Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
37


__ADS_3

...~ Ballroom Hotel Hawthorne~...



Saat semua sedang sibuk dengan jamuan,Yera berjalan menghampiri meja keluarga Bratajaya dengan balutan gaun sexy.


...°Ilustrasi gaun Yera°...



Tap


Tap


Tap


"Permisi"ucap Yera dengan suara lembut.


Kedua orang tua Leon dan Leon sendiri menoleh ke arah Yera, Kenapa dia kesini dan lihat pakaiannya terlalu terbuka untuk usia dia batin mami Leon menelisik penampilan Yera dari atas kebawah.


"Kak Leon bisa kita berbicara" ucap Yera sambil senyum manis ke Leon, Leon merasa jijik padanya.


"Ada apa?" ketus Leon dengan tatapan tidak suka.


"Leon apa kamu masih berhubungan dengan dia?" tanya mami Leon dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Ngg-


Ucapan Leon terpotong oleh suara Yera yang tiba-tiba bersuara.


"Masih tante, bahkan kemarin malam dia mengambil mahkota Yera tante hiks dan kak Leon nggak mau tanggung jawab kepada Yera tante hiks" ucap Yera dengan seringai tipis sekali bahkan orang lain tidak mengetahuinya.


Jederrrr!!


Orang tua Leon terkejut dan membelalakkan matanya mendengar perkataan Yera bahwa anaknya telah mengambil mahkota gadis lain, apalagi gadis itu adalah anak angkat keluarga Hareklees.


"MAKSUD LO APA HAH! NGOMONG BEGITU DIDEPAN ORANG TUA GUE BAHKAN DI ACARA ORANG LAIN" bentak Leon.


"Ini kesempatan gue untuk meminta pertanggungjawaban didepan orang tua lo kak" balas Yera


Mami Leon langsung memegang dadanya yang terasa nyeri.


"Apa yang dikatakan oleh Yera itu benar Leon?" tanya Mami Leon.


"Mih, Leon nggak sengaja waktu itu Leon bener-bener nggak ingat saat di club" balas Leon.


Plak!!!


Papi Ghani menampar keras pipi Leon hingga semua orang menoleh ke meja Bratajaya.


"Anjing! sakit gak tuh pipi"ucap Kalandra refleks memegang pipinya.


"Ada masalah apa tuh sampek Leon di tampar" tanya Agam penasaran seperti tatangga.


"Eh, bentar kenapa disana ada boneka chucky, jiwa kepo gue meronta-ronta deh pengen tau" celetuk Abercio yang udah seperti emak-emak berdaster.


"Mari kita pasang telinga lebar-lebar agar kita mendengar ucapan mereka" ucap Adrian yang berada di meja seberang Bratajaya.


"Mau bikin kekacauan dengan drama murahan lo itu di pesta gue huh?" batin Winter.


"Baby, kenapa kamu malah pakai gaun terbuka ini sih! aku gak suka kelihatan jelek"rengek Kivandra yang tak memperdulikan keributan di keluarga Bratajaya.


Bahu putih mulus milik Hana terekspos jadi Kivandra tidak menyukainya dan dia langsung memakaikan jas milik Kivandra ke tubuh Hana.


"Ck, yaelah bayi dugongnya Belvia sungguh merepotkan bapak posesif satu ini halal untuk gue lempar ke amazon nggak sih" batin Winter kesal menoleh ke Kivandra yang udah memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Ya mana gue tau soal gaun ini, orang yang milih asisten gue dan nggak ada waktu buat milih lainnya lagi. Ini cantik ya, mata lo katarak kali gaun kayak gini di bilang jelek" ketus Winter.


"Kok kamu ngomong kasar sih sama aku baby" suara bas Kivandra.


"Lo lupa siapa gue hm" balas Winter


"Hehe maaf gue lupa Winter,jadi kapan Belvia kembali?" nyengir Kivandra dengan memamerkan rentetan giginya.


"Udah nggak sabaran huh?" ucap Winter memiringkan kepalanya.


"Ya iyalah siapa juga yang mau LDR an sama pacar kesayangannya" dengus Kivandra.


"Dasar bulol" ejek Winter


"Han,kok Yera ada di meja keluarga Bratajaya?" tanya Tiara yang masih melihat pertengkaran mereka.


"Ck, tuh anak selalu saja bikin heboh dimana pun nggak lihat tempat. Pesta lo jadi berantakan dong" sinis Tania


"Udah biarin aja kita nikmati drama dia, gue nggak tahu masalahnya apa yang jelas tadi Yera minta tanggung jawab sama Leon" santai Winter sambil menuangkan wine kedalam gelas.


"Anjir, berarti mereka udah naninu naninu dong" teriak Tiara.


"Bangsul, nggak usah pake teriak segala.Kuping gue budeg"ucap Tania mengusap kupingnya.


"Kan gue cuman terkejut" cengiran Tiara tanpa beban.


Back to Leon...


"Jadi kamu masih berhubungan dengan anak pungut ini Leon! bahkan kamu sudah menidurinya, papi sudah pernah bilang padamu untuk menjauhi anak itu kenapa kamu malah mendekatinya bahkan aarrrgh.." Papi Ghani mengacak-acak rambutnya ia frustasi dengan kelakuan anak semata wayangnya bahkan tidak melanjutkan perkataannya.


