Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
97


__ADS_3

Setelah selesai jam kuliah Hana, Alula dan Tania pergi ke kantin entah dimana Tiara sekarang ini. Mereka bertiga jalan bersama menuju kantin kampus, sedangkan para cowok-cowok belum selesai dengan jam kuliah mereka jadi mereka bertiga menunggu di kantin sembari makan siang.


"Eh lo merasa aneh gak sih" celetuk secara tiba-tiba Alula yang berjalan terhimpit di tengah-tengah dua badan sahabat yang sangat tinggi bagi kalangan para wanita. Tinggi Alula hanya sekitar 156cm sedangkan Hana 170cm dan Tania 167 cm, bagi Alula kalau sedang bersama mereka Alula berasa seperti kurcaci di tengah para tiang listrik.


"Apaan yang aneh? lo pengen boker?" tanya Tania yang sedari tadi jalan sambil fokus ke layar ponselnya.


"Ck. Bukan itu tapi Tiara sikap dia tuh berubah dratis dan gue tadi lihat kok dia berusaha mau deket sama pacar lo itu Han" ucap Alula sambil menoleh ke Hana.


"Apa iya sih La? mungkin perasaan lo aja tuh, kan biasanya Tiara deket sama anak Ravestrack bukan hanya sama Kivandra aja La" bukan Hana yang menjawab melainkan Tania yang menjawab pertanyaan Alula.


Hana sedari tadi hanya menyimak saja tanpa menjawab apapun.


"Lo diem mulu Han, sariawan lo? gue tanya malah diem aja markonah" kesal Alula.


"Gue lagi mikirin banyak tugas tahu La, habis libur malah di kasih tugas banyak mending balik ke SMA lagi deh" dengus Hana dengan wajah cemberutnya.


Mereka sudah berada di kantin kampus dan mereka bertiga duduk di meja paling belakang dimana meja itu khusus para anak Ravestrack hanya anak Ravestrack dan Hana dkk yang boleh duduk disana. Sembari menunggu para cowo selesai jam kuliah. Semua penghuni kantin sudah paham kalau Hana dkk itu teman dekat anak Ravestrack apalagi Hana notabene pacar sang idola kampus siapa lagi kalau bukan Kivandra, banyak yang menatap mereka dengan iri dan juga kagum. Tapi tidak berani mengusik Hana dkk mereka tidak mau nasib mereka seperti Cindy, Marina dan Ayu, mereka masih ingin hidup lama di bumi meskipun banyak sekali ujian hidup kadang membuat mereka ingin menyerah.


"Iya gue juga pusing mana otak gue udah kek ciput lagi beli otak encer dimana sih, toko orens atau toko item ada gak ya? kalo ada gue beli deh" celetuk asal Alula.


"Mending lo nikah aja La daripada lo kuliah, nikah kan enak La gak mikirin materi kuliah apalagi tugas" sambung Tania.


Uhuk..Uhuk..


Hana tersedak mendengar ucapan Tania. Enak pala lo Tan,coba lo nikah kek gue nikah mendadak udah kek apa gitu, mana gue masih takut di unboxing sama Kivandra batin Hana sambil bergirik ngeri.


"Lo kenapa Han? keselek meteor lo, pesan makan aja juga belum lo udah keselek aja" ujar Alula.


"Udah sana pesan makanan, gue titip bakso sama es teh" Hana mengusir Alula agar memesan makanan di kedai kantin kampus.


Alula mendengus lagi-lagi gue yang pesan, ia tak lupa menyeret Tania untuk menemaninya.


"Lo ikut gue" ketus Alula sambil menyeret Tania.


"Woi, kamvret sabar napa" pekik Tania yang udah diseret seperti kambing congek.


Hana melihat segerombolan anak Ravestrack sedang berjalan menuju kantin tapi tiba-tiba Hana mengerutkan keningnya ia melihat Tiara berjalan berdampingan dengan suaminya. Kenapa bisa bareng Tiara tuh anak tanya Hana dalam hatinya.


"Sayang" panggil Kivandra sambil duduk disampingnya.


"Hm" jawab singkat Hana.


