
"Galang dimana?" tanya Galen yang baru saja masuk ke dalam markas Devils.
"Ada didalam lagi mabar sama David" ucap Alvaro sambil mulutnya sibuk mengunyah makanan.
Tap
Tap
Tap
Galen menganyunkan kakinya ke ruang tengah menghampiri Galang yang sedang mabar dengan David.
"Lang" panggil Galen duduk di samping David.
"Hm, naon kang?" balas Galang sambil menoleh ke Galen.
"Alaska ngajak lo balap motor besok malam minggu" to the point Galen.
Galang dan David langsung menghentikan main gamenya dan meletakkan ponsel mereka diatas meja.
Galang menatap serius ke arah Galen."Siapa yang ngajak gue balapan motor?" tanya Galang menaikkan satu alisnya.
"Ketua Alaska yang baru dia menantang lo untuk datang ke arena balap motor besok malam minggu,gue barusan ketemu sama anak Alaska saat gue mau ke markas" jelas Galen dengan wajah datarnya.
"Gue curiga kenapa ketua Alaska tiba-tiba ngajakin lo balap motor? kalian emangnya gak curiga hah?" celetuk David sambil mengetukan jari telunjuk ke dagunya.
Galang dan Galen langsung menoleh ke David dan sama-sama mengernyitkan dahi mereka.
"Bener tuh yang dibilang sama David pasti mereka sedang merencanakan sesuatu apalagi Alaska terkenal curang lo ingat gak gara-gara mereka wakil ketua Devils generasi ke dua bang Lava meninggal gara-gara disabotase oleh Alaska saat balapan motor" sambung Galang.
"Gue inget tuh,saat bang Lava meninggal bang Raka langsung depresi di tinggal sahabatnya, tapi ngomong-ngomong kenapa ketua Alaska ingin ngajak lo doang yang tanding balap motor bukan ngajak anggota geng motor lainnya" ujar David sambil menatap Galang.
Galang hanya mengedikan bahunya saja ia juga tidak tahu kenapa ketua Alaska tiba-tiba menantang dirinya untuk balapan motor besok malam minggu di arena seperti biasanya.
"Lo pake motor gue aja, soalnya motor gue udah gue servis jadi aman" ucap Galen menepuk pundak Galang.
Tiba-tiba Alvaro datang dan mendaratkan bokongnya di samping David sambil membawa toples yang isinya keripik sukun yang ada di tangannya.
"Eh, btw Leon katanya mau pindah kuliah di kampus kita, kenapa pak bos tiba-tiba pindah kan enak kuliah di luar negeri bisa cuci mata tiap hari lihatin bule cantik dan sexy" celetuk Alvaro sambil mengangkat satu kakinya ke atas meja.
"Kalo lo tanya kita terus kita tanya siapa? kita juga gak tahu kenapa Leon pindah kampus coba lo tanya langsung sama orangnya" balas santuy David yang tak sopan mengambil keripik sukun dari tangan Alvaro.
Plak!
"Tangan lo gak usah gratil" ucap Alvaro sambil memukul tangan David yang barusan mengambil keripik sukun milik Alvaro.
"Ck, orang pelit entar kuburannya makin sempit lo" dengus David ia langsung memasukan kripik sukun kedalam mulutnya dengan sekali hap takut keburu di ambil sama Alvaro lagi.
Alvaro yang melihatnya langsung melotot."Muntahin gak lo keripik gue,dasar main embat punyanya orang" ucapnya sambil memukul bahu David.
Uhuk!
"Bangsul, lo mau gue mati karena kesedak keripik sukun hah?"pekik David.
"Hahaha langsung dapet karma instan lo makanya jangan asal main makan makanan orang lain tanpa ijin" tawa Alvaro sambil menjulurkan lidahnya.
"Kamvreeet lo butuh kaca gak? lo juga sama dodol lo malah sering ngambil cemilan gue di laci kamar gue, emangnya gue gak tau kelakuan lo itu,ck"ucap David dan dibalas dengan cengiran Alvaro.
"Lo kata siapa Leon mau pindah ke kampus kita?" tiba-tiba Galang bersuara di tengah keributan antara David dengan Alvaro.
Alvaro dan David langsung berhenti dan menoleh ke Galang bersamaan.
"Gue gak sengaja denger waktu gue nyamperin Leon ke rumahnya,gue mau tanya langsung ke Leon tapi lupa hehe"cengiran Alvaro sambil menggaruk kepalanya.
"Apa Leon belum bisa move on dari Hana" tebak Galen yang sedari tadi diam hanya menyimak.
__ADS_1
"Mana mungkin belum bisa move on kalo lo lupa Hana sekarang itu jiwa Belvia, Leon juga tahu kalo Hana bukan jiwa asli Hana sendiri dan gak mungkin juga Leon suka sama Belvia gue tahu yang Leon suka itu Hana bukan Belvia" bantah Galang ia menyingkirkan pikiran yang tidak-tidak mengenai Leon.
