
Hana melotot melihat Casey ada di atas kasur sendirian, dimana Kivandra?. "Astaghfirullah, daddy kamu kemana nak?ini pasti ulah daddy mu di tinggal sendirian, pasti kalo sama daddy ada aja kelakuannya kalo di titipkan Casey sebentar" ucap Hana geleng-geleng kepala sedangkan Casey hanya tertawa sembari menatap mommynya.
Hana terkekeh kecil menatap putranya yang sedang menertawai dirinya. "Kamu kenapa tertawa sayang hm?mommy lucu ya?" Hana menciumi seluruh wajah Casey hingga Casey merasa geli dan tidak bisa berhenti tertawa.
Ceklek!
Hana dan Casey menoleh ke arah pintu kamar mandi ternyata Kivandra yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sayang kok udah pulang?" ucap Kivandra melihat istrinya sudah berada di kamarnya.
"Iya aku cepat-cepat pulang karena khawatir dengan Casey" balas Hana.
"Kan ada aku sayang, jadi kamu nggak perlu khawatir dengan Casey, aku bisa jaga dia kok"
Hana mendengus kesal menatap suaminya."Justru aku khawatir kalo kamu yang jagain Casey bee".
Kivandra menaikkan satu alisnya ke atas."Lho? kenapa yang?justru sama daddynya akan aman"
Hana memicingkan mata ke arah Kivandra. "Yakin akan aman hm? tadi kemana? kok Casey sendirian di atas kasur hm? dan kemarin juga kamu iseng baru saja di tinggal udah kamu tempelin stiker banyak di wajah dan di tangan sama kaki Casey, kemarin nya lagi kamu malah pakein Casey dengan kostum kodok, dah lah kalo sama kamu pasti Casey gak aman deh" decak Hana.
Kivandra hanya menyengir sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Kivandra sekarang emang hobinya jahilin anaknya sendiri bagi dirinya itu sangat seru apalagi wajah Casey sangat imut dan bikin gemes rasanya kurang kalau nggak jahilin anaknya. Casey yang mendengar perdebatan antara mommy dan daddynya malah Casey tertawa melihat wajah nyengir Kivandra.
"Huh, sepertinya anak gue suka kalo gue dimarahin sama bini gue sendiri deh, kurang ajar tuh anak untung anak gue kalo bukan udah gue telen tuh anak, perasaan dulu sebelum bikin baca bismillah dulu deh kenapa keluarnya jadi begini julid banget sama daddynya" gerutu dalam hati Kivandra.
"Jadi kamu nggak jadi pergi sama mama sayang?" tanya Kivandra.
"Nggak jadi, ini semua gara-gara kamu" ketus Hana sembari menggendong Casey.
"Aish..sayang kok gara-gara aku sih? jadi mama pergi sama siapa?" rengekan Kivandra.
"Iya gara-gara kamu selalu bikin aku khawatir kalo kamu jagain Casey, mama pergi sama bang Galang sudahlah aku mau bawa Casey ke bawah" ucap Hana melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah sembari menggendong Casey.
"Gue kok rasanya sekarang Hana lebih perhatian Casey daripada gue sih, malah suaminya sering di omelin deh daripada di sayang,huft" gerutu lirih Kivandra dengan merucutkan bibirnya setelah itu menyusul istrinya pergi ke lantai bawah.
"Sayang tungguin..." teriak Kivandra berlari menyusul istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Darren yang sedang bersantai di ruang tamu dengan ditemani oleh secangkir teh hangat tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya adiknya dan adik iparnya.
Hosh...hosh..hosh...
Nafas Agler terasa tersengal-sengal ia buru-buru masuk kedalam mansion dengan membawa beberapa koper sepertinya mereka berdua akan lama tinggal di Indonesia.
Darren mengernyitkan dahi menatap Agler dan Jasmine secara bergantian. "Kalian mau ngungsi kok bawa koper banyak amat, biasanya cuman dua koper, lah ini ada empat koper? emang di Australia lagi ada banjir bandang?" tatapan bingung Darren kepada kedua makhluk aneh itu.
"Anak gue mana bang" bukannya menjawab pertanyaan dari Darren malah bertanya tentang keberadaan anaknya.
"Anak lo Kalandra?" ucap Darren yang semakin bingung ada apa ini? tumben biasanya Agler kalau datang tidak pernah menanyakan Kalandra.
__ADS_1
"Ya iyalah Kalandra masak Juki peliharaan nya Kalandra" celetuk Agler. Juki adalah hewan kucing betina yang baru beberapa bulan Kalandra adopsi dari jalanan.
Dan mommy Anara datang dari arah dapur ke ruang tamu setelah mendengar keributan dari arah depan dengan membawa pisau dan sutil.
"Ini ada apa sih, masih pagi udah ribut" pekik mommy Anara melangkahkan kakinya ke ruangan tamu sembari membawa pisau dan sutil.
Tiga makhluk halus menoleh kearah mommy Anara mereka menatap ngeri Anara.
Glek!
"Bang bini lo psikopat itu kenapa bawa pisau sama sutil?ngeri juga yee bini lo bang" bisik Agler kepada Darren.
"Mungkin mau cincang tubuh lo itu" bisik Darren menyeringai tipis ia ingin menakuti-nakuti Agler.
Glek!
"Dih, kok gue sih bukannya lo ya yang-
Kalimat Agler terputus oleh ucapan Anara."Kok kalian nggak bilang dulu kalo mau kesini".
Agler hanya meringis dan menggaruk tengkuk ia bingung mau jawab apa ini semua gara-gara anak tengik itu selalu saja bikin jantungan orang tuanya.
"Mau rukiyah Kalandra kita" celetuk asal Agler dan langsung mendapat tonyoran dari Jasmine.
