
Adrian, Abercio dan Delvin keluar dari mobil mereka yang ada di tempat parkir kampus. Mereka di sini untuk mencari dua orang yang udah menjebak Hana siapa lagi kalau bukan Ayu dan Marina. Mereka berpencar untuk mencari mereka agar menghemat waktu dan cepat ketemunya.
"Yan lo cari di kelasnya dan lo Cio cari mereka ke kantin dan juga tempat mereka nongkrong" perintah Delvin menatap kedua tuyul bersamaan.
"Lo kemana?" tanya Abercio.
"Kuburan, udah sana cari mereka" ucap asal Delvin sambil mendorong tubuh Abercio.
Abercio berdecak kesal."Ck"
"Buruan Yo nanti kita kena sembur pak bos" teriak Adrian yang udah berjalan agak jauh.
Abercio langsung pergi ke arah kantin sedangkan Delvin pergi menelusuri semua kampus terutama toilet cewek dan rooftop.
Sedangkan di tempat tongkrongan Ayu dan Marina mereka sedang mengobrol tentang rencana mereka.
"Mungkin Lexi sekarang ini sedang bersenang-senang dengan cewek murahan itu" tersenyum miring Ayu kali ini mereka berpikir kalau rencana mereka berhasil.
"Gue gak sabar nunggu Kivandra jijik sama cewek murahan dan Kivandra akan berpindah hati ke gue" sombong Marina.
"Benar, dia mah sangat jauh berbeda dengan lo Mar dia hanya cewek miskin yang hanya beruntung di kelilingi oleh para cowok tajir coba aja kalo cewek miskin gak dikelilingi para pewaris tunggal keluarga kaya dia hanya cewek miskin biasa beda sekali dengan lo yang udah kaya sejak lahir" Ayu mengejek Hana mereka belum tahu siapa Hana selalu saja menghina Hana dan merendahkannya.
Ditempat lain Adrian berjalan seperti orang yang mau nagih hutang ke temannya.
Tap
Tap
Tap
Adrian berjalan tergesa-gesa menuju kelas Ayu dan Marina, Adrian menendang pintu kelas.
Brak!
Penghuni kelas terperanjat mendengar pintu di tendang oleh seseorang, semua mahasiswa yang sedang mengobrol menoleh ke arah pintu.
"A-adrian" ucap mahasiswa yang ada di dalam kelas bersamaan.
Siapa yang tidak kenal dan takut dengan Adrian, Adrian adalah anggota inti Ravestrack yang patut di hindari oleh kalangan para mahasiswa karena mereka tidak ingin mencari masalah dengan mereka bisa-bisanya nanti akan di keluarkan dari kampus dan lebih parahnya mereka akan meratakan orang yang udah membuat masalah dengan mereka.
"Siapa yang bernama Ayu dan Marina" desis Adrian dengan suara dingin.
Mata Adrian melihat isi ruangan kelas mencari orang yang ia cari.
Semua mahasiswa terdiam dan meneguk air ludahnya mendengar suara dingin Adrian,mereka baru kali ini melihat tatapan tajam Adrian seperti singa yang ingin menerkam biasanya Adrian memasang wajah tengil dan ceria tapi kali ini tidak dia benar-benar memasang wajah yang serius dan tegas.
"Siapa yang bernama Ayu dan Marina" ucap Adrian sekali lagi dengan penuh tekanan pada akhir kalimat.
"D-disini ga-gak ada Ayu dan Marina" ucap mahasiswa berkacamata dengan suara sedikit gagap dan gemetar.
Adrian langsung menoleh ke sumber suara dan memberikan tatapan tajam. "Dimana mereka" desis Adrian.
"A-ada di Rooftop" jawab mahasiswa yang berkacamata sedikit gugup.
Adrian langsung pergi dari sana dan langsung menghubungi Delvin dan Abercio sambil menganyunkan kakinya ke rooftop.
Brak!