"Tapi mungkin aja Leon anggap Belvia itu masih Hana karena yang dia lihat itu Raganya Hana bukan jiwanya ada didalam tubuh Hana,kalo Leon bener-bener suka sama Hana gimana?" tanya Galen memicingkan matanya ia ingin tahu gimana reaksi Galang kalau misalnya Leon terobsesi dengan Hana.
"Gue gak setuju Hana sama Leon mending sama Kivandra, gue gak mau adek gue di sakiti lagi, dulu waktu Hana masih hidup Leon malah lebih memilih medusa daripada Hana sendiri, sekarang dia suka sama adek gue sendiri ya walaupun sekarang jiwa Belvia tapi gue tetep gak setuju gimanapun Belvia udah gue anggap dia sebagai adek gue sendiri dan gue sebagai abangnya gak mau gagal lagi buat menjaga dan melindungi adek gue sendiri,ini juga sebagai menebus dosa gue yang dulu sama Hana adek gue yang udah lama ninggalin gue gara-gara ulah gue sendiri" jelas Galang dan dibalas dengan anggukan kecil dari Galen.
"Yaudah gue balik dulu mau nganterin nyokap ke supermarket kasihan gak ada yang nganterin" pamit Galang yang udah beranjak dari tempat duduknya.
"Hati-hati Lang, kalo ada semut lewat lo pindahin dulu kasihan nanti di tabrak terus mati" ocehan gak jelas dari Alvaro yang langsung diangguki oleh Galang.
"Bocah semprul" gumam lirih Galang sambil melangkahkan kakinya keluar dari markas.
......................
Kivandra kelelahan habis nge-gym dia langsung rebahan di sofa tiba-tiba ia mendengar suara melengking memanggil namanya Kivandra langsung menegakkan tubuhnya dan menyingkirkan baju yang tadi menutupi wajahnya.
"Sayang ku" pekik Hana dengan suara cempreng lari menghampiri Kivandra yang tengah duduk di sofa.
"Dalem sayang" suara berat Kivandra yang sedikit serak.
Abercio yang mendengar suara lembut Kivandra langsung guling-guling di lantai ruangan gym pribadi milik Kivandra yang ada di apartemennya.
Hana yang tadinya ingin meraba perut delapan roti kotak milik Kivandra tidak jadi gara-gara ia melihat Abercio yang tiba-tiba guling-guling tidak jelas, bukan hanya Hana saja yang menatap aneh ke Abercio tapi juga Kivandra dan Adrian mereka berdua juga menatap aneh ke Abercio ada apa nih anak datang-datang langsung guling-guling tidak jelas.
"Lo ngapain guling-guling obat lo abis Yo?" tanya Adrian sambil menatap aneh Abercio.
"Aaaaaarrrrrghhhh, gue salting cok sama Kivandra dia jawab panggilan sayangnya ke Hana dengan dalem sayang mana lembut lagi suaranya, harusnya yang salting Hana kenapa jadi gue yang salting aaaaaa lucu bangetz deh..." pekik Abercio yang masih guling-guling sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"Yank, coba kamu ajak Abercio ke psikiater deh mungkin jiwanya udah karatan" bisik lirih Hana ke Kivandra.
"Akibat kelamaan ngejomblo ya begitu yank,udahlah biarin aja kita tinggalin aja mereka lebih baik kita pacaran dulu" ajak Kivandra sambil menggandeng tangan Hana ke arah dapur meninggalkan dua tuyul yang tidak jelas itu.
"Woi, lo mau sampai kapan guling-guling terus begini? sampek lebaran kucing lo" ucap Adrian menatap jengah Abercio.
"Loh,pak bos sama bu bos kemana?" tanya Abercio.
"Gara-gara lo guling-guling jadi mereka udah pergi ke bawah"ucap Adrian langsung menganyunkan kakinya keluar dari ruangan gym pribadi milik Kivandra.
"Shitt, kenapa lo gak ngomong sih! tungguin bego" ucap Abercio langsung mengejar Adrian keluar dari ruangan gym.
Saat Adrian dan Abercio turun kebawah melihat Hana dan Kivandra ada di dapur sedang duduk menikmati nasi goreng buatan Kivandra. Mereka langsung menyerbu Hana dan Kivandra yang tengah makan nasgor.
"Wuih, makan gak bagi-bagi si bos, bagi dong laper nih kita ya kan Yan?" ucap Abercio sambil menyenggol lengan Adrian.
"Ogah, masak sendiri lo kesini pasti minta makan emangnya disini tempat penampungan makanan gratis apa" ketus Kivandra menatap sebal kedua temannya.
Hana sudah terkekeh-kekeh melihat wajah kedua teman pacarnya itu.
"Hana noh,pacar lo pelit banget dah sama temennya sendiri masak gak mau berbagi makanan sama temennya sendiri" adu Abercio kepada Hana sambil memasang wajah sedih.
"Bener kata Kivandra kalo disini bukan penampungan makanan gratis" balas Hana sambil terkekeh kecil.
Abercio langsung mencebikkan bibirnya."Bedebah, gak cowoknya gak ceweknya sama-sama kamvret"
"Lo ngapain sih kesini ngikutin pacar gue" tanya Kivandra dia tahu duo curut itu datang bersama Hana ke apartemennya.
