Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
42


__ADS_3


Kring


Kring


Kring...


"Hana lo mau ke kantin nggak?" tanya Alula gadis berkepang dua.


"Yok,gue pengen soto mak inyet" balas Hana langsung menggandeng tangan Alula.


"Woi, tunggu gue kamvret" ucap Tiara yang baru saja selesai menulis pelajaran bahasa Indonesia.


"Lama lo" dengus Alula.





"Kita ke meja pacar lo aja yuk Han,sekalian gue mau pdkt sama Agam" celetuk Tiara sambil nyengir.


"Dasar modus" dengus Alula


Mereka pun pergi menghampiri meja Ravestrack.


"Sayang" panggil Hana


"Yes,baby! sini duduk di pangkuanku" balas Kivandra yang udah menarik pinggang Hana.


Hana pun terpaksa duduk di pangkuan Kivandra,semua para tuyul hanya mendengus kesal melihat pasangan bucin satu ini nggak lihat tempat kalo lagi bucin.


Posisi duduk mereka saling berhadapan.


Alula Tania Adrian Delvin


Tiara Abercio Agam Kivandra Hana


"Kita ngontrak aja ke bi*kini bottom yuk, daripada disini kita nonton drakor" kesal Abercio.


"Si bos mah nggak lihat tempat, jadi pengen kan gue pangku-pangkuan sama cewek" celetuk Adrian.


"Sayang sepertinya temen-temen mu lagi iri dengki deh sama kita" Hana terkekeh kecil melirik ke 4 tuyul .


"Jangan lupa teman mu juga baby mereka menatap sinis ke kita" ucap Kivandra yang sedang menghirup aroma tubuh wangi Hana.


"Oh, iya aku lupa sayang. Bagaimana kalo kita bikin mereka tambah iri dengki honey" ucap Hana mengusap rahang tegas Kivandra.


"Boleh baby" balas suara berat barington Kivandra.


"Halal nggak untuk kita buang mereka ke Bantar gebang?" kesal Abercio.


"Bos, udahlah jangan bikin kita gigit jari sama keuwuan kalian. Kita disini untuk makan bukan menonton adegan uwu drakor anjir" sahut Adrian.


Sedangkan Hana dan Kivandra hanya ketawa kecil melihat mereka sudah merasa kesal, dengan terpaksa Kivandra menurunkan Hana dari pangkuannya dan duduk disebelahnya.


"Hana lo kok ninggalin gue sih" sebal Kalandra yang baru saja datang dari kantor guru.


"Lah, abisnya lo lama sih, ngapain lo di kantor guru?" sahut Hana.


"Gue disuruh ikut olim sama pak Arkan" Kalandra mendaratkan bokongnya di samping tempat duduk Alula.


"Ah, ciyus? emang lo pinter? tapi jangan marah ya gue nggak yakin kalo lo pinter secara penampilan lo bad boy sama suka tidur saat pelajaran dimulai" ejek Alula yang berada di sampingnya.


"Enak aja ngatain gue nggak pinter, dulu gue sekolah di Australia gue juara 1 olim asal kalian tahu, keluarga dari Lexander semuanya mempunyai otak encer nggak kayak kalian otaknya karatan perlu di beri oli biar encer kayak gue" sombong Kalandra sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Lo kira otak kita besi mesin motor huh? mana ada otak karatan, lama-lama gue getok pala lo biar miring sebelah" celetuk Adrian.


"Bos sepupu lo nyebelin deh pengen gue buang ke bik*ini bottom" dengus Agam.


"Buang aja, daripada di rumah gue cuman numpang makan dan tidur doang nggak bayar lagi" balas Kivandra santai.


Kalandra langsung melotot," Kau sungguh kejam Rhoma masa aku di buang hiks" Kalandra mendramatisir agar nggak jadi di usir oleh Kivandra.


"Lo cocok sama Yera Kal, sama-sama suka drama hahaha" ucap Abercio.