Pintu rooftop di tendang keras oleh Delvin,membuat kedua setan terkejut dan menoleh ke arah pintu.
Glek!
Ayu dan Marina menelan salivanya melihat wajah dingin dan datar seorang Delvin.
"Lo Ayu dan Marina" ucap Delvin sambil menunjuk kearah mereka yang berdiri gemetar didepan Delvin.
"I-iya ini kita a-ada a-apa?" suara terbata-bata Marina.
Tiba-tiba dari belakang Abercio dan Adrian datang bersamaan.
Abercio menghembuskan nafas panjangnya."Akhirnya ketemu juga gue udah ngos-ngosan keliling kampus mana kampusnya panjang kali panjang tambah lebar lama-lama gue kurus nyariin kalian" ucapan Abercio membuat Ayu dan Marina bengong 'hah' kenapa mereka nyari kita pikir mereka bersamaan.
"Kalian ngapain nyari kita?" tanya Ayu menatap satu persatu ke arah Delvin, Abercio dan Adrian.
Delvin memberikan kode kepada Abercio dan Adrian untuk membawa mereka ke markas.
"Bentar kasih gue buat nafas dulu, hidung gue masih ngap-ngapan" sergah Abercio ia mengatur nafasnya terlebih dahulu yang masih ngos-ngosan.
__ADS_1
"Ck, salah lo sendiri nyari sambil lari udah kek ikut lomba maraton" dengus Adrian.
"Yuk, buruan bawa mereka nanti keburu pak bos ngereog kasihan markasnya jadi berantakan" celetuk Abercio yang udah gak ngos-ngosan lagi.
Ayu dan Marina mengerutkan keningnya."Kita mau dibawa kemana?" ucap Ayu melihat tangannya ditarik oleh Abercio.
"Gak kemana-mana kok cuman mau ke dunia lain" balas asal Abercio.
"Hah?"
Pletak!
Abercio menggetok kepala Ayu."Bawel lo lama-lama kek emak-emak kampung yang doyan gosip" ucap Abercio sambil menyeret paksa Ayu.
"Heh, jangan kasar dong gue bisa jalan sendiri sakit tangan gue anjing!" umpat Ayu berusaha melepaskan cengkraman tangan dari Abercio.
"Ngeselin lo ya, lama-lama gue mutilasi lo disini kalo gak mau diem dan nurut mau lo?" ancam Abercio dengan tatapan tajam.
Glek!
Gila main mutilasi aja dikira badan gue badan boneka barbie batin Ayu bergirik ngeri.
Ayu langsung diam dan tidak membantah lagi.
"Bagus harus nurut sama majikan" gumam lirih Abercio.
Sedangkan Adrian masih adu bacot dengan Marina mereka sama-sama keras kepala Marina tidak mau ikut dengannya.
Delvin yang memiliki kesabaran setipis tisu dibagi delapan ia sangat jengkel melihat mereka berdebat rasanya ingin menonjok wajah Marina dan menendang Adrian ke laut.
Tak butuh lama Delvin langsung memukul tengkuk Marina membuat Marina pingsan.
"Bodoh" ejek Delvin sambil menggendong Marina seperti karung beras lalu ia pergi dari sana meninggalkan Adrian yang masih berdiri disana.
"Kamvreet gue di tinggal" pekik Adrian langsung lari mengejar Delvin dan Abercio.
Marina di masukan kedalam mobil Delvin sedangkan Ayu bersama Abercio di mobil Adrian mereka menancapkan gas mobilnya menuju markas Ravestrack.
Brummmmmmmm..........
Sesampainya mereka di markas Ravestrack Delvin, Abercio dan Adrian turun dari mobil mereka, Delvin menyuruh anggota lainnya untuk membawa Ayu dan Marina ke ruang bawah tanah dan satu ruangan dengan Lexi.
