Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
38


__ADS_3

Disinilah dua keluarga ternama berkumpul di mansion Hareklees.



Disofa ada Yera duduk disamping Galang dan Papa Dekkan sedangkan di depan mereka sudah ada kedua orang tua Leon dan Leon sendiri. Sedangkan mama Lika ia lebih memilih pergi ke kamarnya dengan alasan mengantuk, Raka duduk di kursi single dia tidak mau ketularan virus anak pungut.


Hening 3600 detik


"Jelaskan permasalahan kalian Leon dan Yera" papa Dekkan mulai membuka suaranya.


Sejujurnya Leon takut menceritakan ini semua pasti ia akan disuruh menikah dengan Yera, ia nggak mau itu terjadi bagaimana dengan Hana nanti ia nggak rela Hana dengan orang lain, karena Hana hanya untuk Leon seorang saja.


"Leon lebih baik kamu ceritakan semuanya kepada kami" papa Dekkan kembali meminta kepada Leon untuk menceritakan kejadian itu.


Baiklah gue akan cerita semuanya, kalo pun di suruh menikah nanti kalo Yera benar-benar nggak hamil gue langsung ceraikan saja dia begitupun sebaliknya kalo dia hamil nunggu dia melahirkan baru gue cerai batin Leon.


"Kemarin malam Leon ke club sendirian tanpa teman-teman Leon, mungkin Leon kebanyakan minum alkohol om jadi Leon nggak mengingat apapun setelah minum banyak dan berakhir di hotel bersama Yera dalam keadaan naked" papar Leon setengah tidak ikhlas menceritakan kembali kejadian tersebut.


"Boleh om pukul kamu Leon" Geram papa Dekkan.


"Bo-boleh om" Leon menelan salivanya dengan berat.


Bugh!


Plak!


Papa Dekkan memukul rahang Leon dan menampar pipi Leon, semalam ini Leon mendapatkan 2x tamparan dan sekali pukulan.


"Leon lo kenapa jadi br*engse*k, gara-gara lo adek gue udah nggak suci lagi" sentak Galang


"Emang adek kesayangan lo udah nggak suci dari dulu" batin Raka terkekeh kecil.


"Huft, gue nggak sengaja lang" lirih Leon


"Jadi apa kamu akan tanggung jawab sama perbuatan mu ini" tanya papa Dekkan.


"Ck, nggak sudi punya menantu anak pungut asal usulnya saja tidak jelas" batin mami Leon dan papi Leon.


"Sepertinya Yera nggak sedang mengandung om jadi Leon nggak perlu bertanggung jawab padanya" ucap Leon ia tetap kekeh tidak ingin menikahi Yera.

__ADS_1


Mata papa Dekkan menggelap tangan terkepal erat menahan emosi mendengar perkataan Leon yang nggak mau tanggungjawab atas apa yang sudah dia lakukan.


Bugh!


Galang meninju rahang Leon dua kali pukulan hingga wajah Leon saat ini banyak luka memar.


"LO HARUS TANGGUNG JAWAB BEDEBAH SIALAN! MASA DEPAN ADEK GUE ANCUR GARA-GARA LO KETUA DEVILS SIALAN" bentak Galang


Leon terkekeh-kekeh sinis setelah dibentak Galang, seharusnya hidup gue yang hancur kalo gue menikah dengan anak pungut itu batin Leon.


"Wah, nggak sia-sia gue begadang nggak tidur duluan karena ada pertunjukan yang epik qiqiqi" batin Raka terkekeh kecil melihat Leon berkali-kali di tampar dan di pukul kapan lagi melihat Leon di pukul sama keluarganya tapi sepertinya itu masih kurang.


"Besok pagi kamu harus segera menikahi Yera, nggak boleh di tunda dan nggak boleh menunggu Yera hamil anak kamu Leon" tegas papa Dekkan.


"Tapi om-


"Tidak bisa! saya tidak sudi mempunyai mantu anak pungut tuan Dekkan" bantah Papi Ghani dengan tegas.