"What the hell, ogah gue sama Yera walaupun di dunia ini cuman ada dia mending gue jadi bujang lapuk" jijik Kalandra.


Byur!


Secara tiba-tiba Kartika datang bersama anis membawa jus apokat bercampur telur busuk menyiramkan ke tubuh Hana, Semua anggota inti Ravestrack dan tiga sahabat Hana kaget melihat Hana sudah basah kuyup hingga tentopnya hitam pun kelihatan dari luar.


"Hana" terpekik 3 tuyul sahabat Hana.


Hana hanya diam menundukkan kepalanya tangan sudah terkepal erat di bawah sana.


"Maksud lo apa HAH! datang-datang nyiram pacar gue" teriak Kivandra yang sudah kepalang emosi.


Teriakan Kivandra mengundang perhatian penghuni kantin, semuanya menatap ke arah meja Ravestrack.


"Cari mati tuh duo kuyang"


"Astaga nggak ada kapok-kapoknya ya mereka, hampir saja mati tuh mereka kemarin di cekik sama Hana"


"Mungkin kapoknya nanti kalo mereka udah mati"


"Hampir saja kemarin mereka ketemu sama malaikat maut, eh sekarang malah nantangin lagi udah bosen idup"


"Ki-kita cuman mau balas dendam aja Vandra" ucap Anis terbata-bata takut kepada Kivandra.


"Yo,jus tomat lo bawa sini jangan lupa campur dengan kuah soto" pinta Kivandra.


"Ini bos request lo" balas Abercio memberikan jus tomat dengan campuran kuah soto.


Byur!


Kedua boneka santet terpekik ketika Kivandra menyiram jus tomat ke wajah mulus mereka.


"Lumayan tuh masker gratis dari bos pfft..." Adrian terkekeh-kekeh melihat wajah duo kuyang seketika glowing.

__ADS_1


"Anjay, pedes nggak tuh kena kuah soto hahaha tadi soto nya Agam dikasih sambel 10 sendok sakit perut dah tuh mata kena sambel soto hahaha" gelak tawa Adrian diikuti oleh Kalandra, Agam, Abercio dan tiga tuyul sahabat Hana. Delvin hanya terkekeh kecil saja.


"Arrgh...mata gue pedas huaaa" pekik Anis dan Kartika.


"Ini balasan dari lo yang udah berani menyirami tubuh pacar gue" desis Kivandra sambil memakaikan jaket Ravestrack miliknya ke tubuh Hana untuk menutupi seragam nya yang transparan.


Hana mendongakkan kepalanya dengan kedua matanya sudah berganti menjadi merah darah alter ego Red telah bangkit kembali, wassalam deh mereka bye bye ya.



Atmosfer ruangan kantin berubah menjadi lebih dingin dan menjadi lebih berat karena Red telah mengunci pergerakan semua orang yang berada di kantin .


Anggota inti Ravestrack, Kivandra, Kalandra, tiga sahabat Hana dan duo kuyang terkejut melihat bola mata Hana berubah menjadi merah darah terlihat lebih menyeramkan.Mereka sama-sama merasakan merinding bulu ketiak eh kuduknya bukan hanya mereka saja seluruh penghuni kantin juga merasakan hal yang sama.


"R-red" ucap lima tuyul menelan berat salivanya.


"Tamat sudah mereka" batin Kivandra meneguk ludahnya terasa berat sekali melirik ke arah Hana yang sedang menatap tajam ke duo kuyang tersebut.


Sekarang kita panggil Red ya bukan lagi Hana.


Red berjalan dengan santai menghampiri mereka, mereka ingin memundurkan langkahnya tapi kaki mereka terasa berat sekali.


Dengan gerakan kilat Red menarik kedua rambut Anis dan Kartika sekaligus, Red menyeretnya sampai ke tengah lapangan, semua penghuni kantin menahan nafasnya ketika Red melewati mereka, mereka sangat di buat takut oleh Red tak mau kena amukannya bisa-bisa nasib mereka akan sama seperti duo kuyang yang sedang di seret menggunakan rambut mereka.


