
Malam harinya setelah Hana pergi bersama Kalandra kini Hana sedang bersiap-siap untuk berangkat ke markas Costa Nostra untuk mengintrogasi Dekkan bersama Brivan. Hana melangkahkan kakinya ke anak tangga untuk turun ke bawah di mansionnya hanya dirinya sendiri, para maid dan para penjaga mansion. Mama Lika dan Raka sedang berada di rumah sakit, Hana sudah izin terlebih dahulu kepada mama Lika dan bang Raka ia tidak mungkin bilang kalau ia akan ke markas mafia untuk sekarang ini Hana merahasiakan soal ini kepada mama Lika, Raka dan lainnya, nanti kalau masalah ini sudah selesai ia pun akan bilang ke semuanya tentang rahasia Belvia yang belum mereka ketahui.
Hana berjalan menuju basement ia melangkahkan kakinya menuju mobil sport kali ini ia akan memakai mobil sport ia dapatkan dari balapan motor dua tahun yang lalu.
Bruummmm......
Hana melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota yang kebetulan tidak terlalu lama,dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya bak seperti perosotan.
Brummmm....
Hana menghentikan mobilnya di depan mansion Costa Nostra ia turun dari mobil dan melangkahkan kakinya ke dalam markas, semua para anggota memberikan hormat kepada Hana karena dia adalah seorang queen di Costa Nostra.
"Dimana daddy" tanya singkat Hana kepada salah satu anggota Costa Nostra .
"Ada di ruangannya queen" jawab salah satu anggota Costa Nostra.
Hana pun pergi ke ruangan pemimpin Costa Nostra siapa lagi kalau bukan Brivan Julio Hawthorne pria paruh baya yang mempunyai darah campuran Italia dan Turki.
Tuk
Tuk
Tuk
Hana berhenti saat memegang daun pintu ruangan tersebut ia memejamkan matanya sejenak lalu ia langsung membuka ruangan tersebut.
Ceklek!
Brivan menoleh ke arah pintu disana ada sosok yang selama ini ia sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Red" pekik Brivan.
"Yes it's me" suara dingin Red yang sudah mengambil ahli tubuh Hana.
"Akhirnya kita bertemu kembali, apa kabar mu Red?" tanya Brivan menatap wajah datar Red.
"Baik, ternyata kau masih hidup Brivan. Apa kau mau bertemu dengan Elena?dia disana sangat merindukanmu" suara dingin Red.
"Ini berkat orang yang udah menolongku kalo saja tidak ada orang yang menolongku mungkin kita akan bertemu di alam sana bersama Elena, aku juga sangat merindukan Elena, umur kau udah ribuan tahun tapi masih aja kelihatan masih muda Red, duduklah" sahut Brivan.
Red pun duduk di sofa dengan menatap lekat wajah Brivan."Kau kelihatan sangat tua sekali Brivan, aku tidak akan menua kau lupa kalo aku ini jelmaan malaikat maut Brivan,hanya saja aku terikat kontrak selamanya dengan Belvia putri kesayangan mu itu. Kalo saja aku tidak melakukan kesalahan yang fatal mungkin aku tidak bertemu dengan putrimu dan berakhir didalam jiwanya. Jiwa kita satu sama juga dengan Winter, apa kau lupa dengan Winter Brivan?"
"Tapi aku berterimakasih kepada mu dan Winter sudah menemani dan menjaga putri ku, aku tidak lupa dengan Winter, Red. Sifat Winter hampir sama dengan Hana aku kadang sulit membedakannya kalo tidak melihat dari warna matanya." balas Brivan.
Brivan kenal Red dan Winter sejak Belvia lahir,mereka langsung terikat dengan jiwa Belvia menjadi satu ketika Belvia lahir ke dunia, awalnya Brivan dan Elena terkejut melihat ada yang aneh dengan putrinya itu kenapa warna matanya selalu saja berganti-ganti dan umur baru setahun Belvia sudah sangat lancar berbicara dan berjalan ini semua berkat Red dan Winter berada di dalam tubuh Belvia, saat Belvia berumur 2 tahun Elena sempat shock melihat Belvia kecil memegang pisau yang sudah berlumuran darah dan di tangan kanannya dia memegang jantung manusia. Saat ditanya Elena dengan santainya Belvia menjawab habis bunuh orang yang dibunuh Belvia adalah salah satu para maid yang bekerja di mansion Hawthorne katanya maid itu ganjen sama Brivan jadi Belvia bunuh dengan tangan mungilnya itu sendiri, betapa shocknya Elena untuk pertama kalinya melihat putri kecilnya berani membunuh orang tanpa adanya rasa takut. Setelah di selediki ternyata mata Belvia sudah berganti warna merah,ternyata itu Red. Saat mulai sekolah Belvia jarang mempunyai teman cewe dia kebanyakan mempunyai teman cowo. Setiap ada temen cewe yang pick me ia selalu menebas kepalanya pulang-pulang semua badan Belvia penuh dengan bercak darah, Elena dan Brivan hanya bisa memijat pelipisnya melihat kelakuan alter ego Belvia. Semenjak itu kedua orangtuanya tahu kalau Winter dan Red memiliki tugas untuk menjaga Belvia sejak ia masih bayi, akhirnya kedua orangtua Belvia sudah terbiasa dengan sikap alter ego Belvia.
