
Ceklek!
"Eh,nyonya Lika" ucap Bibi Iyem membukakan pintu mansion.
"Bi,mama ada dirumah?"tanya mama Lika berdiri diambang pintu.
"Nenek cucu mu yang tampan paripurna ini datang" teriak Galang menerobos masuk.
"Galang ini bukan hutan jangan berteriak" mama Lika memarahi Galang.
Tap
Tap
Tap
"Kamu cucu nakal selalu saja berteriak bisa-bisanya mansion nenek hancur gara-gara suara cempreng mu itu dasar cucu nakal" ujar Nenek Fitria yang turun dari lantai dua.
"Kalo hancur tinggal beli lagi mansion nek, duit nenek kan banyak jangan kek orang susah deh nek" sindir Galang yang udah rebahan di sofa.
"Dasar cucu durhaka" pekik Nenek Fitria melemparkan bantal ke wajah Galang.
"Aish, nenek kenapa melemparkan bantal ke wajahku nek! nanti wajah tampanku jadi rusak" celetuk Galang.
"Wajah lo udah rusak bang" ejek Hana mendaratkan bokongnya di sebelah Galang sambil mencomot gorengan yang ada di meja.
"Kamvreet emang untung lo adek gue kalo gak-
"Kalo gak apa bang? berani lawan gue bang? paling juga K.O" Hana terkekeh kecil.
Galang hanya mendengus kesal dan memanyunkan bibirnya.
"Tumben kalian kesini dan bawa koper ada apa ini Lika? dimana Dekkan?" tanya Nenek Fitria mencari keberadaan suami Lika.
"Ekhm itu mah..mas Dekkan lagi sibuk dengan pekerjaannya dan kita ingin menginap disini sudah lama sekali anak-anak nggak menginap di rumah mama" jawab mama Lika sedikit kebingungan.
Nenek Fitria tahu kalau rumah tangga Lika sedang ada masalah, Nenek Fitria tahu kalau Lika tidak pandai menyembunyikan sesuatu ia tahu kalau Lika sedang berbohong. Nenek Fitria tidak akan memaksanya untuk bercerita dan tidak ingin ikut campur masalah rumah tangga Lika.Nenek Fitria yakin anaknya itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Baiklah kalian langsung beristirahat ke kamar kalian, kamu juga Lika sepertinya kamu sangat lelah" perintah Nenek Fitria.
"Baik nenek cantik" ucap kedua tuyul bersamaan sedangkan Raka udah pergi duluan ke kamarnya.
"Baiklah mah"
...****************...
Kring...
Kring ....
Alarm berbunyi Hana yang sedang tertidur langsung menyambar alarm yang berada diatas nakas sambil matanya tetap terpejam ia mematikan alarmnya.
"Ah,masih ada sepuluh menit lagi mending gue tidur sebentar" Hana melirik ke jam dinding lalu ia langsung memejamkan matanya kembali.
600 detik kemudian...
Drrrt....drrrt...
Ponsel Hana berbunyi, tangan Hana meraba-raba mencari keberadaan ponselnya.Hana dengan membuka matanya yang masih ngantuk tiba-tiba membelalakkan matanya melihat jarum jam yang pendek berada di angka sepuluh ia sudah terlambat satu jam berangkat kuliah.Tiga hari kemarin Hana tidak mengikuti ospek karena ia harus segera pergi ke Australia untuk urusan pekerjaan yang sangat mendesak.
"Kamvreet gue telat satu jam gara-gara alarm" Hana langsung lari ke kamar mandi.
Setelah selesai ritual mandinya Hana langsung bersiap-siap untuk berangkat kuliah walaupun ia sudah sangat terlambat satu jam ia harus merelakan mata kuliah yang pertama.
Hana hari ini memakai outfit casual dengan rambutnya di kuncir kuda dan sedikit poni dengan penampilan seperti ini Hana kelihatan imut.
Hana menuruni anak tangga ke lantai bawah.
Tap
Tap
Tap
Hana mengerutkan keningnya 'kok sepi' batinnya melihat tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia lainnya.
"Bibi Iyem yang lain kemana?" tanya Hana kebetulan melihat Bibi Iyem lewat didepannya.
"Den Galang udah berangkat kuliah daritadi pagi non, den Raka berangkat ke kampus katanya bimbingan skripsi, nyonya Lika dan Nyonya besar pergi ke butik non,non Hana mau sarapan?" ucap Bibi Iyem sambil membawa ember dari depan mansion.
"Sarapan di kampus saja bi,Hana udah telat ke kampusnya.Hana pergi dulu ya Bibi Iyem" pamit Hana berjalan keluar mansion ia akan pergi ke kampus dengan mobil Ferrari milik neneknya.
Brumm.....
Brummm....
__ADS_1
Hana menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampus.
3600 detik kemudian Hana telah sampai di kampus universitas Lexander internasional,Hana memakirkan mobilnya di area parkir mahasiswa.
Brummm....
