
...Happy Reading...
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Semua anggota Alaska berkumpul untuk membahas tentang tawuran antar ketiga geng motor Alaska melawan Ravestrack dan Devils.
"Jalan lupa bawa pisau lipat jangan sampai mereka tahu"pinta Algav kepada semua anggota Alaska.
Kali ini Algav memiliki rencana licik untuk mereka semuanya sekalian membalas dendam atas kematian abang sepupunya.
"Bawa bom sekalian gak,Al?" tanya Brady.
"Bawa itu buat nanti, lo dan Cakra diam-diam menyelinap ke markas mereka Ravestrack dan Devils taruh bom itu ke dalam markas mereka saat mereka sedang sibuk tawuran, ingat sasaran kita itu ketua Ravestrack kalo perlu bunuh dia di tempat" desis Algav menyeringai tipis ia ingin menghancurkan hidup Kivandra.
Luffy sudah tahu siapa yang membunuh keluarganya siapa lagi kalau bukan Hana, ia sangat dendam sekali dengan Hana ia ingin melenyapkan Hana sebagai pembalasan yang sudah berani membunuh ibunya dan adiknya, padahal mereka tidak mempunyai masalah apapun dengan Hana. Gara-gara Hana kini Luffy hidup sebagai anak yatim-piatu.
"Gue boleh bunuh dan culik Hana saat mereka sedang sibuk tawuran, otomatis mereka gak ada yang menjaga Hana" tawar Luffy.
Algav langsung menoleh ke arah Luffy, ia langsung membuang puntung rokok yang masih separuh. "Lo culik dia tapi jangan di bunuh dulu, kita main-main dulu sama dia lumayan tubuh dia sexy" senyum smirk Algav sambil membasahi bibir bawah dengan lidahnya.
"Boleh juga tuh, tapi jangan ninggalin gue dong bos gue juga mau icip-icip tubuh Hana" sambung Brady.
Siapa yang gak tertarik dengan Hana apalagi bodynya bak gitar spanyol sexy iya,cantik iya, tinggi juga iya apalagi dia badas bukan cewe sembarangan yang menye-menye kebanyakan di luar sana.
"Kalian boleh icip-icip tapi nanti setelah gue selesai icip-icip tubuh Hana" sentak Algav.
Mereka langsung berdecak lagi-lagi selalu ketuanya yang melakukan duluan dan anggotanya kebagian sisanya doang,mungkin itu udah hukum alam dari sananya.
Gue yakin kali ini kalian akan kalah dan hidup kalian akan sengsara apalagi melihat ratu kalian sudah tidak suci lagi Algav tertawa dalam hatinya.
🍃
🍃
🍃
__ADS_1
Setelah selesai pertemuan di markas Costa Nostra, Kivandra langsung menyalakan ponselnya yang sedari tadi ia sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggunya,begitu pula dengan Kalandra.
Drrrt...drrrt...
Ponsel Kivandra bergetar ia melihat di layar ponselnya ada 13 panggilan tak terjawab dan 5 pesan dari teman-temannya. Kivandra lupa kalau hari ini ia akan membahas tentang tawuran melawan Alaska,pantas saja ia seperti memikirkan sesuatu kayak ada sesuatu yang lupa tapi apa. Umur muda tapi otak lansia,dasar Kivandra 🤣.
"Astaga" pekik Kivandra membuat Kalandra dan Hana menoleh ke Kivandra.
"Ada apa bang?" tanya Kalandra ia bingung kenapa Kivandra terpekik keras sambil menatap ponsel.
"Lo gak lihat ponsel lo sendiri Kal?" Kivandra bukannya menjawab malah balik tanya.
Kalandra langsung merogoh sakunya untuk mengambil ponsel yang daritadi ada di dalam saku celana hitamnya. Lalu Kalandra langsung menyalakan ponselnya, Kivandra melirik ke Kalandra ternyata dia juga mematikan ponselnya sambil mende*sah pelan melihat ponsel mereka sama-sama di non aktifkan.
Kalandra terkejut melihat banyak panggilan tak terjawab dan pesan banyak yang masuk di ponselnya.
"Anjir, kenapa kita bisa lupa bang? gimana ini pasti mereka marah sama kita dan ngomel-ngomel sama kita" pekik Kalandra.
Hana dibuat bingung oleh kedua anak laki-laki tampan tersebut , ada apa dengan mereka? mereka lupa apa sih? Hana mengerutkan keningnya dan menatap ke mereka secara bergantian,seolah ingin tahu apa yang terjadi.
"Kenapa yank?" tanya Kivandra.
"Kalian kenapa panik? ada apa?" cerocos Hana seraya memandangi wajah tampan Kivandra.
