
.........
Kring
Kring
Kring
Bel pulang sekolah berbunyi ,semua murid SMA Hareklees berbondong-bondong keluar dari kelas menuju ke tempat parkir.
"Han,lo pulang pake apa?" tanya Alula keluar dari kelas bersama tiga tuyulnya.
"Gue dianter sama sopir" balas Hana.
"Lo mau nungguin sopir lo,dimana?" tanya Tiara.
"Didepan gerbang aja deh, kalian langsung pulang aja nggak usah nunggu gue" balas Hana berhenti di tengah-tengah antara tempat parkir dan gerbang sekolah.
"Beneran Han? soalnya Kak Kivandra kan lagi nggak ada disekolahan entar kita di marahin sama dia nggak jagain lo" sahut Tiara.
"Beneran deh, udah sana nanti kalian dimarahi sama ortu lo pada lho!" Hana mendorong ketiga tuyulnya tersebut dari sana.
"Yaudah, kita tinggal ya Hana" ucap Tania lalu ketiga tuyul pergi ke tempat parkir.
Hana memicingkan matanya, ia sedari tadi sudah merasakan tak enak padanya, akan ada sesuatu yang akan terjadi padanya. Dan tepat sama feeling Hana, Hana melihat sosok laki-laki dan perempuan dari arah belakangnya sosok tersebut daritadi mengawasi gerak-gerik Hana.
"Sepertinya asyik juga kalo gue ikut permainan mereka" ucap lirih Hana dengan seringai tipis sekali bahkan orang lain tidak tahu.
Hana hanya berpura-pura tidak tahu padahal ia tahu mereka pasti akan menculik dirinya, ia hanya memberi bumbu sedikit agar terkesan permainan mereka berhasil.Hana mengambil ponselnya lalu ia mengetik 'Gue di culik wewe gombel' mengirimnya ke nomor Abercio. Hana akan mengikuti permainan mereka,Hana berpura-pura polos berdiri didepan gerbang menunggu sopir padahal Hana tidak mengirim pesan ke sopirnya untuk menjemput dirinya.
Tap
Tap
Tap
Hana tahu ada seseorang yang berjalan dari arah belakangnya ia hanya tersenyum miring saja tanpa ada yang tahu hingga hitungan ketiga seorang itu membekap mulut Hana dengan tisu yang sudah diberi obat bius,Hana pun pingsan tanpa perlawanan. Kedua pelaku mengernyitkan dahinya kenapa dia tidak memberontak batin mereka saling melirik satu sama lain.
Sedangkan di markas Abercio sedang menikmati buah semangka 🍉 yang dibeli dari pasar bersama ibundanya, dia sedang bersantai didepan televisi bersama Adrian, Agam dan Kalandra. Kalandra sedang merasa bosan jadi dia main ke markas Ravestrack, padahal dia bukan anggota inti Ravestrack tapi dia sudah bolak balik ke markas Ravestrack. Kalandra sering di tawarin sama Kivandra untuk bergabung dengan Ravestrack karena kemampuan hacker dia jauh lebih bagus daripada Agam tapi dia tidak mau terikat dengan geng motor mana pun,kalo sekedar bantu it doesn't matter to him.
Ting!
Ting!
Ting!
Ponsel Abercio bergetar pesan chat muncul di layar ponselnya, Abercio buru-buru mengambil ponselnya seketika membulatkan matanya melihat isi pesan chat dari Hana.
"Yolo yolo neng Hana di culik wewe gombel" pekik Abercio.
Tiga tuyul terperanjat mendengar pekikan Abercio sampai Kalandra terjatuh dari sofa.
Puk!
Kalandra melemparkan bantal tepat di wajah Abercio.
"Kambing, gara-gara suara cempreng lo gue jadi nyungsep gini kira-kira kalo mau teriak ini bukan hutan bedebah" dengus Kalandra.
"Mangap deh! tapi ini jauh lebih penting cuy" balas Abercio.
"Apaan? tadi lo bilang Hana di culik wewe gombel? emang lo tahu darimana?" tanya Agam.
"Ini dari isi chat Hana barusan dia ngirim ke nomor gue" ucap Abercio sambil menunjukkan isi pesan chat Hana.
Tiga tuyul membelalakkan matanya terkejut membaca isi chat Hana lalu mereka saling melirik satu sama lain.
"Wewe gombel teh saha?" tanya Adrian mengernyitkan dahinya.
"Jurig?" balas Abercio.
