
...Happy Reading...
...🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞...
Brummmm.....brummmm....
Hana menghentikan motornya di basement rumah sakit, Hana melepaskan helm dan turun dari motornya dan ia langsung melangkahkan kakinya menuju lift yang ada di lantai basement.
Ting!
Hana masuk kedalam lift dan ia memencet tombol lantai tiga setelah itu pintu lift menutup, sambil menunggu Hana memainkan ponselnya ia juga menghubungi Kivandra dan Kalandra karena ia ingin berbicara penting dengan mereka.
Ting!
Pintu lift terbuka di lantai tiga Hana keluar dari lift langsung pergi ke ruangan ICU disana udah ada Alula dkk ,Galen dkk, dan hanya Kivandra tidak ada teman tuyulnya, mereka duduk di depan ruangan ICU.Mama Lika sudah pulang bersama Raka untuk beristirahat bergantian menjaga Galang. Hana mengerutkan keningnya melihat Tiara sedari tadi menatap kearah Kivandra yang sedang sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba Hana menaikkan sudut bibirnya ke atas tanpa ada yang tahu.
Tap
Tap
Tap
"Sayang" teriak Hana memanggil Kivandra, Kivandra langsung menoleh dan tersenyum ke arah Hana.
"Maaf lama ya tadi aku ada urusan penting di kantor" ucapnya sambil mengusap pipi Kivandra, tanpa mereka sadari ada yang menatap ke arah Hana dan Kivandra sambil mengepalkan tangannya dibawah sana tanpa ada yang tahu.
"Hm, iya aku tahu baby" suara serak Kivandra.
Alula berjalan menghampiri Hana yang sedang mengobrol dengan Kivandra dan diikuti oleh Tania dan Tiara.
"Lo habis darimana Hana, gue kira lo udah di rumah sakit" celetuk Alula sambil memanyunkan bibirnya ke depan.
"Gue habis dari kantor La, kalian udah lama nunggu gue? Sorry ya,gue tadi ada urusan mendadak yang harus dikerjakan" dusta Hana ia belum mau bercerita kalau daddynya masih hidup.
"Hm iya gue tahu kok lo kan yang paling sibuk diantara kita, ya gak Tan Ra?" ucap Alula sambil menoleh ke Tania dan Tiara. Mereka pun mengangguk pelan.
"Tapi gue tadi pagi lihat lo lagi sama om-om Han, lo sama siapa Han? mana om-om nya hot lagi udah kek sugar daddy kalo disamping lo" sinis Tiara sambil sudut bibirnya terangkat tipis sekali tanpa ada yang tahu.
Alula,Tania bahkan Kivandra pun membulatkan matanya ia terkejut mendengar ucapan dari Tiara.
"Om om" beo Alula dan Tania secara bersamaan menatap penuh tanya kepada Hana.
Sedangkan Kivandra langsung menghela nafas kasarnya.
"Atau om Brivan yang dimaksud Tiara" batinnya .
Damn you! umpatan Hana dalam hati.
Hana menatap lekat wajah Tiara. "Lo lihat gue dimana Ra?" tanya Hana sambil bersedekap dada.
"Saat lo mau masuk ke kafe depan kantor lo" jawab singkat Tiara langsung diangguki oleh Hana.
Alula menepuk bahu Hana, Hana pun kaget karena tepukan Alula yang sangat keras sekali.
"Astaga Hana jangan bilang lo lagi nyari sugar daddy, lo kan udah ada Kivandra yang tajir melintir gak akan pernah habis tujuh turunan tujuh tanjakan tujuh belokan tajam kecuali keturunan yang kedelapan mungkin akan miskin" ucap asal Alula tanpa memfilter terlebih dahulu.
"Lo gak usah ngomong kek gitu napa, lo lupa Hana tuh siapa dia sekarang lebih kaya dari kita masak Hana nyari sugar daddy, duitnya dia tuh udah tumpah-ruah kemana-mana kita yang miskin bukan Hana, mungkin dia lagi meeting sama rekan bisnisnya, lo juga jangan asal nuduh Ra" sentak pedas Tania sambil menatap nyalang Tiara.
"Gue bukannya nuduh Tan tapi-
Kivandra langsung memotong ucapan Tiara ia tidak suka ada yang memojokkan Hana kekasihnya.
"Hana disana sedang bertemu dengan kliennya untuk membahas kerja sama, gue tahu dari Alan jadi lo jangan lagi mempunyai pikiran yang negatif kepada Hana Ra lo itu temannya Hana dari SMA pastinya lo udah tahu siapa Hana kalo lo lupa"
Mata Tiara langsung memanas dan dibawah sana tangannya mengepal erat, baru kali ini Kivandra memarahi dirinya didepan publik, ini semua gara-gara Hana. Hana yang sedari tadi diam dan memandangi Tiara, Hana langsung tersenyum miring tipis sekali 'b*tch' gumam lirihnya.