Duo Kuyang terpekik keras meringis kesakitan akibat jambakan pedas Red. Sepanjang lorong kelas mereka melihat aksi Hana menyeret kedua ratu bully ke tengah lapangan mereka meneguk berat ludah mereka melihat mata Hana yang terlihat mengerikan. Dibelakang Red ada anggota inti Ravestrack, tiga sahabat Hana, Kalandra dan Kivandra mereka mengikuti langkah Red dengan keadaan cemas dan takut.


Ada guru yang hendak menegur dan membantunya tapi langsung di hentikan oleh anggota Ravestrack dan ketua mereka.


"Kok kalian menghentikan saya sih, itu kedua teman kalian bisa botak di seret begitu" ucap pak Jarwo yang sudah di halangi oleh anggota Ravestrack.


"Bapak sayang nggak sama nyawa bapak sendiri? bapak masih ingin lihat academy dangdut kan? makanya jangan pernah menghentikan Red, bisa-bisa bapak ikutan pindah alam mau pak foto bapak tertampang di buku yasin?" celetuk Abercio memegang lengan pak Jarwo .


"Ya bapak sayang lah sama nyawa bapak sendiri, dia kan Hana bukan Red kamu ini ngaco deh!" balas pak Jarwo yang masih kekeh ingin menghentikan mereka.


"Terserah bapak kalo masih ngeyel, kalo bapak mati kita nggak tanggung jawab lho ya, Red itu alter ego Hana pak. Alter ego paling berbahaya bisa langsung pindah alam jalur vvip" ujar Adrian.


"Yaudahlah kalo saya mati nanti istri saya jadi janda dong, nanti kalo janda malah di goda sama duda lapuk tetangga sebelah saya , nggak jadi deh" balas pak Jarwo langsung kembali ke ruang guru.


Tiga tuyul menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan pak Jarwo.


Back to Red...


Red melemparkan tubuh Kartika dan Anis dengan keras ke tengah lapangan.Mereka langsung terpekik keras merasakan remuknya tulang di tubuh mereka. Semua penghuni warga SH menonton adegan kekerasan Red dari jarak jauh para anggota Ravestrack dan Kalandra terutama Kivandra melindung para siswa SH agar tidak terlalu mendekat, sedangkan tiga sahabat Hana ikut menonton di pinggiran agak menjauh sama dengan para murid lainnya.


Bahkan anggota Devils dan Yera berlari menghampiri mereka ingin melihat ada apa kok lapangan ramai sekali. Dan ternyata ini semua ulah Hana membuat seluruh warga SH berkumpul batin mereka.


Red mengeluarkan pisau lipat dari saku seragamnya. Berjalan mendekati mereka sambil menyeringai dengan pisau lipat di tangan kanannya. Sebenarnya mereka ingin menghentikan Red tapi tatapan Red yang membuat mereka takut apalagi atmosfernya begitu membuat semua orang merinding ngeri, mereka masih waras untuk tidak mendekati Red kalo tak ingin nyawa mereka hilang . Apalagi Kivandra masih belum berani mendekati tubuh kekasihnya itu dari tatapan Red sepertinya dia belum mengenali dirinya.


"Hihihi... kalian belum juga jera hm, sengsara dan mati hihihi" desis Red .


Kartika dan Anis menelan berat salivanya mendengar suara berat Red membuat semua murid SMA Hareklees merinding ngeri.


Grep!


Red menarik dagu Kartika dan mencengkramnya dengan kukunya .


"Sshh... le-lepasin H-hana shh.." ringisan Kartika


"Hihihi gue suka suara merdu ringisan lo itu bagi gue adalah melodi yang terindah hihihi"


Red mengukir tulisan jerk di kulit pipi mulus Kartika, darah segar mengalir deras di permukaan kulit mulus nya , Red menjilati darah diujung pisau lipat 'manis' lalu ia kembali ketawa ala kuntilanak eh iblis.