Mungkin setelah Belvia memiliki anak Red dan Winter akan berpindah ke tubuh anaknya Belvia,mereka akan menjaganya seperti menjaga Belvia waktu dulu.
"Hm tidak perlu berterimakasih, ini emang tugas kita untuk menjaga Belvia, kita langsung saja ke penjara bawah tanah" ujar Red.
"Ternyata kau tidak sabar untuk mengeksekusi manusia" terkekeh kecil Brivan.
"Hm"
"Baiklah, kau duluan saja nanti aku akan menyusul" pintanya.
"Baiklah" setelah mengucapkan Red pun keluar dari ruangan dan melangkahkan kakinya ke penjara ruang bawah tanah.
__ADS_1
Tuk
Tuk
Tuk
"Buka" pinta Red kepada para penjaga yang sedang berdiri didepan penjara ruang bawah.
Krieet!
Setelah pintunya di buka Red masuk kedalam penjara, disana Red melihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk di pojok sana dengan kepalanya di sembunyikan di balik bantal.
Tuk
Tuk
Tuk
Red berdehem Dekkan mendengar suara deheman seseorang dia langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Red.
"H-hana" suara lirih Dekkan.
Penampilan Dekkan sekarang sangat lusuh sekali baju compang camping badan kurus seluruh badan penuh dengan luka kuku Dekkan banyak bekas darah disana,sungguh sangat berubah dratis sekali seperti bukan Dekkan yang tampan dan kekar.
"Gue bukan Hana, gue Red" desis Red dengan wajah datar.
"Red" beo Dekkan.
"Ya itu gue" Dekkan langsung geleng-geleng kepala tidak mungkin seseorang yang ada didepannya itu Red bukan Hana anak perempuan satu-satunya di keluarga Hareklees.
"Gue gak butuh lo buat percaya sama gue, gue hanya butuh kejujuran lo sekarang ini" ucap Red sambil melirik ke belakang ia mendengar suara langkah seseorang ternyata suara langkah kaki milik Brivan.
Brak!
Red memukul meja dengan tangan kosong membuat Dekkan terperanjat baru kali ini Dekkan melihat kemarahan anaknya itu.
"Sepertinya gue harus memakai cara kejam agar lo mau memberikan informasi tentang tragedi kecelakaan mobil 10 tahun yang lalu" desis Red dengan menyorot tajam Dekkan.
Glek!
Dekkan yang di tatap dengan tatapan tajam Red, Dekkan langsung menelan salivanya dengan berat.
Red memajukan ujung pisaunya ke leher Dekkan, tubuh Dekkan langsung bergetar hebat bagaimana bisa Hana berani melakukan hal seperti ini kepada papahnya sendiri pikir Dekkan.
"JAWAB DEKKAN, ATAU PISAU INI TEMBUS KE TULANG LEHER LO" bentak Red tepat di wajah Dekkan yang sudah pucat itu.
"S-singkirkan dulu pisau mu Hana" suara gagap Dekkan.
"Gue bukan Hana dan gue bukan anak lo, gue Red" teriak Red dengan menekankan ujung pisaunya hingga leher Dekkan mengeluarkan tetesan darah segar mengalir.
Ssshhh... Dekkan meringis merasakan perihnya leher terkena tusukan ujung pisau.
"I-iya saya akan mengatakan sesuatu" Brivan langsung berdiri dan menghampiri Dekkan.
Red segera menyingkir melihat Brivan berjalan kearahnya.
Brivan mencengkram kuat dagu Dekkan hingga kuku Brivan merobek kulit wajah Dekkan.
__ADS_1
"JAWAB BANGS*T" bentak Brivan sambil tangan kirinya memukul perut Dekkan dengan keras, Dekkan langsung terbatuk akubat pukulan Brivan.