Sedangkan Tiara mengambil kursi lalu ingin duduk di sebelah Kivandra tiba-tiba Abercio menduduki kursi yang diambil oleh Tiara.


"Thanks Ra,lo pengertian banget sih ngambilin gue kursi" ucapnya sambil mengedipkan mata.


Tiara gregetan melihat Abercio langsung duduk di kursi yang baru saja ia ambil.


"Duduk disini ra sebelah kita" ucap Alula yang baru saja datang membawa pesanan Hana.

__ADS_1


"Tapi-


"Udahlah biarin ngalah sama Cio" ucap Tania sambil menyeret paksa tangan Tiara ke kursi mereka.


Dalam hati Tiara berdecak lagi-lagi ia tidak bisa dekat dengan Kivandra dan kenapa selalu saja Hana di dekat dia seharusnya itu gue bukan Hana, apa sih istimewanya Hana cantik juga masih cantikan gue andai tidak ada Hana mungkin gue udah sama Kivandra.


Sedangkan di disisi sana Kivandra melihat Hana sepertinya sedang marah ada apa dengan nih anak? gue hamilin aja juga belum kok udah ngambek aja pikirnya.


"Sayang kamu kenapa,hm?" tanya lembut Kivandra sambil merengkuh pinggang Hana.


Tak sengaja Abercio mendengar suara lembut Kivandra membuat ingin muntah, baru pertama kalinya mendengar suara lembut ketua Ravestrack sumpah bukan seperti suara Kivandra.


"Suara lo lembut banget bos lo gak kesurupan badarawuhi kan bos? jijik gue denger suara lo selembut bokong ayam" kata Abercio dengan tatapan jijik.


Hana rasanya ingin ketawa setelah mendengar celotehan dari mulut lemes Abercio.


"Ck. Gue tampol pake tangan singa mau lo" ancam Kivandra membuat Abercio langsung bergirik.


"Ah, si bos kalo bercyanda nya di luar bumi gak seru deh" pura-pura ngambek Abercio dengan merucutkan bibirnya.


Kalandra yang hendak ingin duduk melihat ekspresi wajah Abercio mirip seperti cewe yang sedang ngambek.


"Lo kenapa bang? bibir lo ngapain di monyong-monyongin begitu? PMS lo bang?" heran Kalandra melihat ekspresi Abercio.


Hana sedari tadi menahan ketawa seketika pecah sudah tidak kuat lagi menahan ketawanya, Ya ampun deh kalau sama Abercio ada aja tingkah dia.


"Bang ist- eh pacar lo kenapa? kenapa kadi mendadak gila gini lo di apain sama abang gue Hana" bergirik ngeri Kalandra melihat Hana yang tiba-tiba ketawa.


"Han, lo jangan bilang kesurupan setan penunggu kompor kantin lo, gila bikin gue merinding cok" ucap Abercio sambil menatap ngeri Hana.


"Sayang kamu kenapa,hm" tanya Kivandra seraya mengusap punggung Hana.


Hana hanya melirik saja ke arah Kivandra dia masih ketawa sambil memegang perutnya yang belum juga berhenti.


"Sumpah bos bawa pacar lo ke dukun beranak siapa tahu pacar lo ketempelan siluman genta buana yang ada di Indosiar itu" sahut Adrian.


Sumpah temen Kivandra bikin gue bengek gak ada yang waras semua temen-temennya Kivandra otak mereka pada sengklek batin Hana.


"Heh, Paijo! otak lo bego apa emang geser ke bokong lo sih? sejak kapan dukun beranak merangkap sebagai pengusir setan hah! tidak ada sejarahnya bego, yang ada bawa ke tukang mantri biar di sembur ubun-ubunnya si Hana" Agam membenarkan ucapan Adrian sambil memukul lengan Adrian.


Kivandra yang mendengar celotehan dari anak Ravestrack langsung memijit pelipisnya, ini kenapa gak ada yang waras semua otak anak Ravestrack batin Kivandra.


"Kivandra lo nemu dimana sih anggota lo itu kenapa semuanya gak ada yang punya otak, mending lo tuker aja di pegadaian" teriak Alvaro di samping meja Kivandra, ia mendengar percakapan anak Ravestrack.


