Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
48


__ADS_3

Rumah Sakit Hawthorne



Kini anggota inti Ravestrack dan Raka sedang menunggu di depan ruang IGD,mereka sedang menunggu operasi Galang karena terkena tembakan dari Alister, Sedangkan Aris dia tidak ikut ke rumah sakit,karena dia sedang mengurusi kematian Alister.


Tap


Tap


Tap


Kalandra berjalan bersama Hana menuju ruang IGD, jiwa Red sudah kembali lagi bergantian dengan Jiwa Belvia.


"Re-red?" panggil Adrian untuk memastikannya.


"Bukan,gue Hana" jawab Hana.


Semua orang disana menghembuskan nafas leganya, Hana melirik ke Raka, wajah Raka sangat frustasi walaupun Galang sering menjengkelkan dengan sikapnya tetap saja bagi Raka Galang adalah adek kandungnya ia tetap khawatir dengan keadaannya.Hana berjalan menghampiri Raka yang tengah duduk didepan pintu IGD dengan kemeja putih Raka penuh dengan bercak darah Galang.


"Bang?" panggil Hana yang sudah duduk disebelahnya.


Raka menoleh ke Hana,"Hm".


"Bang, maafin Hana ya gara-gara Hana bang Galang jadi terkena tembakan" lirih Hana menundukkan kepalanya.


"Ini bukan salah Hana, bang Raka juga akan bertindak sama dengan Galang kalo bang Raka lihat dia ingin menembak lo pasti bang Raka akan cepat melindungi lo sama halnya seperti Galang dek" papar Raka mengusap rambut panjang Raka.


"Galang melakukan hal itu dia tidak ingin kehilangan adeknya yang kedua kalinya dan juga untuk menebus kesalahannya di masa lalu dengan cara melindungi lo dek,jadi maafkan Galang ya Hana" lanjutnya


"Tapi bang, bukannya gue nggak mau maafin bang Galang tapi yang berhak memaafkan bang Galang adalah jiwa asli Hana bukan gue bang gue hanya di tugaskan untuk membalaskan dendamnya dia, ya walaupun bang Galang pernah berlaku kasar sama gue tapi masih sedikit sakit di hati,gimanapun dia udah melindungi gue dari tembakan Alister berkorban nyawa demi gue" jelas Hana.


"Iya abang tahu, kita sama-sama doain Galang ya Hana.Sebentar lagi mama kesini" ucap lembut Raka yang diangguki oleh Hana.


"HANA" teriak papa Dekkan semua anggota inti Ravestrack, Kalandra,Raka dan Hana menoleh ke sumber suara.


Plak!


Papa Dekkan menampar keras pipi Hana,hingga Hana tertoleh ke kanan.


"Mas?"


"Pah?"


Semua orang disana terkejut tidak ada angin,badai dan topan tiba-tiba papa Dekkan menampar Hana didepan semua orang.


"Papah apa-apaan nampar Hana?"tanya Raka langsung menarik Hana kedalam pelukannya.


"Mas, kenapa kamu malah nampar anak mu sendiri, ini rumah sakit jaga sikapmu mas" ucap mama Lika tak habis pikir dengan sikap suaminya itu.


"Gara-gara anak sialan ini Galang masuk kerumah sakit, anak ini benar-benar membawa sial, kalo saja dia nggak berurusan dengan geng motor itu Galang pasti akan baik-baik saja" sentak papa Dekkan menatap nyalang Hana yang masih berada di pelukan Raka.

__ADS_1


"Aku nggak habis pikir mas sama kamu, Hana itu darah dagingmu sendiri anak kandungmu sendiri sampek kapan kamu membencinya, salah apa dia mas? ini bukan salah Hana mas Galang mencoba melindungi adeknya sendiri apa itu salah mas? seharusnya kamu sebagai papa itu melindungi dan memberi kasih sayang selayaknya seorang ayah kepada anaknya bukannya kamu malah berlaku kasar sama anak perempuan mu sendiri mas, aku sebagai ibunya sakit hati mas kalo kamu masih bersikap kasar sama anak ku mas apalagi Hana anak perempuan ku satu-satunya." papar mama Lika yang sudah meneteskan air matanya.


"Dek, masih sakit hm?" bisik Raka mengusap-usap pipi merah Hana.


"Nggak bang" balas Hana.


"Papa bisa nggak, nggak usah bersikap kasar lagi sama Hana, disini Hana itu korban bukan pelaku gara-gara Yera anak kesayangan papa itu hampir saja mencelakai Hana asal papa tahu" sahut Raka yang udah kepalang emosi untung saja Hana mengusap lengan kekar Raka dengan lembut.


"Dimana Yera sekarang? katanya dia diceraikan oleh Leon ini pasti gara-gara kamu kan Hana? kamu masih ngejar-ngejar Leon sampai kamu mempengaruhi Leon agar meninggalkan Yera yang sedang hamil anak Leon, sungguh biadap kamu Hana papa nggak pernah mengajarkan kamu bersikap sepeti pelakor Hana" sinis papa Dekkan.


"Cukup pah, papa nggak tahu semuanya soal kejadian ini papa hanya memarahi Hana dan selalu menyalahkan Hana tanpa mencari bukti terlebih dahulu" balas Raka.


Papa Dekkan hendak membalas perkataan Raka tiba-tiba pintu IGD terbuka oleh dokter Karla.


