Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
139


__ADS_3


Dokter Azka menghampiri tiga orang yang sedang duduk di depan ruang ICU. Siapa lagi kalau bukan Kalandra,Jendry dan mamih Dasha. Mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan donor sumsum tulang dari Jendry.


"Gimana dokter Azka?" tanya Jendry langsung bangkit dan berdiri, dua orang pun sama langsung berdiri dengan wajah serius menatap dokter Azka.


Dokter Azka hanya menggelengkan kepalanya yang artinya tidak cocok. "Maaf Jendry hasil pemeriksaan kamu tidak cocok dengan Dasha" kedua kaki Jendry seketika bak seperti jelly kenapa hasilnya tidak cocok, apa ini artinya dia akan kehilangan anak semata wayangnya?.


"Dokter Azka bagaimana kalo saya ikut memeriksa tulang sumsum saya,dok. Siapa tahu cocok saya bisa mendonorkan tulang sumsum saya kepada Dasha" ucap tegas Kalandra.


Ketiga orang langsung menoleh kearah Kalandra, dokter Azka mengernyitkan dahinya."Apa anda yakin tuan muda?" dokter Azka sekali lagi bertanya kepada Kalandra apa dia benar-benar ingin mendonorkan tulang sumsumnya?.


"Saya sangat yakin dokter Azka, ini demi kekasih saya" ucap Kalandra dengan wajah serius dan dingin sedikit melirik ke arah orang tua Dasha. Lagi-lagi dia sembarang mengklaim Dasha adalah kekasihnya tanpa bertanya dulu kepada Dasha.


"Nak, kami sangat berterima kasih kalo hasilnya sangat cocok kamu telah menyelamatkan nyawa putri kami nak, pasti kami akan membalas budi untuk mu nak" ucap Jendry meraih tangan kekar Kalandra.


Kalandra hanya menatap dingin Jendry, Kalandra benar-benar tidak menyukai orang tua Dasha karena mereka lah yang sudah membuat Dasha seperti ini.


"Hm, kalian perlu membalas budi dengan menikahkan Dasha dengan saya, bagaimana?"


Deg!


Kedua orang tua Dasha membelalakkan matanya bukan hanya orang tua Dasha saja tapi juga dokter Azka ia sangat terkejut dengan ucapan tuan muda dari keluarga Lexander, ucapannya sungguh diluar BMKG.


"Tapi nak, Dasha masih berusia 18 dan juga dia masih kelas 3 SMA, bagaimana bisa dia menikah di usia yang sangat muda dan Dasha juga masih sekolah nak, nanti kalo dia ketahuan menikah dia bisa di keluarkan dari sekolahnya" cemas Jendry ia tidak mau pendidikan Dasha terputus begitu saja.


Kalandra tersenyum miring."Tenang saja mereka tidak akan tahu tentang pernikahan ini karena pemilik sekolah adalah sodara saya jadi aman, dan saya akan menjaga Dasha dan juga saya akan selalu menemani Dasha kapanpun tidak seperti kalian ini, saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kehidupan Dasha, bagaimana atas tawaran saya?"


"Sudahlah pih, setujui permintaan anak laki-laki ini, ini emang salah kita pih yang jarang ada waktu untuk Dasha siapa tahu setelah menikah dengan Dasha, Dasha tidak akan kesepian lagi dan ada yang menemaninya, ini demi keselamatan Dasha pih, mamih tidak ingin Dasha pergi" ucap mamih Dasha dengan wajah sendunya.


Jendry hanya menatap wajah istrinya sebentar sebelum menjawab tawaran dari Kalandra. Sedangkan dokter Azka ia bingung dengan situasi seperti ini."Tawaran macam apa ini?" batin dokter Azka.


"Baiklah saya terima tawaran kamu,nak. Tapi tolong jangan sakiti anak kami, kalo kamu menyakitinya saya tidak segan untuk membunuhmu" ancam Jendry.