"Bagaimana hasil karya gue huh? hihihi" Red menatap kagum ukiran di pipi Kartika yang bercampur dengan cairan merah.


"Sssh...asshh.. p-perih hiks" ringisan kesakitan Kartika.


"Astaga sejak kapan Hana menjadi menyeramkan begini dan lagi dia seperti psikopat" lirih Tiara meneguk ludahnya.


"Bener-bener psikopat bu bos kita" merinding ngeri Abercio.


"Dia Red bukan bu bos kita yo" balas Agam


"Sejak kapan Hana menjadi psycho lang? kenapa mata dia jadi merah, dia pake softlens?" tanya David.


"Gue nggak tahu akhir-akhir ini sifat dan sikap dia berubah dratis seperti bukan Hana, ya mungkin dia pakai softlens" balas Galang.


"Bener-bener ngeri lihatnya, itu bener adek lo lang" Alvaro menatap ngeri Hana.


"Kenapa lo berubah menjadi lebih ngeri Hana, ini nggak seperti Hana yang gue kenal, apa gara-gara lo di tinggal nikah sama gue Hana" monolog batin Leon


"Astaga si Red kenapa lebih mengerikan dari Winter, dia benar-benar psikopat gimana cara menghentikannya ,gimana kalo gue peluk dia dari belakang tapi nanti kalo dia ngep gue gimana dong,masa adu pisau sama Red,kalo gue kalah gimana aarrgh.. bingung gue" Kivandra berkecamuk didalam benaknya.


"I-itu serius Hana? kenapa wajahnya seperti berbeda" batin Yera.


Red tengah asyik mengukir tulisan di lengan mulus Kartika 'b*tch' .


Kartika sudah tidak tahan lagi dengan semua rasa yang ada di tubuhnya.


"Bu-bunuh g-gue hiks" ucap Kartika dengan suara ringisan.


"Hihihi gue akan segera mewujudkan impian lo hihi"


Tap


Tap


Tap


Kreekk!


Hana mematahkan tulang kaki Kartika hingga Kartika terpekik keras, semua murid merasa ngilu mendengar suara renyah tulang Kartika.


"Aaaargh..." pekik keras Kartika.


"Ini akibatnya masih saja mengganggu gue hihihi" desis Red memiringkan kepalanya.


Seketika Kartika sudah tidak sanggup lagi ia jatuh pingsan.


"Ck, baru saja permulaan udah pingsan. Lemah sekali" ejek Red.


Anis sedari tadi sudah berkeringat dingin melihat temannya di siksa oleh Hana, Hana benar-benar iblis batin Anis.

__ADS_1


Jangan tertipu dengan wajah cantik dan imutnya Hana, karena dia bisa saja mengirim mu ke kerak neraka jalur vvip siapapun yang telah mengusiknya.


Red menoleh ke arah Anis sambil menyeringai.


"Now it's your turn, enjoy my favorite knife hihihi"


Glek!


Anis meneguk berat ludahnya semakin dekat Hana dengannya.


Grep!


"Mau mencoba kabur hm?" tanya Red


Anis seketika menegang dan geleng-geleng kecil di tatap oleh Red.


Red menatap ke arah jari lentik Anis yang berwarna merah warna kesukaan Red ia ingin sekali memotongnya untuk dijadikan sovenir.


"Indah sekali jari lo huh, gue potong ya hihihi" ucap Red.


Anis langsung menggelengkan kepalanya,"J-jangan l-lakukan".


Kress!


Red memotong jari telunjuk Anis, membuat ngilu penghuni warga SH bahkan ada yang sudah pingsan. Anis terpekik keras merasakan sakitnya saat jari telunjuknya di potong.


"Asshh...sshh... hiks s-a-k-i-t"


Red mengambil potongan jari Anis langsung menjilatinya sebelum dimasukkan kedalam saku seragamnya.


Semua aksi yang dilakukan Red membuat semua merinding ngeri dia benar-benar iblis cantik batin mereka.