"Yee, anak TK mah tahu kalo wewe gombel setan pe'a!" kesal Adrian.
"Terus siapa?" tanya Abercio kembali.
"Yera?" tebak Agam.
"Mana mungkin dia bisa menculik Hana sendirian" sahut Adrian.
"Kalo tebakan dari bang Agam bener lalu yang menjadi partner Yera siapa dong, kan kata bang Adrian Yera nggak mungkin bisa menculik Hana sendirian pasti dia butuh partner kan dalam hal culik menculik" ujar Kalandra sambil memikirkan siapa orangnya.
__ADS_1
"Eh, ini kita beritahu sama pak bos nggak? kan dia lagi di luar kota takutnya ganggu dia, Ngapain sih bokapnya pak bos nyuruh pak bos ke luar angkasa eh kota?" tanya Abercio kepada Kalandra.
"Kenapa penculiknya culik Hana saat sekarang sih, kan pak bos lagi nggak ada disini" kesal Adrian.
"Cabang di bandung lagi ada masalah bokapnya bang Vandra nyuruh untuk kesana buat membereskan masalah tersebut kan bang Vandra walaupun dia punya perusahaan sendiri tapi dia tetap calon pewaris tunggal keluarga Lexander, sedangkan gue hanya remahaan rengginang" ucap Kalandra menyenderkan bahunya ke sofa.
"Heh, kalo lo remahaan rengginang lah kita apa coba? butiran debu gitu? udah kek lagu aja" ujar Abercio.
"Eh,malah bahas yang lain, ini gimana Hana di culik woy di culik woy, kalian nggak khawatir sih" cemas Agam.
"Tuh yang culik bego atau emang nggak tahu sih, berani banget nyulik ajudan malaikat maut apa dia udah bosan hidup sampai-sampai mau nganterin nyawa sendiri, mau nyulik tapi nggak selidiki identitas calon yang akan di culik, kita juga cemas ogeb tapi kalo di pikir-pikir Hana pasti bisa bantai tuh culik dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita, tapi kalo kita datang yang ada membuat beban buat Hana apalagi yang onoh yang suka pingsan nggak jelas itu, jadi kita bingung yee kan?" papar Kalandra yang diangguki oleh Adrian dan Abercio yang masih loading lama sama kalimat terakhir Kalandra.
"Eh, tunggu jadi menurut kalian gue suka pingsan nggak jelas gitu?" tanya Abercio.
Ketiga tuyul hanya menjawab dengan anggukan kecil.
"Bahkan lo pingsan sambil kran yang dibawah bocor jadi celana lo basah sampai rok Kartika terkena rembesan air bocor lo itu" celetuk Adrian.
"Gila segitunya gue takut sama darah dan Red" kaget Abercio.
"Kagetkan lo?sama kita juga kaget tapi habis itu ketawa kencang gara-gara lihat lo ngompol hahaha, gila gimana kalo emak lo tahu kalo lo masih ngompol pasti lo dibeliin pampers sama emak lo hahaha" balas Kalandra.
"Kamvreet emang semua temen gue nggak ada yang beres" dengus Abercio.
"Eh, Kal coba lo cari posisi Hana sekarang" Celetuk Agam secara tiba-tiba.
"Sudahi ketawa kita mari kita mencari posisi Ratu kita" balas Kalandra sambil mengeluarkan laptop yang ada di lemari ruangan khusus anggota inti Ravestrack.
Ctak!
Ctak!
Jari lentik Kalandra dengan lihai dan cepat menguasai keyboard dalam pencarian posisi Hana sekarang, dia sedang menghacker ponsel milik Hana. 3600 detik kemudian Kalandra sudah berhasil membobol ponsel Hana, kenapa Kalandra sangat mudah sekali menghacker ponsel Hana? karena Hana tahu kalo Kalandra pasti akan menghacker ponselnya untuk mencari posisinya jadi Hana sengaja memberikan akses jalan untuk mempermudah Kalandra menghacker ponselnya itu tanpa sepengetahuan Kalandra pastinya. Karena sebelum berpindah jiwanya ke tubuh Hana ia juga seorang hacker handal ilmu dia jauh lebih pintar dari Kalandra sampai dulu para musuh Belvia sangat sulit sekali untuk menembus jaringan group Hawthorne karena dibalik semua itu ada tangan terampil milik Belvia yang menjaga ketat jaringan Hawthorne group agar tidak mudah di colong oleh para musuhnya.