"Ck. Bacot lo Al, kita masih punya otak ye kan cok" tanya Abercio kepada teman-temannya langsung mendapatkan anggukan dari para tuyul.


Kivandra melihat Hana berdiri dari tempat duduknya ia langsung menahan tangan Hana dan mendongakkan kepalanya menatap ke Hana. "Mau kemana sayang?"


"Mau ke toilet bentar beb" balas Hana ia sudah tidak kuat lagi menahannya.

__ADS_1


"Aku anterin ya" tawar Kivandra kepada istrinya itu.


"Gak usah beb, aku cuman bentar doang" tolak Hana ia langsung melepaskan tangan Kivandra dari tangannya.


"Yaudah hati-hati ya" yang dibalas dengan anggukan dari Hana.


Tanpa di sadari oleh Hana, Tiara pun mengikuti Hana ke toilet cewe.


Tap


Tap


Tap


Tiara menunggu di depan pintu toilet sambil kedua tangannya di tekuk di depan dadanya.


Ceklek!


Hana keluar dari toilet terkejut melihat Tiara yang udah berdiri di depan lorong toilet.


"Lo habis pipis Ra?" tanya Hana yang ingin keluar dari toilet namun di cegah oleh Tiara.


"Gak, gue cuman mau ngomong aja kok sama lo Hana" jawab Tiara.


Sepertinya dia udah mulai terang-terangan sifat asli dia pikir Hana dalam hatinya sambil menaikkan satu alisnya.


"Boleh gak Kivandra buat gue Hana" ucap Tiara dengan santainya ia mengucapkan kata seperti itu didepan sahabatnya sendiri.


"Hah? maksud lo apaan Ra?" pura-pura polos Hana.


"Ck, gue udah lama suka sama Kivandra sebelum dia kenal sama lo Han, bokap gue ternyata mau jodohin gue sama Kivandra dan lebih baik lo lepasin Kivandra ke gue Han,karena bentar lagi kita akan dijodohin sama ortu kita, lo masih ada Kalandra. Dan juga Kivandra kayaknya gak cocok sama lo Han, tolong deh ngertiin perasaan gue sebagai sahabat lo ngalah kek sama sahabat lo ini." papar Tiara.


"Kenapa harus Kivandra Ra? lo ngerti sendiri kan dia pacar gue, kok lo malah minta gue buat lepasin Kivandra Ra, sahabat macam apa lo" sentak Hana menatap tajam Tiara.


"Karena yang gue suka itu cuman Kivandra tapi kenapa dia malah jadi cowo lo Han gak jadi cowo gue, lebih baik lo lepasin dia toh kalian hanya pacaran aja bisa putus kan? apalagi yang menikah bisa juga cerai, bokap gue mau jodohin gue sama Kivandra Han, tolong lah Han daripada lo sakit hati ngelihat gue di jodohin sama Kivandra didepan mata lo sendiri." ucap Tiara dengan nada sombongnya.


"Oke, coba lo deketin Kivandra kalo lo berhasil Kivandra berpaling dari gue, gue akan lepas dia untuk lo" ucap Hana, kalo bukan karena rencana daddy udah gue potong-potong tubuh lo Ra lanjutnya dalam hati.


Tiara menyeringai tipis mendengar ucapan Hana."Oke gue akan lakukan sesuai perkataan lo Han, tapi kalo Kivandra udah jatuh kedalam pelukan gue jangan harap lo rebut kembali Kivandra" ucap licik Tiara.


"Hm, udah kan? minggir gue mau lewat" suara dingin Hana membuat ia emosi gara-gara Tiara.


"Silahkan" Tiara menyampingkan tubuhnya agar Hana bisa lewat.


Setelah Hana pergi dari toilet Tiara menatap jauh Hana."Gue akan bikin hidup lo ancur Hana, gue akan rebut semua apa yang lo miliki termasuk perusahaan lo itu" seringai tipis.


Sedangkan di seberang sana Hana juga menyeringai dalam hatinya Gue akan ikuti permainan licik lo Tiara, siap-siap saja lo akan bertemu dengan malaikat maut.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2