"Emang anak mu itu kesurupan jurig" sentak Jasmine.
"Emang ada apa dengan Kalandra? apa dia bikin masalah lagi?kok Kalandra mau di rukiyah emang Kalandra habis main di kebon atau gedung kosong?" ucap Anara yang semakin bingung ia menatap Agler dan Jasmine secara bergantian.
"HAH? NIKAH???" pekik Anara dan Darren bersamaan setelah itu mereka berdua saling tatap-tatapan.
"Nah kan, kalian saja terkejut apalagi kita sangat terjungkal ya kan sayang" ucap Agler sembari menoleh ke Jasmine.
"Kalian nggak ngadi-ngadi kan? kalo bener emang Kalandra mau nikah sama siapa? pacarnya siapa sih? kita saja nggak pernah lihat Kalandra keluar bareng cewek" balas Anara.
"Nah, itu kita juga nggak tahu siapa pacarnya Kala, kan dia selalu bermain dengan teman-temannya Kivandra atau jangan-jangan Abercio pacarnya Kala kan mereka sangat dekat" tebak asal Agler, kali ini Agler mendapatkan pukulan maut dari istrinya Jasmine.
Bugh!
"Ssshh... sakit sayang" ringisan Agler sembari mengusap-usap kepala Agler, sedangkan Anara dan Darren hanya geleng-geleng saja.
"Kamu kira anak kita itu belok hm?" tatapan tajam Jasmine membuat nyali Agler menciut.
"M-makanya kita harus buru-buru rukiyah Kala biar dia nggak belok sayang" ucapnya dengan suara terbata-bata.
Mereka hanya berdecak mendengar perkataan Agler.
"Lalu apa Kala sudah tahu kalo kalian ada disini?" tanya Anara sembari mengacungkan pisaunya yang ada di tangan Anara tanpa disadari.
Mereka bertiga langsung melotot melihat Anara mengacungkan pisau ke arah mereka.
"Sayang kamu ngapain bawa pisau hm? dan ini lagi sutil kamu bawa-bawa kamu habis ngapain sih?" ucap Darren menatap heran sang istri.
__ADS_1
Anara langsung menatap pisau dan sutil yang ada di tangannya. "Ah, maaf tadi aku lagi masak eh tiba-tiba aku denger keributan di depan jadi aku buru-buru ke sini tanpa sengaja membawa pisau sama sutil" cengiran Anara, mereka bertiga langsung bertepok jidat.
"Terus kamu kesini udah dimatikan kompornya?" tanya Darren ia memicingkan matanya.
"Hehe belum dad, Anara lupa hehe" cengiran Anara tanpa rasa bersalah.
"Yasalam...emang kamu masak apa kok gak di matikan kompornya?"
"Masak ayam goreng dad" celetuk santai Anara, mereka bertiga langsung mendelik setelah mendengar ucapan Anara dan mereka langsung saling tatap-tatapan membuat Anara mengernyitkan dahi.
""ALLAHUAKBAR AYAMNYA GOSONG" pekik mereka bertiga bersamaan, setelah itu Anara tersentak dengan pekikan mereka bertega dan baru konek pikirannya yang sempat ngebug itu langsung berlari ke dapur dan di ikuti oleh ketiga tuyul.
...****************...
Mika dan Sagara telah mengantarkan Abercio ke rumahnya kebetulan mereka berdua bertemu di taman dan awalnya Mika enggan mengantarkan Abercio ke rumahnya, dan pada akhirnya Sagara yang mengakhiri perdebatan mereka dan Sagara langsung mengeluarkan jurus jitu agar Mika mau mengantar Abercio pulang.
Dan mereka bertiga sedang berdiri di depan gerbang rumah Abercio. Mika dan Sagara menatap kagum rumah Abercio menurut Mika tidak begitu besar dan juga sangat minimalis rumahnya apalagi banyak bunga dan pohon kecil membuat jadi tenang dan betah.
Satpam rumah membukakan gerbang rumah sembari tersenyum ramah kepada Abercio.
Mereka bertiga langsung melangkahkan kakinya ke dalam rumah Abercio.Sedangkan Sagara lari menuju pintu rumah Abercio.
"Papah, enak banget disini papah" pekik Sagara.
Ceklek!
Abercio hendak menjawab tapi sudah keduluan dengan suara pintu terbuka, terlihatlah Disana ada siapa?
"ABERCIO" teriak mama Abercio sembari tangan bersedekap dada.
Deg!
Bukan hanya Abercio saja yang menegang dan meremang seketika berat untuk menoleh ke arah mamanya tetapi Mika dan Sagara pun sama seperti Abercio.
"Coba jelaskan kepada mama mu ini" ucap mama dengan suara dingin sembari berkacak pinggang.
Deg!
Serasa seperti jantung mau copot bagi Abercio, ia bingung mau jawab apa kepada mama tentang Sagara.
"Pah, siapa nenek ondel-ondel ini?" tunjuk Sagara ke arah mama Abercio.
Mereka bertiga langsung mendelik sedangkan Abercio sudah berkeringat dingin. "Mampus gue, hidup gue diambang pintu kematian hiks" umpat dalam hati Abercio.
"ABERCIO SIAPA DIA" teriak mama Abercio.
Deg!
"Mati gue" umpat lirih Abercio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf kemarin sangat lelah sekali harus bolak balik rs sama rumah, yang tadinya mau ngetik dan update malah ketiduran 🙏..... maaf ya para readers 🙏🙏... mohon doanya buat kesembuhan bokap saya semoga bokap saya cepat sembuh dan balik lagi memorinya 🙏❤️😍🤗 aamiin 🤲🥰 ...