Kivandra menghembuskan nafas dengan pelan ia juga lupa memberitahu kepada Hana kalau hari ini juga ada meeting antara geng Devils dengan Ravestrack mengenai Alaska.
"Hari ini ada meeting dengan geng Devils untuk membahas perang melawan Alaska, tapi aku lupa sayang dan tadi ponselnya aku matikan Kalandra juga, mereka menghubungi kamu gak? ponsel kamu dimana?" balas Kivandra tangan kekarnya menyingkirkan anakan rambut Hana yang menghalangi wajah cantiknya.
Hana tepuk jidat ia juga lupa kalau ponselnya ketinggalan di mobil, mungkin juga mereka menghubunginya tapi tidak ada yang mengangkatnya.
"Ponsel aku ada di mobil yank, aku lupa. Mungkin mereka juga menghubungi aku yank,gimana nih?" cemas Hana.
Kivandra melirik ke Kalandra yang sedang menelpon Abercio, ia ingin mendengar jawaban dari Abercio apa mereka masih ada di markas atau tidak.
Kalandra sudah selesai dengan obrolannya lewat telepon lalu ia menoleh ke arah Kivandra. "Kita ke markas sekarang mereka masih menunggu kita" Kivandra langsung mengangguk kepalanya.
"Gue ikut beb"
__ADS_1
"Iya sayang" balas Kivandra ia menundukkan kepalanya tepat di depan wajah Hana, pipi Hana langsung merah ia salting kalau Kivandra menatapinya dengan cara seperti itu jaraknya sangat dekat sekali.
Sedangkan Kalandra melihat kelakuan abang sepupunya ia langsung mendengus, dipastikan abangnya akan menyosor bibir sexy Hana, lebih baik gue keluar dari ruangan daripada gue dianggap setan disini. Kalandra pun langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Cup!
Kivandra mencium bibir Hana dengan menarik tengkuknya tanpa permisi terlebih dahulu sama pemilik bibir sexy.
Kivandra tersenyum smirk ia menggigit bibir Hana agar ia leluasa menciumi bibir Hana, seketika hana membuka bibirnya gara-gara Kivandra menggigit bibirnya, Kivandra langsung melu*ma*t bibir Hana,lidah Kivandra mengabsen semua gigi Hana tanpa ada yang terlewatkan. Ciuman panas berlangsung lama bibir Hana membuat candu bagi Kivandra sangat memabukkan sekali membuatnya ketagihan terus menerus.
Hana memukul dada bidang Kivandra ia merasa pasokan udaranya menipis gara-gara ciuman brutal Kivandra. Kivandra langsung melepaskan ciumannya ia langsung mengusap sisa salivanya di bibir Hana dengan ibu jarinya.
"Kamu mau bikin aku mati kehabisan nafas apa?" gerutu Hana benar-benar sangat brutal sekali bapak Kivandra bagaimana kalau daddynya tahu bisa-bisa nanti Hana akan di gantung di pohon toge.
Kivandra hanya tertawa pelan melihat wajah kekasih yang sedang marah ini membuatnya sangat gemas sekali rasanya ingin mengurung Hana di kamarnya saja tidak boleh ada yang melihatnya.
"Dih, malah ketawa emang ada yang lucu?" Kivandra hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Ayo kita ke markas beb, thanks buat vitamin hari ini" bisiknya sambil menggandeng tangan Hana.
"Dih, vitamin dasar cowo mana main nyosor langsung lagi tanpa permisi" gerutu dalam hati Hana.
Saat Kivandra keluar dari ruangan ia melihat Kalandra yang berdiri di depan ruangan dengan wajah kesal.
"Udah main nyosornya? kalian kalo mau nyosor lihat sekeliling dong, untung gue peka coba kalo bang Cio atau bang Adrian pasti mereka ngiler melihat adegan drakor secara live" celetuk Kalandra dengan mencebikkan bibirnya.
Hana langsung malu mendengar ucapan Kalandra ia lupa kalau disana tadi masih ada Kalandra ini semua gara-gara Kivandra yang suka nyosor dan omes sejak kapan ketua Ravestrack sekarang ini suka sekali nyosor bibirnya itu lama-lama bibir gue bisa jontor nih.
"Gak usah bawel, buruan kita ke markas" omel Kivandra langsung meninggalkan Kalandra yang masih melotot disana.
"Ck, awas saja nanti gue laporin ke om Darren kalo anaknya itu suka nyosor bibir Hana biar tuh bibir di gantung di pohon semangka" gumam lirih Kalandra.
Kalandra pun langsung menyusul Kivandra dan Hana dari belakang,mereka sama-sama pergi ke markas Ravestrack, Kivandra satu mobil dengan Hana sedangkan Kalandra sendirian di mobilnya, ya gimana lagi nasib jomblo ya begini selalu saja sendiri.
...----------------...
__ADS_1