Semua mahasiswa yang lalu lalang menoleh ke suara mobil Hana semua mahasiswa terpaku melihat mobil mewah terparkir di area parkir mahasiswa.
"Siapa lagi yang mempunyai mobil mewah selain anak pemilik kampus ini"
"Wah,mobilnya benar-benar menggetarkan ginjal gue"
"Haruskah gue ngefet untuk membeli mobil mewah itu"
"Gue punya seribuan cukup gak ya beli mobil Ferrari"
"Jiwa iri gue meronta-ronta deh, tapi sadar diri duit gue tinggal ceban"
Begitulah bisik-bisik para penghuni universitas Lexander internasional menatap kagum mobil Hana belum juga Hana keluar udah di hebohkan dengan mobilnya.
Ceklek!
Hana keluar dari mobilnya dengan gerakan slow motion.Semua penghuni universitas Lexander internasional terpekik melihat kecantikan dan keimutan Hana, ada yang kagum dan ada juga yang iri biasalah manusia.
"Anjay bidadari surga turun dari mobil"
"Emak menantumu udah datang"
"Cih,masih cantikkan gue paling dia operasi plastik sok kaya banget deh"
"Lo yang operasi plastik Indomaret wajah lo kek boneka mampang cantikan dia daripada lo"
"Dia maba kah? cantik banget deh gue gebet deh"
"Imutnya kek gue"
"Kalo kayak gini otomatis rajin berangkat kuliah"
"Kalo cantik begini kira-kira maharnya berapa ya"
"Bening pisan udah kek transparan"
Pekikan suara penghuni universitas Lexander.
"Bos tuh bu bos udah datang" Agam menepuk bahu Kivandra.
Hana berjalan menghampiri Kivandra yang tengah setia duduk diatas motor sport milik Kivandra.
"Sayang" panggil mesra Hana.
Glek!
Kivandra menelan salivanya melihat leher putih mulus Hana yang terekspos,Kivandra langsung menarik pinggang untuk mendekat dengannya.
"Baby, kamu cantik sekali tapi aku gak suka rambutmu di ikat seperti ini" suara serak Kivandra ia tak rela leher putih mulus Hana menjadi tontonan laki-laki lain.
Kivandra langsung menarik karet rambut Hana hingga terlepas dan rambut indah Hana tergerai.
"Aish...kenapa dilepas sayang" Hana kesal dengan kekasihnya itu.
"Rambutmu kalo diikat jadi jelek gak cantik lagi baby" bohong Kivandra ia benar-benar tidak rela laki-laki lain memandangi leher putih mulus Hana.
"Si bapak satu ini sangat-sangat posesif sekali" celetuk Abercio yang sedari tadi menonton adegan ala drakor didepannya.
"Iri? bilang jomblo" sahut Adrian
"Situ gak ngaca? punya kaca gak? sama-sama jomblo lebih baik diem deh" sindir Abercio.
"Bu bos kok gak ikut ospek minggu kemarin kenapa?" tanya Agam ia anggota BEM.
"Ada urusan pekerjaan di Australia Agam" jawab Hana.
"Ah, gue lupa kalo bu bos ini seorang Ceo Hawthorne group" celetuk Agam.
"Eh,itu Kalandra bos" ucap Adrian mengarahkan dagunya ke arah Kalandra.
"Kalandra" teriak Hana dari tempat parkir.
Kalandra menoleh ke sumber suara ternyata Hana yang memanggil namanya, Kalandra datang ke kampus naik taxi sebenarnya ia ingin sekali nebeng Kivandra tapi Kivandra sudah berangkat duluan ini semua gara-gara mobilnya masuk ke bengkel.
...~Ilustrasi Kalandra~...
Semua penghuni universitas Lexander terpekik melihat kumpulan para cogan dan gadis cantik, mereka iri terhadap Hana yang bisa berkumpul di tengah-tengah kumpulan para cogan.Apa lagi ada yang mengerang emosi melihat laki-laki incarannya dekat dengan wanita lain. Dia adalah Marina primadona kampus Lexander yang selalu berpenampilan ketat dan sexy semua laki-laki di kampusnya berlomba-lomba ingin menjadi kekasihnya tapi Marina menolak semua ajakan mereka, Marina hanya ingin Kivandra yang menjadi kekasihnya Marina sudah setahun lebih mengejar-ngejar Kivandra tapi Kivandra tak memberikan respon kepada Marina malah Kivandra bersikap acuh dan dingin ke semua wanita yang ingin dekat dengannya karena ada hati yang harus ia jaga.
"Bastard, gue setahun lebih ngejar-ngejar Kivandra dengan enaknya tuh cewek baru datang malah peluk-pelukan dengan Kivandra" geram Marina menatap tak suka dengan Hana.
"Sepertinya dia maba deh Mar, gue baru lihat dia dikampus ini" ucap Ayu teman jurusan Marina.
