Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
64


__ADS_3

"Abis darimana Hana" tanya Raka melihat Hana baru saja masuk kedalam mansion Hawthorne.


Sekarang mereka diajak tinggal di mansion Hawthorne milik jiwa Belvia untuk sementara menunggu mansion Hareklees selesai di renovasi.


Hana sudah memberitahu kepada mama Lika dan kedua abangnya mengenai papa Dekkan dan dua wanita ular, mama Lika sudah membulatkan tekadnya untuk segera berpisah dari papa Dekkan. Dekkan sendiri saat ini sedang berada di rumah sakit jiwa Dekkan mengalami depresi berat dan stroke intraserebral. Lika menitipkan Dekkan kepada Jordan Henderson untuk mengurusi dan merawat Dekkan, Raka yang akan memimpin sebagai Ceo muda di Hareklees group.


Galang membuka usaha bengkel motor dan mobil dari tabungan hasil balap motor liar selama ini.


"Buang sampah masyarakat bang" Hana melangkahkan kakinya ke anak tangga.


"Winter?" cicit Raka yang baru saja menyadari kalau barusan bukan Hana.


"Hm" Hana menghentikan langkahnya dan menoleh ke Raka dengan senyum tipis lalu ia melanjutkan kembali ke kamarnya.


Raka tertegun melihat senyuman Winter lebih menyeramkan ia tahu soal Winter dari cerita Galang waktu sekolah SMA dulu. Bener kata Galang Winter benar-benar menyeramkan entahlah bagaimana dengan Red pasti lebih dari itu pikirnya.


Raka melanjutkan kegiatannya menuju kamarnya ia sekarang sudah di sibukkan dengan urusan perusahaan.


Galang saat ini sedang berada di markas Devils katanya Alaska membuat rusuh di markasnya sama halnya Alaska mengacaukan markas Ravestrack.


"Sungguh melelahkan sekali hari ini" ucap Winter merebahkan tubuhnya di atas ranjang lama kelamaan ia memejamkan matanya.


🍂


🍂


🍂


"Kenapa markas Devils berantakan seperti ini?" ucap Leon baru saja menginjakkan kakinya di markas Devils.


Semua anggota menoleh ke sumber suara mereka terkejut melihat ketuanya pulang ke Indonesia.


"Leon" pekik tiga tuyul bersamaan.



"Yes, gue pulang gara-gara mami gue sakit ini ada apa kenapa markas keadaannya seperti ini?" tanya Leon.


Galen menghembuskan nafas panjangnya."Ini semua ulah Alaska mereka sedang merencanakan sesuatu atas kematian Alister mereka dendam bukan hanya kepada kita tapi Ravestrack juga kemarin di serang Alaska" jelas Galen.


"Dendam? Kematian Alister? sepertinya gue melewati hal seperti ini, siapa yang membunuh Alister?" tanya kembali Leon.

__ADS_1


"Sampai kapan lo ada di Indonesia? yang bunuh Alister adalah Red dia juga membunuh Yera dan Davira" balas Galang.


"Red? siapa dia? Gue disini hanya seminggu aja gak bisa lama-lama karena gue gak bisa ijin kuliah terlalu lama,jadi Yera dan Davira udah mati?" Leon tidak menyangka kalau Yera udah tidak ada.


"Red alter egonya Hana yang satunya dia kan punya dua yang pertama Winter sama kejamnya dengan Red tapi lebih kejam Red dia gak pernah melepaskan mangsanya hidup begitu saja dia psikopat gila gak punya rasa kasihan mainan nya aja belati sama samurai ngeri gak tuh" celetuk David yang udah bergirik ngeri membayangkan bagaimana aksi Red memutilasi mangsanya.


"Sebegitu bahayanya Red, jadi dia punya alter ego lebih dari satu" gumam lirih Leon.


"Yon, mumpung lo masih disini bagaimana kalo kita merencanakan sesuatu untuk balas dendam kepada Alaska karena mereka udah mengacak markas kita" sambung Alvaro.


"Jangan gegabah dulu kita gak tahu kedepannya mereka pasti sedang merencanakan sesuatu juga ingat mereka licik, ketua baru mereka aja belum muncul" saran Galen


"Gue setuju tuh, atau mendingan kita nyewa Red untuk membasmi rata Alaska jadi kita gak perlu capek-capek tawuran" celetuk santuy David yang mendapatkan tonyoran dari Galang.


"Enak aja lo mau menumbalkan adek gue ke sarang musuh, dia sendirian ogeb mereka banyak ada 500an anggota Alaska ya walaupun Red psikopat tapi gue yakin dia bakal kewalahan , otak lo di dengkul atau di bokong sih" sahut Galang yang tidak setuju dengan ide buruk David.


"Hehehe gue kira Red akan sanggup" nyengir kuda David.