Delvin, Abercio dan Adrian berjalan menuju ruangan khusus anggota inti Ravestrack disana udah ada Hana,Kalandra, Kivandra,Agam dan Galang abangnya Hana. Galang tidak memberitahu kepada Raka kalau Hana diculik ia tidak mau membuat Raka gagal fokus dengan pekerjaannya sebagai Ceo apalagi saat ini Raka sedang berada di luar negeri karena ada masalah di cabang perusahaan yang ada di Macau.
Ceklek!
Semua menoleh kearah pintu mereka melihat Delvin, Abercio dan Adrian yang baru saja tiba.
"Ayu dan Marina udah ada di ruang bawah tanah" lapor Delvin kepada Kivandra.
Hana langsung berdiri dari tempat duduknya."Ayo langsung beri mereka pelajaran dan beri mereka siapa gue sebenarnya" desis Hana dengan nada dingin.
Membuat Abercio bergirik ngeri."Itu bu bos kan belum ganti Winter atau Red" bisik lirih Abercio ke Adrian.
"Mungkin mbahnya Winter sama Red kali barusan" celetuk asal Adrian langsung mendapat tonyoran dari Delvin.
Pletak!
"Jangan kebanyakan bacot" ucap Delvin setelah itu mengikuti Hana dan lainnya yang udah pergi ke ruang bawah tanah.
"Lo mau nonton mereka di eksekusi Yan?" tanya Abercio sambil jalan menuju ruang bawah tanah.
"Nonton, Yo kalo lo takut mending lo nonton marsha and the bear aja sono" ejek Adrian yang berjalan disamping Abercio.
"Dih, siapa yang takut gue gak takut tuh" elak Abercio padahal ia sudah berkeringat dingin membayangkan Hana dan Kivandra sedang memutilasi mangsanya langsung bergirik ngeri.
"Yakin gak takut? tapi kok sampai pingsan plus ngompol ya"ejek Adrian dengan sedikit tawa kecil.
Abercio hanya mencebikkan bibirnya bisa-bisanya ia lupa dengan kejadian dimana ia pingsan dan ngompol saat ia masih SMA sungguh memalukan sekali.
Kivandra duduk di sofa sambil memainkan pisau lipatnya sedangkan anggota inti Ravestrack berdiri dibelakangnya, Hana berjalan menghampiri Ayu ,Marina dan Lexi. Hana membuka kain penutup mata mereka,setelah dibuka mereka terkejut melihat Hana dan Kivandra dan juga teman-teman lainnya bahkan Ayu shock melihat Galang cowok yang ia suka ada didepannya.
"Welcome to the abyss of hell bastards" desis Hana yang berdiri didepan mereka.
__ADS_1
"Maksud lo apa b*tch menyekap kita, lo gak tahu siapa kita hah! beraninya lo berbuat seperti ini" ancam Marina dengan meninggikan suaranya.
Hana memejamkan matanya."Red ambil ahli" setelah mengucapkan dalam hati Red langsung mengambil ahli tubuh Hana.
Red tertawa keras seperti hantu dengan suara nyari tapi dengan nada dingin membuat penghuni ruangan bawah tanah bergirik ngeri dan suasana semakin mencekam dan horor.
"Hihihihi" tawa Red memiringkan kepalanya ke arah mereka bertiga.
"Bener-bener jelmaan tante kuntilanak" gumam lirih Abercio yang masih didengar oleh teman-temannya.
"Tumben lo gak langsung baca doa" sindir Agam.
"Ck, emang bu bos setan" dengus Abercio.
Back to Red.....
Glek!
Marina,Ayu dan Lexi meneguk berat ludahnya menatap dalam bola mata milik Red yang berwarna merah darah.
"Let's start the game" Red menyeringai.
"L-lo ja-jangan macam-macam deh sama kita Hana, emang l-lo siapa hah! kalo lo macam-macam dengan kita lo akan tahu akibatnya" ancam Marina sedikit terbata-bata ia sebenarnya takut menatap mata Red.