Kalandra hanya menatap dingin Jendry dan menyeringai tipis. "Yakin anda bisa membunuh saya hm?saya adalah pria sejati yang selalu menepati janji yang saya buat, dan bunda saya selalu mengajari untuk menyayangi dan menghormati sosok perempuan bukan untuk di sakiti".


Glek!


Jendry menelan salivanya dengan berat betapa ngerinya tatapan Kalandra kali ini.


"B-baiklah saya setuju" ucap dengan suara gagap Jendry.


"Yeeess... akhirnya kawin juga emakkkk" teriak Kalandra dalam hatinya.


"Mari tuan muda ikut saya ke ruangan untuk memeriksa tulang sumsum anda" pinta dokter Azka kepada Kalandra.

__ADS_1


"Hm" jawab singkat Kalandra dengan gaya coolnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah memeriksa tulang sumsum Kalandra, ia segera menelpon ayah dan bundanya yang berada di Australia.


"Hallo son, tumben sekali menelpon ayah mu ini? apa duit kamu sudah habis hm, makanya menelpon ayah mu yang tampan dan berduit ini" goda Ayah Agler di seberang sana.


"Ck, kenapa anda semakin tua semakin bawel sekali dan semakin percaya diri kalo anda itu tampan tapi kenyataannya anda itu lebih jelek dari saya" balas goda Kalandra tersenyum miring yang tidak bisa dilihat oleh ayah Agler.


"Kamu...mau ayah coret dari KK hm?apa kamu perlu kaca hm?buat melihat siapa yang lebih tampan kamu atau ayah" ucap Agler yang tak mau kalah dari Kalandra.


"Sudah Kala tidak usah denger omongan ayah mu yang sinting ini, kamu ada perlu apa sayang" suara wanita yang tak lain adalah bunda Jasmine,Agler melotot setelah mendengar ucapan istrinya


"Sayang..sudah kubilang jangan panggil Kalandra sayang, dia laki-laki, aku tidak suka" rengekan Agler yang masih terdengar di telinga Kalandra. Kalandra hanya terkekeh kecil masih saja ayahnya cemburu buta sama anaknya.


"Aish...dia anak kamu sendiri udah deh jangan cemburu sama anak sendiri" kesal bunda Jasmine melepaskan tangan Agler dari pinggangnya.


"Bun, jangan kasih ayah jatah bunda biar ayah tidur di luar" goda kalandra membuat Agler semakin melotot emang kurang ajar anak satu ini membuat otong Agler karatan.


"Dasar anak durhakim kamu, mau ayah kutuk jadi kodok kamu" umpat Agler ia tidak terima dengan usulan Kalandra.


"Jangan umpat anak mu sendiri Agler, usulan Kala boleh juga lebih baik kamu tidur di luar saja" Agler langsung mendelik mendengar perkataan Jasmine.


"Ini semua gara-gara kamu dasar anak durjana, sudah sana jangan ganggu kami, gara-gara kamu ayah jadi tidur di luar" protes Agler terhadap anaknya, sedangkan Kalandra sudah terkekeh-kekeh mendengar ayahnya merajuk.


"Mau bicara apa Kala?" tanya Jasmine langsung merebut ponsel Agler dari tangannya,Agler hanya mendengus kesal.


"Kalandra mau kawin bun" to the point Kalandra.


Ucapan Kalandra membuat orang tuanya tersedak salivanya sendiri dan langsung melototkan matanya.


"Heh, son kamu nggak kesurupan badarawuhi kan?" tebak Agler mendapat tonyoran dari Jasmine.


"Sshh...sakit bunda" rengekan lirih Agler.


"Enak nggak yah, dapet tonyoran dari bunda" ejek Kalandra.


"Ck, diem kamu anak durjana" umpat kesal Agler.


"Bunda, Kalandra mau kawin boleh ya?" tanya Kalandra.


"Heh, kamu mau kawin udah kayak minta jajan seblak aja segampang itu, emang kamu mau kawin sama siapa? pacar saja tidak punya, nikah dulu son baru kawin, tapi sama wanita jangan laki-laki son ingat itu" ejek Agler dengan terkekeh kecil.