"Nanti kita pikirkan lagi kalo perlu kita diskusikan dengan Ravestrack mereka juga di serang Alaska kemungkinan mereka juga sedang bingung sama seperti kita,Galang lo bicarakan hal ini kepada Kivandra dia kan calon adek ipar lo" ucap Leon yang masih sedikit sakit di dadanya waktu menyebutkan Kivandra.


"Anjay, si bos jadi duta sad boy anjir" gelak tawa David dan Alvaro.


"Halah kita aja dulu benci sama Hana gara-gara di pengaruhi sama omongan uler berbisa lebih parahnya lagi tuh abang kandung lebih percaya sama anak pungut daripada adeknya sendiri" sambung Alvaro melirik ke Galang.


"Udah itu masa lalu, bagaimana kita merayakan kepulangan Leon setelah kita beres-beres markas" Galang mengalihkan pembicaraan.


"Nah,bener itu gas keun" pekik David.


"Yaudah gue pesenin pizza dan minuman untuk semua anggota kalian semua beres-beres markas setelah itu kita makan besar" teriak Leon kepada semua anggota Devils.


"Siap bos" ucap serentak anggota Devils.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Lo kenapa Luf? wajah lo di tekuk mulu dari kemarin" tanya Zander anggota inti Alaska.


"Gue dari kemarin hubungi mama gue sama adek gue gak bisa nomer mereka gak aktif" Luffy mencebik bibirnya.


"Emang mereka kemana?" tanya Cakra yang duduk sambil menghisap vape.


"Entah gue aja gak tahu mereka dimana, masak gue di tinggal kalo mereka bener-bener pergi gue udah ke mansion Hareklees disana gak ada siapa-siapa kata satpam mansion mama gue udah pergi dari sana" jawab Luffy yang masih mencemaskan keluarganya.

__ADS_1


"Mungkin lagi liburan ke luar negeri kali, lo udah pergi ke kampusnya Cindy belum?" ucap Brady sambil main game konsol.


"Udah kesana gue bahkan gue tanya sama temen satu kelas katanya dari kemarin gak kelihatan"


Algav yang mendengar nama Cindy seperti tidak asing di telinganya tapi dimana ia mendengar nama itu.


"Hm, coba nanti gue tanya sama temen gue dia juga kuliah disana senior sih lebih tepatnya" ujar Cakra menyenderkan bahunya ke sofa.


"Iya gue juga sambil menghubungi mereka siapa tahu aktif kembali" ucap Luffy mengambil satu sloki Vodka.


"Bos, gimana soal balas dendam kita baru saja mengacak markas Devils apa kita culik aja adeknya Galang" saran Zander.


"Jangan culik, sepertinya gue tertarik dengan adeknya Galang kalo dia dijadikan pacar pasti dia akan menurut dan tunduk sama gue dengan itu gue akan memanfaatkannya untuk balas dendam" Algav menyeringai.


"Lah, bos emang udah ketemu sama adeknya Galang bos? bos hanya sekedar tertarik atau benar-benar jatuh cinta bos" tanya Cakra mengerutkan keningnya.


"Mana mungkin bos jatuh cinta sama musuhnya sendiri ingat si bos juga punya tunangan yang misterius" Zander menggeplak kepala Cakra.


"Gue gak mungkin jatuh cinta sama musuh gue sendiri gue hanya ingin bermain aja dengan musuh, setelah dia nyaman dan percaya baru gue melenyapkan musuh kita" Algav tersenyum tipis.


"Tapi dia kekasihnya ketua Ravestrack bos, lo berani merebutnya?" tanya Luffy.


"Gue berani demi misi kita untuk balas dendam kematian Alister, gue akan bikin ketua Ravestrack dan kedua abangnya out dari bumi, nyawa harus dibalas dengan nyawa gue gak peduli kalo ujung-ujungnya gue masuk penjara lagi yang penting dendam gue terbalaskan" terkekeh-kekeh Algav.


"Suruh anggota lainnya untuk menjadi mata-mata gue dengar Ravestrack sedang mencari anggota baru, suruh mereka ikut daftar kesana dengan begitu kita bisa tahu informasi tentang Ravestrack" lanjutnya.


"Terus gimana sama Devils?" tanya Cakra.


"Gue ingin menantang Galang balap motor tapi bukan sekarang"


"Balap motor?"


"Hm, dengan balap motor gue punya kesempatan untuk menyingkirkan Galang" licik Algav.


"Bikin motor Galang oleng sebelum menyentuh garis finish" lanjutnya.


"Siap bos" balas empat tuyul bersamaan.


Target pertama gue Galang, gue akan bikin dia mati setelah itu ketua Ravestrack dan terakhir gadis cantik kekasih ketua Ravestrack batin Algav menyeringai.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2