"Astaga Red motong jari Anis udah kek sosis" bergirik ngeri Alvaro.


"Itu jari apa so nice yang seribuan" ucap Abercio


"Bener-bener psikopat potongan jari aja sampek di jilati" ujar Adrian dan diangguki oleh Agam.


Red lagi-lagi mengukir paha mulus Anis dengan pisau lipat ditangannya.


Srek!


Sudah tidak ada lagi ringisan Anis dia benar-benar pingsan.


Red mendengus kesal, "Lagi-lagi pingsan,ck.Gak seru deh"


Red berdiri lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, Semua murid menelan berat salivanya ketika di tatap oleh Red.


Red menunjuk kearah Abercio dengan jari telunjuknya. Abercio yang di tunjuk langsung ketar ketir dan keringat dingin.


"Lo kesini" suara dingin dan wajah datar Red.


"G-g-ue?" gagap Abercio menunjuk dirinya sendiri.


Red hanya mengangguk kecil.


"Buruan sana lo pergi, nanti jangan lupa bikin wasiat ya" terkekeh kecil Adrian dan Kalandra.


"Gu-gue nggak mau mati muda dulu ogeb, tapi gimana nih dia minta gue kesana" ketar ketir Abercio.


"Gue bantu doa saja ya, doa yasin hehe" balas Agam ketawa kecil bersama Adrian dan Kalandra.


"Bedebah malah doain gue cepat mati" dengus Abercio


"Buruan kesana tuh lihat Red sudah menatap tajam kearah lo yo" balas Kalandra.


Glek!


Dengan berat hati dia melangkahkan kakinya ke depan menghampiri Red yang masih berlumuran darah dan jangan lupa pisaunya masih dia pegang.Membuat Abercio semakin ketakutan.


"Rasanya gue ingin pipis di celana gue" gumam lirih Abercio.


"A-a-da a-ap-a" suara gagap Abercio.


"Ambil dua manusia ini bawa ke markas kalian, gue belum selesai bersenang-senang dengan mereka.Akan kirimkan segera mereka ke neraka hihihi" ucap Red memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"Astaghfirullah,kenapa lebih menyeramkan kalo dari dekat, mending gue ketemu setan dah daripada emaknya iblis begini" monolog batin Abercio.


"B-b-baik R-red" balas Abercio dengan suara gagap.


Red menepuk pundak Abercio yang masih berlumuran darah, membuat Abercio bergirik ngeri dan langsung pipis dari dalam celananya.


"Yolo yolo emak darah emak gue takut" lirih Abercio melihat darah yang menempel di seragam sekolahnya membuat tubuh Abercio sudah bergetar hebat.


"Kenapa Abercio?" tanya Agam dari kejauhan.


"Anjir, dia ngompol pffft..hahaha" ucap Kalandra yang tidak kuat menahan ketawanya.


"Gila sampek segitunya menghadapi Red" nggak habis pikir Adrian.


"Diem Red sedang jalan ke sini" sahut Delvin. Seketika 4 tuyul berhenti dari ketawanya.


Tap


Tap


Tap


"Lo kekasihnya Belvia ah bukan maksud gue Hana kan?" tanya Red.


"I-iya" balas gugup Kivandra.


"Anterin gue ke markas lo, dan bawa mereka ke markas lo" ucap Red sambil menunjuk kearah duo kuyang yang udah pingsan semua mengikuti arah pandang Red.


Semua anggota inti Ravestrack dan Kalandra terkejut Abercio sudah tergeletak di samping Kartika ikutan pingsan. Mereka sama-sama menepuk jidatnya, kecuali Red yang hanya terkekeh kecil.


...----------------...


...----------------...


Hari ini update 2402 kata special buat hari ini update panjang sekalian.

__ADS_1


Thanks for reading 🤗


Cerita ini hanya sekedar dunia fiksi saja 😁 kalo baper tanggung sendiri ya hehehe 😋 ...


__ADS_2