Tap


Tap


Tap


"Ada apa ini?" Suara barington papa Dekkan.


"Tanya saja sama anak pungut lo itu kan, dia sudah tidur dengan Leon" balas Papi Ghani.


Mama Lika menutup mulutnya ia terkejut, Galang juga tidak kalah terkejutnya sedangkan papa Dekkan mencoba menutupi dengan wajah datarnya ia juga terkejut tapi disini banyak orang ia tidak mau dicap keluarga buruk di mata kolega bisnis.


"Apa itu benar Yera?" suara tegas papa Dekkan.


"I-iya pah hiks" ucap Yera yang sedang menunduk kebawah.


Papa Dekkan menghembuskan nafas beratnya.


"Lebih baik kita membicarakan ini di mansion saya jangan di sini" pinta papa Dekkan kepada Papi Ghani.


"Baiklah, kamu harus ikut Leon jangan mencoba melarikan diri lagi kamu harus bertanggungjawab atas semua yang kamu perbuat" tegas Papi Ghani


"Bastard! ini semua gara-gara b*tch itu gagal sudah menikah dengan Hana" batin Leon kesal.


"I-iya pi" balas singkat Leon.


Yera tersenyum miring tipis."Akhirnya sesuai rencana gue, gue jadi nyonya Bratajaya haha kaya juga gue, nggak perlu capek-capek jadi anak pungut lagi"


"Coba lihat adek kesayangan lo bikin ulah lagi dan disini kita sudah melihatnya siapa yang j*l*ng sebenarnya, nggak mungkin Leon berani merusak masa depan gadis kecuali gadis itu yang memancingnya" ucap Raka yang tersenyum miring.


"Nggak pasti, Leon melakukannya nggak sengaja dia pasti dalam keadaan mabok dan nggak mungkin Yera menggoda Leon" bantah Galang yang masih kekeh mempercayainya.


"Ck, bodoh! masih saja percaya" ejek Raka lalu ia pergi dari sana.


Keluarga Bratajaya dan Hareklees sudah meninggalkan acara tersebut dan pergi ke mansion Hareklees.

__ADS_1


...****************...


"Kalian mau langsung pulang?" tanya Winter kepada anggota Ravestrack dan kedua sahabatnya.


"Iya ini udah jam 11 malam nanti gue di kunci lagi dari dalam sama emak gue, bisa-bisa gue tidur di kandang babi gue" balas Abercio


"Emang lo punya babi?" tanya Tiara


"Bukan babi maksud gue anjing tapi namanya babi" jelas Abercio


"Kenapa lo namain babi kan dia anjing bukan babi" sahut Tiara


"Karena dia lucu kek babi" celetuk Abercio.


"Emang ada anjing lucu kek babi?" polos Tiara memiringkan kepalanya.


"Nggak usah di jawab Cio dia kalo udah kepo melebihi wartawan nggak ada selesainya" ujar Tiara


Abercio hanya manggut-manggut saja.


"Kalo gitu kita pulang ya Hana, kasihan Abercio nanti dikunci lagi anak pungut dia hahaha" ejek Adrian yang sudah menertawakannya bersama Agam dan Kalandra.


"Bedebah, gue bukan anak pungut ya! gue masih anak emak gue" dengus Abercio


"Haha tapi kenapa lo selalu di marahi sama emak lo bahkan di kunci nggak boleh masuk rumah" ujar Adrian.


"Fix lo anak tatangganya Rapael" balas Kalandra.


"Bedebah sialan, balik ah! daripada gue disini masih saja dinistain mulu" kesal Abercio lalu pergi meninggalkan sahabatnya.


Mereka melihat Abercio berjalan menuju pintu ballroom.


"Kambing, malah ninggalin kita tuh anak" Adrian melotot melihat Abercio sudah menjauh .


"Kita susulin takut dia nanti bunuh diri di pohon toge" celoteh Agam.


Mereka pun lari mengejar Abercio tanpa berpamitan dengan Hana.Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd teman-teman Kivandra.


"Kita juga pulang ya Hana, orang tua kita juga udah pada pulang" pamit Tiara.


"Iya hati-hati dijalan" balas Winter.


"Loh, lo nggak pulang Vandra? temen-temen lo udah pada pulang tuh" Winter melihat Kivandra masih berdiri di sampingnya.



Kivandra menoleh ke Winter lalu menarik pinggangnya.


"Lo nggak mau pulang?" bukannya menjawab malah balik tanya.


"Gue balik ke apartemen males balik ke mansion pasti sekarang masih debat masalah yang tadi" balas Winter


"Yaudah gue anterin ke apartemen lo ya" pinta Kivandra.


"Gue bawa mobil sendiri Vandra" tolak Winter.


"No, gue nggak menerima jawaban dari lo lagian ini udah malam nggak baik seorang gadis sendirian di jalan" ucap Kivandra yang sedang mengendus-endus aroma tubuh Hana.


"Hm baiklah karena lo maksa ya gak papa deh"


Cup!


"Good girl" ucap Kivandra sambil mencium kening Hana.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2