"Apa udah ketemu Kal?" tanya Agam.
"Gedung tua tak jauh dari sekolahan kita,gedung tua tepat didepan warmindo mak ijah" balas Kalandra.
"Oke kita kesana, yo lo hubungi Kivandra segera" ucap Agam yang udah beranjak dari tempatnya.
"Asyiap" balas Abercio.
Hana sedang disekap di gudang tua depan warmindo mak ijah kebetulan saat itu warmindonya sedang tutup,jadi tidak ada yang tahu kalo di gedung tua sedang ada seorang gadis cantik yang sedang di sekap.
"Siram dia pake air dingin" perintah Davira kepada anak buahnya.
Byur!
Hana terbangun dari pingsannya ia gelagapan gara-gara Davira menyiram air ke wajahnya.
"Anjir, siapa yang nyiram gue hah!" pekik Hana.
"Udah bangun lo" ucap Davira yang sedang menatap kearahnya.
"Ternyata lo yang udah nyiram gue" ujar Hana.
"Lo ngebo banget jadi orang, jadi gue bangunin lo pake air" balas Davira.
"Bukan ngebo oneng, tapi lo bius gue jadi gue nggak bisa bangun" sentak Hana.
"Lo tahu kalo gue bius lo?" tanya Davira
"Ya tahu lah, orang lo sama temen lo ngendap-ngendap dari belakang" santai Hana tanpa adanya rasa takut.
Davira terkejut mendengar ucapan Hana,"Kenapa lo nggak lari malah diem doang?"
"Kalo lari jadi rencana lo gagal dong, jadi gue nggak mau rencana lo gagal ya gue diem aja ngikutin permainan lo ini" ucap Hana memutar bola matanya jengah.
"Aneh lo, lo malah ingin rencana gue lancar baru kali ini korban menyerahkan diri.Lo bosen hidup heh?" tanya Davira.
"Bukannya kalian yang udah bosen hidup huh? kalo gue udah pernah mati jadi kenapa harus takut lagi sama kematian huh?" balas Hana sudut bibirnya terangkat ke atas sedikit.
Deg!
Davira melupakan sesuatu ia pernah di ceritakan kalo Hana pernah menyiksa Kartika dan Anis didepan semua murid dengan sadis, ah tapi mana mungkin Hana akan menyiksanya dalam keadaan tangan dan kakinya di ikat batin Davira. Tapi pemikiran Daviralah yang sangat salah besar, kalo jiwa Red muncul dia bisa saja melepaskan ikatan dirinya dari kursi tanpa bersusah payah.
"Tapi bukan gue yang akan mati sekarang tapi lo Hana,gue akan mengirim lo ke neraka" ucap Davira yang masih percaya diri kalo Hana nggak akan lepas dari ikatannya.
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Alister dan Yera datang bersamaan menghampiri mereka yang sedang mengobrol.
"Hello kakak tersayang eh lebih tepatnya mantan kakak tersayang, sebentar lagi hidup lo akan segera berakhir kakak gue yang cantik.Dan semua harta lo akan gue rebut hahaha" tawa Yera senyum smirk.
"Oh ya? gue bilangin ya jangan terlalu percaya diri nanti takutnya lo semakin gila kalo rencana lo gagal, dan hidup gue masih panjang kok makasih udah bilang gue cantik" balas santai Hana tanpa adanya rasa takut pun.
"Dasar kenapa lo semakin berani hah! kenapa lo berubah? dimana Hana yang dulu Hana yang selalu nurut dengan perkataan gue" sentak Yera.
"Ck, mau tahu Hana yang dulu kemana? Hana yang dulu udah mati gara-gara lo, lo yang dorong dia jatuh dari rooftop sampai dia mati, gue disini untuk membalaskan kematian Hana" ucap Hana menatap nyalang Yera.
"Maksud lo apa hah? kalo Hana udah mati jadi lo siapa?" pekik Yera membulatkan matanya.
"Gue jiwa Belvia yang masuk kedalam tubuh ini,ini semua gara-gara ulah lo kalo lo nggak mendorong Hana dari rooftop ini semua nggak akan pernah terjadi Hana juga nggak akan menarik jiwa gue yang udah damai di surga ke tubuh ini.Tapi tenang saja gue akan segera mempertemukan lo dengan Hana" balas Hana terkekeh-kekeh.
Deg!
