Transmigrasi Belvia

Transmigrasi Belvia
86


__ADS_3


...Happy Reading...


...🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞...


Sebelum Hana pergi ke markas Costa Nostra ia menyempatkan waktu untuk menjenguk Galang di rumah sakit dengan mobil kesayangannya.


Bruummmmmm.....



Dengan kecepatan tinggi mobil Hana melesat melewati jalanan ibukota yang ramai pagi ini, ya walaupun hari libur tetap saja jalan raya selalu ramai padat dengan kendaraan yang lalu lalang.


Sesampainya di parkiran rumah sakit sebelum turun dari mobil ia menyempatkan untuk mengirimkan chat kepada Kivandra terlebih dahulu agar dia tidak khawatir mencari Hana.



Hana terkekeh kecil melihat chat kekasihnya pagi ini. Betapa beruntungnya Belvia dengan kehidupan yang kedua ini walaupun tanpa keluarga yang lengkap, ia benar-benar kehilangan sesosok wanita yang sangat ia cintai dan sayangi kalau bukan mommy Elena,mommy kandung Belvia.


Hana keluar dari mobil lalu ia melangkahkan kakinya menuju rumah sakit,semua pegawai rumah sakit melihat Hana datang langsung menyapa dan menghormati karena Hana adalah pemilik rumah sakit tersebut. Hana hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.


Tuk


Tuk


Tuk


Ceklek!


Hana membuka ruang ICU disana ada mama Lika yang sedang memegang tangan Galang, sepertinya mama Lika habis nangis kelihatan dari kantung matanya.


"Mah" panggil lirih Hana berdiri diambang pintu.


Mama Lika mendengar suara Hana ia langsung mengusap air matanya dan segera menoleh ke Hana.


"Hana kamu sudah datang,nak" ucap lembut suara mama Lika sambil tersenyum tipis.


Tuk


Tuk


Tuk


Hana berjalan menghampiri mama Lika lalu ia mengusap pipi mama Lika yang masih ada jejak air matanya.


"Mama nangis lagi" tanya Hana dengan memandangi wajah cantiknya mama Lika yang udah berkepala empat itu.


"Gak sayang, mata mama hanya kemasukan debu kok" dusta mama Lika ia tidak mau Hana khawatir dengan mamanya.


Hana paham kalau mama Lika barusan telah berbohong kepadanya, Hana menghembuskan nafas dengan pelan.


"Kita doain ya mah, agar bang Galang cepat sadar" mama Lika langsung membalas dengan anggukan kepala.


"Kamu mau ngobrol sama Galang kan? Galang udah nunggu kamu tuh, mama tunggu di luar ya Hana" ucap mama sambil mengusap bahu Hana.


"Iya mah" ucapnya.


Mama Lika pun berjalan keluar dari ruangan ICU dan meninggalkan Hana yang masih ada didalam ruangan tersebut.Hana langsung duduk di kursi sebelah Galang yang sedang terbaring di brankar dengan berbagai alat medis di tubuhnya. Hana sedih melihat kondisi Galang saat ini ia masih saja betah dengan mimpi indahnya itu, apa dia tidak capek apa tidur terus pikir Hana.



Hana memegang lembut tangan kekar Galang dulu pernah ia membenci Galang gara-gara kelakuannya terhadap jiwa Hana dulu yang masih hidup. Tapi seiring waktu berjalan ia memaafkan semua kesalahan Galang dan mencoba memperbaiki keadaan.


"Bang, gak capek ya rebahan mulu gue aja capek ngeliatin lo tidur terus bang. Lo gak kasihan sama mama bang? mama bolak balik dari mansion ke rumah buat jagain lo doang bang, mama udah tua bang Hana takut encok nya mama kumat gara-gara lo bang, bang Raka juga harus bolak-balik dari kantor ke rumah sakit buat ngurusin lo bang sampek bang Raka batalin meeting penting cuman buat jagain lo doang, di mansion sepi bang gak ada lo gak ada yang jahilin gue lagi sumpah gue kangen bang, kamar lo juga jadi horor tanpa penghuninya serem deh, lo tahu gak bang kalo Galen sekarang jadi tambah dingin dan brutal gara-gara lo masih betah rebahan di rumah sakit, kalo lo mau rebahan ya dirumah bang jangan di rumah sakit biaya nya mahal bang kalo di rumah kan gratis lo mau guling-guling aja gak bayar kok, bang lo pasti lagi ketemu sama Hana adek lo ya bang di mimpi lo makanya gak mau bangun, Hana tolong dong bujuk bang jelek lo ini buat bangun semua orang khawatir sama bang Galang dia juga masih punya hutang goceng sama gue buat beli rokok, gak modal banget kan mau beli rokok masak ngutang sama gue mana ngutangnya cuman goceng lagi kan gue gak bisa ngasih bunga kalo gitu, bang gue mau tunangan lo sama Kivandra malah lo koma gini gue mau lo lihat acara tunangan gue bang soalnya ada makanan enak dan gratis bang pasti lo suka deh, bang bangun ya plis...Kalo bangun nanti gue kenalin sama janda bahenol di gang sebelah bang tapi anaknya banyak bang ada 12 anak bang mana oyen semuanya bang tapi lucu deh anaknya bang, bang Hana mau ke markas dulu ya bang nanti Hana akan ke sini lagi, jangan bosan-bosan ya bang lihat Hana bolak-balik kesini, Hana sayang abang" papar Hana sambil mengusap punggung tangan Galang dan mencium tangan kekar Galang.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Hana, Galang merespon obrolan absurd Hana barusan, Galang meneteskan air di sudut matanya.