"Tapi bagaimana nasib anak saya tuan Ghani, iya saat ini Yera belum ada tanda-tanda kehamilan tapi nanti dia hamil bagaimana? keluarga kita yang akan kena imbasnya aib keluarga kita akan tersebar kemana-mana, apa anda mau seperti itu? ini demi menjaga nama baik keluarga kita" papar papa Dekkan.


"Baiklah, terpaksa saya setuju dengan istri saya" balas Papi Ghani, mami Leon langsung membelalakkan matanya kenapa papi bilang mami setuju batinnya.


"Setelah kamu menikah jangan harap kamu masih bisa menjadi pewaris Bratajaya Leon, papi akan mencoret nama kamu dari daftar pewaris keluarga Bratajaya dan semua aset mu papa sita" batin Papi Ghani ia sangat frustasi bagaimana bisa rencana untuk menikahi Leon dengan Hana malah gagal gara-gara ulah anaknya sendiri.


"Tapi-


"Sudahlah kamu ikuti saja" sahut Papi Ghani.


"Baiklah" dengus Leon.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya Leon sudah siap dengan balutan kemeja putih, celana kain hitam dan jas hitam untuk acara akad nikah dengan Yera, Mereka nggak mengadakan acara resepsi.



Akad nikah pagi hari hanya di hadiri oleh keluarga Bratajaya dan Hareklees saja acara tersebut diadakan secara privat.


Leon sudah duduk didepan wali hakim Yera, rasanya ia tidak bisa mengikhlaskan semua ini ingin kabur dari acara akad tapi sekeliling mansion di kelilingi oleh para bodyguard om Dekkan.

__ADS_1


"Sudah siap mas?" tanya penghulu


"Hm" singkat Leon.


"Baiklah mari kita mulai" ucap penghulu


Leon langsung berjabat tangan dengan wali hakim Yera.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Leon Bratajaya bin Ghani Bratajaya dengan Yera Putri Hareklees dengan maskawin berupa yang 20 juta dibayar tunai" ucap penghulu sambil berjabat tangan dengan Leon.


"Saya terima nikah dan kawinnya Yera Putri Hareklees dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Leon dengan satu tarikan nafas.


Bapak kandung Yera tidak diketahui siapa jadi dia tidak menggunakan nama bapaknya.Mahar 20 juta berasal dari duit Leon sendiri hasil memenangkan balapan motor,jadi Papi Ghani nggak sudi mengeluarkan mahar untuk Leon.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu


"SAH" ucap mereka bersamaan.


Setelah akad nikah selesai sekarang status mereka adalah pasangan suami istri.


Papi Ghani langsung menarik Leon ke kamar tamu, lalu menutup pintunya agar tidak didengar oleh orang lain.


"Ada apa pih?" to the point Leon.


"Mana atm, blackcard, kunci mobil,kunci motor dan iphone kamu" pinta Papi Ghani


"Untuk apa papi meminta semua itu?" Leon mengerutkan keningnya.


"Mana cepatan" sentak Papi Ghani


Leon menyerahkan semuanya ke tangan Papi Ghani.


"Papi sita semua fasilitas kamu Leon, dan kamu sudah papi coret dari keluarga Bratajaya dan juga ahli waris papa coret jangan pernah kembali ke mansion dan ini kunci rumah sederhana kado pernikahan dari mami dan papi dan juga papi membelikan mu ponsel murah. Hiduplah sederhana bersama istrimu itu" Papi Ghani menyerahkan kunci rumah dan ponsel murah ke tangan Leon


Deg!


Nafas tercekat mendengar perkataan Papi Ghani jadi papi benar-benar mengusir Leon dari keluarga Bratajaya dan sekarang hidup Leon miskin? bagaimana dengan hidup gue nanti batinnya


"Pih-

__ADS_1


Leon tidak melanjutkan perkataannya melihat Papi Ghani sudah keluar dari kamar tamu, ia keluar dari kamar tersebut lalu mengedarkan pandangannya mencari kedua orang tuanya ternyata sudah tidak ada disini mungkin mereka langsung pulang. Leon menghela nafas berat ya sudahlah gue terima nasib saja nanti gue coba tanya sama Galen apa dia mempunyai kerja part time tidak, mulai sekarang dia harus membiayai Yera juga batinnya ia mulai frustasi.


...----------------...


__ADS_2