"Noh, dengerin kata Kivandra hampir aja gue ikutan ngomingin yang enggak-enggak sama Hana, gue juga yakin Hana gak akan begitu dia kan udah bucin stadium akhir sama Kivandra jadi dia gak mungkin punya niat untuk nyari sugar daddy" sambung Alula.
__ADS_1
"Maaf ya Hana gue udah lancang ngomongin lo yang enggak-enggak" Tiara terpaksa meminta maaf ia hanya berpura-pura saja didepan mereka semua.
Hana langsung mengangguk pelan dan tersenyum ke Tiara tapi di dalam hatinya Hana menyeringai.
"Hm,iya gue maafin kok lain kali jangan begitu ya Ra" ujar Hana sambil menatap Tiara dengan penuh arti.
Entah kenapa gue curiga sama sikapnya Tiara akhir-akhir ini batin Tania sambil menatap ke arah Tiara.
...****************...
Sementara di minimarket Abercio sedang bersama Kalandra membeli beberapa makanan ringan dan minuman untuk teman-temannya yang ada di rumah sakit.
Saat mereka sedang mencari sesuatu di rak barang tiba-tiba mereka melihat ada bule yang sedang kebingungan tanpa ba-bi-bu mereka menghampiri bule tersebut siapa tahu mereka bisa membantu bule itu.
"Ada bule cantik tuh, sepertinya dia lagi kebingungan deh! kita bantu dia yok" ajak Abercio kepada Kalandra.
"Weh, lumayan dapet bule cantik sore-sore gini" ucap Kalandra, mereka langsung menghampiri bule tersebut.
Tap
Tap
Tap
"Punten, abdi tiasa ngabantosan anjeun" tanya Abercio sambil menoel-noel lengan bule cantik.
Bule cantik langsung menoleh ke arah mereka ia mengernyitkan dahinya karena ia tidak paham apa yang Abercio katakan.
"Heh, kok bule cantik gak jawab omongan gue sih" bisik lirih Abercio.
"Bodoh, lo barusan tanya pake bahasa sunda mana ngerti tuh bule" sambung lirih Kalandra.
"Excuse me" ucap bule cantik menyela obrolan mereka.
"Ah, iya wonten nopo cah ayu" balas Abercio tersenyum manis ke arah bule cantik.
Kalandra hanya menepuk jidatnya betapa bodohnya teman Kivandra ini,mana ada bule paham sama bahasa jawa.
Pletak!
"Bahasa Inggris lo berapa sih? nol? dia itu bule bukan orang jawa apalagi orang sunda, eh mas buang aja tuh teman lo yang gak berguna itu kalo gak tukar tambah aja di toko orens" ucap Mika dengan nada ketus.
"Ba*ngke lo lagi-lagi ketemu kaleng rombeng" dengus Abercio dengan menirukan ucapan Mika yang barusan.
"Ck, dasar belatung api" gerutu lirih.
Kalandra sudah tertawa ngikik melihat berdebatan mereka berdua, kalau ketemu pasti udah seperti tom and jerry benar-benar tidak pernah akur. Sedangkan bule cantik hanya bengong melihat mereka saling adu bacot.
"Crazy person" gumam lirih bule cantik lalu bule tersebut pergi meninggalkan mereka semua.
Saat adu debat mereka berhenti mereka menyadari bule cantik sudah tidak ada lagi di depan mereka.
"Lah, mana bule cantiknya kok ilang" ucap Abercio sambil clingak-clinguk mencari bule cantik.
"Gara-gara kalian berdua berantem kek tikus sama kucing,dia langsung pergi" jawab Kalandra yang masih ketawa ngik ngok.
"Nih, semua gara-gara lo gue gak jadi dapet tuh bule" kesal Abercio.
Mika menatap jengah Abercio selalu saja dia menyalahkan orang lain.
"Ck, bangun gak usah kebanyakan mimpi lo mau dapet tuh bule, ngomong bahasa Inggris aja gak bisa gimana mau dapat tuh bule, dasar belatung api"
"Lo-
"Udah jangan berdebat mulu, perut gue sakit kebanyakan ketawa lihat kalian adu bacot sampek lebaran kecoa mungkin gak akan kelar, mending kita langsung ke rumah sakit. Lo mau ikut gak Mik?" ucap Kalandra memotong kalimat Abercio.
"Gue ikut"
Abercio langsung pergi meninggalkan mereka, ia masih kesal dengan Mika. Mika yang melihatnya ingin membuka mulutnya tapi udah duluan sama ucapan Kalandra.
"Udah biarin tuh bocil biasa ngambek, nanti juga seperti biasa lagi tuh anak" ujar Kalandra.
...****************...
__ADS_1
Malam harinya Hana sudah rapi dengan pakaiannya ia malam ini ada janji dengan dua sodara dari keluarga Lexander siapa lagi kalau bukan Kivandra dan Kalandra.