Setelah pamit dengan Galang, Hana melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ICU.


Ceklek!


"Mah, Hana mau pergi dulu mah ada urusan penting yang harus Hana selesai in dulu" ucap Hana berdiri di depan mama Lika yang sedang duduk di depan ruangan ICU.


"Hati-hati sayang" kata mama Lika menatap sendu putrinya.


"Nanti bang Raka akan kesini mah,buat makan siang mah" sambung Hana.


"Iya Hana" balas singkat mama Lika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



"Kamvret, ada aja pake bocor segala nih ban motor" gerutu Mika yang menepi di pinggir jalan raya.


Mika saat mengendarai motor gedenya menuju markas tiba-tiba ada masalah di bagian ban belakang motornya,terpaksa ia berhenti di pinggir jalan.


Mika menggerutu dalam hati betapa sialnya pagi ini, Mika berharap ada orang yang membantunya.


"Semoga ada orang yang lewat dan bantu gue buat nyari bengkel motor,kalo cewe gue jadiin sodara tapi kalo cowo gue jadiin apa ya" ucap Mika sambil jari telunjuknya mengetuk helm.


"Pacar mungkin" gumam lirihnya dibalik helm full face.


Tak lama kemudian ada suara motor yang berhenti di depan motor Mika.


Brummmm.....



Cowo tersebut memandangi ke arah mika sedangkan mika sudah mengerutkan keningnya, ada apa dengan tuh cowo? mau begal apa? sebelum begal gue tendang aset lo.


Cowo itu turun dari motor sport dan melepaskan helm dan juga jaket ia berjalan menghampiri Mika yang sedang berdiri di samping motornya dan juga masih memakai helm full face.



Mika mendelik ternyata cowo itu adalah Abercio, haduh gimana dong kenapa malah belatung api yang datang bukan cowo ganteng yang lainnya, kenapa harus dia sih! masa dia gue jadiin pacar, ogah banget punya cowo tengil kek dia, nyesel deh gue bilang barusan.


"Kiw, cewek cantik nih pasti di balik helm full face" goda Abercio sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Mika tak menjawabnya malah menyunggingkan sudut bibirnya di balik helm full face jadi Abercio tidak bisa melihatnya.


"Kok diem sih, wah jangan-jangan lo bisu ya? atau sariawan bibir lo" ucap Abercio menaikkan satu alisnya.


"Diem lo, gak usah bawel" sentak Mika.


Abercio langsung diam dan sepertinya gue kenal nih sama suara mbak-mbak judes pikir Abercio sedari tadi menatap ke arah Mika.


"Kok galak amat neng, jangan galak-galak dong nanti gak dapet jodoh lho, neng ngapain ada disini?" tanya Abercio sedikit menggoda Mika.


Abercio belum tahu kalau didepannya itu adalah Mika cewek yang selalu diajak adu bacot dengannya.


"Terserah gue dong mau galak atau gak itu hak gue, siapa lo larang gue hah! lagi rebahan" ketus Mika sambil bersedekap dada.


Abercio terkekeh kecil. "Tapi gue suka kok sama cewek galak soalnya lebih menantang daripada cewe yang menye-menye, kalo rebahan jangan di pinggir jalan dong nanti ada nasi kotak gratis besoknya" gombal Abercio.


Ck!


Mika langsung berdecak kesal mendengar gombalan dari Abercio benar-benar buaya darat jago banget ngegombal cewe.


"Lo gak lihat ban motor gue bocor yang belakang,lo bisa gak bantu gue jangan banyak bacot apalagi ngegombal, gue gak bakalan salting sama gombalan lo itu"

__ADS_1


Abercio langsung menundukkan kepalanya dan menatap ke arah ban belakang motor Mika, ia pun mengangguk kepalanya seperti paham yang Mika alami pagi ini.


