya udah sana lo duel sama Hana tapi jangan ajak gue, karena gue masih ingin hidup dengan damai. tapi kalo lo udah mati jangan salahin gue ya, karena gue udah nasehatin lo, itu terserah lo. Udah ah gue mau tidur, lebih baik lo pulang saja sana jernih kan pikiran lo sebelum bertindak sayang sama nyawa lo Jend"


Rajendra hanya mampu menghembuskan nafas dengan pelan. "Baiklah gue pulang Ghani" ia pun melangkahkan kakinya keluar dari rawat inap Ghani.


Ghani yang menatap punggung Rajendra dari belakang merasa takut semoga saja dia tidak jadi bermain-main dengan iblis dia. pikir dalam hati Ghani.


...****************...


"Tuan Raka?" cicit dokter Karla melihat Raka sudah berada di ruangan dokter cantik itu.


"Apa lo sedang sibuk Karla? dan jangan panggil gue tuan Raka, gue udah berkali-kali bilang sama lo jangan panggil gue seperti itu, karena gue gak suka" balas Raka dengan gaya coolnya.


Siapa yang tidak tergoda dengan penampilan pria dewasa yang udah menginjak usia 23 tahun itu. sejujurnya Karla juga menyukai Raka apalagi dia pria yang tampan dan memiliki badan atletis banyak di kagumi oleh para kaum hawa, tidak heran banyak wanita yang mendekati Raka, namun sayangnya Raka bersikap cuek dan dingin kalau ada yang menggodanya.


"Tapi kan-


"Stop Karla, gue gak suka lo masih membanding-bandingkan status kita, di mata Tuhan kita itu sama Karla tidak ada orang kaya dan orang miskin. Gue tahu kalo lo juga suka dan cinta sama gue kan? kalo begitu ayo kita menikah" ajak Raka yang udah menarik tangan Karla untuk ia genggam.


"Tapi gue takut sama para fans gila lo itu Raka, gue gak mau hidup gue yang dulunya damai dan tenang tapi setelah lo deketin gue, para fans gila lo mulai menyerang gue bahkan mengganggu kehidupan gue" gerutu Karla kesal.


Betapa terkejutnya Raka jadi selama ini hidup dia tidak tenang?ini semua gara-gara para fans dajjal emang.


"Maafkan gue Karla, nanti janji gue akan memberantas fans-fans gila gue itu agar hidup lo tetap aman"


"Jangan janji mulu tapi buktikan Raka, kalo lo gak bisa menghempaskan para fans lo itu jangan harap gue mau nikah sama lo, lebih baik gue nikah sama Suho" ancam Karla menatap nyalang Raka.


Glek!

__ADS_1


Raka menelan salivanya dengan pelan. "Bisa-bisa gue jadi bujang karatan kalo Karla tidak mau menikah dengan gue, tidak bisa di biarkan dan gue gak sudi lihat Karla menikah dengan orang lain, hanya gue yang cocok bersanding di depan penghulu" batin Raka.


__ADS_2