Ceklek!


"Keluarga pasien?" tanya dokter Karla.


"Saya mamanya dok, gimana anak saya dok?" tanya mama Lika.


"Maaf nyonya, pasien banyak kehilangan darah sekarang ini pasien membutuhkan darah dan kebetulan di rumah sakit ini stok darah kosong" jawab dokter Karla.


Mama Lika langsung meneteskan air matanya ia hampir saja terjatuh kalo saja Hana tidak langsung menangkapnya,Hana langsung membawa mamanya ke kursi didepan ruang IGD.


"Apa golongan darahnya dok?" tanya Raka


"Golongan darah O+" balas dokter Karla.


"Gue akan mendonorkan darah untuk Galang karena golongan darah gue juga O+" celetuk Kivandra datang bersama Delvin menghampiri mereka. Kalandra lah yang mengirimkan chat ke Kivandra kalo mereka sedang membutuhkan darah O+, Delvin baru saja menjemput Kivandra di bandara karena Kivandra buru-buru pulang karena habis mendapatkan kabar dari kalandra kalo Hana sempat di culik padahal dia belum selesai dengan pekerjaannya yang berada diluar kota.


Semua orang bernafas lega akhirnya ada orang yang memiliki golongan yang sama dengan Galang.


"Baby? are you okey?" suara serak Kivandra


Tanpa ba-bi-bu Hana langsung memeluk kekasihnya itu, Kivandra pun membalas pelukannya.


"Hiks kenapa baru datang?" tanya Hana.


Kivandra menghapus air mata Hana dengan ibu jarinya.


"Sorry baby, ini darurat urusan bisnis di luar kota yang nggak bisa di tinggalkan, tapi begitu aku dengar kalo kamu di culik aku langsung terbang meninggalkan pekerjaanku yang masih berantakan, syukurlah kamu aman dan selamat baby jangan nangis ya hm" ucap Kivandra mencium kening Hana.


Cup!


"Tuan muda Kivandra mari ikut saya untuk memeriksa golongan darah anda" ucap dokter Karla.


"Baik dok" balas Kivandra.


"Baby, aku kesana dulu ya tunggu aku" suara berat Kivandra sambil mengacak-acak rambut Hana, Hana hanya mengangguk kecil.


Kivandra pun langsung mengikuti dokter Karla.

__ADS_1


"Gue nggak tahu kalo si bos punya golongan darah yang langka" celetuk Abercio yang duduk disebelah Agam.


"Kita aja baru tahu yo bukan lo doang" balas Adrian.


"Untungnya si bos tepat waktu ya datang kesini,coba saja kalo nggak datang tepat waktu nggak tahu gue kondisi Galang saat ini mungkin udah is dead" ucap santai Abercio yang mendapati pukulan dari Delvin.


Puk!


"Mulut lo perlu gue plester hm?" tatapan tajam dari Delvin.


"Tapi gue greget banget sama bokapnya Hana, kenapa dia begitu benci sama Hana ayah mana coba yang berani menampar anaknya di depan umum apalagi di rumah sakit" ujar Adrian.


"Gue kalo punya bokap modelan bokapnya Hana, udah gue bungkus pake bubble wrap terus gue masukin ke dalam karung gue dobelin pake kardus terus gue lempar ke amazon biar di makan sama penghuni amazon,greget gue sumpah" ucap Abercio menirukan gaya emaknya yang lagi ngomel-ngomel.


"Sadis bener lo yo" gelengan Kalandra.


"Bodo amat"


Ceklek!


"Dok, bagaimana anak saya?" tanya papa Dekkan berdiri dari tempat duduknya.


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, tapi maaf anak anda mengalami koma saya tidak tahu kapan anak anda akan bangun dari koma tuan Dekkan" balas dokter Karla.


papa Dekkan yang mendengar penjelasan dokter Karla tangan papa Dekkan langsung terkepal erat menahan emosi.


"Ini semua gara-gara kamu Hana, anak saya jadi koma" bentak papa Dekkan.


"Anda jangan pernah membentak kekasih saya tuan Dekkan" sentak Kivandra yang sudah berada disamping Hana dengan wajah pucatnya karena dia habis mendonorkan darahnya.


"Kamu siapa jangan berani ikut campur urusan saya ya, kamu itu hanya sekedar anak kemarin sore" sinis papa Dekkan.


"Ck,anak kemarin sore anda bilang? sepertinya anda tidak mengenal saya, kenalkan saya Kivandra Alekos Lexander pewaris tunggal keluarga Lexander" senyum miring Kivandra.


Deg!


Papa Dekkan langsung membulatkan matanya, Apa? jadi dia tuan muda Lexander orang kaya nomor dua batinnya.


Kivandra berjalan menghampiri papa Dekkan lalu ia membisikkan sesuatu di telinga papa Dekkan.


"Sekali lagi kalo anda bersikap kasar, saya nggak akan segan membuat perusahaan anda jatuh dalam sekejap saja, papa mertua"bisik Kivandra dengan seringai tipis sekali setelah itu ia menghampiri kekasihnya.


Papa Dekkan masih berdiri mematung berusaha mencerna semua ucapan Kivandra.


"Dok, tolong pindahkan Galang ke ruangan vvip" ucap Hana


"Baik nyonya muda"balas dokter Karla.


......................


__ADS_1


__ADS_2