Tap
Tap
Tap
Di mansion hanya ada mama Lika yang udah berada di kamarnya sedangkan Raka ia menjaga Galang di rumah sakit, Galang masih belum juga bangun dari koma, ia masih setia dengan tidur panjangnya.
🍂
🍂
🍂
Mereka bertiga sudah sampai di restoran mewah, Hana memesan ruangan vvip agar tidak ada yang mendengar obrolan mereka bertiga.
"Hana lo cantik malam ini dengan gaun hitam" goda Kalandra dengan mengedipkan matanya.
Bisa-bisanya Kalandra berani menggoda Hana didepan Kivandra sepertinya ia tidak takut dengan singa yang ada di sampingnya yang lagi menatap tajam Kalandra seperti ingin menerkam mangsanya.
Hana hanya terkekeh kecil melihat Kivandra sudah menatap tajam ke Kalandra. Kalandra yang merasa di tatap ia langsung menyengir memamerkan rentetan giginya.
"Yaelah bang cuman bilang gitu doang,taring lo langsung muncul" ucapnya sambil cengengesan.
"Lo pulang lewat mana?" desis Kivandra membuat nyali Kalandra langsung menciut.
"Udah beb, lihat tuh wajah Kalandra udah kek tikus kejepit lemari" tawa kecil Hana sambil mengusap punggung tangan Kivandra.
Kalandra melotot menatap Hana, ck tikus kejepit emangnya wajah gue mirip apa.
"Udah ketawanya lo, lo nyuruh kita kesini ada apa? apa ada sesuatu yang penting" Hana pun mengangguk pelan.
"Kapan kalian tahu kalo daddy gue masih hidup, kenapa kalian gak bilang sama gue sih, jahat kalian" ucap Hana.
Kalandra dan Kivandra saling tatap-tatapan, sebenarnya mereka ingin memberitahu kepada Hana tapi kata Darren biar daddynya Hana saja yang langsung menemui Hana kalian jangan ada yang beritahu Hana, jadi mereka hanya bisa menurut saja apa yang dibilang sama Darren.
"Maaf, kata om Darren biar om Brivan saja yang menemui lo secara langsung katanya biar surprise gitu" sambung Kalandra.
"Benar apa yang dibilang sama Kalandra, Han. Jadi jangan marah ya, kita gak punya hak untuk bilang kalo om Brivan masih hidup" ujar Kivandra.
Hana menghembuskan nafas kasarnya, bener juga yang dibilang mereka.
"Besok pagi kita diskusi tentang kasus itu, dan setelah itu kita mulai bergerak mencari bukti siapa dalang semuanya ini kata daddy ada empat orang dan salah satu orang itu bos mereka yang berperan besar dalam sabotase kecelakaan mobil 10 tahun yang lalu,kita harus cari siapa ke empat orang itu" papar Kivandra dengan tatapan yang serius.
Hana dan Kalandra langsung menganggukkan kepalanya.
"Andra, lo harus hati-hati sama Tiara dia bermuka dua dan dia suka sama kamu sejak dulu sebelum kita kenal, dan Tiara adalah tunangan Algav ketua Alaska" jelas Hana.
Kivandra dan Kalandra melotot mendengar perkataan Hana.
"Wah, lo tahu darimana soal tunangan Algav?kita semua sudah mencari siapa yang jadi tunangan Algav tapi nihil gak bisa semua akses di tutup rapat-rapat gue yang jago retas jaringan aja masih gak bisa menjebol identitas dia. Dan apa yang lo bilang Tiara suka sama Kivandra? wah, plot cerita macam apa ini benar-benar tidak terduga" kaget Kalandra bisa-bisanya musuh dalam selimut itu Tiara orang yang selalu bersama-sama tiap harinya.
"Gue pake cara sendiri untuk menjebol akses jaringan mereka, dan masih ada yang belum berhasil gue retas,gue butuh bantuan lo kala, mungkin kalo cara gue dan cara lo di gabungkan bisa menjebol jaringan itu" Kivandra pun langsung setuju dengan ide Hana.
"Boleh juga tuh, kita coba besok pagi di markas Costa Nostra" sambung Kalandra.
"Dan gue masih ingin bersikap seperti biasanya seolah kita belum tahu apa-apa soal Tiara, kita akan menarik umpan terlebih dahulu ke kandang kita" ucap Hana.
Kini Kivandra menatap ke Hana dan bergantian menatap ke Kalandra.
"Gue mau bilang sama kalian berdua, kita akan dibantu sama anggota bayangan Costa Nostra, dia ada disini"
Hana dan Kalandra mengernyitkan dahinya 'Anggota bayangan Costa Nostra siapa?' batin mereka bersamaan. Kivandra paham dengan kebingungan mereka.
"Masuk" ucap Kivandra menatap pintu ruangan vvip.
Hana dan Kivandra langsung mengikuti arah pandang Kivandra.
Ceklek!
__ADS_1
"MIKA" pekik mereka bersamaan melihat Mika berdiri diambang pintu dengan penampilan serba hitam.
...----------------...