"Jadi selama ini dia bukan Hana? tapi Belvia, OMG Belvia pewaris tunggal keluarga Hawthorne? makanya sikap dia sama Hana sangat berbeda jauh" batin Yera terkejut tapi berusaha menutupi dengan ekspresi wajahnya.
"Lo nggak usah bercanda dan berkhayal deh kalo lo itu Belvia nggak mungkin di dunia nyata ada transmigrasi jiwa ini bukan novel"bantah Davira.
"Kapan gue berkhayal huh? itu emang terjadi buktinya gue, ngapain gue bohong gue bukan kalian yang jago manipulasi semua keadaan dan berbohong ke semua orang" balas Hana
"Jadi lo bener-bener Belvia orang terkaya nomor satu itu?" tanya Alister dengan mata yang berbinar-binar seperti menemukan sebongkah berlian.
"Iya itu gue Belvia" singkat Hana.
"Wah, boleh dong lo sama gue kalo lo sama gue lo pasti akan puas deh daripada lo menjalin hubungan dengan ketua Ravestrack yang nggak ada apa-apanya sama gue, asal lo tahu dia itu seorang pembunuh laki-laki kaku tempramental nggak bisa romantis nggak bisa puasin pacarnya, sedangkan gue bisa bikin lo puas dan ketagihan" ucap Alister menyeringai.
"Cuih, Gue bukan cewek murahan seperti kedua wanita yang ada di sebelah lo itu, kata siapa pacar gue nggak romantis dan kaku hm? lo salah besar dia jauh lebih romantis, dan nggak kaku seperti yang lo bilang, dia justru pria yang lembut dan penuh kasih sayang dan satu lagi kesamaan kita sama-sama membunuh orang jadi kita sangat-sangatlah cocok." senyum smirk Hana.
Sreek!
Rambut Hana yang panjang tiba-tiba di tarik oleh Davira. Hana tak merasakan rasa sakit bahkan dia terkekeh-kekeh kecil.
"Bastard, lo ngatain kita murahan huh? Lo yang murahan yang selalu ngumpul bersama anggota Ravestrack, udah di gilir berapa ronde lo hum?" senyum miring Davira menarik kuat jambakan rambut Hana.
Hana bukannya menjawab malah dia ketawa semakin kencang membuat ketiga setan mengernyitkan dahinya bersamaan.
"Gila lo" sentak Yera.
"Lebih baik kalian jangan pernah memancing sisi iblis gue keluar kalo kalian ingin hidup kalian aman" desis Hana dengan tatapan yang aneh.
Ketiga setan langsung dibuat merinding ngeri oleh suara Hana yang semakin berat. Davira dan Alister yang belum melihat sisi iblis Hana yang sebenarnya jadi mereka masih setengah percaya.
Saat didalam suasananya masih tegang tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang dari luar gedung, ketiga setan saling pandang satu sama lain.
"Siapa di luar, coba lo cek Al" ucap Yera.
"Bedebah, pasti dia sepupu gue padahal gue udah bilang lagi sibuk kenapa tuh anak bisa tahu gue ada disini" kesal Alister berjalan menuju keluar gedung.
Tap
Tap
Tap
Alister menghentikan langkahnya saat sepupunya sudah masuk ke dalam gedung tepat berdiri didepan Alister kedua wanita yang ada di belakang Alister terkejut ternyata sepupu Alister adalah dia kok bisa? sifatnya sangat bertolak belakang antara dia dengan Alister.
"Lo ngapain disini? darimana lo tahu kalo gue ada disini?" ketus Alister.
"Gue lihat lo berjalan ke arah sini jadi gue ngikutin lo kesini, bunda nyariin lo disuruh cepat pulang, lo ngapain kesini bersama dua wanita? kebiasaan lo nggak berubah ya Al" ucap laki-laki tersebut.
"Nanti gue akan pulang setelah urusan gue selesai, jadi lo pulang sekarang bilang ke bunda kalo gue masih ada urusan lain, lo jangan pernah ikut campur urusan gue" sentak Alister.
"Ck, kapan lo tobat Al? hati-hati lo nanti lo bisa kena penyakit, yaudah gue pergi" ucapnya tapi hendak pergi matanya tidak sengaja melihat Hana yang sedang duduk di ikat di kursi kayu ia langsung membulatkan matanya.
"Hana" panggil pria itu.
Deg!
Hana mendongakkan kepalanya menatap lurus pria tersebut dengan sedikit tersenyum.
......................
__ADS_1
................