"Hihihihihi....Gue? kalo gue bilang siapa gue yang sebenarnya nanti kalian akan pingsan dan gak percaya, dan gue Red gak akan takut dengan ancaman murahan kalian" desis Red.
"Kala coba lo jelasin siapa gue kepada tiga kudanil ini" perintah Red kepada Kalandra.
Tiga kudanil langsung menoleh ke arah Kalandra dan Kalandra langsung menyalakan proyektor yang ada didepan mereka disana tertampang semua identitas Hana mereka langsung melongo dan shock sampai menggelengkan kepalanya seolah masih belum percaya.
"Bagaimana masih belum percaya? kalo belum percaya nanti kalian coba tanyakan kepada malaikat maut di neraka sana mungkin mereka tahu soal gue hihihi" ucap Red masih memandang wajah mereka satu persatu.
"J-jadi dia pewaris tunggal keluarga Hawthorne keluarga kaya raya no 1 di dunia" gumam lirih Ayu yang masih belum percaya sedangkan Marina masih terdiam entah apa yang dia pikirkan.
"Shitt, bagaimana bisa Marina tidak mencari latar belakang dia seperti apa kalo begini gue gak bisa lawan dia nasib keluarga gue gimana ini semua gara-gara Marina b*tch sialan" batin Lexi yang udah salah mencari lawan, kali ini lawannya benar-benar berat.
"Kivandra lakukan" Red menyuruh Kivandra untuk melakukan sesuatu yang spesial untuk mereka.
Kivandra langsung mengambil handycam untuk memvideokan adegan yang epik untuk mereka bertiga.
"Bawa sepuluh cowok preman yang udah gue sewa" perintah Kivandra kepada Agam.
Agam keluar dari ruangan bawah tanah dan membawa sepuluh cowok preman pasar yang udah Kivandra sewa dengan harga tinggi, Lima cowok preman yang normal dan Lima cowok yang suka sesama jenis.
Ceklek!
Agam datang bersama sepuluh cowok preman kedalam ruangan tersebut Abercio, Kalandra,Adrian dan Agam tersentak melihat preman pasar masuk kedalam ruangan.
"Gila ototnya gede-gede tapi sayang mereka pecinta terong"celetuk lirih Agam.
"Gak kebayang nantinya Lexi di gre*pe-gre*pe sama mereka, bayangin aja gue udah merinding disko" bergirik Kalandra.
"Anjir,barusan ada yang genit sama gue tuh gila amit-amit deh kecebong bayi" ucap lirih Abercio.
"Haha ternyata benar selama ini lo gak laku di kalangan para cewek ternyata lo laku dikalangan para cowo anjir" tawa kecil Adrian,Kalandra,Agam,dan Galang.
"Anying kalian" kesal Abercio merucutkan bibirnya ke depan.
"Lakukan sesuai keinginan kalian, disana ada dua wanita dan satu laki-laki waktu kalian hanya dua puluh menit dari sekarang" perintah Kivandra kepada sepuluh cowok preman pasar yang langsung di angguki oleh para preman pasar.
Para preman pasar langsung berjalan menghampiri ketiga kudanil, mereka sudah ketakutan dan berkeringat dingin apa yang akan mereka lakukan padanya.
"K-kalian mau apa, jangan mendekat" ucap Marina mereka sudah memundurkan tubuhnya ke belakang.
"Anjing, gue gak mau dilecehkan oleh sesama pria gue masih normal bastard!" pekik Lexi.
Kelima tuyul langsung tertawa kecil mendengar ucapan Lexi.
Kivandra langsung merekam video adegan panas mereka bertiga dengan para preman,Red hanya tertawa kecil dan lainnya bergirik ngeri menahan rasa linu tongkat sakti ketujuh tuyul bersamaan menonton secara live adegan panas yang ada didepan mereka.
Mereka bukannya bikin nafsu menonton secara langsung melainkan jijik melihatnya.
Setelah ini Red dan Kivandra akan berkolaborasi untuk memberikan pelajaran kepada mereka.
......................
__ADS_1