"Kan sama saja intinya yah, kawin sama nikah, sorry ya Kalandra sudah tidak jomblo lagi hehe...makanya Kalandra minta kawin sama bunda dan ayah"

__ADS_1


Lagi-lagi mereka mendelik mendengar putranya sudah tidak jomblo lagi, entah wanita mana yang apes mendapatkan Kalandra menurut Agler.


"Nikah dulu Kala baru kawin jangan kawin baru nikah, itu tidak boleh" ucap lembut Jasmine.


"Noh, dengerin apa yang dikatakan sama istri ayah"sambung Agler.


"Bunda ku juga dong yah, jangan lupakan itu ayah"


"Ck, iya bawel amat jadi anak... kamu mau kawin eh nikah sama siapa Kalandra? yakin kamu mau nikah sama wanita kan, bukan laki-laki kan?" decak Agler.


"Kalandra normal ayah, di pikir Kalandra kaum pelangi jelas Kalandra nikah dengan kekasih Kalandra sendiri, dia cantik seperti bunda Jasmine" papar Kalandra.


"Heh, ingat hanya istri ayah yang cantik" protes Agler ia tidak mau kecantikan istrinya di samakan dengan wanita lain.


"Jadi gimana bunda?" ucap Kalandra ia tidak menjawab ucapan Agler.


"Beneran kamu mau nikah Kala? sama siapa? kenapa kamu mendadak memberitahu kepada kami" ujar bunda Jasmine.


"Karena ada masalah bunda"


Agler melotot ia langsung berpikir negatif tentang Kalandra. "Heh, kamu nggak bikin anak orang busung lapar kan?"


Kalandra mengernyitkan dahinya."Siapa yang busung lapar yah? pacar Kalandra nggak busung lapar kok"


Jasmine bertepok jidat melihat kelakuan suaminya, mungkin Agler mau mengatakan hamil tapi malah menyebutnya busung lapar.


"Itu perutnya yang membesar sampai sembilan bulan kan namanya busung lapar kan?" Kalandra dan Jasmine langsung menertawakan kebodohan Agler.


"Ck, kenapa kalian malah ketawa sih, emang ada yang lucu hm?"


"Ah, tidak ya bunda kita hanya menertawakan kebodohan ayah sendiri" ucap Kalandra.


"Heh, ayah tidak bodoh ya...sembarangan kamu, sayang" rengekan Agler kepada istrinya.


"Ck, kamu minggir dulu aku mau berbicara dengan Kala" Jasmine melepaskan tangan Agler dari pinggangnya.


Terpaksa Agler melepaskan tangannya dari pinggang Jasmine.


"Kamu beneran mau nikah Kala? kamu tidak menghamilinya kan?" tanya Jasmine.


"Tidak bunda, Kala selalu menjaganya dan Kala tidak akan merusak kekasih Kalandra sendiri sebelum Kalandra menikahinya terlebih dahulu bunda, Kala ingin menjaganya sampai maut memisahkan makanya Kalandra ingin segera meminangnya, dia wanita terhebat setelah bunda" jelas Kalandra.


"Alhamdulillah kalo begitu tunggu kami datang ke Indonesia ya Kala" balas Jasmine, sedangkan Agler masih tidak percaya dengan omongan Kalandra.


"Ini benar-benar anak gue kan? tumben dia bijak, atau jangan-jangan emang kesurupan badarawuhi, wah tidak bisa di biarkan nih, gue dan Jasmine harus segera rukiyah Kalandra" batin Agler.

__ADS_1


"Bun, besok kita langsung otw Indonesia bun, ini udah siaga 1 tidak bisa di tunda lagi... tunggu kita son" setelah mengatakan itu Agler langsung menutup teleponnya.


"Dasar pria tua main nutup saja" decak kesal Kalandra menatap ponselnya. Setelah itu dia pulang ke mansion Lexander untuk membersihkan dirinya dari seharian beraktivitas, mungkin nanti malam dia akan pergi ke rumah sakit lagi.


__ADS_2