__ADS_1
"Ck, baru juga di kampus tapi udah sok dekat dengan Kivandra calon pacar gue"
"Kita harus beri pelajaran sama tuh maba Mar, biar tahu siapa lo dikampus ini" ujar Ayu
"Boleh juga nanti gue akan beri tuh cewek centil pelajaran, dilihat pakaian sepertinya tuh anak dari kalangan biasa saja gak level deh ama kita" sinis Marina.
"Bener juga, tampangnya saja cantik ternyata miskin haha" tawa Ayu menghina penampilan Hana.
Kalau saja mereka berdua tahu harga pakaian Hana yang di pakainya pasti mereka akan membuang wajah mereka.
"Ayolah kita masuk ke kelas, nanti kita urus tuh anak" ajak Marina menarik tangan Ayu untuk pergi ke kelas.
•
•
•
Alula, Tania dan Tiara menghampiri Hana yang sedang bersama anggota inti Ravestrack dan Kalandra. Ketiga tuyul memeluk tubuh Hana karena mereka merasa senang bisa satu kampus dan bisa bersama-sama lagi walaupun beda jurusan.
"Aaargh.. akhirnya kita bersama lagi" pekik Alula merasa senang bisa bertemu dengan ketiga tuyul.
"Ya walaupun beda jurusan tapi nanti kita ke kantin bersama ya" celetuk Tiara yang mendapat anggukan dari ketiga tuyul.
"Sayang aku ke kelas dulu ya, nanti kita bertemu di kantin" pinta Hana memberikan ciuman di pipi Kivandra.
Cup!
"Iya baby, belajar yang rajin ya agar anak-anak kita nanti pintar seperti mamanya" goda Kivandra membuat pipi Hana merah merona.
"Ciee salting" lanjut Kivandra melihat Hana salting.
"Ish..sayang aku ngambek nih" dengus Hana merucutkan bibirnya.
"Bibirnya jangan digituin nanti aku cium lho mau?" bisik Kivandra.
"Jual tiket planet mars sepuluh ribu dapet tiga ayo-ayo di beli-beli daripada disini nontonin orang bucin" pekik Abercio yang udah kesal dengan sikap bucin ketua Ravestrack.
"Gue lipet nih planet punya ketua kalo bucin gak tahu tempat" kesal Adrian.
"Cang cimen cang cimen biar gak garing nonton drakor live nya" sahut Kalandra.
"Mata gue udah lama gak suci lagi gara-gara kebiasaan nontonin pasangan bucin yang satu ini,untung ketua gue kalo gak udah gue tendang ke afrika" gerutu Agam.
Sedangkan Delvin ia manusia kulkas dan irit bicara hanya diam saja dan tidak peduli dengan ketuanya yang sedang bucin akut.
"Sayang sudah ya aku malu sama temen-temen mu tuh" ucap Hana ia benar-benar malu.
"Kalian udah bosen hidup hm?" tatapan tajam Kivandra, membuat nyali ke empat tuyul langsung menciut.
"Ah, gue lupa hari ini ada tugas gue duluan ya" Adrian langsung ngacir pergi dari sana.
"Gue juga belum sarapan, gue ke kantin dulu ya" ujar Agam langsung lari ngibrit ke kantin.
"Hehe bos, gue kebelet berak gue ke toilet dulu ya" nyengir Abercio langsung pergi ke toilet.
"Lo mau kemana hm? ikutan kabur juga ?" tanya Kivandra dengan suara dingin.
Kalandra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Hehe gak bang gue masih disini gak kemana-mana kok beneran deh".
"Bagus deh, nih bawain tasnya Hana sampai ke kelasnya" perintah Kivandra.
"Sayang gak perlu aku bisa bawa sendiri kok" tolak Hana.
"Jangan sayang, biarkan Kalandra yang membawanya dia mau kok ya kan Kala?" Kalandra mendapati pelototan dari Kivandra meneguk berat ludahnya.
"I-iya bang gue mau kok" suara terbata Kalandra.
"Nah,tuh dia mau" Kivandra tersenyum miring.
"Kambing untung lo abang sepupu gue kalo gak udah gue potong-potong jadi dadu" kesal dalam hati Kalandra.
"Baiklah terimakasih ya Kalandra" ucap Hana sambil tersenyum manis.
"Ish sayang jangan senyum-senyum gitu ke semua laki-laki aku gak suka" cemburu Kivandra ia tidak rela senyuman Hana di bagi-bagi ke semua laki-laki.
"Hmm.. dasar posesif" dengus Hana.
"Mending lo senyumnya kek joker aja Hana biar semua laki-laki takut sama lo jadi bang Vandra gak cemburu sama lo Han" ejek Kalandra menjulurkan lidahnya ke Kivandra.
"Mau mati lo" ancam Kivandra.
"Kabooorrrrrr" Kalandra langsung lari sambil membawa tas Hana menuju kelas Hana.
"Ck, dasar sepupu minus akhlak" gerutu Kivandra
...----------------...
......................
__ADS_1