Dekkan tidak menyangka kalau Brivan adalah seorang mafia ia ngira Brivan hanya seorang pembisnis saja siapa sangka Brivan adalah ketua Costa Nostra mafia yang selama ini menghilang dari dunia bawah semenjak Brivan mengalami kecelakaan.
"Baiklah aku akan menjawabnya Brivan uhuk uhuk" Brivan melepaskan cengkraman dari dagu Dekkan.
"Dia Sam, Ghani dan Bara adalah kaki tangan seseorang dibalik layar tapi aku tidak tahu dia siapa Brivan dia tidak pernah menampakkan diri dia hanya berbicara lewat telepon saja dan setiap dia telepon pasti nomernya selalu baru. Kata Sam dia tinggal di luar negeri tepatnya ada di Chili" jelas Dekkan terpaksa ia mengatakannya kepada Brivan.
"Lalu apa hubungannya dengan Rajendra (ayah dari Tiara)" tanya Brivan dengan rahang yang sudah mengeras iya menahan emosi dan amarah ketika mendengar penjelasan dari Dekkan.
"Rajendra dia juga ikut andil dalam memanipulasi tentang kecelakaan yang menimpa mu waktu dulu, Rajendra lah yang menghapus semua jejak kita yang sudah menyabotase mobil kamu Brivan. Tolong maafkan aku Brivan sudah membuat kamu kehilangan anak dan istrimu,tolong maafkan aku Brivan" Dekkan memohon-mohon kepada Brivan agar dia dimaafkan.
Brivan yang sedari tadi menahan amarah dan emosi, Brivan langsung menendang tubuh Dekkan hingga terbentur ke dinding membuat Dekkan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Uhuk uhuk uhuk!
"Ck, dengan meminta maaf apa bisa mengembalikan istri gue dan tubuh anak gue hah! nyawa harus dibalas dengan nyawa gara-gara kalian semua gue kehilangan keluarga kecil gue, apa kalian gak punya hati demi harta dan kekuasaan kalian berani melakukan hal yang keji ini" teriak Brivan yang udah kepalang emosi.
Brivan berjalan menghampiri Dekkan, ia menarik kembali tubuh Dekkan setinggi mungkin sehingga kaki Dekkan menggantung.
"Uhuk, le-lepasin aku Brivan" penuh harap Dekkan agar Brivan melepaskannya.
"Ya nanti kalo lo udah bertemu dengan istri gue Elena" desis Brivan.
Brivan mencekik leher Dekkan dengan kuat, tangan Dekkan seperti ingin memukul wajah Brivan tapi tidak sampai jadi ia hanya memukul udara saja, tubuh Dekkan seketika melemah tidak ada lagi tangannya memukul udara kosong, Brivan melihat tubuh Dekkan melemah ia langsung membantingnya ke lantai.
Brak!
Bunyi keras tubuh Dekkan membentur lantai dingin ruangan penjara, kemungkinan tulang punggung Dekkan patah akibat benturan keras. Dekkan meringis dan memejamkan matanya untuk beberapa saat.
"B-bunuh aku saja Brivan ,kalo kamu merasa lega aku akan tanggung jawab atas semua kesalahan ku kepadamu" ucapnya sambil batuk darah.
"Gue akan segera mengabulkan permintaan lo" seringai tipis Brivan.
"Red bunuh dia dan setelah itu berikan tubuh dia kepada meow" pinta Brivan setelah itu dia pergi dari ruangan itu dia ingin menenangkan pikirannya.
Red dengan senang hati untuk mencabik-cabik mangsanya.
Red berjalan menghampiri Dekkan yang sedang terkapar di lantai dengan penuh darah.
Red langsung berjongkok didepan Dekkan yang masih terengah-engah nafasnya dan tubuhnya melemah. Tanpa menunggu lama Red langsung mencabik-cabik perut Dekkan dengan pisau kesayangannya.
"Goodbye, I hope you meet me soon in hell, so that I will punish you longer, Dekkan" desis Red dengan menyeringai tipis.
Blash!
Red membelah perut Dekkan dari ujung perut hingga ujung dada Dekkan, Dekkan langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Red mengeluarkan isi perut Dekkan dan ia mengeluarkan jantung Dekkan Red akan menjual organ tubuh Dekkan di pasar gelap.
Setelah selesai Red pergi dari ruangan tersebut dan melangkahkan kakinya ke kamarnya yang ada di markas Costa Nostra untuk membersihkan seluruh tubuhnya dari bercak-bercak darah, ia sudah menyuruh anggota Costa Nostra untuk membersihkan ruangan tersebut.
...----------------...
__ADS_1
follow IG story0314_yusca & tiktok story_1403cute
Thanks for reading 🤗❤️😘