"Dih,siapa juga yang ngikutin pacar lo bos orang kita gak sengaja ketemu di depan apartemen, kita kesini mau minta makanan siapa tahu ada sarapan gratis" balas Adrian.
"Lo itu anak sultan bukan sih atau jangan-jangan nyokap kalian gak ngasih makan ke kalian heran deh gue tiap hari pasti minta sarapan ke sini lama-lama gue buka warteg aja kalo gitu"
"Udah kasih aja yank, dilemari masih ada mie instan kok biar aja mereka sarapan sama mie instan" Adrian dan Abercio langsung membulatkan matanya.
"Heh,marjumah dimana-mana kalo sarapan itu nasgor, sandwich,sereal sama susu kalo gak bubur ayam ini kok mie instan agak lain kek nya" Adrian menatap sinis Hana.
"Heh, parjonah lo kok semakin ngelunjak sih untung ya Kivandra mau ngasih makanan untuk kalian pake nawar segala mie instan juga bisa dijadiin sarapan, kalo kalian gak mau pergi aja dari sini" usir Hana bisa-bisanya Kivandra memiliki teman yang menyebalkan seperti Adrian dan Abercio.
__ADS_1
Mereka berdua langsung mendengus kesal.
"Yaudah mana mie instan nya" tanya Adrian.
"Noh,dilemari bikin sendiri ya gue bukan babu kalian" ucap Hana sambil menunjuk kearah lemari.
"Nih,dilimiri bikin sindiri yi gi bikin bibi kiliin, emang kamvreet kalian berdua" nyinyir Abercio sambil merucutkan bibirnya.
"Dih,giliran sama pak bos aja bisa lembut tapi giliran sama kita langsung taringnya keluar" gerutu lirih Adrian.
Mereka pun berjalan menuju lemari dan mengambil dua mie instan.
"Gak dirumah gak disini sama-sama ketemu mie instan" dengus lirih Abercio.
...****************...
Ditempat lain seorang pria paruh baya sedang berbicara penting dengan anak buahnya.
"Bunuh dia saat keadaan sepi, dan jangan lupa hapus semua jejak jangan sampai ada yang tahu" pinta pria paruh baya kepada anak buahnya.
"Siap bos!" ucapnya.
Pria paruh baya tersebut menyeringai tipis sekali."Selamat tinggal gue akan membalas satu persatu dengan kalian semuanya"
🍂
🍂
🍂
Di seberang sana terdapat dua anak remaja yang sedang mengobrol tentang rencananya di kamar ketua Alaska.
"Lo mau menyelakai Galang dengan cara balap motor Gav?" tanya seorang gadis yang sedang ada dikamar Algav.
"Hm, emang kenapa? dia juga ikut andil membunuh abang gue" suara dingin Algav.
"Ini udah termasuk kriminal Gav, kalo Galang mati gimana?"
"Itu malah bagus, itu yang gue harapkan sayang gue malah senang kalo Galang mati hahaha" tawa jahat Algav.
"Lo gak takut di penjara lagi Gav?"
"Gue gak takut karena gue udah terbiasa dengan keluar masuk penjara, lo juga gak usah munafik deh gue tahu kalo lo suka sama ketua Ravestrack kan? tapi kenapa lo gak ngejar dia atau rebut dia dari Hana hm? malah lo setuju bertunangan dengan gue" senyum smirk Algav sepertinya ia tepat sasaran.
Deg!
Jantungnya seperti berhenti berdetak perasaan selama ini gue tutupi agar semua orang tidak tahu soal perasaan ini tapi dengan mudahnya Algav mengetahui semuanya.
"B-bagaimana bisa lo tahu soal itu? Gu-gue gak mau jadi pengkhianat apalagi Hana adalah teman gue sendiri,jujur gue juga merasa cemburu jika Hana sedang bersama Kivandra tapi gue bisa apa Gav"
"Ck, lo juga ingin menyingkirkan Hana dari Kivandra kan? tapi nyali lo kecil takut kalo Hana tahu dan bunuh lo kan? lo itu hanya pura-pura jadi temannya dia aja gue tahu semuanya tentang lo" tebak Algav dan benar-benar sesuai dengan dugaannya.
Lagi-lagi gadis itu tercengang mendengar ucapan Algav kenapa dia tahu semuanya.
"Udah kalo lo mau Kivandra kita harus bekerjasama bagaimana?" ajak Algav menaikkan satu alisnya.
"Tapi gue gak mau kalo Hana tahu soal gue mau menyingkirkan dia dari kehidupan Kivandra"
"Itu masalah gampang lo cuman duduk manis aja, gue jamin Hana gak bakalan tahu, gue balas dendam dan lo dapat Kivandra gimana adil kan?" gadis itu langsung menganggukkan kepalanya.
"Bagus deh, gue bisa memanfaatkan gadis bego ini emangnya gue mau nurutin kemauan lo hahaha gue gak mau Kivandra hidup" batinnya menyeringai tipis sekali tanpa disadari oleh gadis itu.
...----------------...
Thanks for reading 🤗❤️🤗
......................
__ADS_1