"Lo gak mau lepas tuh helm, gak gerah apa" ucap Abercio memandangi cewe yang ada didepannya.


Mika juga daritadi merasa gerah dan ingin melepaskan helmnya, dan akhirnya Mika melepaskan helmnya dengan gaya slow motion.


Abercio melihat cewe tersebut melepaskan helmnya seketika mata Abercio melotot hampir copot, anying! kenapa kaleng rombeng bukan cewe lain sih!


"Mata lo kalo melotot biasa aja kali kalo gelinding lepas gimana?" celetuk Mika.


Abercio berdehem agar tetap tenang dan cool.


"Ternyata lo kaleng rombeng, kalo gue tahu itu lo ya tadinya gue gak usah berhenti" ujar Abercio.


"Ck. Dasar cowo prik! mau bantu aja milih-milih orang" kesal Mika rasanya ingin melemparkan Abercio ke peternakan buaya biar kumpul sekalian sama sodaranya sesama buaya.


"Ya jelas dong, kalo cewe nya kek lo ya, gue gak mau bantu tapi kalo cewe nya spek han so hee ya jelas gue mau lah bantuin" sambung Abercio dengan wajah tengilnya.


"Yaudah sana lo pergi jauh-jauh dari gue, hus hus sana gue juga gak butuh bantuan lo gue juga bisa minta bantuan sama cogan lain siapa tahu lewat jalan sini" geram Mika bisa-bisanya cowo kek dia anggota Ravestrack Kivandra mungut dia dimana sih.


"Dih, gitu aja ngambek marah-marah lagi PMS lo? disini sepi gue jamin gak ada orang yang bantu lo kecuali gue, lo mau disini terus sendirian mana panas lagi gosong lama-lama badan lo kek sotong" sahut Abercio seraya tersenyum smirk.


"Diem lo gak usah bawel, kalo lo mau bantuin buruan anterin gue ke bengkel"


"Lo sama gue aja biar motor lo nanti dianterin sama anak Ravestrack ke bengkel"


"Tapi, nanti motor gue ilang gimana? lo mau ganti? harga motor gue ratusan juta lho, gak goceng harganya" celetuk Mika.


"Emang tampang gue tampang cowo ke*re apa? gue ini anak orang kaya asal lo tahu, gue bisa saja beli motor lo lebih dari satu, udah lah tinggal aja nanti ada anak Ravestrack kesini ambil motor lo ke bengkel" sombong Abercio.


"Ck, sombong amat palingan juga tuh duit dari orang tua" gumam lirih Mika.


Abercio memicingkan matanya melihat Mika sedari tadi bergumam tidak jelas seperti merapalkan mantra jahat.


"Mulut lo sibuk bergoyang dumang mulu dari tadi" ucap Abercio.


"Berisik" sentak Mika sambil memukul bahu Abercio.


Ssshh.. Abercio meringis gara-gara bahunya di pukul oleh Mika, anjir ini pukulannya sakit cok, udah kek tenaga hulk dia.


Tanpa permisi Mika langsung duduk diatas jok belakang motor Abercio.


"Buruan berangkat" ucapnya yang sudah duduk di jok belakang motor Abercio.


Abercio menoleh ke Mika yang sudah duduk di jok belakang motornya. Ia langsung membelalakkan matanya anjir udah duduk aja tuh anak, bener-bener gak sopan.


Abercio langsung menghampiri motor sportnya dan menaiki segera, ia langsung menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi, Mika yang belum siap hampir saja terjungkal ke belakang.


"Shitt, lo mau bunuh diri hah! gue hampir jatuh ke belakang, pelan napa" teriak Mika.


"Makanya pegangan biar gak jatuh" balas teriakan Abercio.


Karena suara angin lebih gede daripada suara mereka saat mengendarai motor.


"Ogah, pegangan sama cowo kek lo yang ada gue gatal-gatal"


Bukannya menjawab malah Abercio menarik kedua tangan Mika untuk melingkar ke perut Abercio, Mika tersentak akibat tarikan dari tangan Abercio secara tiba-tiba. Abercio tersenyum miring di balik helm full face ia melihat dari kaca spion.


Mika terpaksa menyenderkan kepalanya di bahu bidang milik Abercio, tangannya sedikit mengusap perut kotak Abercio.


"Ternyata Abercio punya roti sobek" gumam Mika sambil terkekeh kecil.


Sedangkan Abercio ia tidak bisa berkonsentrasi mengendarai motor gara-gara tangannya mika mengusap perut kotaknya.


"F*ck shitt" umpat Abercio dalam hatinya sambil menggeram sepertinya di bawah sana Cio kecil bangun gara-gara tangan lucknut Mika.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2